Komponen Dasar Router Cisco

Sebelum mulai melakukan setup konfigurasi router Cisco, langkah awal yang perlu kita ketahui adalah mengenal komponen dasar router Cisco. Sekalipun cisco memiliki berbagai model seperti 1600, 1750 sampai dengan model 7500, namun memiliki komponen dasarnya yang sama.

1 Prosesor
Seperti juga komputer, router Cisco memiliki prosesor alias central processing unit (CPU). Antara satu jenis router dengan router lainnya mungkin memiliki prosesor yang berlainan.

2 Memori
Ada 4 jenis memory pada router Cisco Read only Memory (ROM) Flash memory
Random access memory (RAM) Non volatile RAM (NVRAM).

Tabel penamaan interface dengan modul tetap

image

Tabel penamaan interface dimana memiliki banyak slot

image

PC tersebut harus disambungkan ke router tersebut dengan salah satu dari
cara berikut:
! Melalui console port
! Melalui Network
1. Port Console
Console port adalah sebuah port pada router yang disediakan untuk menghubungkan router tersebut pada “dunia luar”. Setelah Router terhubung dengan PC, Router dapat dikonfigurasi dengan menjalankan applikasi HyperTerminal dari PC. Semua router Cisco memiliki sebuah port console pada bagian belakangnya. Port console akan berfungsi sebagai gerbang akses komunikasi langsung ke dalam router Cisco. Standar port console menggunakan koneksi serial asynchronous EIA/TIA-232 atau lebih dikenal dengan sebutan RS-232. Konektor fisik dari port console sendiri tergantung dari jenis routernya. Untuk router kelas kecil menengah umumnya menggunakan konektor jenis RJ45, sedangkan untukkelas yang lebih besar umumnya menggunakan DB25 sebagai konkeotrny.

Auxiliary port

Sebagian besar router Cisco memiliki port auxiliary. Seperti juga pada port console, port auxiliary menggunakan standar koneksi serial asynchronous EIA/TIA-232 untuk komunikasi langsung ke router Cisco. Port auxiliary sendiri lebih sering dipergunakan untuk alternatif akses langsung ke router cisco melalui modem, misalnya pada kondisi dimana network path dari router terganggu, maka administrator dapat memanfaatkan mengakses router Cisco melalui modem yang terkoneksi pada port auxiliary.

Konfigurasi Router

Seperti dijelaskan sebelumnya, ada 2 jenis konfigurasi IOS, yaitu:
! Konfigurasi yang sedang running dan menetap pada RAM
! Konfigurasi startup dan menetap pada NVRAM
Kita dapat melakukan perubahan setiap saat pada konfigurasi IOS yang sedang aktif atau running. Dampak atas perubahan pun langsung terjadi seketika. Tetapi jangan lupa, setiap perubahan pada konfigurasi yang sedang running harus di simpan di dalam NVRAM sebagai konfigurasi startup.

Inisialisasi Konfigurasi Router

Selain dengan port console, router dapat dikonfigurasi dengan PC yang terhubung dengan Router melalui network. Cara ini hanya bisa digunakan untuk melihat konfigurasi dan memodifikasi konfigurasi pada router. Mengapa ? Karena sebuah router hanya akan terhubung ke network jika Network Interface-nya sudah terkonfigurasi dengan benar. Di sisi lain, cara ini juga mempunyai kelebihan. Dengan cara ini, network administrator lebih leluasa menempatkan PC-nya untuk memodifikasi konfigurasi router. Network administrator bisa menempatkan PC-nya di mana saja, asalkan PC tersebut bisa terhubung ke Router melalui jaringan. Dengan cara ini, Network administrator membutuhkan applikasi telnet untuk mengkonfigurasi Router tersebut.

Berikut adalah langkah-langkah menggunakan telnet pada PC dengan Sistem Operasi Windows:
! Jalankan command prompt (atau MS DOS prompt pada Windows 9x)
! Ketik perintah berikut pada command prompt:
! C:\> telnet IP-address-Router

image  image

Tingkat Akses Perintah

Untuk tujuan keamaan, perintah-perintah yang bisa dijalankan dari CLI dibagi menjadi
! User Mode
User Mode ditujukan untuk melihat status router. Perintahperintah yang diizinkan pada mode ini tidak bisa mengubah konfigurasi router, sehingga mode ini lebih aman ketika seorang network administrator hanya ingin melihat status router dan tidak ingin mengubah konfigurasi.
! Privileged Mode
Privileged Mode mempunyai tingkat akses yang lebih tinggi. Dengan mode ini, network administrator bisa mengubah configurasi router. Oleh karena itu, mode ini sebaiknya digunakan dengan hati-hati sekali untuk menghindari perubahan yang tidak diinginkan pada router tersebut.

Mengubah Konfigurasi Router

Setup Dialog tidak dirancang untuk memodifikasi Konfigurasi Router ataupun membuat Konfigurasi Router yang komplex. Oleh karena itu, untuk keperluan ini, harus dilakukan secara manual dengan memasuki Mode Konfigurasi. Pengubahan konfigurasi ini bisa dilakukan langsung melalui console atau secara remote melalui jaringan. Setelah PC terhubung ke router, maka network administrator harus memasuki Privileged Mode dulu.
Contoh mengubah konfigurasi router
! router con0 is now available
! Press RETURN to get started
! router >
! router > enable
! router # configure terminal
! router (config) # interface ethernet 0
! router (config-if) # description IT Department LAN
! router (config-if) # exit
! router (config) # exit
! router #

Mengamankan Router dengan Password
Untuk menyulitkan orang yang tidak berhak mengubah dan mengacau konfigurasi router, maka router tersebut perlu dilindungi dengan kata sandi
(password).
1. Password untuk console
Jika password diaktifkan pada console, maka user tidak bisa begitu saja mendapatkan akses ke router melalui console tanpa
menuliskan password console terlebih dahulu.
Contoh membuat password untuk console
• Router(config) # line console 0
• Router(config-line) # login
• Router(config-line) # password kunci
• Router(config-line) # exit
• Router(config) # exit
• Router(config) #

Password untuk Virtual Terminal
Virtual Terminal ini akan digunakan ketika user ingin mendapatkan akses melalui jaringan dengan applikasi telnet. Password Virtual Terminal ini harus dikonfigurasi sebelum user bisa mendapatkan akses melalui jaringan. Tanpa password, koneksi melalui jaringan akan ditolak oleh router dan router akan memberikan pesan berikut:
Password required, but none set
Cara mengkonfigurasi password pada Virtual Terminal.
Contoh:
Router(config) # line vty 0 4
Router(config-line) # password test
Router(config-line) # exit
Router(config) # exit
Router(config) #

Password untuk mode priviledge

Setelah user menuliskan password dengan benar untuk mendapatkan akses ke router baik melalui jaringan ataupun console, maka user akan memasuki user mode. Jika password untuk mode priviledge dikonfigurasi, maka user juga harus menuliskan password lagi untuk masuk ke mode itu. Perintah yang digunakan untuk memberi password pada mode ini adalah enable password, atau enable secret. Perbedaan antara kedua perintah tersebut adalah bahwa perintah enable secret membuat password-nya terenkrip sedangkan enable password tidak. Kedua perintah tersebut juga bisa dituliskan kedua-duanya dalam mode konfigurasi global, dan keduanya juga bisa mempunyai password yang berbeda. Namun jika keduanya diletakkan pada konfigurasi, maka password pada enable secret yang akan digunakan untuk memasuki privileged mode.

Mengkonfigurasi Interface
Tugas router adalah meneruskan paket-paket dari sebuah network ke network yang lainnya. Sebuhungan dengan tugas tersebut, network interface harus dikonfigurasi sesuai dengan karakteristik-nya. Perintah interface pada mode konfigurasi global disediakan untuk mengkonfigurasi interface-interface pada router. Ada berbagai tipe interface yang dikonfigurasi dengan perintah ini antara lain: Ethernet, Token Ring, FDDI, serial, HSSI, loopback, dialer, null, anync, ATM, BRI, dan tunnel. Dalam
tulisan ini, hanya Ethernet dan Serial saja yang akan dibahas lebih lanjut.
Contoh konfigurasi interface ethernet
Router# configure terminal
Router(config)# interface ethernet 1/0
Router(config-if)# description LAN pada Department IT
Router(config-if)# ip address 172.16.148.1 255.255.255.128
Router(config-if)# exit
Router(config)# exit
Router#

Mengkonfigurasi Serial Interface

Serial interface adalah interface yang seringkali digunakan untuk koneksi ke WAN (Wide Area Network). Koneksi serial membutuhkan clocking untuk sinkronisasi. Dan oleh karena itu, hubungan serial ini harus mempunyai 2 sisi, yaitu DCE (data circuitterminating equipment_ dan DTE (data terminal equipment). DCE menyediakan clocking dan DTE akan mengikuti clock yang diberikan oleh DCE. Kabel DCE mempunyai koneksi female (perempuan), sedangkan kabel DTE mempunyai koneksi male (jantan).

Men-disable sebuah interface
Kadangkala kita perlu mematikan/mendisable sebuah interface
untuk keperluan troubleshooting ataupun administratif.
Contoh : mematikan interface
Router(config)# interface serial 0
Router(config-if)# shutdown
Router(config-if)# exit
Router(config)#
Contoh : menghidupkan interface
Router(config)# interface serial 0
Router(config-if)# no shutdown
Router(config-if)# exit
Router(config)#

Routing
Akhirnya, setelah interface terkonfigurasi, router memerlukan sebuah
proses agar router tahu bagaimana dan kemana sebuah paket harus
diteruskan. Proses ini disebut proses routing.
Routing dapat dikelompokkan menjadi 2 kelompok, yaitu:
1. Static Routing
2. Dynamic Routing
Adapun format penulisan adalah:
ip route network [mask] {alamat | interface }
dimana:
• Network adalah network tujuan
• Mask adalah subnet mask
• Alamat adalah IP address ke mana network akan dilewatkan
• Interface adalah nama interface yang digunakan untuk melewatkan paket yang ditujukan

Menyimpan dan Mengambil Konfigurasi

Berbagai konfigurasi yang telah kita tuliskan dengan perintah configure terminal hanya akan disimpan pada RAM yang merupakan memory volatile. Jika konfigurasi ini tidak disimpan di NVRAM, maka konfigurasi tersebut akan hilang ketika router dimatikan atau direstart.
Secara default, Router akan mengambil konfigurasi dari NVRAM saat start up, meletakkannya di RAM, dan kemudian menggunakan konfigurasi yang ada pada RAM untuk beroperasi. Untuk menyimpan konfigurasi yang ada di RAM ke NVRAM, diperlukan baris perintah berikut pada privileged mode:
Router# copy running-config startup-config
Sebaliknya, untuk mengambil konfigurasi yang ada di NVRAM dan meletakkannya pada RAM, dapat digunakan perintah berikut pada privileged mode:
Router# copy startup-config running-config

Beberapa Tips

Bekal pengetahuan dasar pada bab-bab di atas sebenarnya telah cukup berguna untuk segera memulai percobaan-percobaan dan mempelajari router lebih lanjut. Namun untuk melengkapi dan memudahkan proses belajar, ada baiknya anda juga mengetahui beberapa tips agar mudah mengetahui perintah-perintah apa saja yang bisa dijalankan dan format penggunaannya.
Mengetahui perintah apa saja yang bisa dijalankan Pada mode apa saja, anda bisa mengetikkan tanda (?) pada prompt. Dengan mengetikkan tanda tersebut, router akan memberitahukan apa saja yang bisa anda tuliskan pada prompt tersebut. Melihat perintah-perintah apa saja yang berlaku pada prompt router> ?

Perintah yang tidak lengkap dan Auto Completion Sebuah perintah pada router tidak harus dituliskan secara lengkap jika perintah tersebut tidak ambiguous. Dengan fasilitas ini, administrator bisa menghemat waktu karena tidak harus mengetikkan semua perintah secara lengkap.
Contoh perintah yang tidak lengkap
Router # sh ru
Building configuration…
Current configuration : 4479 bytes
!
! Last configuration change at 12:23:26 UTC Fri Oct 10 2003
!
……… dan selanjutnya ………

METODOLOGI PERANCANGAN LAN

Jaringan lokal atau Local Area Network adalah sekumpulan dua atau lebih komputer yang berada dalam batasan jarak lokasi satu dengan yang lain, yang saling terhubung langsung atau tidak langsung. LAN dibedakan atas cara komputer tersebut saling terkoneksi, baik secara logik maupun fisik.
Sebuah PC atau komputer dalam sebuah LAN disebut sebagai node, node bisa berupa server atau workstation yang kadang disebut sebagai station saja. Minicomputer atau Mainframe berfungsi sebagai host untuk sebuah dumb-terminal atau PC (diskless workstation). LAN yang mengkoneksikan node melalui jaringan publik telepon atau dedicated biasa disebut sebagai Wide Area Network (WAN). Node terkoneksi ke jaringan melalui Network Interface Card (NIC) atau network adapter. NIC terkoneksi ke jaringan secara langsung atau tidak langsung. Setiap node minimal mempunyai satu interface, tidak tertutup kemungkinan sebuah node dipasang dua atau lebih interface untuk koneksi yang simultan ke beberapa jaringan sekaligus. Kemungkinan ini menjadi salah satu solusi alternatif untuk menggantikan dedicated-router dengan sebuah PC yang berfungsi sebagai router.

Topologi

Dalam jaringan server-base sebuah server mengatur akses resource (file dan print) untuk workstation. Server menjalankan Network Operating System (NOS) untk menyediakan layanan dan mengotentifikasi workstation/user dan klien menjalankan software NOS-client. Server bisa berbentuk dedicated yang berfungsi hanya sebagai server, contohnya server Novell NetWare, ada juga yang mempunyai dua fungsi sekaligus bisa dipakai sebagai layaknya sebuah workstation.
Arsitektur Jaringan
Arsitektur Jaringan terdiri dari perkabelan, topologi, media metoda akses dan format paket. Arsitektur yang umum digunakan dalam jaringan adalah berbasis kabel elektrik, melalui perkembangan teknologi optik kini banyak digunakan juga serat kabel optik sebagai media alternatif beserta kelebihan dan kekurangannya.

Perangkat Keras
Perangkat keras jaringan yang berbasis PC adalah komputer itu sendiri, kartu jaringan, kabel, konektor, konsentrator kabel, pelindung dan perlengkapan tambahan (tools).
Selain peralatan fisik juga dibutuhkan peralatan bantuan untuk pengerjaan pemasangan kabel seperti crimper, AVOmeter dan network tester.
Network tester cukup mahal, bisa ribuan dollar, untuk jaringan kecil bisa cukup dengan AVOmeter saja untuk memastikan kondisi sambungan yang dilakukan crimper layak digunakan.
Perangkat Lunak
Perangkat lunak jaringan terdiri dari driver interface (NIC), Sistem Operasi Jaringan atau Network Operating System (NOS), Aplikasi Jaringan, Aplikasi Manajemen dan Aplikasi Diagnostik/Monitoring dan Aplikasi Backup. Beberapa dari elemen-elemen ini terbundel dalam satu paket NOS dan sebagian berbentuk sebagai third-party software. Driver menjembatani kartu jaringan dengan perangkat lunak jaringan di sisi server maupun workstation.

Network Aware Application

Adalah bundel aplikasi server yang didesain khusus untuk sistem jaringan. Aplikasi ini mempunyai sifat aware terhadap sistem jaringan seperti pencatatan akses, pembatasan akses tertentu, dll. Aplikasi yang canggih dalam dunia client/server bahkan bisa membagi proses ke mesin-mesin lain yang terpisah. Di Linux contohnya adalah proyek Beowulf.
2. Network Management Software
Adalah perangkat lunak yang berfungsi memonitor jaringan. Elemen yang dimonitor bisa berupa aktivitas jaringan, hidup/matinya node, dll. Protokol Simple Network Management Protocol berfungsi untuk hal ini, jika semua node
mendukung SNMP-agent maka perangkat lunak monitoring dapat memantau semua aktivitas yang terjadi di node misalnya kinerja processor, penggunaan RAM, trafik input/output dll. Salah satu aplikasi ini yang dikembangkan di Linux adalah NetSaint dan MRTG (Multi Router Traffic Grapher).
Aplikasi Backup dalam NOS menjadi salah satu hal yang penting dalam jaringan, NOS biasanya sudah membundel aplikasi ini dalam paketnya. Backup
bisa dilakukan secara software ataupun hardware, secara software seorang admin bisa melakukan remote backup ke mesin lain secara berkala, secara hardware backup biasanya dilakukan dengan disk-mirroring.

Antisipasi Pengembangan

Pengembangan jaringan meliputi 4 tahap yang harus dilalui untuk mendapatkan hasil yang sempurna dalam jaringan. Keempat tahap tersebut adalah planning (perencanaan), design (perancangan), implementation (implementasi) dan operation (operasional).
Perencanaan
Tahap awal ini bertujuan untuk mendapatkan needs (kebutuhan), keinginan (desirability) dan kepentingan (interest). Untuk mendapatkan ketiga hal ini harus dilakukan survey ataupun wawancara terhadap user. Selain itu harus ditentukan pendekatan yang paling feasible untuk tahapan selanjutnya.
Satu langkah yang paling penting dalam perencanaan jaringan ini adalah pencarian/investigasi dalam konteks sebelum jaringan terbentuk.
Investigasi ini ditujukan untuk mencari pola kerja, alur, trafik dan kemungkinan bottleneck di dalam jaringan, selain itu investigasi ini bisa membantu dalam kemungkinan kebutuhan di masa selanjutnya. Berbicara dengan user langsung akan mendapatkan input yang lebih signifikan tentang kebutuhan mereka, keinginan dan mungkin juga ketakutan user. Sebagai admin anda harus bekerjasama dengan user.

Langkah selanjutnya adalah merancang biaya dengan batasan faktorfaktorkebutuhan dan keinginan di atas. Elemen-elemen yang menyangkut pembiayaan antara lain:
• Kabel, biaya kabel itu sendiri dan proses instalasinya, bisa terjadi biaya instalasi lebih tinggi dari biaya kabel itu sendir.
• Perangkat Keras, seperti komputer, NIC, terminator, hub dll.
• Perangkat Lunak, NOS, client dan berbagai aplikasinya.
• Pelindung Jaringan, seperti Uninterruptible Power System (UPS), anti petir, spark arrester.
• Biaya habis, biaya konsultan, arsitek maupun operator pada saat instalasi.
• Biaya berjalan, seperti biaya bulanan bandwidth, listrik, AC, gaji admin dan operator.
• Biaya pelatihan untuk administrator dan user.

Perancangan

Tahap ini merupakan detail perencanaan di atas. Dalam tahap ini faktor-faktor yang ada dalam perencanaan dijabarkan secara detail untuk kebutuhan tahap selanjutnya pada saat implementasi.
Perancangan jaringan adalah proses yang mystic-mixture art, science, keberuntungan (luck) dan accident (terjadi begitu saja). Meskipun penuh dengan proses yang misterius ada banyak jalan dan strategi untuk melaluinya
Faktor-faktor yang ada dalam perencanaan :
a. Jumlah node dan pendelegasian tugas.
b. Pendefinisian Operasional Jaringan.
c. Pendefinisian Administrasi Keamanan.
d. Pendefinisian Administratif Jaringan.
e. Checklist dan Worksheet.

Implementasi

Pemasangan jaringan secara aktual terjadi pada tahap implementasi. Di tahap ini semua rencana dan rancangan diterapkan dalam pekerjaan fisik jaringan.
Beberapa pertimbangan dan saran dalam melakukan instalasi jaringan:
! Tetap informasikan ke user apapun yang terjadi selama pemasangan.
! Dapatkan diagram eksisting jaringan, jika terjadi kemungkinan kabel yang sudah eksis tetap bisa dipakai sebagai backup/cadangan
! Tes semua komponen sebelum dipasang dan tes setelah terpasang.
! Kabel dan komponen harus dipasang oleh orang yang mengerti hal tersebut.
! Jangan melanjutkan ke langkah berikutnya sebelum memastikan langkah sebelumnya telah benar-benar selesai.
! Catat dengan eksak perangkat keras yang dipasang termasuk aksesorisnya, seperti catu daya (power suplly), patch cable, konektor dsb.
! Catat masing-masing komponen yang terinstall termasuk spesifikasi dan lokasinya.
! Setelah semua terpasang tes secara menyeluruh dalam jaringan.
! Install aplikasi dalam jaringan dan lakukan tes. Jangan melakukan tes dengan data yang sebenarnya, gunakan fake-data (data contoh).

Implementasi dalam lingkungan kerja. Selain implementasi sebuah jaringan baru dalam kondisi tertentu dalam lingkungan kerja tidaklah semudah memasang jaringan yang benar-benar baru. Banyak pertimbangan yang harus
diperhatikan seperti adaptasi terhadap jaringan baru, waktu downtime dan masalah lain yang bisa saja timbul. Ada beberapa strategi dalam menghadapi hal ini:
– Cold conversion, strategi ini adalah penggantian total dari jaringan lama (atau tanpa jaringan) ke jaringan baru. Strategi ini termasuk paling mudah dilakukan tetapi strategi ini biasanya tidak dipakai untuk jaringan yang mempunyai tugas/misi yang kritis seperti jaringan yang menghubungkan kasir pasar swalayan, tidak boleh terjadi downtime.
– Conversion with overlap, strategi ini melakukan pemasangan dan operasional secara paralel, selama jaringan baru dipasang jaringan lama tetap
berjalan sambil sedikit demi sedikit beralih ke jaringan baru. Strategi ini harus mempertimbangkan waktu jika faktor waktu menjadi batasan utama.
– Piecemeal conversion, strategi ini mirip dengan strategi sebelumnya hanya dilakukan secara lebih detail dan bertahap. Sasaran pindah ke jaringan baru merupakan target jangka yang lebih panjang. Strategi ini membutuhkan resource yang lebih sedikit namun membutuhkan waktu yang lebih lama.

Operasional

Setelah implementasi selesai dilakukan tahap selanjutnya adalah pemakaian atau operasional jaringan. Tahap ini merupakan tugas yang cukup berat untuk seorang administrator jaringan karena tahap ini secara global banyak dijalankan oleh administrator. Administrator atau supervisor jaringan bertugas
menjalankan dan merawat jaringan. Administrator bertanggungjawab " melakukan sesuatu yang diperlukan untuk memastikan jaringan bekerja" . Tugas tersebut bukan berarti memaksa seorang administrator untuk tahu serba hal. Lebih spesifik administrator bertugas memberi hak dan wewenang terhadap user untuk akses ke jaringan.

JARINGAN ETHERNET

1. Komponen Jaringan Ethernet
Sebagaimana telah kita ketahui bersama, bahwa Ethernet dapat menggunakan dua jenis kabel tembaga, yakni kabel thin coax, thick coax, fiber optic, dan UTP.
- Instalasi Kabel Coaxial
Sesuai dengan kapasitas maksimal dari kabel coaxial, Ethernet dengan media transmisi coax hanya ada satu kecepatan transfer data (10 Mbps). Begitu juga bagi peralatan pendukungnya, yakni konektor dan terminator.
Ada 3 macam konektor pada kabel Coaxial, yakni: T konektor, I konektor dan BNC konektor.
Terminator yang dapat digunakan adalah terminator dengan nilai resistansi sebesar 50 . Pemasangan terminator hanya dilakukan pada ujung kabel saja, berarti hanya diperlukan 2 buah terminator untuk satu buah segment ethernet.

image

image

Instalasi Kabel Thick-Ethernet

Pada instalasi jaringan yang luas, biasanya antar gedung:
– Biasanya digunakan kabel fiber optic atau thick coax sebagai
backbones. Kabel Backbones ini berfungsi sebagai bus segment linier .
– Komputer dihubungkan ke backbones dengan manggunakan drop cable, melalui sebuah transceiver.
– Satu segmen terdiri dari:
• Kabel koaksial RG-8
• Sepasang konektor BNC
– Untuk menghubungkan sebuah node digunakan transceiver dan drop cable melalui konektor DB 15
– Satu segmen harus diakhiri dengan terminator

image

image

Instalasi Kabel Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair)

Selain kabel coaxial, Ethernet juga dapat menggunakan jenis kabel lain. Yang paling popular digunakan adalah jenis kabel UTP (Unshielded Twisted Pair). Kabel UTP yang biasa digunakan adalah kabel yang terdiri dari 4 pasang kabel yang terpilin. Dari 8 buah kabel yang ada pada kabel ini, hanya digunakan 4 buah saja untuk dapat mengirim dan menerima data (Ethernet). Perangkat-perangkat lain yang berkenaan dengan penggunaan jenis kabel UTP Cable CAT5 adalah konektor kabel UTP
(RJ-45) dan HUB adalah RJ-45.
EIA/TIA menspesifikasikan konektor RJ-45 untuk kabel UTP.
RJ (Register Jack) 45 merupakan spesifikasi pengkabelannya (wiring sequence).
Terdapat 8 kabel berwarna.
– 4 diantaranya membawa tegangan listrik, disebut “tip” (T1 sampai T4)
– 4 berikutnya sebagai ground, disebut “ring” (R1 sampai R4).
Tip dan ring merupakan istilah pada saat masa-masa kabel telepon. Sekarang dinamakan positive dan negative kabel yang berpasangan. Sehingga tip dan ring disebut pasangan positive dan negative. Pasangan pertama disebut T1 dan R1.

Konektor RJ-45 adalah komponen male, dipasang di kabel yang dikrimping pada RJ-45 tersebut. Kabel yang paling kanan merupakan kabel nomor 8 dan paling kiri merupakan kabel nomor 1. Jack adalah komponen female dari RJ-45 male.
2. Crimping tool adalah alat bantu yang sangat berguna untuk installasi kabel
UTP. Crimping tool mempunyai beberapa fungsi:
– Memotong kabel UTP
– Mengupas jacket kabel UTP
– Mengunci atau meng-crimping kabel UTP pada RJ-45.

image

Untuk penggunaan koneksi komputer, dikenal 2 buah tipe penyambungan kabel UTP ini, yaitu straight cable dan crossover cable. Fungsi masing-masing jenis koneksi ini berbeda, straight cable digunakan untuk menghubungkan client ke hub/router, sedangkan crossover cable digunakan untuk menghubungkan client ke client atau dalam kasus tertentu digunakan untuk menghubungkan hub ke hub.
1 Straight Cable
Menghubungkan ujung satu dengan ujung lain dengan satu warna, dalam artian ujung nomor satu merupakan ujung nomor dua di ujung lain. Sebenarnya urutan warna dari masing-masing kabel tidak menjadi masalah, namun ada standard secara internasional yang digunakan untuk straight cable ini, yaitu :
Koneksi minimum berdasarkan standar EIA/TIA-568B RJ-45 Wiring Scheme

image

Crossed-Over Cable

Untuk topologi star dibutuhkan juga consentrator yang berfungsi sebagai pusat perkabelan dan meneruskan paket-paket ethernet ke tujuan yang benar.Kabel UTP digunakan dengan topologi star, dan memerlukan sebuah hub atau switch yang diletakkan di tengah-tengah topologi star.

image

ELEMEN-ELEMEN INTERNETWORKING

• Internetworking umumnya dibangun menggunakan tiga elemen yang berbeda:
• Hubungan data LAN
• Biasanya terbatas dalam satu bangunan atau kampus dan beroperasi menggunakan sistem pengkabelan private
• Hubungan data WAN
• Umumnya menggunakan saluran telekomunikasi data public, seperti X.25 PSDN, Frame Relay, ISDN, ATM
• Devais penghubung jaringan
Devais ini secara umum dibagi dalam beberapa katagori:
1. Repeater
2. Bridge
3. Router
4. Switch
5. Converter

INSTALASI CISCO ROUTER

Mode Perintah Router Cisco
Untuk memulai melakukan perubahan konfigurasi pada Cisco maka kita harus berada dalam mode perintah konfigurasi. Berikut ini adalah langkah-langkah untuk masuk ke dalam mode perintah konfigurasi dengan menggunakan emulasi terminal pada PC yang terhubung ke port console dari router Cisco Setelah router di boot up, biasanya akan ditampilkan pertanyaan seperti di bawah ini, jawab saja dengan No:
Would you like to enter the initial configuration dialog [yes] : no
.
.
router>

Prompt awal router adalah router> atau sering disebut mode user EXEC. Mode router> seperti $ di sistem Unix. Mode ini dipergunakan sebagai prompt user pertama kali masuk router cisco. Biasanya dipakai oleh operator atau user biasa lainnya untuk keperluan basic test dari router ke perangkat lainnya, seperti ping dan telnet.
Tambahan, router> merupakan parameter yang dapat kita ubah sesuai dengan keinginan kita seperti prompt pada DOS.
Router>
1600>
1700>
pada mode user EXEC terdapat banyak perintah yang tersedia. Untuk melihat syntax dari perintah tersebut dapat menggunakan perintah help yang tersedia sebagai berikut:
router> ?

Hasilnya adalah list perintah yang dapat kita pakai, misalnya ping, telnet dll.
Untuk mengetahui bagaimana syntax dari perintah tersebut, maka dapat digunakan perintah sederhana berikut:
Router> s?
Router> show ?
Router>show conf?
Dalam cisco system kita dapat me-ringkas perintah seperti di contohkan di atas, yaitu show configuration cukup dipanggil, misalnya perintah show configuration menjadi sh conf.
Selanjutnya untuk masuk ke mode perintah konfigurasi selalu ditanyakan passwordnya. Berikut ini cara masuk ke mode perintah konfigurasi.
1700> enable
password: ******
router #

Kemudian apabila kita akan memulai melakukan modifikasi terhadap konfigurasi, maka yang yang harus dilakukan adalah masuk ke dalam mode konfigurasi
Router# configure terminal
Router (config) #
Sesudah melakukan setting konfigurasi, dilakukan penyimpanan data alias save konfigurasi ke NVRAM. Adapun caranya ada beberapa cara, antara lain:
Router# copy running-config startup-config
Building configuration . . .
Selanjutnya setelah konfigurasi disimpan, biasanya terdapat layar konfirmasi sebagai berikut:
[OK]
router#

Langkah-langkah Seting Konfigurasi
Pada modul ini akan menuntun user untuk melakukan seting konfigurasi dari sebuah Router Cisco. Untuk contohnya, akan kita bahas bagaimana melakukan konfigurasi sebuah router Cisco 1700 dimana protokol yang akan kita pakai adalah IP melalui a synchronous serial line menggunakan media leased line. Asumsinya telah terdapat 2 buah router cisco 1700 yang telah terinstall hardwarenya dengan baik. Router tersebut akan menggunakan multilink Point-to-point protokol (PPP) dan menggunakan IP dinamis.
– Selanjutnya langkah-langkah dalam melakukan seting konfigurasi
sebuah cisco adalah sebagai berikut:
– Seting konfigurasi parameter global
– Seting konfigurasi keamanan
– Seting konfigurasi interface fast ethernet
– Seting konfigurasi interface serial
– Seting konfigurasi parameter routing dinamis
– Seting konfigurasi akses command-line ke router.

Seting Konfigurasi Parameter Global
Memulai seting konfigurasi router, maka harus meng-enable-kan mode konfigurasi, caranya:
Router> enable
Router #
Gunakan langkah-langkah pada tabel untuk mengkonfigurasi router untuk parameter global.

image

image

image

image

image

Verifikasi Konfigurasi yang Baru Dibuat
Setelah selesai jangan lupa segera simpan hasil seting menggunakan perintahperintah:
1700# write memory Selanjutnya untuk lebih memastikan hasil seting yang telah dibuat, maka perlu dilakukan verifikasi konfigurasi. Untuk menampilkan hasil seting dari router, dapat dilihat dengan cara sebagai berikut : 1700# show config.

Untuk memeriksa status konfigurasi yang telah dilakukan, gunakan langkah-langkah berikut ini:
! Periksa konfigurasi berdasarkan konfigurasi interface serial
! Periksa apakah "serial0 is up, line protocol is up" sebagai
berikut:
1700# show interface ser0
Serial0 is up, line protocol is up
Hardware is PowerQUICC Serial
Description: leased line to headquarters Interface is unnumbered. Using address of FastEthernet0
(110.1.1.1)
MTU 1500 bytes, BW 1544 Kbit, DLY 20000 usec, rely 255/255, load 1/255 Encapsulation PPP, loopback not set, keepalive set (10 sec) LCP Closed.

TROUBLESHOOTING

Langkah – langkah Troubleshooting :
# Pendeteksian kerusakan
# Pengalokasian pesan kerusakan
# Lanjutkan dengan perbaikan secara software atau hardware Kunci Troubleshooting
" Mencek hal-hal yang sederhana.
" Apakah Hardware atau Software yang menyebabkan masalah ?
" Apakah suatu workstation tertentu menyebabkan masalah ataukah
server ?
" Segmen manakah yang terafeksi pada jaringan itu sendiri ?
" Masalah pengkabelan.

Langkah Troubleshooting :

1. Identifikasi permasalahan secara tepat.
2. Re-create masalah
3. Isolasi penyebab.
4. Rumuskan koreksi/perbaikan.
5. Impelementasikan perbaikan
6. Test solusi.
7. Dokumentasikan masalah dan solusi
8. Beri feedback

Sumber yang membantu Troublesooter :
" File-file log, seperti Aplication Log, Security Log, System Log dan lainnya.
" Sumber manufaktur, seperti file-file readme, telephone support, technical support secara online atau pun dari CD-Rom.
" Tool hardware untuk troubleshooting, seperti cable teste, tone generator.
" Tool software untuk troubleshooting, seperti protocol analyzer, monitoring tools.

Tips Troubleshooting :
" Jangan lupakan hal-hal kecil.
" Prioritaskan masalah
" Cek konfigurasi software
" Jangan lupakan kondisi fisik device.
" Jangan lupakan masalah pengkabelan
" Cek virus

PENGETESAN KONEKSI JARINGAN
Setelah berhasil melakukan instalasi dan setting TCP/IP jaringan komputer, coba untuk melakukan troubleshooting untuk proses preventif dan represif maintenance.
1. ipconfig
Untuk mengetes apakah konfigurasi kita sudah bekerja pada komputer kita, kita dapat melihatnya dengan perintah ipconfig pada command prompt.
! Klik start – run
! Ketik cmd
! Enter
! Ketik ipconfig

Ping
Ada dua kemungkinan kesalahan yang dapat diketahui setelah menjalankan perintah ini:
! Jika paket dapat dikirimkan ke remote host dan mendapat respon, maka kemungkinan kesalahan terjadi di lapisan atas.
! Jika paket tidak dapat membuat round-trip, kemungkinan di lapisan bawah (fisik, konfigurasi) terjadi kesalahan.
Jika computer kita terhubung dengan computer tujuan, computer tujuan tersebut akan membalas ping yang kita kirim dengan aplikasi pong.
! Klik start – run
• Ketik cmd $ Enter $ ping [IP address komputer_tujuan] -t
• Atau langsung ketik : ping [IP address komputer_tujuan] -t
• Tanda -t akan melakukan proses ping secara terus menerus hingga dihentikan oleh user.

image

icmp_seq = nomor urut paket yang diterima time = waktu yang dibutuhkan bolak-balik dari lokal host ke remote host.
Pilihan :
! S diikuti oleh jumlah data (byte) yang dikirim
! C diikuti oleh jumlah paket.

Dari jawaban diatas, jaringan kita sudah terinstal dengan baik. Jika tidak berarti ada masalah pada salah satu komponen jaringan kita. Jika semua usaha ping gagal, maka kita harus memperhatikan pesan kesalahan yang muncul. Ada beberapa tipe dasar kesalahan :
! Unknown Host
! Network Unreachable.
! No Answer.
! Request Time Out.

Route

Perintah route adalah perintah untuk mengetahui informasi routing di dalam jaringan. Seperti sudah kita ketahui, routing adalah proses perjalanan data dari komputer asal ke komputer tujuan.
! Klik start – run
! Ketik cmd
! Enter
! Ketik route print
4. Tracert
Perintah tracert digunakan untuk memeriksa jarak suatu komputer dari komputer kita. Misalnya kita ingin memeriksa jarak computer 10.14.201.3 dari computer kita. Maka yang kita lakukan adalah :
! Klik start – run
! Ketik cmd
! Enter
! Ketik tracert [komputer_tujuan], dalam hal ini kita menggunakan perintah
tracert 10.14.201.3.

TROUBLESHOOTING DENGAN UNIX

Banyak peralatan untuk mendiagnosa permasalahan mulai dari yang komersial berupa hardware dan software yang mahal sampai software gratis yang tersedia di internet. Beberapa juga telah built-in dalam sistem UNIX. Berikut ini tools yang telah tersedia dalam UNIX yang akan kita pakai untuk troubleshooting:
! ifconfig
deskripsi : memberi informasi tentang konfigurasi dasar interface. fungsi : mengetahui IP address, masking subnet, dan alamat broadcast yang salah
! arp
deskripsi : menyediakan informasi tentang translasi ethernet addr ke IP address fungsi : untuk mendeteksi system pada jaringan lokal yang dikon figurasi dengan IP address yang salah.
! netstat
deskripsi : menampilkan statistik tentang interface tiap jaringan, socket jaringan, dan routing table secara detail.

ping

deskripsi : menampilkan statistik paket loss dan waktu delivery fungsi : untuk mengetahui apakah remote host dapat dicapai
! nslookup
deskripsi : merupakan tool untuk mengetahui name server dan informasi lain yang tersimpan dalam Domain Name Service.
fungsi : untuk mengetahui name server dan nama host yang benar.
! dig
deskripsi : seperti nslookup, tetapi tidak interaktif.
! traceroute
deskripsi : menampilkan route yang dilalui paket dari system lokal ke remote host
fungsi : mengetahui lokasi gateway yang bermasalah ketika menghubugi sebuah remote host.

Troubleshooting dengan perintah ifconfig

Perintah ini untuk memeriksa konfigurasi interface jaringan, terutama jika konfigurasi host user sudah terpasang dan tidak dapat mencapai remote host, sementara host lain dalam jaringan lokal yang sama bisa mencapainya.
Hal-hal yang dapat diatur oleh perintah ini antara lain :
! IP Address
! Subnet Mask
! Broadcast Address

Troubleshooting dengan Perintah arp
Perintah ini untuk menganalisa penerjemahan alamat dari IP
address ke Ethernet address.
Ada tiga pilihan yang berguna:
- a : menampilkan seluruh entry ARP dalam
tabel
- d hostname : menghapus sebuah entry dari tabel
ARP
- s hostname ether-address : menambah sebuah entry baru ke dalam
tabel ARP

Mengecek Interface dengan netstat
Perintah netstat akan memberikan informasi tentang beberapa status network. Misalkan test terdahulu membuat anda curiga bahwa sambungan ke LAN tidak bagus Ada tiga option yang mengikuti perintah netstat di atas.
! Option -i meminta netstat untuk menampilkan status dari
network interface yang telah terkonfigurasi.
! Option -a digunakan untuk menampilkan seluruh network
interface yang ada dalam sistem, bukan hanya yang telah terkonfigurasi saja.
! Option -n meminta netstat untuk menampilkan keluaran dalam bentuk numerik. Perintah netstat -i akan memberi informasi seperti dibawah ini:

image

image

Subdividing Ethernet

Jika collision rate jaringan Anda ternyata mencapai 5% atau lebih, maka Anda perlu mengambil langkah pengurangan jumlah trafik yang melalui segmen jaringan Anda. Jalan paling mudah adalah dengan membuat beberapa segment dari sebuah segmen, sehingga setiap segmen akan memiliki lebih sedikit host dan tentunya trafik akan berkurang. Dan, cara paling efektif membagi segmen kabel adalah dengan memotongnya dan menggabungkan kembali melalui sebuah router atau bridge.
Gambar di bawah menggambarkan sebuah jaringan sederhana yang dibagi dengan dua macam cara. Dalam contoh pertama, router yang sudah ada sebelumnya, ditingkatkan fungsinya untuk membagi jaringan menjadi dua.
Pada contoh kedua, digunakan bridge. Yang perlu diperhatikan dalam merencanakan subnet adalah kebutuhan akan layanan oleh user. Jika seluruh service ditempatkan pada salah satu sisi dari bridge, maka trafik tidak akan menurun secara berarti, dan kerja bridge bisa lebih keras. Sehingga, perlu dianalisa kebutuhan service dari user, dan nantinya user yang membutuhkan suatu service tertentu lebih banyak dari service yang lain, ditempatkan sesuai dengan penempatan server untuk service tersebut.

image

Problem Hardware Jaringan

Pada test sebelum ini, kita mungkin temukan problem pada hardware jaringan. Untuk memperbaikinya, serahkan kepada orang yang berkompeten. Misal jika mengenai line telepon, hubungi perusahaan telepon atau jika pada WAN, hubungi manajer jaringannya Memeriksa Tabel Routing Pesan kesalahan "network unreachable" jelas-jelas menunjukkan adanya masalah pada routing. Untuk melihat apakah rute ke host yang Anda tuju sudah ada di tabel routing, gunakan perintah netstat -nr dan grep.

Tracing Routes

Jika tabel routing lokal dan suplier RIP benar, kemungkinan masalah yang masih timbul adalah di luar local host atau jaringan lokal. Masalah pada remote routing dapat menyebabkan pesan kesalahan "no answer" atau "network unreachable". Tapi pesan "network unreachable" bisa juga karena sesuatu yang ‘down’ antara local host dengan network yang dituju. Untuk ini, traceroute dapat membantu menemukan lokasi masalah. traceroute merunut rute paket UDP dari local host ke remote host. Kemudian menampilkan nama dan IP address setiap gateway sepanjang rute ke remote host tersebut. Yang terpenting dari keluaran traceroute adalah:
1. Apakah paket dapat mencapai tujuan?
2. Jika tidak, dimana dia berhenti?

Memeriksa Name Service

Prosedur ini digunakan untuk mendiagnosa kesalahan ketika pesan kesalahan "unkonown host" muncul, yaitu menggunakan perintah nslookup. Ada tiga keutamaan dari nslookup terutama untuk troublesooting permasalahan nama server lain yaitu kemampuannya untuk:
– Menemukan server yang berwenang atas remote domain, dengan menggunakan pertanyaan NS;
– Mendapatkan seluruh catatan tentang remote host, dengan menggunakan pertanyaan ANY;
– Browse seluruh entry dalam remote zone dengan menggunakan perintah ls dan view dari nslookup.

Beberapa sistem beroperasi

Seorang user melaporkan bahwa dia bisa menghubungi host name tertentu  dari workstasionnya dan tidak dapat meresolve host name yang sama dari sistem sentral (server). Tetapi sistem sentral dapat meresolve host name yang lain. dengan nslookup untuk memeriksa remote server. Perintah dig, sebagai alternatif lain nslookup dig queries biasanya berupa perintah satu baris. Berbeda dengan nslookup yang merupakan perintah yang interaktif. Tetapi perintah dig memiliki fungsi yang sama dengan nslookup. Keduanya bekerja dengan baik. Misalnya, kita akan menggunakan dig untuk menanyakan catatan NS buat domain ee.itb.ac.id kepada server lokal.

image

PENGETESAN MENGGUNAKAN HARDWARE

Selain dengan menggunakan software elemen manajemen network, proses identifikasi masalah pada jaringan computer bisa juga menggunakan hardware. Hardware yang biasa digunakan untuk pengetesan jaringan adalah LAN Tester yaitu perangkat yang dapat menganalisa kerusakan pada system pengkabelan LAN user.

image

PENGECEKAN DENGAN NETWORK MANAGEMENT SOFTWARE

Network Management Software adalah perangkat lunak yang berfungsi memonitor jaringan. Elemen yang dimonitor bisa berupa aktivitas jaringan, hidup/matinya node, dll. Protokol Simple Network Management Protocol berfungsi untuk hal ini, jika semua node mendukung SNMP-agent maka perangkat lunak monitoring dapat memantau semua aktivitas yang terjadi di node misalnya kinerja processor, penggunaan RAM, trafik input/output dll. Simple Network Management Protocol (SNMP) adalah protocol aplikasi yang memfasilitasi pertukaran manajemen informasi antara perangkat-[erangkat jaringan. SNMP memungkinkan administrator jaringan untuk mengatur performansi jaringan, mencari, menemukan dan menyelesaikan masalah jaringan, dan perencanaan untuk perkembangan jaringan.

Berikut adalah proses mendapatkan topologi jaringan dengan menggunakan
protokol ICMP.
• Temukan seluruh IP address yang dipakai; dengan cara mengirim paket ICMP
echo request ke setiap alamat. Kita tinggal memasukkan range IP address yang
akan dipetakan host-hostnya. IP address yang dipakai disimpan ke database.
• Lacak rute ke setiap IP address yang tersimpan dalam database di atas. Hasil
rute disimpan kedalam database untuk analisa berikutnya. Pada tahap ini diperoleh juga IP address yang berfungsi sebagai gateway.
• Tentukan network mask bagi tiap IP address dengan cara mengirim paket ICMP mask request. Simpan hasilnya untuk analisa selanjutnya.
• Untuk host dengan banyak interface, temukan IP address interface yang lain dengan cara mengirim paket UDP ke unused port.
• Identifikasi network dan subnetwork. IP address class A, B, C mudah diidentifikasi, tetapi subnetwork perlu trik tertentu untuk menemukannya.
• Identifikasi mesin yang memiliki lebih dari satu interface (multi-homed).
• Hubungkan IP address ke network yang telah diidentifikasi.
• Gabungkan IP address yang dimiliki oleh mesin multi-homed untuk menghindari duplikasi.
• Gambar peta.

Re-setup perangkat bisa dilakukan berupa :

• Re-setup instalasi perangkat / instalasi driver
• Re-setup konfigurasi perangkat
• Re-setup port
• Re-setup BIOS
• Re-setup media dan perangkat.

Re-setup pada modem

! Periksa apakah hardware yang terpasang pada computer anda sudah compatible dengan Hardware Compatible List yang ada pada system operasi computer anda. Untuk mengeceknya, perlu koneksi ke internet dimana informasi HCL system operasi berada. Bila ternyata modem anda tidak kompatibel dengan HCL sistem operasi, maka cari driver modem yang sesuai dengan HCL untuk kemudian lakukan setup ulang driver modem
! Bila ternyata sudah benar, maka coba untuk mengecek status dari hardware. Klik kanan pada My Computer, klik Properties. Pada Tab Hardware, klik tombol Device Manager $ Modem,klik kanan $ Properties.

image

image

CekDevice status port yang digunakan, apakah berjalan dengan baik atau tidak. Bila ternyata berjalan baik, tetapi modem masih belum bisa melakukan koneksi, maka coba ganti port koneksi dengan port yang lain (misal dari port COM ke LPT1 atau sebaliknya).
Atau dimungkinkan bila port terduplikasi, hal ini bisa terjadi saat user menginstal port beberapa kali. Bila port terduplikasi, maka pilih salah satu untuk kemudian klik kanan dan pilih menu uninstall port yang terduplikasi.
• Periksa file *.inf untuk modem user.
File .inf untuk modem ini merupakan serangkaian perintah untuk mensuport kerja modem. Untuk melihat konfigurasi file .inf pada system operasi computer anda, lihat pada Device manager $ modem $ properties. Pada tab Diagnostics, klik Query Modem. Jika file .inf sudah tidak support, maka akan muncul dialog box stops responding, atau user akan menerima suatu pesan yang menyebutkan port sedang digunakan, padahal tidak. Jika file ini sudah tidak dapat mensuport kerja modem, maka user harus menginstal kembali file .inf dengan versi yang lebih baru.

Bila user menginstal beberapa modem, terdapat kemungkinan untuk terjadinya conflik, coba untuk menguninstall modem-modem yang lain yang tidak terpakai. Dilakukan dengan masuk ke Device Manager $ Modem dan klik kanan pada modem-modem yang hendak dihapus, kemudian pilih menu Uninstall.
• Hapus dial-up connection yang telah dibuat, kemudian
setup ulang atau setup kembali dial-up connection.
• Bila menggunakan modem internal, dimungkinkan karena BIOS computer yang tidak support dengan modem internal user, masalah ini bisa diatasi dengan mengupgrade BIOS.

Bersambung ke level berikutnya…

Sumber : TELKOM 2006

TIPE JARINGAN KOMPUTER


1. Peer-to-peer

Tiap komputer dapat berfungsi sebagai client dan server. Ambil contoh: Dalam suatu waktu komputer A merequest file dari komputer B, kemudian komputer B merespond dengan memberikan file tersebut kepada komputer A, dalam kasus ini, komputer A sebagai client dan B sebagai server. Pada waktu berikutnya komputer B dapat berfungsi sebagai client dan A sebagai server apabila B merequest sesuatu dari A.

2. Client/server
Pelayanan jaringan terletak pada komputer yang dinamakan server. Server merespon request dari client. Server adalah komputer sentral yang memberikan respon dari client yang merequest seperti file, print, aplikasi dan pelayanan lain.

image

Topologi Jaringan

1.Topologi yang digunakan
! Topologi Fisik
! Topologi Logic
2.Media transmisi
3.Metode akses

Topologi Fisik Jaringan Komputer

image

Bus

Topology yang menggunakan single backbone segment yang terhubung secara langsung ke semua host Merupakan topologi dengan metode akses broadcast yang tersambung dengan kabel Coaxial, dan Twisted Pair. Setiap komputer disambung dengan T Bus (Bus berbentuk T) dan kedua ujung sambungan diberi resistor 50 ohm. Semua perangkat jaringan yang terhubung dalam topology bus dapat melihat semua sinyal yang melintas dalam single backbone tersebut.
Keuntungan:
! Murah, karena tidak memakai banyak media dan media yang dipakai sudah umum (banyak dalam pasaran)
! Setiap komputer dapat saling berhubungan langsung.
Kerugian:
! Sering terjadi hang / crass, yaitu bila lebih dari satu pasang memakai bus yang sama.
! Tidak dapat dipakai secara bersamaan dalam satu waktu, harus bergantian atau ditambah relay.
! Jika single backbone terputus maka jaringan rusak. Traffic yang padat dan sering terjadinya collision paket data.

Ring

Menghubungakan suatu host dengan host berikutnya dan antar host yang terakhir dengan host yang awal sehingga terbentuk seperti cincin dari kabel.
Tiap node hanya terkoneksi secara fisik dengan node yang ada disebelahnya (kanan dan kirinya). Data yang dikirim diberi address tujuan sehingga dapat menuju komputer yang dituju.
Media transmisi yang dipakai dapat berupa twisted pair, kabel coaxial dan serat optik .
Keuntungan:
! seperti Topologi Bus
! Penggunaan sambungan point to point membuat transmission error dapat diperkecil
Kerugian:
! Data yang dikirim bila melalui banyak komputer, transfer data menjadi lambat.

Star

Mengkoneksikan semua kabel dari tiap host ke central point sebagai konsentrator. Konsentrator ini biasanya berupa hub atau switch.
Keuntungan:
! akses ke server cepat
! Dapat menampung banyak user yang melakukan banyak proses ke server
! User dapat lebih banyak dibanding Bus
Kerugian:
! Bila ada dua user yang ingin berhubungan (berkomunikasi) harus melalui server dulu sehingga ada kemungkinan terdapat error bila sambungan masing-masing user ke server kurang baik.
! Apabila konsentrator rusak maka jaringan rusak.

Extended star

Merupakan perkembangan dari toplogi star sebagai perluasan topologi star. Topologi star inti yang terdiri dari konsentrator yang menghubungkan topologi star-topologi star lain. Membatasi banyaknya perangkat yang terhubung ke satu konsentrator

Hirarki

Mirip dengan extended star tetapi ia tidak punya konsentrator. Sistemnya terhubung ke komputer yang mengntrol traffic dalam topology.

Mesh

Tiap host punya koneksi sendiri ke semua host yang ada dalam jaringan.
Karena tiap node terkoneksi ke semua node, maka data dapat dikirimkan melalui beberapa jalur yang ada.

Topologi Logic Jaringan Komputer

1. Ethernet
Jaringan komputer umumnya menggunakan tipe jaringan ethernet, dimana topologi bisa berupa bus, dan star. Mode pengiriman digunakan CSMA merupakan salah satu skema dalam proses pengiriman paket, dimana pemakainya mendeteksi kanal lebih dahulu apakah kanal sibuk atukah sedang bebas, sebelum proses pengiriman paket. Bila pemakai mendeteksi kanal dalam keadaan bebas (idle), maka paket akan dikirimkan. Sedangkan bila kanal terdeteksi dalam keadaan sibuk (busy), maka pengiriman paket ditunda untuk beberapa saat. Collision antar paket masih mungkin terjadi. Untuk itu dibuat suatu perbaikan metode CSMA dengan nama CSMA/CD (Carrier Sense Multiple Access with Collision Detection), yang sering disebut juga dengan metode Listen While Talk (LWT).

Token Ring,

Token Ring merupakan salah satu protokol untuk LAN yang menggunakan kendali transmisi terdistribusi dan telah distandarisasi oleh IEEE nomor 802.5. Kendali transmisi pada Token Ring dilakukan oleh bit-bit token yang beredar sekeliling jaringan ring dari stasiun ke stasiun berikutnya. Bit-bit tersebut ditransmisikan secara serial melalui media transmisi fisik dan akan mengalami delay tiap melalui stasiun di dalam jaringan ring. Setiap stasiun akan membangkitkan kembali dan akan meneruskan setiap bit ke stasiun berikutnya. Jadi stasiun-stasiun dalam Ring juga berfungsi sebagai regenerator dan repeater. Suatu stasiun tujuan yang telah diberi alamat akan menyalin informasi yang dikirim stasiun awal bila informasi tersebut lewat, dan stasiun awal akan menghapusnya bila informasi tersebut telah membentuk satu loop penuh mengelilingi ring.

Fiber Distributed Data Interface (FDDI),

FDDI (Fiber Distributed Data Intrface) digunakan dengan kabel fiber optic.Arsitektur ini bekerja berdasarkan dua ring konsentrik , masing-masing berkecepatan 100 Mbps , dengan menggunakan token passing scheme. FDDI menggunakan arsitektur dual-ring dengan arah penjalaran data yang saling berlawanan. Dual ring terdiri dari primary dan secondary ring. Selama keadaan jaringan yang normal,maka ring primary yang digunakan untuk pentransmisian data, dan ring secondary ring dalam posisi idle.

image

Wireless, infrared,

Teknologi wireless memiliki fleksibelitas, mendukung mobilitas, memiliki teknik frequency reuse, selular dan handover, menawarkan efisiensi dalam waktu (penginstalan) dan biaya (pemeliharaan dan penginstalan ulang di tempat lain), mengurangi pemakaian kabel dan penambahan jumlah pengguna dapat dilakukan dengan mudah dan cepat.

Asynchronous Transfer Mode (ATM).

Asynchronous Transfer Mode atau yang lebih dikenal dengan sebutan ATM merupakan suatu teknologi aplikasi packet switching dimana satuan informasi yang dikirim dalam bentuk paket tersebut mempunyai panjang yang terbatas yaitu sekitar 53 byte, dengan 5 byte untuk header yang merupakan tempat informasi routing, serta address dan sisanya yaitu 48 byte untuk data info atau payload tempat suatu informasi atau traffik ditumpangkan Satuan informasi dalam bentuk paket-paket pada ATM ini disebut Cell ATM. Dengan panjang sel ATM yang tetap tersebut, memungkinkan desain ATM switch yang lebih sederhana, sehingga waktu tunda pemrosesan dan variabel waktu tunda dapat direduksi. Hal ini sangat berpengaruh pada jenis pelayanan yang memiliki waktu yang sensitif, misalnya untuk jenis pelayanan audio dan visual.

Multi Packet Label Switch (MPLS)

MPLS merupakan kombinasi dari komponen kontrol IP dan komponen forwardingATM dengan pensinyalan IP dan protokol distribusi label yang baru. Pada jaringan MPLS pengiriman beberapa paket yang dikumpulkan dalam suatu FECs (Forwarding Equivalence Classes) akan dilekatkan label sebagai indeks pada tabel routing untuk menentukan hop berikutnya. Pemakaian
teknologi MPLS dalam mendukung suatu jaringan diharapkan dapat memenuhi segala kebutuhan yang diinginkan pemaki jaringan karena MPLS dapat diterapkan pada semua protkol layer jaringan dan mampu meningkatkan performansi routing, memperbaiki jangkauan layer jaringan serta menyedikan
fleksibilitas yang besar dalam pengiriman pelayanan routing.

Perangkat Jaringan Komputer

1. Network Interface Card (NIC) NIC berkomunikasi dengan network menggunakan koneksi serial dan dengan komputer menggunakan koneksi paralel. Ketika memilih NIC, perhatikan beberapa faktor berikut:
! Protokol: ethernet, token ring, FDDI
! Tipe media: twisted pair, coaxial, wireless, fiber-optic
! Tipe slot motherboard: ISA, PCI
Tiap NIC mempunyai kode unik dari pabrik, dinamakan Media Access Control (MAC) address. Address ini digunakan untuk mengontrol

1. Network Interface Card (NIC)
NIC berkomunikasi dengan network
menggunakan koneksi serial dan dengan
komputer menggunakan koneksi paralel. Ketika
memilih NIC, perhatikan beberapa faktor berikut:
! Protokol: ethernet, token ring, FDDI
! Tipe media: twisted pair, coaxial, wireless,
fiber-optic
! Tipe slot motherboard: ISA, PCI
Tiap NIC mempunyai kode unik dari pabrik,
dinamakan Media Access Control (MAC)
address. Address ini digunakan untuk mengontrol
komunikasi data pada suatu host dalam jaringan.

image

image

Repeater

Fasilitas paling sederhana dalam internetwork adalah repeater. Fungsi utama repeater adalah menerima sinyal dari satu segmen kabel LAN dan memancarkannya kembali dengan kekuatan yang sama dengan sinyal asli pada segmen (satu atau lebih) kabel LAN yang lain. Repeater beroperasi pada Physical layer dalam model jaringan OSI. Jumlah repeater biasanya ditentukan oleh implementasi LAN tertentu. Penggunaan repeater antara dua atau lebih segmen kabel LAN mengharuskan penggunaan protocol Physical layer yang sama antara segmen-segmen kabel tersebut. Sebagai contoh, repeater dapat menghubungkan dua buah segmen kabel Ethernet 10BASE2.

image

image

Converter

Converter dapat dianggap sebagai tipe device yang berbeda daripada repeater, bridge, router, atau switch dan dapat digunakan bersama-sama. Converter (kadang disebut gateway) memungkinkan sebuah aplikasi yang berjalan pada suatu sistem berkomunikasi dengan aplikasi yang berjalan pada sistem lain yang berjalan di atas arsitektur network berbeda dengan sistem tersebut. Converter bekerja pada lapisan Application pada model OSI dan bertugas untuk melalukan paket antar jaringan dengan protokol yang berbeda sehingga perbedaan tersebut tidak tampak pada lapisan aplikasi.
Di samping menggunakan converter, metode lain untuk menghubungkan jaringan dengan arsitektur berbeda adalah dengan tunelling. Metode ini membungkus paket -termasuk protokolnya yang akan dilewatkan pada protokol lain. Pembungkusan ini dilakukan dengan menambahkan header protokol pada paket yang akan dilewatkan. Metode ini dapat dilihat sebagai sebuah arsitektur jaringan yang berjalan di atas arsitektur jaringan yang lain. Perangkat tempat terjadinya proses tunnelling ini disebut sebagai portal.

MEDIA TRANSMISI

Ada dua jenis yaitu kabel dan nirkabel (wireless). Kabel dibagi kedalam bebearpa jenis yaitu: twisted pair, coaxial, dan fiber Optic (FO).
1. Media Transmisi Guided
Untuk media transmisi guided, kapasitas transmisi, baik dalam hal rate data maupun bandwith, sangat tergantung pada jarak dan sistem transmisi medianya dari titik ke titik jarak jauh. Tiga media guided yang umumnya dipergunakan untuk transmisi data adalah twisted pair, coaxial cable, dan fiber optic. Kabel yang paling umum dan mudah pemasangannya adalah kabel jenis coaxial.

Twisted Pair Cable

Twisted pair adalah media tranmisi guided yang paling hemat dan paling banyak digunakan. Sebuah twisted pair terdiri dari dua kawat yang disekat dan disusun dalam suatu bola spiral beraturan. Sepasang kawat bertindak sebagai satu jalur komunikasi tunggal. Biasanya, beberapa pasangan kawat tersebut dibundel menjadi satu kabel dengan satu cara dibungkus dalam sebuah sarung pelindung yang keras. Pada jarak yang sangat jauh, kabel berisikan ratusan pasang kawat penggulungan cenderung meningkatkan interferensi diantara sepasang kawat yang saling berdekatan di dalam suatu kabel. Pasangan yang berdekatan dalam satu bundel biasanya sedikit berlainan panjang gulungannya untuk mengurangi interferensi. Pada jarak jauh, panjang gulungan biasanya bervariasi dari 5 sampai 15 cm. Kabel yang saling berpasangan memiliki tingkat ketebalan mulai dari 0.4 sampai 0.9 mm.
Twisted pair cocok untuk jaringan kecil, sedang maupun besar yang membutuhkan fleksibilitas dan kapasitas untuk berkembang sesuai dengan pertumbuhan pemakai network. Twisted Pair umumnya lebih reliable dibandingkan dengan thin coaxial karena HUB mempunyai kemampuan data error correction dan meningkatkan kecepatan transmisi, bahkan dengan HUB bisa dirangkai menjadi suatu jaringan besar.

Twisted Pair

image

Coaxial Cable

Coaxial cable seperti halnya dengan twisted pair terdiri dari dua konduktor, namun disusun berlainan untuk mengatur pengoperasiannya melalui jangkauan frekuensi yang lebih luas. Terdiri dari konduktor silindris yang mengelilingi suatu kawat konduktor dalam tunggl. Konduktor bagian dalam dibungkus baik dengan konduktor kawat jaring maupun penyekat dalam. Konduktor terluar dilindungi oleh suatu selubung atau pelindung. Sebuah coaxial cable tunggal memilki diameter mulai dari 1 sampai 2,5 cm. Karena perlindungan ini, dengan konstruksi berbentuk melingkar, coaxial cable menjadi tahan terhadap interferensi dibandingkan dengan twisted pair. Coaxial cable juga dapat dipergunakan untuk jarak yang lebih jauh dan mampu mendukung beberapa station dalam sebuah jalur yang dipakai banyak user dibanding twisted pair.

Coaxial cable mungkin merupakan
media transmisi yang paling
bermanfaat untuk segala macam
keperluan serta dapat dipergunakan
untuk berbagai jenis aplikasi. Aplikasi
yang terpenting adalah sebagai berikut:
! Distribusi siaran televisi
! Transmisi telepon jarak jauh
! Penghubung sistem komputer
jangkauan pendek
! Local Area Network (LAN)

image

Serat Optik

Serat optik sangat tipis sekali, namun memiliki kemampuan tinggi memandu sebuah sinar optik. Serat optik terbuat dari jenis kaca dan plastik. Kerugian terendah dapat diperoleh dengan menggunakan serat yang terbuat dari ultrapure fused silica. Namun serat ultrapure ini sulit diproduksi. Ada dua jenis lain yaitu : serat kaca higher loss multicomponent yang lebih ekonomis namun
masih memberikan kinerja yang baik. Sedangkan serat plastik lebih mahal dan bisa dipergunakan untuk koneksi jarak, dimana tingkat kerugiannya masih dapat diterima.

image

Media Transmisi Unguided

a. Wireless
Tiga jangkauan frekuensi umum menjadi titik perhatian dalam pembahasan mengenai transmisi wireless. Frekuensi dengan jangkauan sebesar 2 GH—z sampai 40 GHz ditunjukkan sebagai frekuensi gelombang mikro. Pada frekuensi ini memungkinkan dihasilkan sinar searah yang sangat tinggi., serta gelombang mikro benar-benar seusai untuk transmisi titik ke titik. Gelombang mikro juga dipergunakan untuk komunikasi satelit. Frekuensi dengan jangkauan sebesar 30 MHz sampai 1Ghz sesuai dengan alokasi ke segala arah. Kita menyebut jangkauan ini sebagai jangkauna siaran radio. Gelombang mencakup sebagian band UHF dan semua band SHF, sedangkan siaran radio mencakup band VHF dan sebagian band UHF. Jangkauan frekuensi terpenting lainya, untuk lokasi aplikasi, adalah bagian inframerah dari spektrum. Yang meliputi, secara kasar, dari 3×10—11 sampai 3×1014 Hz. Infra merah berguna untuk aplikasi multititk dan titik titik lokal didalam daerah yang terbatas, misalnya ruangan tunggal.

image

Gelombang Mikro Terresterial

Kegunaan sistem gelombang mikro yang utama adalah dalam jasa telekomunikasi longhaul, sebagai altenatif untuk coaxial cable atau serat optik. Fasilitas gelombang mikro memerlukan sedikit amplifier atau repetear daripada coaxial cable pada jarak yang sama, namun masih memerlukan transmisi garis pandang. Gelombang mikro umumnya dipergunakan baik untuk transmisi televisi maupun untuk transmisi suara. Penggunaan gelombang mikro lainnya adalah untuk jalur titik ke titik pendek antar gedung. Ini dapat digunakan untuk jaringan TV tertutup atau sebagai jalur data di antara Local Area Network (LAN). Untuk keperluan bisnis dibuat jalur gelombang mikro untuk fasilitas telekomunikasi jarak jauh untuk kota yang sama, melalui perusahaan
telepon lokal.

Radio Broadcast

Radio merupakan istilah yang biasa digunakan untuk menangkap frekuensi dalam rentang antara 3 KHz sampai 300 GHz. Kita menggunakan istilah yang tidak formal siaran radio untuk band VHF dan sebagian dari band UHF: 30 Mhz- 1 GHz. Rentang ini mencakup radio FM dan televisi UHF dan VHF. Rentang ini juga digunakan untuk sejumlah aplikasi jaringan data.
Karakteristik-Karakteristik Transmisi Rentang 30 MHz sampai 1 GHz merupakan rentang yang efektif untuk komunikasi broadcast. Jadi transmisi terbatas pada garis pandang dan jarak transmitter tidak akan mengganggu satu sama lain dalam arti tidak ada pemantulan dari atmosfer. Tidak seperti frekuensi yang lebih tinggi dari zona gelombang mikro, gelombang siaran radio sedikit sensitif terhadap atenuasi saat hujan turun. Sumber gangguan utama untuk siaran radio adalah intrferensi multi jalur. Pantulan dari bumi, air, dan alam atau objek-objek buatan manusia dapat menyebabkan terjadinya multi jalur antar antena. Efek ini nampak jelas saat penerima TV menampilkan gambar ganda saat pesawat terbang melintas.

Infra Merah

Komunikasi infra merah dicapai dengan menggunakan transmitter / receiver (transceiver) yang memodulasi cahaya infra merah yang koheren. Transceiver harus berada di dalam jalur pandang maupun melalui pantulan dari permukaan berwarna terang. Satu perbedaan penting antara transmisi infra merah dan gelombang mikro adalah transmisi infra merah tidak melakukan penetrasi terhadap dinding, sehingga problem-problem pengamanan dan interferensi yang ditemui dalam gelombang mikro tidak terjadi. Selanjutnya, tidak ada hal-hal yang berkaitan dengan pengalokasian frekuensi dengan infra merah, karena tidak diperlukan lisensi untuk itu.

Infrared banyak digunakan pada komunikasi jarak dekat, contoh paling umum pemakaian IR adalah remote control (untuk televisi). Gelombang IR mudah dibuat, harganya murah, lebih bersifat directional, tidak dapat menembus tembok atau benda gelap, memiliki fluktuasi daya tinggi dan dapat diinterferensi oleh cahaya matahari. Pengirim dan penerima IR menggunakan Light Emitting Diode (LED) dan Photo Sensitive Diode  (PSD). WLAN menggunakan IR sebagai media transmisi karena IR dapat menawarkan data rate tinggi (100-an Mbps), konsumsi dayanya kecil dan harganya murah. WLAN dengan IR memiliki tiga macam teknik, yaitu Directed Beam IR (DBIR), Diffused IR (DFIR) dan Quasi Diffused IR (QDIR).

INTERNETWORK HETEROGEN

Sebuah LAN secara data link sebenarnya dapat terdiri atas beberapa arsitektur jaringan individual yang masing-masing tidak dapat berkomunikasi dengan arsitektur lain. Pada lapisan Data Link NIC di sebuat sistem masih mampu berkomunikasi dengan NIC di sistem lain. Software jaringan yang terletak pada lapisan di atas Data Link hanya akan memperhatikan sistem lain
yang kompatibel dengannya dan tidak dapat berkomunikasi dengan sistem yang berjalan dengan software jaringan yang tidak kompatibel dengannya. Fungsi lapisan Transport dan Network pada setiap sistem TCP/IP hanya bisa berkomunikasi dengan sistem TCP/IP lain, NetWare hanya berkomunikasi dengan sistem NetWare lain, begitu pula dengan sistem jaringan lain. LAN seperti ini disebut sebagai LAN heterogen dan internetwork yang menghubungkan LAN-LAN seperti ini disebut sebagai internetwork heterogen. Sebuah sistem dapat saja mempunyai sebuah data link dengan beberapa jenis software (protokol) jaringan pada lapisan atasnya. Dengan cara ini sebuah sistem dapat berkomunikasi dengan beberapa protokol jaringan sehingga misalnya sebuah sistem dapat berkomunikasi dengan server TCP/IP dan server NetWare. Tujuan umum dalam dunia jaringan di masa ini adalah agar pengguna dapat berkomunikasi dengan sistem komputasi lain di internetwork.

1. Menentukan Penggunaan Device Jaringan

Hub berfungsi sebagai sentral dari workstation dibawahnya (jaringan star). Untuk jaringan yang ada sekarang, hub sudah jarang dipakai karena memiliki banyak kekurangan terutama dalam hal kecepatan transfer data. Pengguna lebih sering memakai switch dimana memiliki prinsip kerja yang hampir sama dengan hub tapi memiliki kelebihan tersendiri jika dibandingkan dengan hub. Salah satu kelebihan switch adalah dalam hal kecepatan transfer data yang lebih cepat. Untuk memahami kinerja dari Hub dan Switch bisa dilihat pada gambar dibawah ini.

image

image

Internetwork Menggunakan Bridge

 

image

Bridge yang bekerja pada lapisan Data Link mampu menghubungkan LANLAN yang berbeda protokol. Bridge tidak akan memeriksa jenis protokol setiap frame yang perlu dilewatkan. Contoh internetwork menggunakan bridge dapat dilihat pada gambar 2-14. Dalam internetwork tersebut setiap sistem TCP/IP dapat berhubungan dengan sistem TCP/IP lain, demikian pula dengan sistem NetWare.

Keuntungan menggunakan bridge:

• Biaya; bridge adalah perangkat yang cukup sederhana dan umumnya lebih murah daripada router
• Kemudahan penggunaan; bridge umumnya lebih mudah dipasang dan dirawat
• Kinerja; karena bridge cukup sederhana, overhead pemrosesan lebih kecil dan cenderung mampu menangani traffic yang lebih tinggi Kerugian menggunakan bridge
• Volume traffic; bridge lebih cocok pada jaringan dengan volume traffic total yang relatif rendah
• Broadcast storm; frame broadcast dilewatkan bridge ke seluruh LAN dan ini dapat menyebabkan traffic melebihi kapasitas medium jaringan
• Loop; kesalahan mengkonfigurasi bridge dapat menyebabkan frame berputar melewati bridge tanpa henti
• Alamat yang sama; alamat fisik setiap stasiun dalam jaringan harus berbeda dengan yang lain
• Nama yang sama; jika nama network yang sama digunakan oleh dua atau lebih user akan menyebabkan traffic yang berlebihan.

Internetwork Menggunakan Router

Router bekerja pada lapisan Network dan hanya mampu melewatkan paket-paket yang bersesuaian dengan protokol yang diimplementasikan padanya. Untuk router pada internetwork heterogen diperlukan satu buah router untuk setiap jenis protokol pada internetwork tersebut. Contoh internetwork menggunakan router dapat dilihat pada gambar 2-15. Pada internetwork tersebut setiap sistem TCP/IP dapat saling berhubungan dengan sistem lain sedangkan sistem NetWare pada sebuah LAN tidak mampu berhubungan dengan sitem NetWare pada LAN yang lain karena tidak terdapat router NetWare yang menghubungkan ketiga LAN di internetwork. Untuk dapat menghubungkan NetWare dalam internetwork ini dapat ditambahkan sebuah router Netware.

image

Keuntungan menggunakan router :
• Isolasi traffic broadcast; kemampuan ini memperkecil beban internetwork karena traffic jenis ini dapat diisolasikan pada sebuah LAN saja.
• Fleksibilitas; router dapat digunakan pada topologi jaringan apapun dan tidak peka terhadap masalah kelambatan waktu yang dialami jika menggunakan bridge
• Pengaturan prioritas; router dapat mengimplementasikan mekanisme pengaturan prioritas antar protokol
• Pengaturan konfigurasi; router umumnya dapat lebih dikonfigurasi daripada bridge
• Isolasi masalah; router membentuk penghalang antar LAN dan memungkinkan masalah yang terjadi di sebuah LAN diisolasikan pada LAN tersebut
• Pemilihan jalur; router umumnya lebih cerdas daripada bridge dan dapat menentukan jalur optimal antara dua sistem.

Kerugian menggunakan router :
• Tergantung pada protokol; router yang beroperasi pada lapisan Network OSI hanya mampu melalukan traffic yang sesuai dengan protokol yang diimplementasikan padanya saja.
• Biaya; router umunya lebih kompleks daripada bridge dan lebih mahal; overhead pemrosesan pada router lebih besar sehingga troughput yang dihasilkannya dapat lebih rendah daripada bridge.
• Pengalokasian alamat; dalam internetwork yang menggunakan router, memindahkan sebuah mesin dari LAN yang satu ke LAN  yang lain berarti mengubah alamat network pada sistem itu.
• Sistem tak terjangkau; penggunaan tabel routing yang tidak dinamik menyebabkan beberapa sistem dapat terjangkau oleh sistem lain.

4. Perencanaan Internetwork TCP/IP
Dalam perencanaan internetwork TCP/IP, beberapa hal yang harus diperhatikan oleh manajer jaringan adalah:
! Topologi backbone
! Pengalokasian alamat IP
! Pengaturan routing
! Penempatan server
! Penanganan protokol jaringan yang berbeda
1. Topologi Backbone
Topologi backbone yang sebaiknya digunakan dalam internetwork yang meliputi sebuah kampus adalah Snow Flakes yaitu topologi yang terdiri dari beberapa buah titik star.

Snow Flakes

image

Internetwork disusun dalam bentuk tingkatan-tingkatan

image

Pengaturan Routing

Routing dalam internetwork sebaiknya menggunakan metode routing dinamik dan hanya menggunakan routing statik pada kondisi yang tidak memungkinkan penggunaan routing dinamik.
Keuntungan routing dinamik:
– route ditentukan oleh setiap router berdasarkan informasi dari router lain
– dapat beradaptasi terhadap perubahan kondisi internetwork (penambahan jaringan baru, putusnya jaringan)
– penanganan oleh manusia jauh lebih ringan dibandingkan dengan routing statik
Pada saat ini terdapat dua macam routing dinamik yang biasa digunakan dalam internetwork TCP/IP:
– RIP (Routing Information Protocol); yang menggunakan algoritma routing Distance Vector
– OSPF (Open Sortest Path First); yang menggunakan algoritma routing link-state.

Bersambung ke level berikutnya  …….

Agar komputer dapat berhubungan dengan komputer yang lain diperlukan suatu protokol yang sama. Protokol berfungsi mirip sebagai bahasa. Untuk mempermudah pengertian, penggunaan,desain dan adanya keseragaman diantara pembuat perangkat jaringan maka diperlukan suatu standar protokol
yang bisa mengakomodir kebutuhan tersebut. Oleh karena itu International Standard Organization (OSI) mengeluarkan suatu model lapisan jaringan yang disebut model Open System Interconnection (OSI).

OSI LAYERS

OSI tidak membahasa secara detail fungsi-fungsi dari setiap lapisan, tetapi hanya memberikan konsep apa yang harus terjadi pada lapisan tersebut. Model OSI adalah model standard de jure. Model OSI terdiri dari tujuh layer yaitu:
1. Physical Layer berfungsi untuk mengaktifkan dan mengatur Physical interface jaringan komputer, encoding/decoding sinyal dan transmisi bit-bit.
2. Data Link Layer berfungsi sebagai kontrol dari physical layer, error
control , dan flow control. Data link layer dibagi menjadi dua lapisan bawah yaitu Medium Access Control (MAC) dan Logical Link Control (LLC}. MAC berfungsi untuk membuat frame dari bit-bit yang diterima Physical Layer. Lapisan MAC menggunakan Cyclic Redudancy Checksum (CRC) untuk menjaga keutuhan frame. LLC berfungsi menagatur agar hunbungan komunikasi antara lapisan bawah dengan network layer.

Network Layer berfungsi untuk meneruskan paket-paket dari satu node ke node yang lain dalam jaringan komputer,Routing dan. Pengaturan pemberian alamat untuk peralatan jaringan (IP Address).
4. Transport Layer Berfungsi umtuk transfer data yang andal, bertanggungjawab atas keutuhan data dalam proses transmisi data.
5. Sesion Layer berfungsi untuk mengontrol komunikasi antar aplikasi, membangun, memelihara dan mengakhiri sesi antar aplikasi.
6. Presentation layer berfungsi untuk mengatasi perbedaan format data (misal: ASCII, MPEG,JPEG,dan lain-lain), kompresi dan enkripsi data..
7. Application Layer berfungsi sebagai interface user kelingkungan
OSI.

TCP/IP

TCP/IP adalah sekumpulan protokol komunikasi (protocol suite) yang sekarang ini secara luas digunakan dalam komunitas global jaringan komputer (internetworking). Jika model OSI terdiri dari tujuh layer , model TCP/IP hanya terdiri dari 4 layer . ada kesamaan fungsi antara referensi OSI dan TCP/IP.

image

Network Access Layer

  • Lapisan ini berfungsi untuk mengirim dan menerima data ke dan dari media fisik.
  • Merupakah layer terbawah dari hirarki protokol TCP/IP.
  • Menyediakan sarana untuk sistem untuk mengirim data ke divais lain yang terhubung ke network.
  • Mendefinisikan bagaimana menggunakan network untuk mentransmisikan datagram.
  • Dibandingkan dengan model OSI, layer ini melingkupi tiga layer terbawah dalam model OSI, yaitu Network, Data-link, dan Physical layer.
  • Fungsi lain yang ditangani pada level ini termasuk enkapsulasi datagram kedalam frame yang ditransmisikan oleh jaringan dan konversi IP address kedalam alamat yang cocok untuk jaringan fisik dimana datagram ditransmisikan.

Internet Layer

Protokol yang tedapat pada lapisan ini adalah IP (internet Protocol) yang merupakan inti dari TCP/IP dan merupakan protokol terpenting dalam lnternet layer.IP menyediakan menyediakan pelayanan pengiriman paket elementer dimanan jaringan TCP/IP dibangun.
Fungsi Internet Protocol (IP)

  • Mendefinisikan datagram, yang merupakan unit transmisi elementer di Internet.

  • Mendefinisikan skema pengalamatan internet.
  • Melewatkan data antara Network Access Layer dan Host to Host Transport layer.
  • Routing datagram ke remote host.
  • Menjalankan fragmentasi dan penyusunan kembali datagram IP merupakan protokol yang Connectionless (tidak memerlukan handshake), tidak dilengkapi dengan error detection dan error recovery.
  • Protokol yang ada di lapis Internet adalah :
    a. Address Resolution Protocol (ARP) adalah protokol yang berfungsi untuk translasi dari IP address yang yang diketahui menjadi MAC address.
    b. RARP (Reverse Address Resolution Protocol) Adalah protokol yang mempuntayi fungsi kebalikannya dari ARP yaitu berfungsi untuk mengadakan translasi dari MAC address yang diketahui menjadi IP Address.
    c. ICMP (Internet Control Message Protocol) merupakan bagian dari Internet layer dan menggunakan fasilitas pengiriman datagram IP untuk mengirim messagenya. ICMP mengirim messagenya yang berfungsi untuk kontrol, melaporkan kesalahan, dan fungsi informasi:
    ! flow control
    ! mendeteksi tujuan yang tak mungkin dicapai (unreachable)
    ! melakukan perubahan arah jalur data
    ! memeriksa remote host.

    Datagram

    Datagram adalah format paket yang didefinisikan oleh IP. Internet sebagaimana asalnya ARPANET merupakan jaringan yang berbasis pada packet-switching. Jadi datagram merupakan unit transmisi elementer dalam jaringan TCP/IP. IP mengirimkan datagram dengan mengecek destination address dalam header kontrol diawal datagram. Jika address tujuan tidak berada di jaringan lokal maka paket dilewatkan ke gateway(divais yang menswitch paket antara jaringan fisik yang berbeda). Memutuskan gateway yang mana yang digunakan untuk mencapai address tujuan disebut sebagai routing.

    image

    Transport layer

    Layer ini bertanggungjawab untuk mengadakan komunikasi antara dua komputer.
    a. Transmision Control Protocol (TCP)
    Hubungan yang dibangun TCP mempunyai sifat connection-oriented ,reliable dan byte stream service. Connection orriented berarti sebelum melakukan pertukaran data, dua aplikasi pengguna TCP harus melakukan handshaking terlebih dahulu. Reliable berarti TCP menerapkan proses deteksi kesalahan paket dan retransmisi jika terjadi kesalahan (error) saat pertukaran data. Byte stream Service berarti paket dikirimkan dan samapai ketujuan secara berurut.
    b. User Datagram Protocol (UDP)
    Hubungan yang dibangun UDP bersifat connectionless. Pada UDP tidak ada sequencing (pengurutan kembali) paket yang datang, ACK terhadap paket datang atau retranmision jika pengiriman paket mengalami kegagalan. Untuk applikasi streaming video pada jaringan komputer akan digunakan jenis paket
    UDP ini. Hal ini karena UDP untuk streaming dibutuhkan paket yang dapat langsung digunakan tanpa harus menunggu keseluruhan paket sampai pada komputer tujuan dan hal ini ada pada tipe paket UDP.

    Application Layer

    Layer ini berfungsi sebagai interface protokol TCP/IP dengan dengan user. Protokol-protokol pada layer ini adalah Telnet (Telecommunication Network), FTP (file Transfer Protocol), SMTP (Simple Mail Transfer Protocol), TFTP(Trivial File transfer Protocol), NFS (Network File Server), RPC (Remote Procedure Callls) dan SNMP (Simple network management Protocol).
    Ada banyak protokol aplikasi, yang paling populer, misalnya :
    ! Telnet : merupakan network terminal protocol, menyediakan fasilitas remote login lewat jaringan.
    ! FTP, file transfer protocol, digunakan untuk transfer file yang interaktif.
    ! SMTP, simple mail tranfer protocol yang bertugas untuk mengirimkan mail.

    ADDRESSING PADA TCP/IP

    Jenis-jenis Addressing

    image

    Metoda encapsulasi pada TCP/IP

    image

    DASAR PEMBENTUKAN JARINGAN TCP/IP

    Ada beberapa konsep mendasar yang wajib dipertimbangkan dalam mensetup jaringan TCP/IP, yaitu pengalamatan (addressing), routing dan name-service. Ide dasarnya adalah bagaimana supaya data yang dikirim sampai pada mesin yang yang sesuai (mesin tujuan) dan bagaimana hal tersebut dapat dilakukan oleh operator dengan mudah.
    Untuk dapat berkomunikasi, data dari suatu host (mesin) harus dilewatkan ke jaringan menuju host tujuan, dan dalam host tersebut ke user atau proses yang sesuai. TCP/IP menggunakan tiga skema untuk memenuhi tugas ini, yaitu:
    a. Addressing (Pengalamatan) IP Address yang mengidentifikasi secara unik setiap host di jaringan, sehingga dapat menjamin data dikirim ke alamat yang benar.
    b. Routing
    pengaturan gateway untuk mengirim data ke jaringan dimana host tujuan berada.
    c. Multiplexing
    pengaturan nomor port dan protokol yang mengirim data pada modul software yang benar didalam host.

    IP VERSI 4 (IPv4)

    IPv4 adalah deretan 32 bit biner yang dipisahkan ke dalam empat segmen yang masing-masing segmen terdiri dari 8 bit biner. Tiap 8 bit ini disebut sebagai oktet.
    a. Format Biner
    Contoh penulisan IP Address dalam format biner adalah sebagai berikut:
    10.14.200.1 ditulis 00001010.00001110.11001000.00000001
    172.16.6.3 ditulis 10101100.00010000.00000110.00000011
    Notasi IP address dengan bilangan biner seperti di atas sangatlah sulit untuk dibaca. Maka untuk memudahkan dibaca dan ditulis, IP address ditulis dalam bentuk 4 bilangan desimal yang masing-masing dipisahkan oleh sebuah titik.
    b. Format Desimal
    Contoh penulisan IP Address dalam format desimal adalah sebagai berikut :
    10.14.200.1
    172.16.6.3

    Pembagian kelas IPv4

    IP address terdiri dari bagian network dan bagian host, tapi format dari bagian bagian ini tidak sama untuk setiap IP address. Jumlah bit address yang digunakan untuk mengidentifikasi jaringan, dan bilangan yang digunakan untuk mengidentifikasi host berbeda beda tergantung kelas address yang digunakan.

    image

    image

    Catatan
    • Byte pertama 224 – 255 digunakan untuk kepentingan khusus dan tidak digunakan secara luas.
    • IP Address 10.x.x.x, 172.16.x.x, 192.168.x.x digunakan sebagai alamat lokal menggunakan Network Address Translation (NAT)
    • IP Address 127.x.x.x dicadangkan.
    • IP Address 127.0.0.1 adalah alamat loopback interface pada komputer kita.

    Network ID
    bagian dari IP address yg
    digunakan utk menunjukkan
    jaringan tempat komputer
    ini berada
    Host ID
    bagian dari IP address yg
    digunakan utk menunjukkan
    workstation, server, router, dan
    semua host TCP/IP lainnya
    dalam jaringan tersebut

    image

    SUBNETTING DAN SUPERNETTING IPv4

    1. Subnetting
    Subnetting adalah teknik atau metode yang digunakan utk memecah network ID yang dimiliki oleh suatu IP menjadi beberapa subnetwork ID lain dengan jumlah anggota jaringan yg lebih kecil. Masking Masking adalah proses mengekstrak alamat suatu physical network dari suatu IP Address. Masking ini berupa angka biner 32 bit yang digunakan utk:
    ! Membedakan network ID dan host ID
    ! Menunjukkan letak suatu host, apakah berada di jaringan local atau jaringan luar.

    Masking yang digunakan untuk subnetting disebut subnetmask.
    Contoh subnet mask :
    11111111.11111111.11111111.00000000 = 255.255.255.0
    11111111.11111111.11111111.11100000 = 255.255.255.224
    Secara teknis, proses yang dilakukan dalam proses subnetting adalah melakukan operasi AND antara IP Address dengan subnet mask.
    Contoh proses subnetting :
    00001010.00001110.11001000.00000001 = 10.14.200.1
    11111111.11111111.11111111.00000000 = 255.255.255.0 AND
    00001010.00001110,11001000.00000000 = 10.14.200.0
    Artinya adalah :
    Komputer tersebut ada di jaringan 10.14.200.0 Komputer tersebut ada di alamat nomor 1 dari jaringan 10.14.200.0 itu.

    2. Supernetting
    Supernetting adalah menggabungkan beberapa network menjadi supernetwork. Hal ini biasanya dilakukan oleh kelas C yang membutuhkan host yang lebih besar lagi. Masking untuk supernetting dinamakan supernetmask.
    3. CIDR (Classless Interdomain Routing)
    Teknik CIDR merupakan suatu teknik mengurangi banyaknya network address pada table routing dengan menggunakan supernetmask dan network address yang terkecil dari supernet mewakili anggota network address yang lainnya.

    IP VERSI 6 (IPv6)


    Dengan menggunakan Ipv4 yang hanya berjumlah 232 , dikhawatirkan alokasi alamat akan habis. Hal ini karena perkembangan alokasi IP bersifat eksponensial, sedangkan jumlah IP sendiri adalah tetap. Selain masalah keterbatasan alokasi IP, IPv4 juga memiliki kekurangan yang terutama disebabkan oleh berkembangnya penggunaan IP di luar perkiraan perancangannya.
    Pada awalnya IPv4 didesign untuk kepentingan akademis dan militer dengan jumlah user yang terbatas tanpa dukungan terhadap kepentingan Ecommerce. Pada perkembangan selanjutnya jaringan IP tersebut juga dimanfaatkan untuk kepentingan umum, dan mendapatkan sukses di luar perkiraan. Jaringan IPv4 kemudian berkembang menjadi sangat besar baik dari segi jumlah user maupun service. Beberapa masalah lain yang ditemukan, adalah : besarnya table routing dan kurangnya dukungan terhadap service-service baru yang bersifat tambahan.

    image

    image

    image

    Mekanisme Transisi

    1. Dual IP-Stack IPv6/IPv4 , Yaitu mekanisme yang mendukung untuk kedua Protokol baik IPv6 maupun IPv4 untuk host dan router.

    image

    2. Tunneling
    Yaitu melewatkan IPv6 melalui jaringan IPv4 yang telah ada, dengan cara mengenkapsulasi paket IPv6 tersebut dengan IPv4.

    image

    Mekanisme Transisi

    Translation

    ! Yaitu menerjemahkan protokol IPv4 ke IPv6 dan sebaliknya.
    ! NAT-PT (Network Address Translator-Protocol Translator), yaitu metode yang memungkinkan untuk melakukan translasi alamat dan protokol IPv6 dari/ke IPv4 pada level IP.
    ! ALG (Application Level Gateway), yaitu host IPv6 hanya berkomunikasi dengan IPv4 melalui sebuah Dual-Stack Proxy.

    Mekanisme Transisi

    Langkah – langkah yang mungkin ditempuh untuk melakukan migrasi dari IPv4 ke IPv6 adalah sebagai berikut :
    ! Mengupgrade DNS agar mendukung pengoperasian IPv6
    ! Menginstall host dengan dual stack agar mendukung baik IPv6 maupun IPv4
    ! Melakukan konfigurasi pada router agar mendukung IPv6/IPv4 Tunnel
    ! Menggunakan Translasi IPv4
    ! Menghilangkan system pendukung IPv4.

    ROUTING

    IP Router (biasa disebut router saja) adalah device yang melakukan fungsi meneruskan datagram IP pada lapisan jaringan.
    Router memiliki lebih dari satu antamuka jaringan (network interface) yang masing-masing network interface akan terhubung ke suatu jaringan dengan alamat network (Network ID) yang sama. Dengan dua network interface ini, router dapat meneruskan datagram dari satu antarmuka ke antarmuka yang lain. Untuk setiap datagram yang diterima, router memeriksa apakah datagram tersebut memang ditujukan ke dirinya (dilihat dari alamat tujuan dataram). Jika ternyata ditujukan kepada router tersebut, datagram disampaikan ke lapisan transport.

    Contoh kasus:
    Host A : 138.1.12.1 (IP kelas B network id 128.1.x.x)
    Host B : 138.1.12.7 (IP kelas B network id 128.1.x.x)
    Host C : 138.2.20.1 (IP kelas B network id 128.2.x.x)
    Host A dan host B dapat berkomunikasi langsung tetapi baik host A maupun B tidak dapat berkomunikasi dengan host C, karena mereka memiliki network Id yang berbeda. Maka harus digunakan router untuk menghubungkan host C untuk dapat berkomunikasi dengan A dan B.
    Jadi fungsi router, secara mudah dapat dikatakan, menghubungkan dua buah jaringan yang berbeda, tepatnya mengarahkan rute yang terbaik untuk mencapai network yang diharapkan.

    Routing Statik dan Dinamik

    Pada routing statik, entri-entri dalam forwarding table router diisi dan dihapus secara manual, sedangkan pada Routing statik adalah pengaturan routing paling sederhana yang dapat dilakukan pada jaringan komputer. Menggunakan routing statik murni dalam sebuah jaringan berarti mengisi setiap entri dalam forwarding table di setiap router yang berada di jaringan tersebut.
    a. Interior Routing Protocol
    RIP (akronim, dibaca sebagai rip) termasuk dalam protokol distance-vector, sebuah protokol yang sangat sederhana. Protokol distance-vector sering juga disebut protokol Bellman-Ford, karena berasal dari algoritma perhitungan jarak terpendek oleh R.E. Bellman, dan dideskripsikan dalam bentuk algoritmaterdistribusi pertama kali oleh Ford dan Fulkerson.

    b. Open Shortest Path First (OSPF)
    Teknologi link-state dikembangkan dalam ARPAnet untuk menghasilkan protokol yang terdistribusi yang jauh lebih baik daripada protokol distance-vector. Alih-alih saling bertukar jarak (distance) ke tujuan, setiap router dalam jaringan memiliki peta jaringan yang dapat diperbarui dengan cepat setelah setiap perubahan topologi. Peta ini digunakan untuk menghitung route yang lebih akurat daripada menggunakan protokol distance-vector. Perkembangan teknologi ini akhirnya menghasilkan protokol Open Shortest Path First (OSPF) yang dikembangkan oleh IETF untuk digunakan di Internet. Bahkan sekarang Internet Architecture Board (IAB) telah merekomendasikan OSPF sebagai pengganti RIP.

    Tabel routing

    Setiap mesin yang terhubung kejaringan baik itu host maupun gateway harus membuat suatu keputusan routing. Bagi host keputusan ini sederhana saja.
    • Jika host tujuan berada pada jaringan lokal data dikirim langsung
    • Jika host tujuan berada pada jaringan remote, data diforward ke gateway.
    Hal yang lebih kompleks terjadi di gateway. Yang jelas routing adalah aplikasi yang network-oriented, jadi layer IP membuat suatu keputusan routing berdasarkan pada bagian network dari address. Untuk melihat bagaimana suatu mesin memutuskan kemana dia harus meneruskan paket data, dapat dilihat dengan perintah netstat -nr (yaitu tabel routing). Berikut contoh tabel routing dari suatu gateway :

    image

    Mekanisme routing berdasarkan tabel routing Berikut adalah contoh bagaimana suatu data mencapai address tujuannya dengan menggunakan tabel routing.

    image

    NAME SERVICE

    Setiap network interface yang terhubung ke jaringan TCP/IP diidentifikasi dengan 32 bit unik IP address. Sebuah nama (hostname) dapat diassosiasikan dengan sembarang divais yang mempunyai IP address. Dibandingkan dengan address internet numerik, hostname relatif lebih mudah diingat dan diketik. Yang perlu diperhatikan adalah software tidak memerlukan hostname, tapi hal ini dilakukan untuk mempermudah manusia dalam menggunakan jaringan. Dalam hampir setiap kasus hostname dan IP address dapat saling menggantikan, misalnya anda akan mentelnet suatu host yang anda ketahui mempunyai IP address 167.205.31.132 dan mempunyai nama gopher.ee.itb.ac.id maka operasi berikut adalah ekivalen :
    – Telnet students.stttelkom.ac.id
    – Telnet 10.14.1.134

    Domain Name Service

    DNS menjamin informasi host terbaru akan disebarkan ke jaringan bila diperlukan. Jika server DNS menerima permintaan informasi tentang host yang dia tidak mempunyai informasi tentangnya, ia memforward permintaan pada authoritative server (sembarang server yang bertanggung jawab untuk memberikan informasi akurat tentang domain yang diminta.Ketika authoritative server menjawab server lokal menyimpan jawabannya untuk penggunaan mendatang. Sehingga apabila setelah itu ada permintaan informasi yang sama ia langsung menjawabnya. Kemampuan untuk mengkontrol informasi host dari sumber yang authoritative dan secara otomatis menyebarkan informasi akurat membuat DNS unggul dibandingkan dengan host-table. Hirarki domain DNS merupakan sistem hirarki terdistribusi untuk mendapatkan hubungan hostname dengan IP address. Dibawah DNS tidak ada database sentral dengan semua informasi host Internet.

    Informasi didistribusikan pada ribuan nameserver yang diorganisasi kedalam hirarki, hampir sama dengan sistem file di Unix. DNS mempunyai root domain diatas hirarki domain yang disebut sebagai root server. langsung dibawah root domain ada top level domain. Ada dua tipe top level domain: geografis dan organisasional. Domain geografis diset untuk setiap negara dan diidentifikasi dengan dua huruf kode.
    Domain organisasional didasarkan pada tipe organisasi (komersial,militer dll) Berikut contoh suatu domain hirarki.

    image

    (berambung ke level berikutnya…..)

    Standarisasi JARLOKAT

    Parameter Tahanan Isolasi

    Tahanan isolasi bukan menjadi parameter yang dominan untuk sistem komunikasi data pada jaringan existing, dengan berdasarkan kepada:
    a. Standar tahanan isolasi untuk xDSL minimum 1 MΩ (Standar dari ITU-T
    L-19, 10/2000, Copper networks for new services and systems ISDN, HDSL, ADSL and UADSL).
    b. Standar tahanan isolasi untuk ADSL minimum 3,5 MΩ (Standar dari 3M).
    c. xDSL masih bekerja pada tahanan isolasi dibawah 10 MΩ (pengujian RisTI di STO GGK dan lab. 2002/2003).
    Catatan:
    a. Untuk kabel/jaringan baru (dalam haspel, instalasi baru) masih mengacu kepada standar PPJT 2000.
    b. Pengukuran tahanan isolasi tetap diperlukan untuk mengukur kondisi isolasi kabel dari waktu ke waktu (pengukuran rutin bulanan).
    3. Standar Parameter Elektris Jarlokat untuk Sistem Komunikasi Data
    a. Redaman kabel atau attenuation (dB)
    b. NEXT (dB)
    c. FEXT (dB)
    d. Tahanan Loop (Ω)
    e. Impedansi (Ω)
    f. S/N (dB)
    Catatan: tidak ada urutan prioritas dari ke-6 parameter di atas, semuanya mempunyai kontribusi yang sama.

    image

    Pengukuran Redaman Kabel

    Pengukuran redaman kabel disarankan tidak hanya pada frekuensi pilot atau frekuensi tengah, tetapi juga pada seluruh frekuensi kerja sistem.

    image

    Standar Parameter Elektris POTS untuk Jarlokat Eksisting

    image

    Tambahan:
    a. NEXT dan FEXT tidak dipersyaratkan.
    b. Pengukuran parameter elektris dilakukan end-to-end.
    c. Definisi pengukuran end-to-end adalah pengukuran sistem, mulai MDF
    sampai dengan KTB.

    Standar Parameter Elektris Non-POTS/Broadband untuk Jarlokat Eksisting

    image

    image

    Tambahan:

    • Tahanan loop  Konduktor saluran kawat tembaga diameter 0,4 mm = 2×150 Ohm = 300 Ohm/ km
    • Tahanan loop  Konduktor saluran kawat tembaga diameter 0,6 mm = 2×65 Ohm = 130 Ohm/km
    • Tahanan loop  Konduktor saluran tembaga diameter 0,8 mm = 2×36,6 Ohm = 73 Ohm/Km
    • NEXT dan FEXT tidak dipersyaratkan (optional).
    • Pengukuran parameter elektris dilakukan end-to-end (sistem, mulai MDF s.d. KTB).
    • Semua standar parameter di atas harus dipenuhi.
    • Sistem non-POTS menetapkan aturan quad dalam `implementasinya.
    • (*) berdasarkan data statistik

    Standard Jarlokat untuk Pembangunan Baru

    image

    Tambahan:
    a. Berlaku untuk semua diameter kabel.
    b. Untuk kabel baru mengacu ke STEL kabel (STEL K).

    Aturan Sistem Quad

    image

    • Antar dua sistem xDSL direkomendasikan dipasang pada quad yang berbeda.
    • Demikian juga antara sistem xDSL dengan sistem non POTS.

    Standarisasi Sistem xDSL

     
    image
    xDSL; x-Digital Subscriber Line.

    Teknologi modem yang terdiri atas sepasang modem COT (Central of Terminal) dan ROT(Remote of Terminal) untuk aplikasi data kecepatan tinggi atau transmisi sinyal digital dengan media transmisi Jarlokat. x, berarti variant/jenis
    teknologi DSL, misal : ADSL, SDSL, HDSL, ADSL Lite dan lainnya.

    ADSL; Asymmetric DSL.

    Teknologi modem xDSL dengan mode transmisi asimetrik untuk menyalurkan layanan data digital dan POTS secara bersamaan dengan menggunakan 1 (satu) pair kabel tembaga. ADSL mempunyai kemampuan pengiriman data digital s/d 8 Mbps ke pelanggan (downstream) dan 1 Mbps (upstream). ADSL mempunyai kemampuan rate adaptive. Antarmuka ADSL adalah Ethernet 10 Base-T dan ATMF-25. Antarmuka untuk POTS adalah RJ-11.

    ADSL Lite/G.Lite.

    Teknologi modem xDSL dengan mode transmisi asimetrik untuk menyalurkan layanan data digital dan POTS secara bersamaan dengan menggunakan 1 (satu) pair kabel tembaga. ADSL Lite mempunyai kemampuan pengiriman data
    digital s/d 1,5 Mbps ke pelanggan (downstream) dan 512 Mbps (upstream). ADSL Lite mempunyai kemampuan rate adaptive. Antarmuka ADSL adalah Ethernet 10 Base-T. Antarmuka untuk POTS adalah RJ-11.

    SDSL; Single-line DSL; Symmetric DSL.

    Teknologi modem xDSL dengan mode transmisi simetrik 2 Mbps dan menggunakan 1 (satu) pair kabel tembaga. SDSL mempunyai kemampuan rate adaptive. Antarmuka SDSL adalah Ethernet 10 Base-T. SDSL tidak mempunyai
    antarmuka POTS seperti halnya ADSL.
    a. Rate adaptive; kemampuan modem xDSL untuk mengatur kecepatan aksesnya terhadap perubahan performansi jaringan kabel. Saat kondisi kabel jelek kecepatan modem akan turun, saat kondisi kabel bagus kecepatan modem akan naik secara otomatis.
    b. DSLAM; DSL Access Multiplexer. Modem xDSL disisi sentral (COT) dengan kapasitas besar dan dapat memuat berbagai variant sistem xDSL dalam satu sistemnya (ADSL, SDSL, G.Lite, G.SHDSL, dll).
    Antarmuka DSLAM ke arah jaringan transport/backbone umumnya berupa STM-1, E3, nxE1 IMA, dan 10/100 Base-T.

    Persyaratan Umum xDSL

    a. Jumlah perangkat xDSL yang akan diinstalasi harus disesuaikan dengan kebutuhan SSL (Satuan Sambungan Layanan). Untuk kebutuhan yang  relatif sedikit dalam satu area STO (misalnya dibawah 10 SSL) dapat menggunakan perangkat xDSL jenis stand-alone atau back-to-back.
    Sedangkan untuk kebutuhan yang relatif sedang (misal s/d 50 SSL) dapat menggunakan perangkat xDSL jenis mini-DSLAM. Untuk kebutuhan mass market besar (misal diatas 200 SSL) dalam suatu area STO dapat menggunakan perangkat xDSL jenis DSLAM.
    b. Mode transmisi perangkat xDSL : ATM dan Ethernet (IP).
    c. Pemakaian pair kabel jarlokat untuk setiap sistem xDSL dipersyaratkan sebagai berikut:

    ADSL : 1 pair.
    • ADSL Lite/G.Lite : 1 pair.
    • SDSL : 1 pair.
    • G.SHDSL : 1 pair dan 2 pair.
    • HDSL : 2 pair.
    • VDSL : 1 pair.

    Jika dibutuhkan aplikasi data digital dan POTS, maka jenis perangkat xDSL yang dipilih adalah: ADSL atau ADSL Lite/G.Lite. Jika hanya aplikasi data digital yang diberikan ke pelanggan, maka semua jenis xDSL dapat dipilih.
    e. Jika mode transmisi yang dibutuhkan adalah simetrik (kecepatan kirim dan terima sama besar), maka jenis perangkat xDSL yang dapat dipilih adalah: SDSL, G.SHDSL, dan VDSL.
    f. Jika mode transmisi yang dibutuhkan adalah asimetrik (kecepatan kirim dan terima tidak sama besar, kecepatan downstream lebih besar dari kecepatan upstream), maka jenis perangkat xDSL yang dapat dipilih adalah: ADSL, ADSL Lite/G.Lite, dan VDSL.

    Persyaratan Non-Teknis Sistem

    a. Tidak dipersyaratkan sistem catuan remote power untuk modem ROT.
    b. Tidak dipersyaratkan adanya sistem repeater (penguat sinyal) untuk
    modem ROT.

    Persyaratan Teknis Sistem

    a. Persyaratan jenis line coding sistem xDSL:
    • ADSL : DMT 1,1 MHz 256 subchannel (ITU-T G.992.1)
    • ADSL Lite/G.Lite : DMT (ITU-T G.992.2)
    • SDSL : 2B1Q (ETSI DTR/TM 3002)
    • HDSL 2P : 2B1Q
    • G.SHDSL : 2B1Q atau TC-PAM (ITU-T G.992.1)
    • IDSL : 2B1Q
    b. Persyaratan kecepatan akses data:
    • ADSL
    o Downtream : 8 Mbps atau 8,192 Mbps.
    o Upstream : 1 Mbps atau 1,024 Mbps.
    • G.Lite
    o Downtream : 1,5 Mbps atau 1,536 Mbps.
    o Upstream : 512 Kbps.
    • SDSL
    o Downtream : 2,3 Mbps atau 2,048 Mbps.
    o Upstream : 2,3 Mbps atau 2,048 Mbps.
    • G.SHDSL (1 pair)
    o Downtream : 2 Mbps atau 2,048 Mbps.
    o Upstream : 2 Mbps atau 2,048 Mbps.
    • G.SHDSL (2 pair)
    o Downtream : 4 Mbps atau 4,624 Mbps.
    o Upstream : 4 Mbps atau 4,624 Mbps.

    IDSL
    o Downtream : 144 Kbps.
    o Upstream : 144 Kbps.
    • VDSL (asimetrik)
    o Downtream : 13 Mbps dan 53 Mbps.
    o Upstream : 1,5 Mbps dan 2 Mbps.
    • VDSL (simetrik)
    o Downtream : 26 Mbps.
    o Upstream : 26 Mbps.

    • Perangkat xDSL mempunyai kemampuan fungsi bridge, routing dan VPN.
    • Perangkat xDSL harus dapat memberikan nilai BER data digital minimum sepuluh pangkat minus tujuh image
      e. Perangkat ADSL dan ADSL Lite/G.Lite dilengkapi dengan POTS Splitter pada sisi DSLAM (modem COT) dan modem ROT. Perangkat SDSL, S.HDSL, G.SHDSL standar tidak mempunyai interface POTS.
    • POTS Splitter dapat menyatu dalam modem ROT atau terpisah dalam perangkat yang berbeda. POTS splitter harus berupa perangkat pasif, tidak memakai sistem catu daya. Apabila catu daya DSLAM dan modem ROT putus/mati, sistem POTS harus dapat tetap bekerja.

    Persyaratan Interface

    a. Interface antara modem COT dan ROT:
    Jenis konektor : RJ11 atau RJ45.
    b. Interface DSLAM:
    • POTS : propitery atau LSA PLUS.
    • Data digital :
    o IP/Ethernet : 10/100 Base T mengacu ke standar IEEE 802.3.
    o ATM : STM-1 mengacu kepada standar TELKOM dan ITU-T
    G.707, G.708 dan G.709 yang beroperasi pada kabel serat optik
    SMF.
    o E3.
    c. Interface modem COT (stand alone/back-to-back) :
    • POTS : RJ-11.
    • Data digital : Ethernet 10 Base T mengacu ke standar IEEE 802.3.
    d. Interface modem ROT :
    • POTS : RJ-11.
    • Data digital :
    o ADSL/ADSL Lite :
    IP/Ethernet : 10 Base T mengacu ke standar IEEE 802.3.
    USB : USB 1.0 atau USB 2.0 minimum 4 Mbps.
    ATM : ATMF 25 dengan bit rate 25,6 Mbps dengan konektor
    RJ45.
    o SDSL :
    IP/Ethernet : 10 Base T mengacu ke standar IEEE 802.3.
    o HDSL/S.HDSL :
    E1/G.703, V.35, X.21.

    Persyaratan Instalasi

    a. Jika terdapat perangkat G.SHDSL versi outdoor (DSLAM yang tidak dipasang di ruang STO tetapi di RK) harus dilengkapi dengan cabinet versi outdoor dan dilengkapi dengan sistem pendingin dan backup batteray untuk perangkat aktif pada DSLAM.
    b. DSLAM yang dipasang pada ruang MDF harus dilengkapi dengan sistem pendingin perangkat yang memadai.
    c. Penempatan DSLAM diupayakan sedekat mungkin dengan perangkat transport (router, ATM Switch) untuk kemudahan kepentingan OMAP.
    d. Jenis kabel yang digunakan untuk menghubungkan modem ROT dengan terminal pelanggan adalah UTP/STP CAT5 atau kategori yang lebih tinggi. Kabel mengacu kepada standar TELKOM dan ISO 8877. Panjang kabel maksimum adalah 100 meter.

    Persyaratan Jarlokat

    • Modem xDSL harus masih dapat bekerja optimal pada kecepatan akses yang dipersyaratkan untuk kondisi redaman kabel jarlokat tertentu.

    image 

    • Sistem xDSL harus dapat bekerja normal meski terjadi pembalikan urat kabel jarlokat (a ke b atau b ke a).
    • Pada satu sistem xDSL tidak diperbolehkan menempatkan perangkat aktif dan pasif diantara COT dengan ROT, seperti perangkat penguat sinyal (repeater), pengganda saluran, loading coil, dan lain-lain.
    • Tidak ada loading coil pada jarlokat.
    • Tidak ada bridge tap pada jarlokat.
    • Sistem xDSL dengan xDSL lainnya tidak boleh dipasang pada jarlokat dalam 1 quad kabel, penggunaan kabel harus berbeda quad.
    • Sistem xDSL tidak boleh dipasang dalam quad yang sama dengan
      sistem non-POTS (ISDN, pairgain).

    Standar Sistem ADSL

    Beberapa point standar sistem ADSL yang dapat disampaikan antara lain:
    Persyaratan Jaringan
    a. Persyaratan fisik JARLOKAT untuk ADSL adalah menggunakan 1 (satu) pair kabel tembaga.
    b. Tidak direkomendasikan pemasangan loading coil sebagai penguat sinyal.
    c. Tidak direkomendasikan sistem jaringan bridge tap.
    Persyaratan Parameter Elektris Kabel untuk Sistem ADSL
    a. Kontinuitas
    b. Tahanan isolasi (Rab, Rat, Rbt) : ≥ 10 MΩ pada tegangan ≤ 90 Vdc
    c. Resistance unbalance/difference : ≤ 4% (antara urat a dan b)
    d. Longitudinal balance : ≥ 50 dB
    e. Redaman kabel untuk ADSL 2 Mbps : ≤ 35 dB (pada frekuensi 300 kHz)
    f. Redaman kabel untuk ADSL 4 Mbps : ≤ 30 dB (pada frekuensi 300 kHz)
    g. Redaman kabel untuk ADSL 6 Mbps : ≤ 25 dB (pada frekuensi 300 kHz)
    h. Tahanan loop untuk ADSL 2 Mbps : ≤ 654 Ω
    i. Tahanan loop untuk ADSL 4 Mbps : ≤ 561 Ω
    j. Tahanan loop untuk ADSL 6 Mbps : ≤ 467 Ω
    k. S/N untuk ADSL 2 Mbps : ≥ 28 dB
    l. S/N untuk ADSL 4 Mbps : ≥ 33 dB
    m. S/N untuk ADSL 6 Mbps : ≥ 38 dB
    n. Impedansi untuk semua sistem ADSL : 60 – 160 Ω
    Persyaratan Konfigurasi Sistem
    a. ADSL dapat menyalurkan POTS dan data digital secara bersamaan
    tanpa saling mengganggu satu dengan lainnya.
    b. Sistem POTS masih dapat berjalan walaupun sistem ADSL mengalami
    gangguan (tidak sinkron atau mati).
    c. Sistem POTS harus memakai POTS splitter atau micro filter pada
    modem COT (DSLAM) maupun modem pelanggan (ROT).
    d. Konfigurasi perangkat dapat stand alone (back-to-back) maupun
    DSLAM.
    e. Antarmuka DSLAM ke jaringan data dapat berupa Ethernet 10/100 Base-
    T, STM-1 ATM, nxE1 IMA, E3 ATM UNI 3.1 sebesar 34 Mbps.
    f. Antar muka stand alone : Ethernet 10 Base-T.
    g. Jenis line coding : DMT
    h. Rate adaptive.
    i. Kecepatan downstream mulai dari 64 kbps sampai dengan 8 Mbps.
    j. Kecepatan upstream mulai dari 64 kbps sampai dengan 1 Mbps.
    k. Dapat memberikan nilai BER : ≥ 10-7 (dibaca sepuluh pangkat minus tujuh)

    l. Tidak direkomendasikan sistem catu daya remote power (distributed) melalui jaringan kabel untuk perangkat CPE ADSL.
    m. ADSL dapat difungsikan sebagai perangkat bridge atau router.
    n. ADSL harus mempunyai sistem manajemen sistem minimal melalui console atau craft terminal untuk model stand alone.

    Persyaratan Kondisi Lingkungan

    a. Harus dilengkapi dengan sistem pengaman terhadap tegangan asing
    dan arus asing.
    b. Dapat bekerja normal pada suhu ruang/lingkungan 10° C hingga 50° C
    dan kelembaban 20 % hingga 95 %.

    Standar Sistem G.Lite

    Beberapa point standar sistem G.Lite yang dapat disampaikan antara lain:
    Persyaratan Jaringan
    a. Persyaratan fisik JARLOKAT untuk G.Lite adalah menggunakan 1 (satu)
    pair kabel tembaga.
    b. Tidak direkomendasikan pemasangan loading coil sebagai penguat
    sinyal.
    c. Tidak direkomendasikan sistem jaringan bridge tap.
    12.2. Persyaratan Parameter Elektris Kabel untuk Sistem G.Lite
    a. Kontinuitas
    b. Tahanan isolasi (Rab, Rat, Rbt) : ≥ 10 MΩ pada tegangan ≤ 90 Vdc
    c. Resistance unbalance/difference : ≤ 4% (antara urat a dan b)
    d. Longitudinal balance : ≥ 50 dB
    e. Redaman kabel : ≤ 60 dB (pada frekuensi 300 kHz)
    f. Tahanan loop : ≤ 1181 Ω
    g. S/N : ≥ 30 dB
    h. Impedansi : 60 – 160 Ω.
    Persyaratan Konfigurasi Sistem
    a. G.Lite dapat menyalurkan POTS dan data digital secara bersamaan tanpa saling mengganggu satu dengan lainnya.
    b. Sistem POTS masih dapat berjalan walaupun sistem G.Lite mengalami gangguan (tidak sinkron atau mati).
    c. Sistem POTS tidak perlu memakai POTS splitter atau micro filter pada modem COT (DSLAM) maupun modem pelanggan (ROT). G.Lite disebut juga spliterless ADSL atau ADSL tanpa splitter.
    d. Konfigurasi perangkat dapat stand alone (back-to-back) maupun DSLAM.
    e. Antarmuka DSLAM ke jaringan data dapat berupa Ethernet 10/100 Base-T, STM-1 ATM, nxE1 IMA, E3 ATM UNI 3.1 sebesar 34 Mbps.
    f. Antar muka stand alone : Ethernet 10 Base-T.
    g. Jenis line coding : DMT
    h. Rate adaptive.
    i. Kecepatan downstream mulai dari 64 kbps sampai dengan 1,5 Mbps.

    j. Kecepatan upstream mulai dari 64 kbps sampai dengan 512 kbps.
    k. Dapat memberikan nilai BER : ≥ 10-7.
    l. Tidak direkomendasikan sistem catu daya remote power (distributed) melalui jaringan kabel untuk perangkat CPE G.Lite.
    m. G.Lite dapat difungsikan sebagai perangkat bridge atau router.
    n. G.Lite harus mempunyai sistem manajemen sistem minimal melalui console atau craft terminal untuk model stand alone.
    Persyaratan Kondisi Lingkungan
    a. Harus dilengkapi dengan sistem pengaman terhadap tegangan asing dan arus asing.
    b. Dapat bekerja normal pada suhu ruang/lingkungan 10° C hingga 50° C dan kelembaban 20 % hingga 95 %.

    Bersambung ke Versi 02……

    Standar Sistem SDSL

    Definisi Sistem SDSL

    • SDSL adalah teknologi pada jaringan lokal akses tembaga yang digunakan untuk mentransmisikan data secara digital dengan mode simetris sampai dengan 2 Mbit/s atau mentransmisikan data digital dengan kecepatan dengan menggunakan 1 atau 2 pair kabel ke saluran pelanggan.
    • SDSL merupakan perangkat aktif yang terdiri atas perangkat LTU yang ditempatkan di sisi Central Office dan perangkat NTU yang ditempatkan di sisi pelanggan.
    • Jaringan lokal akses tembaga (JARLOKAT) didefinisikan sebagai jaringan kabel tembaga yang menghubungkan sentral telepon atau pusat layanan dengan terminal pelanggan. Konfigurasi infrastruktur JARLOKAT TELKOM dimulai dari jaringan kabel primer, sekunder, saluran penanggal dan instalasi kabel dalam rumah/gedung.

    image

    Gambaran Sistem
    a. Secara fisik perangkat SDSL dapat berupa model stand alone atau model rak. Pada model stand alone, masing-masing perangkat LTU berdiri sendiri, Bentuk fisik untuk NTU ada juga yang berupa card seperti PCI card untuk komputer langsung. Sedang pada model rak perangkat LTU berupa beberapa card atau module dalam suatu rak tertentu. Jenis yang akan dipasang disesuaikan dengan kebutuhan sambungan layanan.
    b. JARLOKAT yang digunakan untuk SDSL adalah jaringan kabel telepon yang telah ada dengan persyaratan fisik dan elektrik yang ditetapkan.
    c. Persyaratan fisik JARLOKAT untuk SDSL adalah:
    • Satu sistem SDSL (mulai dari LTU sampai NTU) memakai satu pair kabel tembaga.
    • Memasang suatu perangkat aktif, seperti pengganda saluran, penguat sinyal di antara perangkat LTU dan NTU tergantung kegunaannya dilapangan.

    Tidak direkomendasikan penggunaan loading coil dan sistem saluran bridge tap.
    • Disarankan untuk menggunakan diameter kabel tembaga yang homogen dengan diameter > 0.6 mm.

    Layanan

    Sistem SDSL dapat memberikan layanan-layanan data seperti :
    a. Teleponi melalui data digital
    b. Internet kecepatan 10 Mbps.
    c. Internet kecepatan 100 Mbps (Fast Internet).
    d. Audio-conference, video-conference.
    e. Multimedia interaktif (Video on Demand, Music on Demand, Karaoke on Demand).
    f. Tele-education, tele-shopping, tele-medical.
    g. Remote LAN access.
    13.3. Persyaratan Teknis
    13.3.1. Konfigurasi Jaringan
    Adapun konfigurasi jaringan menggunakan modem SDSL digambarkan sebagai berikut:

    image

    Konfigurasi stand alone atau back to back mempunyai hubungan pointto- point dan konfigurasi sistem rack mempunyai hubungan point-tomultipoint.
    b. LTU adalah unit transmisi SDSL yang diletakkan pada sisi sentral.
    c. NTU adalah unit transmisi SDSL yang diletakkan pada pelanggan.
    d. Media fisik jaringan berupa kabel tembaga (twisted pair atau multipair).

    Persyaratan Parameter Elektris Kabel untuk Sistem SDSL

    a. Kontinuitas
    b. Tahanan isolasi (Rab, Rat, Rbt) : ≥ 10 MΩ pada tegangan ≤ 90 Vdc
    c. Resistance unbalance/difference : ≤ 4% (antara urat a dan b)
    d. Longitudinal balance : ≥ 50 dB
    e. Redaman kabel untuk SDSL 2 Mbps : ≤ 22 dB (pada frekuensi 150 kHz)
    f. Tahanan loop : ≤ 560 Ω
    g. S/N : ≥ 23,1 dB
    h. Impedansi : 80 – 170 Ω
    13.7. Persyaratan Kondisi Lingkungan
    a. Harus dilengkapi dengan sistem pengaman terhadap tegangan asing dan arus asing.
    b. Dapat bekerja normal pada suhu ruang/lingkungan 10° C hingga 50° C dan kelembaban 20 % hingga 95 %.

    Setting Modem xDSL (COT, ROT, dan DSLAM)

    Setting secara Umum
    Inisialisasi perangkat bertujuan sebagai prosedur operasi menghidupkan dan mematikan sistem/perangkat. Peralatan yang dibutuhkan adalah buku/CD manual, sesuai dengan produk dari masing-masing vendor.
    Langkah umum:
    a. Periksa dan baca petunjuk buku manual.
    b. Menghubungkan perangkat dengan sistem catuan daya. Perhatikan jenis catu daya yang dibutuhkan (AC/DC) dan besarnya tegangan catuan.
    c. Menghidupkan perangkat:
    • Sistem dihidupkan; pada posisi ‘on’.
    • Mengamati inisialisasi awal proses (booting dan self test).
    d. Log in user. Umumnya dibutuhkan password untuk dapat mengakses menu yang disediakan dalam rangka pengoperasian perangkat.
    e. Mematikan perangkat. Sesuai dengan prosedur mematikan perangkat yang spesifik. Tidak diperkenankan mematikan perangkat pada saat sedang berjalan suatu proses seperti inisialisasi, booting, atau proses saving. Untuk keamanan perangkat, hubungan ke catu daya sebaiknya diputuskan atau dilepas.
    f. Pada jenis perangkat tertentu terdapat fasilitas reset, untuk menghapus data yang tersimpan ataupun memutuskan suatu proses yang mengalami error.

    Prosedur menghidupkan dan mematikan suatu perangkat pada umumnya sama, akan tetapi demi keamanan perangkat dan operator, sangat dianjurkan
    untuk memeriksa buku manual terlebih dulu.

    image

    Dasar Pengoperasian DSLAM

    image

    Semua setting akan melalui NMS atau console (jika tidak ada NMS):
    a. Koneksi ke vertikal MDF dari DSLAM (koneksi fisik kabel).
    b. NMS berbasis GUI (Grafical User Interface).
    c. Penamaan DSLAM.
    d. Penempatan slot/card module masing-masing xDSL, POTS splitter, console, catu daya.
    e. Setting IP address modem COT, ROT, terminal pelanggan.
    f. Setting hubungan COT dengan ROT (bridge/routing, PVC/VCI/VPI, QoS).
    g. Setting kec.akses (downstream & upstream).
    h. Setting parameter xDSL biasanya dibuat dalam suatu ‘profile’. Modelnya tergantung produk vendor. Contoh :
    i. Profile1. downstream, 512, interleaved
    j. Profile 2. upstream, 64, fast Setting crossconnect antar DSLAM Hal yang perlu diperhatikan pada saat setting xDSL model DSLAM:
    a. Setting parameter xDSL DSLAM menggunakan NMS produk yang bersangkutan.
    b. Modem pelanggan perlu diberi nama untuk memudahkan identifikasi setiap modem.
    Hal yang perlu diperhatikan pada inisialisasi perangkat model DSLAM:
    a. Karena pada umumnya catu daya DSLAM menggunakan catuan –48 Vdc, perlu diperhatikan kestabilan tegangan dari perangkat rectifier dan batas toleransi catu daya perangkat DSLAM.
    b. Pada saat menghidupkan perangkat DSLAM, biasanya terdapat beberapa langkah proses inisialisasi komponen DSLAM dan card module secara otomatis sebelum DSLAM dalam kondisi siap dioperasikan.

    Aspek Security Pada Jaringan xDSL

    DSL Forum sebagai organisasi dunia yang menangani xDSL merekomendasikan penggunaan PPP over ATM sebagai protokol yang cukup aman dalam sistem transport jaringan xDSL. Protokol ini memanfaatkan kelebihan teknologi ATM yang membagi saluran-saluran pengguna dalam bentuk pipa-pipa virtual yang dikenal dengan virtual path dan virtual channel. Logika pembentukan pipa vitual tersebut dapat dilihat dari struktur frame data ATM yang dikenal dengan cell . Ukuran cell ATM konstan sebesar 53 byte yang
    terdiri dari 48 byte payload atau informasi yang dibawa dan 5 byte “header”. Pada “header” terdapat informasi virtual channel dan virtual path yang bersifat unik. Masing-masing pipa virtual terisolasi dan tidak bisa “menginduksi” antara satu dengan yang lain. Dengan demikian maka di sisi jaringan akses xDSL akan aman dari kemungkinan penyusupan. Selain menawarkan mekanisme koneksi yang terjamin (connection oriented), ATM mempunyai security yang baik namun ada harga yang mesti dibayarkan utuk kelebihan tsb. PPP over ATM telah digunakan oleh banyak penyedia jaringan xDSL untuk menghubungkan terminal pelanggan hingga ke Service Selection Gateway (SSG) atau Broadband RAS yaitu perangkat yang menghubungkan antara jaringan xDSL dengan router gateway di ISP dengan menggunakan teknik tunneling. Broadband RAS memungkinkan suatu pelanggan memilih ISP nya sendiri karena Broadband RAS mengakomodasi koneksi multiple service provider.

    Keamanan Jaringan Data

    Ada beberapa bentuk ke-usil-an pengguna yang terjadi saat ini misalnya :
    1. Carder atau pembobol kartu kredit pada situs-situs E-commerce.
    2. Pembobolan password baik pada situs maupun sistem on-line lainnya.
    3. Pencurian informasi penting dari server suatu perusahaan.
    4. Membuat data corrupt atau merusak data yang tersimpan dalam suatu server sehingga tidak dapat diakses.
    5. Melumpuhkan aplikasi dalam suatu server sehingga aplikasi tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya.
    Beberapa contoh di atas merupakan ke-usil-an yang cukup serius bila dibandingkan bentuk-bentuk yang lain yang terkesan “guyonan” seperti merubah isi/informasi yang ada pada situs seperti yang terjadi pada situs KPUbaru-baru ini, mengirim ribuan e-mail dengan isi yang sama, dll. Ke-usil-an tersebut berawal dari pemanfaatan networking (baca: public networking) dimana pengguna terhubung antara satu dengan yang lain termasuk dengan sumber layanan / server. Tidak mungkin pengguna stand alone bisa mengganggu pengguna stand alone yang lain karena mereka tidak saling berhubungan. Networking memberikan berbagai keuntungan seperti pemanfaatan suatu perangkat secara bersama, namun juga menyisakan kelemahan seperti yang diuraikan di atas. Untuk menutupi kelemahan tersebut diperlukan solusi sistem keamanan yang dapat memaksimalkan keuntungan dari penggunaan sistem jaringan komputer seperti :
    1. Autentikasi user
    Merupakan cara untuk membedakan antara pengguna dan penyusup. Media yang digunakan id
    card, biometric, password , dll.
    2. Access control
    Mengatur kemampuan akses pengguna dalam suatu jaringan, komputer, server atau aplikasi. Sistem access control pada jaringan data umumnya menggunakan firewall dan domain controller yang secara tersentralisir dapat memberikan ijin atau melarang pengguna untuk melakukan akses ke jaringan .
    3. Enkripsi
    Enkripsi menjamin data yang dikirim tidak bisa dibaca oleh user lain selama kode enkripsinya tidak terpecahkan. Tingkat perlindungan dengan menggunakan enkripsi tergantung dari tingkat kerumitan algoritma enkripsi.
    4. Manajemen security
    Pengelolaan sistem keamanan juga harus menyentuh pada fisik perangkat , penempatan perangkat, prosedur penggunaan, dll.
    Dalam suatu jaringan yang relatif besar mungkin menerapkan beberapa atau keseluruhan elemen tersebut.
    Strategi implementasi yang paling baik ditentukan oleh pertimbangan seberapa besar resiko yang akan ditanggung, dan seberapa besar biaya yang harus dikeluarkan.

    Bersambung ke Versi 03……….

    Sumber : Knowledge TELKOM 2007

    Daya, Penguatan dan Redaman

     

    • Bandwidth
      “lebar dari spectrum frekuensi yang dipergunkan oleh suatu sinyal”
      Noise
      “sinyal-sinyal yang tidak diinginkan yang selalu ada dalam suatu sistem transmisi”
    • Signal to Noise Ratio (SNR)
      “perbandingan antara daya sinyal yang diinginkan terhadap daya noise yang diterima pada suatu titik
      pengukuran”
    • Interferensi
      “sinyal pengganggu yang tidak diiginkan dimana frekuensinya berdekatan atau sama dengan sinyal yang diinginkan serta berdaya besar “
    • Kecepatan Bit (Bit Rate)
      “ukuran kecepatan pengiriman (transmisi) bit-bit sinyal dalam komunikasi digital dalam waktu 1 detik, dimana satuannya bit per detik”
    • Bit Error Rate
      “laju kesalahan bit yang terjadi dalam sistem transmisi digital”
    • Jitter/Pergeseran Bit
      “bergesernya letak atau posisi pulsa dari posisi seharusnya, sehingga menyebabkan kesalahan persepsi pada penerimaan”

     

    Decibel (dB)

     

    • Definisi
      “Merupakan besaran yang menyatakan perbandingan (rasio) atau merupakan unit relatif”.

    image

    Bentuk lain

    image

    • SIGNAL TO NOISE RATIO (S/N)
      “Perbandingan antara level power sinyal informasi dengan level power noise yang diterima,  biasanya dilakukan pada sistem komunikasi analog di bagian penerima.”
    • CARRIER TO NOISE RATIO (C/N)
      “Perbandingan antara level power sinyal pemodulasi dengan sinyal noise yang diterima pada perangkat penerimaan, biasanya dilakukan pada tingkat IF (Intermediate Frequency) sebelum sinyal masuk ke demodulator untuk menunjukkan kualitas sinyal pemodulasi yang sampai pada penerima ”
    • BIT ERROR RATE (BER)
      “Perbandingan antara jumlah bit yang diterima salah dengan jumlah total bit yang diterim, hanya pada sistem komunikasi digital dan diukur pada level baseband.”
    • FRAME ERROR RATE (FER)
      “Perbandingan antara jumlah frame yang diterima salah dengan jumlah total frame yang diterima, dimana frame merupakan pengelompokan bit-bit dan biasanya ditambahkan header tertentu”
    • MEAN OPINION SCORE (MOS)
      “Pengukuran yang dilakukan berdasarkan hasil pendapat sejumlah volunteer terhadap suatu kualitas informasi”.

    Konsep Link Budget

    “Link Budget adalah estimasi anggaran daya yang perlu diperhitungkan untuk memastikan bahwa level penerimaan lebih besar atau sama dengan level daya threshold.” “Level daya threshold adalah level daya minimum yang dieperlukan oleh sistem penerima agar dapat bekerja dengan baik sesuai dengan kualitas yang dipersyaratkan”.

    image

    Perhitungan  Link  Budget

    image

    FADING MARGIN & RELIABILITY

    image

    Perbaikan Performansi

    PADA PENGIRIM

    • Memperbesar daya pancar , High Gain Amplifier (Biasanya memiliki batasan tertentu)
    • Meninggikan antena
    • Memperbesar gain antena
    • Mengurangi loss kabel

    PADA PENERIMA

    • Memperbesar gain antena penerima
    • Memperbaiki penerimaan dengan teknik diversitas, tinggi antena
    • Mengurangi loss kabel
    • Mengurangi tingkat noise : Low Noise Amplifier & Filter , serta mengurangi tingkat Noise Figure.

    Bersambung……..

    Spektrum Frequensiimage

    Alokasi ETSI FREQUENSIimage

    Schematic Karakteristik Propogasi Radio Telekomunikasi

    image

    Fading

     

    “Fading merupakan gejala yang dirasakan oleh penerima akibat adanya fluktuasi level
    daya sinyal yang diterima oleh receiver”

    Multipath Fading
    Definisi
    “Fading yang terjadi karena terdapat objek antara pengirim dan penerima sehingga
    gelombang yang sampai ke penerima berasal dari beberapa lintasan (multipath) dan
    fluktuasi sinyal yang terjadi bersifat cepat (fast fading)”
    Analisis
    • Rician, jika sinyal yang dominan adalah sinyal yang bersifat Line Of Sight (direct path).
    • Rayleigh, jika sinyal yang dominan adalah sinyal yang bersifat tidak langsung (indirect
    path).

    Shadowing
    Definisi
    “Fading yang terjadi karena adanya efek terhalangnya sinyal sampai ke penerima
    akibat oleh gedung bertingkat, tembok, dll dan fluktuasi sinyal yang terjadi
    bersifat lambat (slow fading)”
    Analisis
    # menggunakan distribusi log normal
    FADING

    image

     image

    Model OKUMURA HATTA

    image

    MODEL COST 231/WALFISCH-IKEGAMI

     image

    Bersambung ke level berikutnya

    image

    Evolusi STANDARDISASI

    image

    image

    image

    Standardisasi Radio Access Network Telekomunikasi

    image

    ITU (International Telecommunications Union) mengatur standar payung 3G yang dikenal sebagai IMT-2000. Standar ini mengesahkan lima mode interface RF yang berbeda, dan dua tipe infrastruktur terrestrial utama yang dikenal sebagai Radio Access Network (RAN), hal ini dimaksudkan agar semua mode RF dapat bekerja dengan semua tipe RAN.
    ! Dua tipe utama dari RAN adalah UMTS/W-CDMA (menguasai Eropa dan Jepang) dan IS-2000 (sebelumnya CDMA2000, menguasai Amerika bagian utara). Keterbatasan spectrum RF adalah persoalan yang serius di Jepang dan Eropa, hal ini mendorong pesatnya perkembangan UMTS/W-CDMA dan diharapkan meraih 70% pelanggan 3G selular di seluruh dunia.

    image

    image

    FASTLINK

    FastLink adalah sebuah sistem modular untuk solusi jaringan hybrid di area akses pelanggan yang menyediakan baik servis dasar untuk telepon (POTS, ISDN), servis data (nx64 kbit/s dan sub-rate) maupun servis penghubungan (connectivity) 2 Mbit/s.
    Prosedur transmisi HDSL dapat dioperasikan untuk dapat lebih memanfaatkan jaringan kabel tembaga yang ada. Pada saat yang bersamaan, FastLink menawarkan semua manfaat dari sebuah jaringan serat optik broadband
    mutakhir.

    Sistem Fastlink terdiri dari komponen-komponen sistem sebagai berikut.:
    • ONU (Optical Network Unit)
    • OLT (Optical Line Termination)
    • ODT (Optical Distant Terminal)
    • NT (Network Termination)
    Komponen-komponen sistem ONU yang dapat disetel sebagai sebuah FTTC (Fiber untuk Curb) variant di luar ruang (outdoor) atau sebagai sebuah FTTB (Fiber untuk gedung) variant di dalam ruang (indoor), untuk membentuk terminasi pada sisi-pelanggan. Untuk penawaran solusi yang murah (costeffective) dan untuk kepadatan pelanggan yang berbeda, tersedia ONU untuk hubungan dengan kapasitas 20 pelanggan sampai dengan lebih dari 1000 pelanggan.Sebagai tambahan dari ONU, NT (Network Termination) dapat dipakai pada sisi-pelanggan yang dipasang secara langsung pada gedung pelanggan. Servis leased line dan rate transmisi yang tinggi (=2 Mbit/s) dapat ditawarkan kepada pelanggan.

    Leased line dengan rate transmisi yang tinggi khususnya penting bagi pelanggan bisnis. Terminasi sisi-sentral dari sistem FastLInk membentuk sebuah sistem komponen OLT (Optical Line Termination) yang dihubungkan ke sentral lokal (LE) atau ke jaringan data. Hubungan antara ONU dan OLT dibuat dengan kabel serat optik (2×2 Mbit/s, 34 Mbit/s, 155/622) atau kabel tembaga (2 Mbit/s HDSL).
    Jika diperlukan, sebuah ODT (Optical Distant Terminal) dapat dihubungkan antara ONU dan OLT. ODT mengakomodasikan jarak jauh antara OLT dan ONU dan coupling di Ring SDH. ODT mengubah sinyal masukkan (input) dari 155/622 Mbit/s ke sinyal 2 Mbit/s internal. Sinyal 2 Mbit/s didistribusikan lewat
    modul sistem modul HMX (1×2 Mbit/s, 2×2 Mbit/s) atau OMX2/OMX16 (2×2 Mbit/s, 1×34 Mbit/s) ke ONU yang dihubungkan.
    Biasanya, ODT mempunyai sebuah ONU dengan fungsi ODT. AccessIntegrator O.N.M.S., yang ditujukan sebagai OS, dipakai untuk pengoperasian sentral dan
    pemeliharaan sistem FastLink. Akses ke OS adalah lewat interface QD2 di OLT.
    Sebuah LCT (Local Craft Terminal) dihubungkan lewat sebuah interface F ke OLT. Untuk tujuan servis, LCT dapat dihubungkan ke interface F dari ODT atau ONU/NTU.

    Komponen-komponen baru berikut ini dipakai dengan FastLink Versi V5:
    • Multiplexer saluran pelanggan AMXC dengan unit pusat plug-in CUAII dan line card baru.
    • Memusatkan interface 2 Mbit/s dengan protokol V5C antara AMXC dan CMXII dalam kasus dengan faktor konsentrasi dari 1 sampai 4 (max. 8)

    CMXIICAS untuk hubungan langsung dari sentral dengan pengsinyalan CAS dan untuk menciptakan konferen digital
    • Generasi ONU baru untuk hubungan pelanggan melebihi 1000 pelanggan dan dengan sebuah shelf sentral untuk memonitor dan mengkontrol fungsi-fungsi serta mengukur dan mencatu daya.
    • Integrasi dari modul saluran lebar (wide link modules) LT12CM, LT22CM
    dan penggantian modul LTC dan LTCP yang dipakai sampai dengan FastLink Versi 4. Sebuah perangkat SDH baru, multiplexer sinkronis SMX1, dipakai dengan FastLink Versi V6.1 untuk lebih baik meningkatkan pengembangan dari jaringan akses:
    • Integrasi perangkat saluran PDH dan SDH di dalam shelf yang sama.
    • Feeder SDH untuk ONU, ODT dan OLT dengan interface STM-N baik untuk struktur ring maupun struktur saluran
    • Interface untuk servis broadband
    Pemakaian FastLink di area akses pelanggan menawarkan penyedia jaringan keuntungan-keuntungan sebagai berikut.:
    • Penyediaan berdasarkan permintaan (demand-driven) oleh kebijaksanaan konfigurasi sistem yang sesuai (tailored) dan berbagai ukuran ONU
    • Jarak >=20 km antara OLT dan ONU dengan menggunakan komponen optik seperti yang dipakai di area jaringan kabel yang lebih tinggi
    • Pembangunan infrastruktur dengan orientasi masa depan ODN dengan perangkat yang memungkinkan operasional dengan jenis campuran dengan jaringan kabel tembaga eksisting mampu memenuhi orientasi permintaan dan pengenalan setahap demi setahap dari teknologi optik, sementara pada saat yang bersamaan memperkecil biaya investasi.
    • Membentuk jaringan akses untuk area akses pelanggan yang diperluas dengan integrasi atau dengan menggunakan saluran feeder SDH yang ada
    • Meningkatkan jumlah pelanggan per interface 2 Mbit/s pada sisi LE dan pada sisi-pelanggan dengan pemusatan interface (V5.2, V5C) dengan sebuah faktor pemusatan (concentration factor) dari 1 sampai 8.
    • Menghubungkan sentral dengan protokol V5.1/V5.2 dan pengsinyalan CAS
    • Pengoperasian terintegrasi, administrasi dan sistem pemeliharaan berdasarkan QD2.

    STRUKTUR FASTLINK

    2.1. Struktur Jaringan
    FastLink adalah sistem aplikasi FITL universal (universally-applicableFITL system) untuk area akses pelanggan yang menghubungkan terminal pelanggan pada satu sisi dengan sentral lokal dan jaringan data pada sisi lainnya. Servis switched dan non-switched (Leased Lines) dapat diciptakan untuk pelanggan.
    Struktur jaringan secara umum dengan komponen-komponen sistem OLT, ODT, ONU dan NT.

    OLT dihubungkan ke sentral lewat interface 2 Mbit/s dengan protokol V.5.1/V5.2 atau CAS. Sebagai tambahan untuk feeder yang bersangkutan (HMX/OMX2, OMX16, SMA/SMX1/4c), OLT juga memuat multiplexer kroskonek (crossconnect) CMX/CMXII dan opsional module sistem COT dan AMX. Dengan menggunakan modul sistem COT, hubungan ke sentral yang tidak mensupor protokol V5.1 dapat dilaksanakan. Dengan modul sistem AMX, pelanggan, yang ada di area sentral lokal OLT, dapat disuplai langsung dengan hubungan VF dan ISDN. Leased Line dengan 2 Mbit/s dan 64 kbit/s disetel ke jaringan data.
    Terminal pelanggan dapat dihubungkan ke ONU lewat interface analog (a/b) atau digital (mis. Uk0, nx64 kbit/s). Interface 2 Mbit/s dari ONU dapat juga diarahkan sampai ke pelanggan lewat kabel optikal atau pasangan kawat tembaga. Jika perlu, beberapa ONU dapat dihubungkan secara berentetan
    (cascading).
    Komponen utama dari ONU adalah multiplexer akses AMX/AMXC. ONU dilengkapi dengan sebuah feeder yang bersangkutan HMX/OMX2, OMX16, SMX1/4c) tergantung dari jalur saluran yang ada (tembaga atau LWL) dan multiplexer yang dipakai di sisi switching. Sebagai tambahan dari ONU, NT dapat dipakai di sisi pelanggan. NT dipasang langsung di gedung pelanggan, dan tergantung dari tipenya menawarkan servis
    sebagai berikut. kepada pelanggan, lihat Tabel 1.

    image

    Modul Sistem

    Di dalam sistem FastLink, modul sistem berikut ini dipakai:
    • AMX (Access Multiplexer)
    • AMXC (Access Multiplexer dengan fungsi pemusatan)
    • COT (Central Office Terminal)
    • CMX (Crossconnect Multiplexer)
    • CMXII (Crossconnect Multiplexer II)
    • HMX (HDSL Terminal Multiplexer)
    • OMX2 (Optical Multiplexer 2×2 Mbit/s)
    • OMX16 (Optical Multiplexer 16×2 Mbit/s)
    • SMX1/4c (Multiplexer sinkronis STM-1.STM-4)
    • COMPS (Central ONU Measurement and Power Supply)
    Modul sistem dimuat dengan berbagai kombinasi komponen sistem. Tabel 2 memuat sebuah daftar dari modul sistem dan fitur-fitur pentingnya.

    image

    Pengaplikasian ONU

    Hubungan Langsung ONU-OLT (Point-to-Point)

    Di jaringan point-to-point, semua ONU dihubungkan ke OLT oleh sebuah hubungan point-to-point yang berdedikasi. Media transmisi (tembaga, fiber optik) dan kapasitas transmisi yang dibutuhkan menentukan peralatan transmisi yang perlu. Setiap modul transmisi di ONU mempunyai pasangannya di OLT.

    image

    Kaskade

    Sebuah ONU juga dapat dihubungkan secara tidak langsung ke OLT. Dalam hal ini ONU dihubungkan ke ONU yang lain dengan saluran langsung ke OLT. Struktur jaringan kaskade ini dipakai untuk menghubungkan beberapa ONU kecil yang dekat gedung pelanggan ke satu ONU yang lebih besar dengan sebuah hubungan langsung ke OLT, lihat Gambar 3. Kaskade dari ONU terbatas hanya dengan kapasitas transmisi ONU.

    image

    image

    Pemusatan pelanggan oleh AMXC

    Dengan shelf modul sistem AMXC, shelf pusat CUAII yang tepat dan line card yang baru, kapasitas transmisi mungkin dihemat dengan memusatkan interface pelanggan. Untuk ini, AMXC mempunyai sebuah interface pemusatan (V5C). Untuk memakai interface ini, modul sistem CMXII (release 3) diperlukan pada sisi lawan (OLT), lihat Gambar 4. Ke empat saluran 2 Mbit/s dapat dikurangi menjadi minimal satu saluran yang menghasilkan penghematan kapasitas transmisi yang cukup baik.

    image

    Pada prakteknya, setidaknya dua saluran 2 Mbit/s harus disetel sehingga switching proteksi dapat dilaksanakan lewat saluran kedua, jika satu saluran mengalami kegagalan. Gambar 5 adalah sebuah contoh yang khas untuk meng-upgrade jaringan FastLink yang ada dengan menggunakan komponen
    sistem baru AMXC dan CMXIIR3.

    image

    Ring SDH

    Integrasi komponen SDH (mis. SMX1/4c atau SMA4) ke dalam komponen sistem FastLink ONU, ODT dan OLT memungkinkan FastLink untuk dihubungkan ke struktur SDH, lihat Gambar 6 dan Gambar 7. Untuk ring STM-4
    diperlukan multiplexer sinkronis SMA4 R2 di OLT untuk memproses payload STM-4.

    image

    Interface Eksternal

    FastLink mempunyai interface eksternal yang memberikan akses ke saklar, jaringan data, pelanggan dan perangkat operasional dan monitoring. Tabel 3 merupakan sebuah ringkasan dari masingmasing interface.

    image

    image

    Ketika terjadi gangguan, peralihan ke modul cadangan (spare) terjadi secara otomatis, kecuali untuk unit plug-in PSC dan PSU. Jika ke dua unit plug-in dilengkapi di shelves yang bersangkutan, setiap unit plug-in disetel aktif dan
    mengambil alih separuh catu daya dari shelf untuk setiap kejadian. Hanya jika
    salah satu dari ke dua unit plug-in ini mengalami kegagalan, unit plug-in lainnya akan mengambil alih suplai secara keseluruhan.
    Perkecualian: Jika lebih dari 8 modul ISDN: IUL82 atau IUL84 dipasang per pengaplikasian AMXC, kedua unit plug-in PSU diperlukan untuk catu daya dan tidak akan ada redundan lagi.
    Dengan cara yang sama, untuk unit plug-in PSC dan PSU, redundan juga harus
    dipertimbangkan untuk catu daya SV 1500 W. Jika dua modul catu daya dipasang di satu ONU, mereka di setel paralel dan setiap catu daya mengambil
    alih separuh dari suplai ONU. Hanya jika sebuah modul mengalami kegagalan,
    modul lainnya akan mengambil alih seluruh catu daya.
    Perkecualian: Jika dua modul catu daya SV 1500 W diperlukan untuk mengsuplai ONU dan backup baterai, redundansi tidak lagi disediakan.
    Kriteria peralihan untuk proteksi port berikut ini (kecuali SMX1/4c) dapat disetel lewat OS atau LCT:
    • LOS
    • LOF
    • Bit eror rate 10-3
    • Bit eror rate 10-5
    Untuk SMX 1/4c, kriteria peralihan (switchover) berikut ini dapat disetel:
    • TU-AIS
    • TU-LOP (Loss of Power)
    Untuk mempertahankan waktu reaksi (reaction time) dari standby switching pendek (kurang dari 10 ms/mili detik), pelaporan kegagalan modul dan switching standby dilaksanakan oleh hubungan langsung internal. Sebuah laporan gangguan juga dikeluarkan untuk TMN. Ini termasuk memonitor jalur transmisi dan komponen HW/SW oleh pengetesan rutin dan pemeriksaan reaksi yang tepat dalam hal terjadinya gangguan yang disebabkan oleh
    komponennya sendiri.
    Untuk meningkatkan keandalan servis, untuk modul sistem AMXC tugas di bawah ini dapat dilaksanakan:
    • Mengoperasikan AMXC dengan interface V5C dan setidaknya dua port 2 Mbit/s Salah satu dari kedua port itu secara opsional dapat dikonfigurasikan untuk switching proteksi kanal komunikasi, lihat Gambar 8.

    image

    Untuk mengurangi batasan max. kegagalan (max. failure range) dari =256 port ke =128 port selagi unit plug-in kedua CUAII dipakai di kerangka modul UMX2S, hanya jumlah max. 128 pelanggan saja yang dapat dikonfigurasikan per CUAII (dan interface V5C), lihat Gambar 9.
    Kemungkinan yang sama juga terjadi, jika AMXC dioperasikan dengan interface V5.1 yang mana batasan kegagalannya adalah max. 120 port.

    image

    KOMPONEN SISTEM

    OLT (Optical Line Terminal)

    OLT dihubungkan langsung ke sentral digital dan ke jaringan data, seperti peralatan pusat untuk servis interaktif. OLT terdiri dari rak-rak ETS untuk pengoperasian indoor yang dapat mengakomodasi modul sistem di bawah ini,
    bandingkan dengan Gambar 10:
    • OMX16 (Multiplexer untuk saluran transmisi optikal 34 Mbit/s)
    • OMX2 (Multiplexer untuk saluran transmisi optikal 2×2 Mbit/s)
    • HMX (Multiplexer untuk transmisi HDSL 1×2 Mbit/s atau 2×2 Mbits)
    • AMX (Multiplexer untuk pelanggan di area lokal OLT yang dapat
    dihubungkan ke sentral dengan pengsinyalan V5.1 atau CAS)
    • CMX (Multiplexer kroskonek untuk mengkroskonek kanal 64 kbit/s dengan pengsinyalan CAS dan brancing off 2 Mbit/s dan leased line nx64 kbit/s
    • CMXII (Multiplexer kroskonek II untuk mengkroskonek kanal 64 kbit/s dengan V5.1/V5.2 atau pengsinyalan CAS)
    • COT (Tidak dipakai lagi untuk proyek baru atau hanya dipakai dalam kasus spesial, maka tidak lagi terdaftar di bagian deskripsi sistem lainnya.
    • SMX1 (Multiplexer sinkronis untuk menghubungkan ke SDH) atau SMA Modul sistem diatur di dalam shelves, Tabel 5.

    image

    image

    Tegangan operasional (-36 V sampai –72 V) untuk setiap shelf dimasukkan lewat panel sekring (distributor daya) dan diproteksi di situ sebagai berikut.:
    • OMX16S 4 A
    • OMX2S2 2×4 A
    • SMXCS 2×4 A
    • SMXLS 2×4 A
    • AMXS 2×4 A (satu sekring untuk setiap dua multiplexer)
    • CMXCS 2×4 A (sekring terpisah untuk CMX dan COT)
    • CMXIICS 2×1 A (sekring terpisah untuk unit standby)
    • CMXII-2S 2×3 A (sekring terpisah untuk unit standby)
    • CMXII-LS 2×3 A (sekring terpisah untuk unit standby)
    • SM/SMc 2×16 A (SMA4c R2 atau SMA4c R2)
    Tegangan suplai untuk SISA-GK diberi sekring 0.4 A.

    image

    ODT (Optical Distant Termination)

    ODT adalah sebuah distributor aktif untuk pemakaian outdoor di jaringan distribusi optikal yang dipasang dengan sebuah ONU yang yang dilengkapi dan dikonfigurasikan sedemikian rupa sehingga dapat mengsuplai ONU berikutnya untuk hubungan pelanggan langsung.

    ONU (Optical Network Unit)

    ONU membentuk terminasi FastLink sisi-pelanggan dan dihubungkan langsung ke OLT atau ke sebuah ODT perantara (intermediate). Juga mungkin menghubungkan beberapa ONU berentetan (cascading). ONU memuatrangkaian pelanggan yang diperlukan, perangkat saluran dan catu daya, termasuk backup baterai.

    image

    image

    Mulai dari FastLink V5, sebuah penciptaan ONU baru diperkenalkan dengan sebuah gambaran untuk menggantikan variasi ONU V1 sampai V4 dan pada waktu yang sama mengurangi biaya per saluran pelanggan.
    Variant dasar berikut ini tersedia untuk saluran pelanggan >30:
    • ONU 250 FTTB/C
    ONU 250 dipakai sebagai variant luar ruangan (outdoor) FTTC atau variant dalam ruangan (indoor) FTTB. Struktur ONU 250 biasanya sama untuk kedua buah variant. Perbedaannya adalah di dalam melengkapi beberapa feeders (SDH atau PDH) dan di dalam layout mekanis.
    ONU 250 mempunyai sampai dengan 256 interface pelanggan (POTS) dan max. 16 LL 2 Mbit/s pada sisi-pelanggan. OLT atau ODT dihubungkan lewat saluran transmisi optikal dengan 34 Mbit/s (feeder OMX16 ) atau 155/622 Mbit/s (feeder SMX). Sebuah feeder HMX/OMX2 dengan 1x LTO atau 2x LTCOH/LT12CM dapat juga dipakai di SMXLS sebagai sebuah pilihan opsional. AMXC ditempatkan di sebuah shelf UMX2S. Unit plug-in SMX1/4c dan LTC/LTO untuk LL diakomodasikan di sebuah shelf SMXLS. Max. delapan LTC atau delapan unit plug-in LTO atau sebuah kombinasi dari keduanya dapat dipasang. Selain 3 unit plug-in LT, sebuah modul sistem OMX16 dapat juga dipasang di sana. Jika OMX 16 dipakai sebagai sebuah feeder, shelf OMX 16 OMXLS dipakai, yang berisi sebuah modul sistem OMX16 tergantung dari keperluan proyek, empat LTO atau delapan unit plug-in LTCOH/LT 12CM atau sebuah kombinasi dari keduanya. COMPS (shelf catu daya pengukuran ONU pusat) berisi unit plug-in dari sebuah pengukuran pusat dan sistem supervisi untuk ONU.
    Untuk fungsi-fungsi supervisi, alarm static berikut ini dapat diperoleh:
    o 2x kontak pintu (hanya ONU 250 FTTB 1x kontak pintu)
    o Kegagalan utama (mains)
    o 2x kegagalan catu daya (-48V, -33V), ONU indor hanya 1x
    kegagalan PS (-48 V)
    o Kegagalan baterai
    o 1x kegagalan kipas
    Alarm dikumpulkan di unit plug-in supervisi OSU (ASA32) dan dikirim ke OS lewat interface QD2 dari OSU.

    image

    ONU 1000 FTTB/C

    ONU disediakan sebagai variant dalam ruangan (indoor) (FTTB) atau variant outdoor (FTTC). Struktur kedua varian adalah sama.
    ONU sebagai variant luar rangan (outdoor) (1000 FTTC) mempunyai sampai dengan 1024 interface pelanggan (POTS) atau jumlah yang sama dari interface ISDN dan LL pada sisi pelanggan. Variant untuk 512 saluran pelanggan (ONU 500 FTTC) atau 768 saluran pelanggan (ONU 750 FTTC) juga mungkin dikhususkan bagi pemakai.
    Sebagai sebuah variant dalam ruangan (indoor) (1000 FTTB), sampai dengan 2048 interface pelanggan (POTS) atau jumlah yang sama dari interface ISDN dan LL dapat dipasang. Seperti juga untuk ONU luar ruangan (outdoor), terdapat tahap-tahap perluasan khusus bagi pelanggan antara 512 dan 2048 saluran pelanggan. OLT atau ODT dihubungan lewat sebuah saluran transmisi optikal dengan 155/622 Mbit/s (feeder SMX). Sebuah hubungan optikal lewat 34 Mbit/s (feeder OMX16) juga mungkin, jika diperlukan.
    ONU berisi shelves sebagai berikut.:
    o SMXLS atau OMX16S sebagai feeder
    o UMX2S
    o COMPS
    o UMXLS untuk LL
    SMXLS berisi multiplexer SDH SMX1/4c dan sampai dengan delapan LTC atau delapan unit plug-in LTO atau sebuah kombinasi dari keduanya. Selain tiga unit plug-in LT, sebuah modul sistem OMX16 dapat juga dipasang. Setiap shelf UMX2S mempunyai sebuah modul sistem AMXC.

    image

    image

    ONU indoor (kecuali ONU 20/30) dikonstruksi di rak ETS. Sebuah rak diperlukan untuk ONU 250 FTTB. ONU 1000 FTTB dapat dikonfigurasikan untuk variant peralatan dari 500 sampai 2000 pelanggan dan terdiri dari dua sampai empat rak, tergantung dari jumlah pelanggan yang diperlukan dan kapasitas panel terminal.
    ONU outdoor dapat dikonfigurasikan tergantung dari perlengkapan (1 sampai 4 shelf UMX2S) untuk 256 pelanggan (ONU 250 FTTC) sampai 1024 pelanggan
    (ONU 1000 FTTC). Penyetelan dikonstruksi di variant shelter yang berbeda (tergantung dari jumlah pelanggan yang diperlukan dan kapasitas panel terminal yang diminta). Untuk shelter ONU 1000 FTTC yang hanya dilengkapi sebagian (mis. hanya dua atau tiga shelves UMX2S) disediakan sebuah ONU 500 FTTC atau ONU 750 FTTC.

    Fitur-Fitur Umum

    Berikut ini fitur-fitur umum untuk semua tipe ONU yang digambarkan di bawah sebagai berikut.:
    • Catu daya
    Daya (PS) disuplai di sisi-primer untuk hubungan ke jaringan tegangan AC 115/230 V yang terdiri dari sebuah konverter tegangan AC/DC yang dipasang di ONU yang mengubah tegangan AC jaringan dari 115 V/230 V ke sebuah tegangan DC 48 V. Informasi lebih lanjut mengenai unit catu daya dapat dilihat di bab 3.8.1 sampai 3.8.4.Untuk menjembatani kegagalan jaringan, semua ONU dapat dipasang dengan baterai backup yang disupervisi dan dikontrol oleh catu daya ONU dan unit lainnya yang terintegrasi di ONU. Baterai cadangan ditempatkan di dalam sebuah kompartemen baterai di ONU. Secara opsional, sebuah kompartemen baterai eksternal (di dasar ONU, misalnya) dapat juga dipakai.
    • Proteksi tegangan berlebih (overvoltage)
    Untuk melindungi catu daya utama dan pelanggan tegangan berlebih transien, ONU dilengkapi dengan sebuah proteksi tegangan berlebih. HDSL dan saluran modul juga dilengkapi dengan elemen proteksi petir di panel terminal ONU. Rincian informasi dapat dilihat di Instruksi Pemasangan IMN.
    • Kabel penghubung
    Untuk variant shelter, kabel penghubung dimasukkan melalui sebuah bukaan di panel bawah shelter, dan untuk rak kabel penghubung dimasukkan dari atas masuk ke dalam rak.
    • Akses ONU
    Untuk mengakses panel terminal dan sisi perangkat, shelter dan rak mempunyai satu atau beberapa pintu tergantung dari besarnya shelter yang mana pintu tsb. dilindungi dari akses yang tidak diotoritaskan oleh sebuah kunci.

    NT (Network Termination)

    Unit terminasi jaringan NT12C, NT22O, NTU, NT12CPII, NT12CV, NT22OP dan NT22OV dipasang langsung pada pelanggan. Semua model desktop; NTU, NT12CPII, NT12CV, NT22OP dan NT22OV juga cocok untuk pemasangan di dinding. Semua NT12xx dapat juga dihubungkan ke dua soket TAE lewat sebuah kabel penghubung khusus (special patch cord).
    Network Terminasi Unit (NTU)
    Terminasi jaringan unit NTU dihubungkan ke ONU pada sisi-primer lewat sebuah interface Uk0 dengan pengkodean 2 B1Q. Pada sisisekunder, max. dua DTE (perangkat terminal data) dapat dihubungkan. NTU berisi sebuah unit
    dasar (NTU2B) yang dapat dipasang dengan max. dua modul interface.
    Modul interface berikut ini dapat dipasang:
    • NTU24
    • NTUV35
    • NTUV36
    • NTUX21
    • NTU64kCO
    • NTU128kV35
    • NTU128kV36
    • NTU128kX21
    Modul interface memungkinkan pengiriman sinyal data subrate sampai dengan
    128 kbit/s. Sinyal dikirim dengan menggunakan prosedur sesuai dengan ITU-T
    V.110 dan X.30. Sebagai tambahan, aliran data asinkronus dengan bit rate =19.2 kbit/s dapat dikirim dengan menggunakan oversampling 64 kbit/s. Setiap modul interface ini menunjukkan adanya tegangan operasional lewat sebuah LED yang ada di atas alat. Mengenai catu daya, NTU dipasang dengan sebuah sumber listrik plug-in untuk hubungan ke 115/230 V AC utama. NTU ditempatkan di dalam sebuah kotak plastik yang dapat dipakai sebagai desktop atau dipasang di dinding, lihat Gambar 14.

    Unit terminasi jaringan NT12C memungkinkan transmisi transparan dari sebuah sinyal digital 2 Mbit/s sesuai dengan ITU-T G.703 lewat dua pasang kawat tembaga sampai ke pelanggan. NT12C (variant A2) berisi unit terminasi saluran HDSL LTCOH (konfigurasi untuk pilihan NT) yang ditempatkan di sebuah kotak metal, A50010-A3-G110-1-7618 46.
    Unit terminasi jaringan NT12CPII memberi akses kepada pelanggan dengan akses rate primer ISDN dengan sebuah interface S2M sesuai dengan ITU-T I.431. Juga dipakai untuk Leased lines (LL) 2 Mbit/s, dihubungkan lewat saluran transmisi 2 Mbit/s dengan ONU sesuai dengan metode HDSL – interface U (LINE).
    NT12CPII didesain untuk prosedur transmisi berikut ini:
    • Transmisi yang terstruturisasi sesuai dengan ITU-T G.703/704 untuk 31 x 64 kbit/s dan
    • Transmisi yang tidak terstrukturisasi sesuai dengan ITU-T G.703 untuk 2 Mbit/s (total transparan)
    NT12CPII dapat dipakai baik pada sisi-penyetelan (LT) ataupun pada sisipelanggan (NT). LT/NT selalu dikonfigurasikan secara internal oleh jumpers,
    lihat Pemasangan dan Instruksi Tes ITMN.
    Ada dua variant untuk catu daya NT12CPII:
    • Catu daya lokal lewat konektor plug DAYA yang ditempatkan di belakang. Pemasukkan daya dilakukan lewat catu daya utama dari desktop yang tersedia extra untuk:
    - 230 VAC
    - 115 VAC, 48 VDC
    • Pemasukkan daya remote lewat interface U (LINE) (tanpa REG, hanya di pilihan NT dan dengan sebuah LT12CM/LT22CM sebagai LT.
    Unit terminasi jaringan NT12CV dipakai untuk transmisi digital LL dengan nx64 kbit/s. Pada sisi-pelanggan, ada dua interface data yang dapat dikonfigurasikan secara terpisah satu dari yang lain sebagai interface V.35, V.36 atau X.21.
    Pada sisi-jaringan, NT12CV dihubungkan lewat sebuah interface HDSL (dengan cara yang sama seperti NT12CPII). NT12CV dapat dipakai baik pada sisi-penyetelan (LT) ataupun pada sisi-pelanggan (NT). LT/NT selalu dikonfigurasikan secara internal oleh jumpers, lihat Pemasangan dan Instruksi Tes ITMN.
    Dengan unit terminasi jaringan NT220, dua sinyal digital 2 Mbit/s transparan sesuai dengan ITU-T G.703 disediakan untuk pemakai lewat sebuah hubungan
    OF. Unit terminasi jaringan NT22O terdiri dari sebuah unit terminasi saluran optikal LTO/NT (S2024-A1799-A4) yang ditempatkan di sebuah kotak metal.
    Unit terminasi jaringan NT22OP memberikan akses untuk pelanggan akses rate primer ISDN dengan sebuah interface S2M sesuai dengan ITU-T I.431. Pada sisi primer, dihubungkan lewat sebuah saluran transmisi optik (2 x 2 Mbit/s) dengan unit terminasi saluran LTO/LT di ONU atau di OLT. Sinyal 2 Mbit/s dikirimkan hanya secara terstrukturisasi sesuai dengan ITU-T G.962. NT22OP selalu dioperasikan sebagai NT dan akses rate primer ISDN bersama dengan LTO/LT. Terdapat pembatasan sesuai dengan ITU I.604 untuk transmisi sinyal
    2 Mbit/s antara LTO/LT dan NT22OP.
    Unit terminasi jaringan NT22OV dipakai untuk transmisi LL digital dengan nx64
    kbit/s yang memungkinkan pengiriman secara transparan sinyal 2 Mbit/s sesuai dengan ITU-T V.35. Pada sisi-pelanggan, NT22OV mempunyai dua interface data yang dapat dikonfigurasikan secara terpisah satu dengan yang lain sebagai interface V.35, V.36 atau X.21. Pada sisi-jaringan, NT22OV dihubungkan lewat sebuah interface optikal (dengan cara yang sama seperti NT22OP). NT22OV selalu dioperasikan sebagai NT bersama dengan unit terminasi saluran optikal LTO/LT. Unit plug-in LTO/LT yang dipakai di ONU/OLT mengambil alih fungsi master dan NT22OV fungsi slave.

    Fitur-Fitur Komponen Sistem

    Tabel 3.6 di bawah ini meringkas fitur-fitur yang terpenting dari setiap komponen sistem.

    image

     image

    Supervisi dan Pensinyalan

    Sistem FastLink diawasi dengan menggunakan struktur QD2-SISA yang membagi lagi unit-unit fungsional dari FastLink ke level-level hirarki dari elemen-elemen jaringan spesifik (NE), lihat sub bab (4.1). Akses TMN ke OS terjadi di SISA-GK dari OLT, elemen jaringan yang tertinggi di hirarki TMN.
    Fig.3.24 menunjukkan prinsip dari transmisi informasi. Informasi TMN di antara komponen sistem OLT, ODT, ONU dan NT dikirim lewat kanal overhead (bit rate: <9.6/64/128 kbit/s), sebagai sebuah sinyal 2 Mbit/s yang terpisah atau sebagai pengsinyalan inband (ECC tengah atau kanal data X.21), lihat juga sub bab (4.2). Elemen-elemen jaringan dihubungkan di dalam sebuah station (OLT, ODT, ONU) lewat bus QD2 (RS 485) atau bus sistem internal, lihat deskripsi modul sistem.
    Semua laporan yang dikeluarkan oleh sebuah elemen jaringan (sinyal status dan alarm) dikirim ke OS lewat interface QD2 di mana ini ditampilkan di interface pemakai dengan grafik yang sesuai pada teminal operator dan
    disimpan di daftar alarm.
    Pararel dengan itu, sinyal yang terpenting ditampilkan di unit plug in sendiri dengan menggunakan LED. Pengaturan LED pada masing-masing unit plug-in dan tabel alarm secara rinci diterangkan di Pemasangan dan Instruksi Tes (ITMN).
    Jika hubungan ke OS mengalami kegagalan dan untuk tujuan servis, sinyal status dan alarm untuk setiap elemen jaringan dapat juga diinterogasi secara eksplisit lewat interface F oleh LCT. Pengoperasian switching tidak terkena dampak jika OS atau hubungan ke OS terputus.

    Catu Daya

    Catu daya dari setiap komponen FastLink berlangsung dengan cara yang berbeda, tabel berikut ini menggambarkan overview yang bersangkutan. Semua tegangan input dan output, kecuali tegangan masukkan (input) untuk catu daya eksternal utama, diawasi. Kegagalan akan menimbulkan sinyal alarm di sistem pengawasan (monitoring).

    image

    Pengoperasian………..bersambung ke level berikutnya

    Konsep Multiplexing

    Multiplexing merupakan penggabungan beberapa kanal sinyal informasi ke dalam satu kanal informasi dengan tujuan agar sinyal-sinyal informasi tsb dapat dikirimkan secara simultan dalam 1 kanal. Beberapa jenis metoda multiplexing, adalah sbb:

    • FDM (Frequency Division Multiplexing)
      Teknik penggabungan kanal sinyal informasi dengan menggunakan kanal kanal frekuensi yang berbeda. Lihat gambar 1. Prinsipnya adalah n buah kanal dengan frekuensi yang berbeda-beda ditransmisikan secara simultan pada 1 saluran transmisi. Teknik ini digunakan untuk sistem analog maupun sistem digital.

    image

     

    • TDM (Time Division Multiplexing)
      Teknik penggabungan kanal informasi dengan menggunakan bandwidth frekuensi yang sama, namun secara bergantian. Lihat gambar 2. TDM merupakan proses multiplexing dengan cara membagi waktu menjadi slotslot waktu yang menyatakan informasi dari tiap kanal. Teknik ini hanya mungkin untuk sinyal digital.

    image

    • WDM (Wavelength Division Multiplexing)
      Teknik ini serupa dengan FDM, hanya menggunakan domain panjang gelombang sebagai variabelnya. WDM biasa digunakan pada sistem komunikasi serat optik. Lihat gambar 3.

    image

    PCM (Pulse Code Modulation)

    PCM (Pulse Code Modulation), yaitu proses mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital. Prosesnya ada 3, yaitu: sampling, quantizing, dan coding. Jenis PCM yang banyak digunakan adalah PCM – 30, berfungsi sebagai analog to digital converter, multiplexing, dan sebagai line coding. Berikut adalah proses PCM-30 :

    • Bandpass Filter

    image

    • Sampling (Pencuplikan)

    image

    Proses sampling adalah proses pengambilan sample dari sinyal suara dengan lebar pita frekwensi antara 300- 3400 Hz; di mana proses ini dikerjakan oleh modulator amplitudo. Prinsip kerja dari sampler ini sama seperti pintu/gate atau saklar, yang membuka dan menutup dengan periode waktu yang tertentu dan kontinyu; yang mana membuka dan menutupnya pintu/gate atau saklar ini dikerjakan oleh suatu frekwensi, yang dikenal sebagai frekwensi sampling. Untuk frekwensi sampling ini, seorang ahli Perancis bernama Harry Nyquist telah mengadakan percobaan-percobaan sbb. :
    a) Besar Frekwensi Sampling (Fs) yang digunakan adalah lebih kecil dari 2
    x lebar frekwensi suara (2 x BW Finf) :

    image

    Besar Frekwensi Sampling (Fs) yang digunakan adalah = 2 x lebar
    frekwensi suara (2 x BW Finf) :

    image

    image

    Quantizing (Kuantisasi)

    • Proses Pemberian harga terhadap sinyal PAM; yang besarnya – kecilnya disesuai dengan harga tegangan pembanding terdekat
    • Setiap pulsa akan diletakan kedalam suatu polaritas positif atau polaritas negatif.

    image

    Setiap polaritas dibagi menjadi beberapa segment/sub segment(interval)Kuantisasi ada 2 macam :

    • Uniform (seragam) (Linear)

    image

    • Non-uniform (tidak seragam) (Non-linear)

    image

    Coding

    Coding adalah proses mengubah sinyal PAM menjadi sinyal digital (A – D
    Converter). Pada PCM-30 berlaku Hukum Companding-A :
    a. Setiap pulsa PAM ditempatkan pada polaritas positif atau negatif; dan
    ditandai dengan huruf “S”
    • Untuk Polaritas Positif S = 1
    • Untuk Polaritas Negatif S = 0
    b. Setiap polaritas dibagi menjadi 8 segment; segment ke -0 s/d 7, dan
    ditandai dengan huruf “ABC”.

    image

     image

    Setiap segment dibagi menjadi 16 sub-segment (interval); interval ke-0 s/d 15, dan ditandai dengan huruf “WXYZ”

    image

    Sehingga sinyal PAM akan berubah menjadi sinyal dengan susunan bitbitnya sbb:

    image

    Dalam kaitan dengan proses kuantisasi dan coding ini, dikenal adanya hukum companding; dan didalam PCM-30 berlaku Hukum Companding “A”, yang mempunyai aturan sbb. :
    1. Meletakan sinyal kedalam 2 polaritas; yaitu polaritas positif, yang ditandai dengan satu digit “1”; atau polaritas negatif yang ditandai dengan satu digit “0”.
    2. Setiap Polaritas dibagi menjadi 8 segment; yang ditandai dengan tiga digit “0” dan/atau “1”, dengan nomor mulai dari “0” s/d “7”.
    3. Setiap segment dibagi lagi menjadi 16 subsegment, atau interval; dan ditandai dengan empat digit “0” dan/atau “1”, dengan nomer mulai dari “0” s/d “15”.

    image

    image

    image

    Fungsi PCM 30 setelah A/D Converter adalah multiplexing :
    a. Prinsip: Time Division Multiplexing
    b. Methode: “Word-by-Word Interleaving” atau “Byte-by-byte Interleaving”; atau “Cyclic Word Interleaving” atau “Cyclic Byte Interleaving”.
    c. Menggabungkan :
    - 30 kanal telepon 64 kbps,
    - 1 kanal signalling 64 kbps
    - 1 kanal FAS 64 kbps.
    Menjadi satu deretan sinyal serial 2048 Kbps.
    d. Setiap kanal menempati satu “Time Slot” (TS) :
    - TS-0 untuk FAS/Alarm
    - TS-1 s/d TS-15 untuk kanal telepon 1 s/d 15
    - TS-16 untuk Signalling
    - TS-17 s/d TS-31 untuk kanal telepon 16 s/d 30 .
    Dan fungsi yang berikutnya adalah: line coding, yaitu konversi sinyal unipolar NRZ 2048 Kbps menjadi sinyal HDB-3:
    • Digit “1” dikodekan menjadi tegangan positif atau negatif bergantian, yang polaritasnya selalu berlawan dengan digit “1” sebelumnya
    • Digit-0 dikodekan menjadi tegangan 0 volt.
    • Deretan digit “0” berturutan maksimum 3 buah.
    Struktur Frame PCM-30
    1. Satu Multi Frame, dengan panjang waktu 1 Multi Frame 2 mS
    2. Enam belas Frame, dengan panjang waktu 1 Frame 125 μS
    3. 32 TS/Frame, dengan panjang waktu 1 TS 3,9 μ S
    4. 8 Bit/TS, dengan panjang waktu 1 bit 488 nS
    5. Jumlah bit/Frame 256 bit
    6. Jumlah bit/Multi Frame 4096 bit
    7. Bit FAS sebanyak 7 bit ( 0011011); bit-2 s/d 8 TS-0, Frame-frame genap (frame- 0, 2, 4, dstnya.)
    8. Bit MFAS sebanyak 4 bit, dengan susunan 0000; terletak pada bit-1 s/d 4 TS-16, Frame-0.
    9. Bit Signalling (4 bit/kanal); pada bit-1 s/d 4, dan bit-5 s/d 8 TS-16, Frame-1 s/d Frame-15
    10. Bit Alarm (A1) sinyal 2 Mbit/s terletak pada bit-3 TS-0, Frame-frame ganjil (1, 3,5 dstnya)
    11. Bit Alarm (A2) sinyal 64 Kbit/s (Signalling) terletak pada bit-6 TS-16, Frame- 0.

    Gambar (15) berikut memperlihatkan Struktur Frame PCM-30

    image

    PLESIOCHRONOUS DIGITAL HIERARCHY (PDH)

    Multiplex PDH; dibagi menjadi 2 kelompok, yakni:
    1. Order Rendah (Low Order); sering juga disebut sebagai Order Pertama,
    atau yang paling populer disebut “PCM-30”
    2. Order Tinggi (High Order); terdiri dari Order-2, Order-3 dan Order-4

    Blok diagram PDH

    image

    Cara kerja PDH:

    1. Konverter HDB-3/Unipolar NRZ.
    Berfungsi untuk mengubah sinyal HDB-3 Bipolar menjadi Sinyal Unipolar NRZ (Sinyal Binary). Sinyal yang diterima dari perangkat sebelumnya adalah sinyal dengan kode saluran HDB-3 Bipolar; oleh rangkaian Konverter HDB-3/Unipolar NRZ, sinyal HDB-3 Bipolar ini diubah menjadi sinyal Unipolar NRZ, atau sinyal Binary.

    image

    Buffer Memory.
    Berfungsi untuk menyamakan kecepatan sinyal Unipolar NRZ (Sinyal Binary), dengan kecepatan sinyal Unipolar NRZ lainnya. Buffer Memory akan menyimpan sinyal Unipolar NRZ keluaran dari konverter HDB-3/Unipolar NRZ;
    dan kemudian Buffer Memory ini akan mengeluarkan sinyal yang disimpannya berdasarkan clock baca yang datang dari Pembangkit Frekwensi Clock. Dalam hal ini ke-4 Buffer Memory akan menerima clock baca yang berasal dari sumber yang sama, sehingga keluaran dari Buffer Memory akan berupa sinyal yang sudah sinkron antara satu dengan yang lainnya. Lihat Gambar (18).

    image

    Multiplex.

    Berfungsi menggabungkan 4 sinyal digital yang sudah disinkrronkan oleh Buffer Memory menjadi 1 deretan sinyal serial; untuk addres mana kanal 1, 2, 3, dan mana kanal 4, pada deretan 4 sinyal serial ini akan ditambahkan bit-bit FAS. Proses Multiplexing pada Multiplex digital Order Tinggi berjalan secara bit-by-bit interleaving, di mana setiap 4 bit dari 4 kanal akan membentuk 1 word (1 TS).
    Lihat Gambar 19

    image

    Konverter Unipolar NRZ /Bipolar.

    Sinyal hasil multiplexing adalah sinyal Unipolar Non Return to Zero (NRZ).Sinyal ini sebelum ditransmisikan harus diubah terlebih dahulu menjadi sinyal bipolar:
    a. HDB-3, untuk PDH Order-2 dan Order-3
    b. CMI, untuk PDH Order-4
    Lihat Gambar (20).
    5. Pembangkit Frekwensi Clock.
    Berfungsi untuk membangkitkan frekwnesi clock yang dibutuhkan untuk seluruh proses pada arah kirim.
    6. Frame Pattern.
    Berfungsi membangkitkan bit-bit Frame Alignment Signal, di mana:
    ! Untuk Order – II dan Order – III bit-bit FAS sebanyak 10 bit, dengan susunan adalah 1111010000

    Untuk Order – IV bit-bit FAS sebanyak 12bit, dengan susunan adalah 111110100000.

    image

    Oscillator.

    Berfungsi sebagai pembangkit utama dari frekwensi clock, yang biasanya berupa X-tall Oscillator.
    8. Struktur Frame.
    Susunan frame multiplex PDH ini dapat dibedakan menjadi 3 (tiga), yaitu :
    1) Struktur Frame Multiplex PDH 8,448 Mbit/s
    2) Struktur Frame Multiplex PDH 34,368 Mbit/s
    3) Struktur Frame Multiplex PDH 139,264 Mbit/s

    image

    SYNCHRONOUS DIGITAL HIERARCHY (SDH)

    SDH (Synchronous Digital Hierarchy), adalah multiplex digital yang berfungsi menggabungkan:

    1. Sinyal digital 2 Mbit/s, 34 Mbit/s, 140 Mbit/s menjadi :
    - Sinyal STM-1 (155,52 Mbit/s) atau
    - Sinyal STM-4 (622,08 Mbit/s).
    2. Sinyal STM-1 menjadi :
    - Sinyal STM-4, atau
    - Sinyal STM-16 (2,48832 Gbit/s).
    3. Sinyal STM-4 menjadi :
    - Sinyal STM-16,
    - Sinyal STM-64 (9,95328 Gbit/s)
    4. Sinyal-sinyal PDH dan STM-n menjadi sinyal SDH dengan level yang
    lebih tinggi.

    Fungsi SDH

    Mengubah sinyal bipolar PDH input pada tributary port, menjadi sinyal unipolar NRZ.
    2. Menempatkan sinyal unipolar NRZ pada containernya masing-masing :
    a. C-12 untuk sinyal 2048 Kbps.
    b. C-3 untuk sinyal 34368 Kbps
    c. C-4 untuk sinyal 139264 Kbps
    3. Melengkapi sinyal-sinyal C-12, C-3 dan C-4 dengan byte-byte :
    a. Over Head (POH), dan
    b. Pointer
    4. Menggabungkan sinyal-sinyal yang sudah dilengkapi dengan byte-byte Over Head dan Pointer menjadi satu deretan sinyal serial.
    5. Mengubah sinyal hasil multiplexing menjadi :
    a. Sinyal Bipolar CMI, untuk STM-1 yang dikirimkan melalui Radio Gelombang Mikro Digital SDH, atau melalui level SDH yang lebih tinggi.
    b. Sinyal dengan daya optik untuk STM-1 yang dikirmkan melalui kabel optik.

    Cara Kerja SDH:

    1. Proses Mapping
    a. Mapping Sinyal PDH Kedalam Container (C).
    Karena kapasitas container dibuat lebih besar dari pada kapasitas sinyal – sinyal PDH, maka mapping sinyal-sinyal PDH kedalam container selalu dilakukan dengan cara menambahkan bit-bit yang dibutuhkan, untuk menyamakan kapasitas sinyal-sinyal PDH dengan kapasitas container (gambar 22).

    image

    Mapping Sinyal Container Kedalam Virtual Container (VC). Mapping sinyal-sinyal container (C) kedalam Virtual Container (VC) dilakukan dengan cara menambahkan bit-bit (byte) Path Over Head (POH) kedalam sinyal sinyal C. Lihat Gambar 23.

    image

    POH ini berfungsi untuk :
    - Mengirimkan bit-bit pengecek error
    - Mengirimkan indikasi sinyal, normal atau gangguan
    - Mengirimkan label sinyal
    2. Proses Aligning.
    a. Aligning VC Kedalam Tributary Unit (TU).
    Proses aligning sinyal-sinyal virtual container (VC) kedalam Tribuatry Unit (TU) dilakukan dengan cara menambahkan bit-bit (byte) Pointer (PTR) kedalam sinyal sinyal VC. Proses ini berlaku untuk VC-12 dan VC-3. Lihat Gambar (24) berikut.

     

    image

    Pointer berfungsi untuk :
    - Mengindikasikan awal dari suatu VC
    - Menyamakan bit rate VC dengan bit rate TU
    - Mengindikasikan kondisi sinyal yang dikirimkan/diterima
    b. Aligning VC Kedalam Administrative Unit (AU)
    Proses aligning sinyal virtual container (VC) kedalam Administrative Unit (AU) dilakukan dengan cara menambahkan bit-bit (byte) Pointer (PTR) kedalam sinyal VC. Proses ini berlaku untuk VC-4. Lihat Gambar 25 berikut.

    image

    Proses Multiplexing.

    a. Multiplexing TU Menjadi Tributary Unit Group (TUG).
    i) Multiplexing 3 x TU-12 Menjadi TUG-2
    ii) Multiplexing 1 x TU-3 Menjadi TUG-3
    iii) Multiplexing 7 x TUG-2 Menjadi TUG-3
    iv) Multiplexing 3 x TUG-3 Menjadi VC-4
    v) Multiplexing 1 x AU-4 Menjadi AUG
    vi) Multiplexing 1 x AUG Menjadi STM-1
    vii) Multiplexing 4 x STM-1 Menjadi STM-4
    viii) Multiplexing 16 x STM-1 Menjadi STM-16
    ix) Multiplexing 4 x STM-4 Menjadi STM-16

    image

    Struktur Frame STM – 1

    Frame STM-1 :
    1. Kapasitas sebesar 9 baris x 270 kolom = 2.430 byte.
    2. Bit Rate STM-1 sebesar 2430 byte x 64 kbit/s = 155,520 Mbit/s
    3. Interval waktu untuk setiap Frame sebesar 125 ms atau Frekuensi pengulangan setiap Frame sebesar 8.000 Hz.
    4. Prinsip pengirimannya adalah byte-per-byte, mulai dari byte (kolom)
    pertama baris pertama; sampai dengan byte (kolom) terakhir baris terakhir.

    image

    image

    Section Over Head (SOH)

    Byte SOH yang ditambahkan ke AU-4 berfungsi :
    1. Berisi informasi frame STM-1.
    2. Informasi monitoring perfomansi section ybs.
    3. Maintenance
    4. Fungsi-fungsi operasi (seperti monitoring regenerator intermediate dan pengontrol switching proteksi).
    5. Baris 1 s/d 3 dari SOH digunakan untuk byte RSOH, baris ke-4 untuk Pointer AU-4, dan baris 5 s/d 9 digunakan untuk byte MSOH.
    4.3.2. Path Over Head (POH)
    Byte POH yang ditambahkan ke VCn berfungsi :
    1. Membawa informasi yang dibutuhkan sesuai dengan payload VC-4 yang dikirimkan.
    2. Menandai payload yang bersangkutan, dan akan tetap ada sampai payload di-demultiplex.
    3. POH terdiri dari 9 byte, yang ditandai dengan J1, B3, C2, G1, F2, H4,
    Z3, Z4 dan Z5.

    Fungsi Pointer:

    1. Untuk menekan keterlambatan transmisi, VC diletakkan di mana saja didalam payload; process ini disebut “floating” .
    2. ntuk menunjukkan awal dari VC didalam payload, setelah process floating kemudian akan ditambahkan “pointer”; jadi pointer berfungsi untuk mengindikasikan alamat byte pertama dari VC tersebut.
    Ada 2 jenis pointer; yaitu :
    1. Pointer AU (pointer Administration Unit), yaitu pointer yang terletak pada baris ke-empat dari “Section Over Head (SOH)” frame STM-N, yang berfungsi mengindikasikan lokasi awal dari VC-4.
    2. Pointer TU (pointer Tributary Unit), yaitu pointer yang terletak didalam “section payload” dari frame STM-N, digunakan untuk mengindikasikan lokasi awal dari VC-12/ VC-3.
    4.4. Arsitektur Jaringan SDH
    Ada 2 level penggunaan elemen-elemen jaringan SDH dalam jaringan transmisi :
    1. Jaringan Akses (Access Network) untuk mengkombinasikan dan mendistribusikan layanan-layanan yang menggunakan semua jenis bit rate (64 kbps, VC-12, VC-3, VC-4) dan dengan bit rate transmisi STM-1, STM-4, STM-16 dan STM-64.
    2. Level Transport untuk transmisi sinyal-sinyal STM-1 STM-4, STM-16 dan STM-64 serta node-node jaringan dengan sistem Cross-Connect yang menggunakan semua jenis bit rate (VC-12, VC-3 dan VC-4).

    image

    image

    image

    Elemen Jaringan adalah suatu interface yang ditempatkan pada Node SDH dan berfungsi untuk komunikasi antara Node SDH dengan jaringan Supervisi (Telecomunication Management Network ).
    Jenis-jenis elemen jaringan :
    1. Terminal Multiplexer (MUX)

    image

    image

    4. Digital Cross Connect (DXC)

     

    image

    TELECOMUNICATION MANAGEMENT NETWORK ( TMN )

    Suatu peralatan pendukung yang sangat diperlukan guna menangani pengelolaan seluruh jaringan SDH di mana menawarkan pengaturan yang lebih luas dalam pengelolaan fungsi-fungsi perangkat pada setiap waktu. Salah satu keuntungannya adalah jaringan SDH akan berfungsi menjadi suatu sistem operasi dan pemeliharaan yang terpusat. Konfigurasi TMN dapat terdiri dari Elemen Jaringan, Mediation Device, Operations System dan Work Station.

    Konfigurasi TMN

    image

    Fungsi dari tiap-tiap bagian didalam TMN adalah :
    1) Operating System (OS); Berfungsi untuk memproses seluruh informasi yang diperlukan untuk monitoring dan kontrol jaringan.
    2) Data Communication (DC). Berfungsi sebagai basis untuk komunikasi antar elemen-elemen TMN.
    3) Mediation Device (MD). Berfungsi sebagai penanggung jawab untuk mengendalikan pertukaran informasi antara OS dan NE.
    4) Network Element (NE). Bagian yang menjadi obyek bagi TMN.
    5) Q dan F adapter (Qn dan F). Penghubung antar bagian didalam TMN

    image

    image

    PDH (Plesiochronous Digital Hierarchy) – 3

    ! Jaringan Plesiochronous (hampir sinkron) (Internally free running oscilator) Asynchronous multiplex Jika suatu tributary dimultiplek ke tributary dengan bit rate lebih tinggi, digunakan bit stufing/ penambahan bit dan buffer memori untuk menjadikannya sinkron dengan bit rate yang lebih tinggi tersebut.
    ! Bit rate tributare dengan orde lebih tinggi > daripada penjumlahan bit rate yang dimultiplex : untuk sinkronisasi, signaling dan bit stufing Setiap level multiplex mempunyai format frame tersendiri
    ! Bit by bit multiplexing
    ! Timing alignment menggunakan bit-by-bit justification/ stuffing
    ! Akses ke kanal individual hanya dimungkinkan setelah dilakukan proses demultiplexing
    ! Bit rate distandarkan sampai 140 Mbps

    SDH (Synchronous Digital HierarchySDH (Synchronous Digital Hierarchy)

    ITU-T G-707

    ! Jaringan sinkron(osilator internal disinkronisasi dengan clock referensi external)
    ! Teknik multiplex sinkron
    ! Semua sinyal multiplex mempunyai struktur frame yang identik
    ! Byte by byte multiplexing
    ! Akses ke kanal individual bisa dilakukan menggunakan pointer, tanpa harus mendemultiplex semuanya lebih dulu.
    ! Bit rate distandarkan berbasis 155 Mbps

    image

    Kelebihan SDH

    ! Standarisasi bit rate di atas 140 Mbps secara internasional
    ! Sinyal optik yang ditransmisikan distandarkan/ Kompatibilitas antar vendor
    ! Struktrur modular
    - Bit rate multiplex merupakan kelipatan dari bit rate dasar (155.52 Mbps)
    - Struktur frame sinyal multiplex identik dengan struktur frame sinyal dasar
    ! Akses ke suatu kanal individual bisa dilakukan tanpa harus mendemultiplex sinyal keseluruhan, hanya kanal yang diperlukan yang didemultiplex. Metode ini sangat bermanfaat untuk sistem cross connect dan pencabangan (add and drop multiplexer)
    ! Mengakomodasi sinyal PDH
    ! Transmisi sinyal broadband

    Adanya proteksi (Self Healing Ring, Path protection , Multiplex section protection)
    ! Software configuration (add, drop, crossconnect)
    ! Centralized management
    - remote alarm
    - remote reconfiguration/ rerouting (2 Mbps lines)
    - remote service activation and configuration of interfaces
    - S/W download to card level

    Format Frame SDH

    image

    image

    image

    image

    Sonet (Synchronous Optical Network) : Bellcore Amerika
    ! Bit rate dasar sinyal : 50.688 Mbps (STS-1 = Synchronous
    Transport Signal)

    Interface V5.x

     

    Standard interface ETSI

    ➱ Menghubungkan jaringan akses (AN) dengan sentral lokal (LE)
    ➱ Open interface (interface multivendor, memungkinkan AN dari vendor mana saja dapat berhubungan dengan LE mana saja) .
    ➱ Interface V5.1 berdasarkan prinsip multiplex statik dan interface
    V5.2 berdasarkan prinsip multiplex dinamik dan konsentrator.
    Keuntungan Penggunaan Interface V5.x
    ➱ Tidak tergantung kepada salah satu vendor untuk penyediaan jaringan akses (access network).
    ➱ Mendukung pengembangan teknologi dan struktur jaringan akses yang lebih efektif dari segi biaya.
    ➱ Mendukung suatu standar interface bagi manajemen network.

    Bekerja berdasarkan prinsip multipleks statis
    ➮ Setiap link antara LE dan AN menggunakan 2Mb/s, menghubungkan LE dengan AN via kabel tembaga,
    optik maupun media radio.
    ➮ Mendukung aplikasi POTS, ISDN BRA.
    ➮ Signalling time slot 15, 16 dan 31 digunakan sebagai TS
    signalling, pada kondisi normal menggunakan TS 16 (TS 16 mandatory).

    image

    Interface V5.2

    ✽ Bekerja berdasarkan prinsip multipleks dinamis
    ✽ Menggunakan multilink sampai dengan 16 link 2048 kb/s (ETSI)
    ✽ Didukung fungsi konsentrator pada AN, sehingga lebih banyak pelanggan yang dapat dihubungkan.
    ✽ Mendukung aplikasi POTS, ISDN BRA.
    ✽ Memiliki sistem proteksi terhadap kegagalan yang mungkin terjadi pada kanal signaling.

    image

    image

    image

    Fungsi utama OLTE

    • Mengubah sinyal dengan daya listrik menjadi sinyal dengan daya optik dan sebaliknya.
    • Menggabungkan sinyal-sinyal pelayanan (service bit) dengan sinyal utama.
    • Memancarkan dan menerima sinyal dengan daya optik.
    • Memberikan pengamanan bagi petugas dengan dilengkapi rangkaian laser diode shut-off.
    • Menyediakan kanal order wire untuk koordinasi antar petugas.

    image

    Unit B/U Converter
    - Menerima sinyal elektrik bipolar (CMI/HDB-3) dari multipleks.
    - Memperbaiki karakteristik sinyal yang diakibatkan adanya redaman kabel (Equalisasi).
    - Mengubah kode saluran sinyal elektrik dari bipolar ke unipolar (NRZ).
    - Mengirimkan sinyal elektrik dari multipleks ke unit coder.
    - Mengirimkan indikasi alarm ke unit pengontrol Alarm.

    Unit Coder
    • Menerima sinyal elektrik unipolar dari unit B/U converter dan dari unit service channel /auxilary.
    • Menggabungkan sinyal utama dengan sinyal service channel.
    • Mengkodekan sinyal gabungan sesuai kode saluran optik yang digunakan.
    • Menggantikan sinyal utama yang terganggu dengan sinyal AIS.
    • Mengirimkan sinyal alarm jika terjadi gangguan pada sinyal utama.

    Unit Optical Sender
    - Mengatur lebar pulsa dan bentuk pulsa listrik unipolar yang diterima dari unit coder.
    - Mengendalikan arus listrik yang mengalir pada sumber optik.
    - Mengubah sinyal pulsa listrik unipolar yang sudah dikondisikan menjadi sinyal pulsa optik.
    - Mengirimkan sinyal pulsa optik ke terminal lawan melalui serat optik.
    - Jika terjadi gangguan maka akan mengirimkan alarm signal.
    - Melaksanakan pemutuskan pancaran sumber optik jika menerima sinyal shut-off.

    Optical Sender

    Ada 2 jenis Sumber Optik :
    1. LED ( Light Emitting Diode ).
    2. Diode LASER ( Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation ).

    image

    Unit Detektor Optik
    - Menerima sinyal optik yang dari lawan melalui serat optik.
    - Mengubah sinyal optik menjadi sinyal elektrik unipolar.
    - Menguatkan sinyal elektrik unipolar.
    - Mengirimkan sinyal elektrik unipolar ke unit decoder.
    - Mengirimkan sinyal alarm ke unit pengonrtol alarm.

    Optical Receiver

    Ada 2 jenis Optical Photodiode, yaitu :
    1. Diode pin ( Positive Intrinsic Negative )
    2. APD ( Avalanche Photo Diode )

    Decoder
    • Menerima sinyal elektrik unipolar yang dikirim unit detektor optik.
    • Mendekodekan kembali sinyal gabungan (sinyal utama dan service channel).
    • Memisahkan sinyal utama dengan sinyal service channel.
    • Menggantikan sinyal utama yang terganggu dengan sinyal AIS.
    • Mengirimkan alarm signal jika terjadi gangguan pada sinyal utama.

    U/B Converter

    • Menerima sinyal elektrik unipolar dari unit decoder.
    • Mengubah sinyal elektrik unipolar menjadi sinyal elektrik bipolar.
    • Memperbaiki karakteristik sinyal akibat adanya redaman kabel.
    • Mengirimkan sinyal elektrik bipolar ke perangkat demultipleks.
    • Jika tidak menerima sinyal dari unit decoder, maka akan mengirimkan sinyal alarm ke unit pengontrol alarm.

    Sumber : Knowledge TELKOM 2007

     

    Februari 2010
    S S R K J S M
    « Nov    
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728

    contact me at :

    aras_nur@telkom.co.id
    0811420024
    04115050858

    Hobby : Menulis, Disain Grafis, Arsitektur, Membaca Tentang Lingkungan, Mengajar,
    Menerawang Facebook.

    Watch videos at Vodpod and other videos from this collection.

    "
    "

    Tag

    adalah Me Agar komputer dapat berhubungan dengan komputer yang lain diperlukan suatu protokol yang sama. Protokol berfungsi mirip sebagai bahasa. Untuk mempermudah pengertian bahaya rokok Bersih Indah & Rapi (Bagian-2) Bersih Indah Rapi (menggunakan Systim Duct Cable Berwawasan Lingkungan Brand Sebagai Kekuatan Perusahaan Dalam Persaingan Global Cara Praktis Transper Pulsa Flexi Trendy to Trendy desain dan adanya keseragaman diantara pembuat perangkat jaringan maka diperlukan suatu standar protokol yang bisa mengakomodir kebutuhan tersebut. Oleh karena itu International Standard Organizati Di antara Pelestarian Sumber Daya Alam Estetika Jaringan Access TELKOM Handhole Jaringan Access Berwawasan Lingkungan Jaringan Kabel Bawah Tanah) untuk mencegah VISUAL VOLLUTION bagi perkotaan (Bagian-3) Konsep Jaringan Access TELKOM : Berestetika Lingkungan Manhole Mengenal Serat Optic sebagai media telekomunikasi merokok MEROKOK SALAH SATU UNSUR PENCEMAR LINGKUNGAN PENCEMA PENCEMARAN LINGKUNGAN AKIBAT LOGAM BERAT penggunaan Persaingan GSM-CDMA Planning and Design OPTICAL ACCESS NETWORK RADIASI ELEKROMAGNIT TELEPON SELULER (PONSEL) Sejarah Singkat & Ilmu Tentang KOMPUTER Sekilas Tentang Sabarnes-Oxley (SOX) Act yang lebih populer disebut SOA Setting Modem ALLIED TELESYN Setting Modem Articonet ACN-100R dan ACN-1 Setting Modem Aztech Setting Modem Billion Setting Modem D-LINK Setting Modem LINKSYS Setting Modem PROLINK Setting Modem SANEX Setting Modem TP-LINK Setting Modem ZyXeL Settings Modem REPOTEC Siapa Diuntungkan? SOLUSI ALTERNATIF HOTSPOT Melalui Instalasi DD-WRT pada Accespoint (AP) berbasis open WRT Standardisasi Parameter Berbagai Layanan Telekomunikasi Broadband Access Standarisasi Jaringan Akses Tembaga untuk komunikasi data (Broadband Access) Untuk Mencegah Visual Vollution (Bagian-1)