<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Mandorkawat2009&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://mandorkawat2009.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mandorkawat2009.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 08 Jan 2011 10:02:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='mandorkawat2009.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Mandorkawat2009&#039;s Blog</title>
		<link>http://mandorkawat2009.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://mandorkawat2009.wordpress.com/osd.xml" title="Mandorkawat2009&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://mandorkawat2009.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>MULTI SERVICE ACCESS NODE (MSAN)</title>
		<link>http://mandorkawat2009.wordpress.com/2011/01/05/multi-service-access-node-msan/</link>
		<comments>http://mandorkawat2009.wordpress.com/2011/01/05/multi-service-access-node-msan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Jan 2011 14:40:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mandorkawat2009</dc:creator>
				<category><![CDATA[Telekomunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[MSAN teknologi multiplay yang dikembangkan TELKOM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mandorkawat2009.wordpress.com/?p=2386</guid>
		<description><![CDATA[MSAN (Multi Services Access Node) merupakan perangkat access network yang melayani multi services, seperti ADSL, SHDSL, E1, POTS, Ethernet. Topologi MSAN sendiri merupakan biasanya stacking (bertingkat) atau master slave architecture yang berarti node slave digunakan sebagai perpanjangan tangan dari master. Jika node master tidak cukup maka akan digunakan slave untuk menambah kapasitas master. Chassis dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mandorkawat2009.wordpress.com&amp;blog=9512685&amp;post=2386&amp;subd=mandorkawat2009&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2011/01/msan-01.jpg"><img src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2011/01/msan-01.jpg?w=300&#038;h=204" alt="" title="msan 01" width="300" height="204" class="alignleft size-medium wp-image-2390" /></a><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2011/01/msan2.jpg"><img src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2011/01/msan2.jpg?w=300&#038;h=201" alt="" title="msan" width="300" height="201" class="alignleft size-medium wp-image-2389" /></a>MSAN (Multi Services Access Node) merupakan perangkat access network yang melayani multi services, seperti ADSL, SHDSL, E1, POTS, Ethernet. Topologi MSAN sendiri merupakan biasanya stacking (bertingkat) atau master slave architecture yang berarti node slave digunakan sebagai perpanjangan tangan dari master. Jika node master tidak cukup maka akan digunakan slave untuk menambah kapasitas master. Chassis dan module biasanya sama antara master dan slave. Untuk melakukan stacking, uplink card yang diutilisasi sebagai module stack. Services yang ditawarkan MSAN bersifat modular dan menempel pada chassis MSAN. Misal satu card ADSL (atau IP-ADSL) memiliki 48 port sehingga ada 48 pelanggan ADSL yang bisa berlangganan dengan kecepatan sampai 24 Mbps downstream dan upstream 3.5 Mbps. Dari tipe keluarga FTTx, MSAN sendiri lebih tepat dinamakan FTTC (Fiber to the Curb) karena services akan didistribusikan ke pelanggan dari node cabinet yang berada di pinggir jalan ke residential user via copper. Jadi Fiber diterminasi di node MSAN.</p>
<p>Definisi Multi Service Access Node (MSAN)<br />
Multi Service Access Node adalah suatu platform jaringan akses yang menyediakan layanan umum untuk memberikan layanan broadband dan narrowband dalam jaringan PSTN dan NGN. Multi Service Access Node memiliki tiga fungsi penting yaitu :<br />
1. Sebagai sistem akses broadband<br />
2. Sebagai akses gateway dalam NGN (Next Generation Network)<br />
3. Sebagai jaringan akses tradisional PSTN<br />
Namun secara umum, Multi Service Access Node adalah layanan multiservice yang sejalan dengan NGN yang menyediakan fungsi broadband akses multiplexer sebagai IP DSLAM yang berdasarkan pada teknologi IP, ATM atau TDM melalui jaringan kabel tembaga atau fiber optik. Target platform aksesnya adalah MSAN dengan kemampuan triple play dan 100% broadband deliver. Multi Service Access Node (MSAN) di implementasikan untuk menyediakan suatu solusi layanan berbasis jaringan lokal akses fiber atau tembaga dengan cost-effective pada suatu layer jaringan yang konvergen dimana layanan PSTN, NGN dan jaringan broadband berada pada daerah yang sama.<br />
Gambaran Umum Multi Service Access Node (MSAN)<br />
Perangkat ini menghubungkan pelanggan telepon ke core network sehingga pelanggan dimungkinkan untuk memperoleh telepon biasa, ISDN atau fasilitas broadband seperti DSL dengan hanya menggunakan single platform. MSAN merupakan gabungan dari beberapa teknologi yaitu : &#8211; telepon TDM yang di dalamnya terdapat ISDN, STM -1.<br />
- Next Generation – DLC<br />
- PON (Passive Optical Network)<br />
- Fiber To The x (FTTx)<br />
Dengan demikian MSAN dapat melayani triple play. Berikut konfigurasi MSAN secara umum menurut versi ZTE.</p>
<p>Multi Service Access Node adalah suatu akses gateway akses multimedia yang fleksibel yang memungkinkan operator untuk menyediakan layanan xDSL, narrowband/broadband berbasis TDM dan layanan Next Generation Network dalam suatu area layanan dari sebuah single node. End user dilayani dari akses node yang terdistribusi di sekitar pelanggan untuk dapat memenuhi kebutuhan pelanggan. Multi Service Access Node (MSAN) merupakan platform akses tunggal yang memiliki kemampuan untuk menggabungkan semua layanan yang didukung oleh backbone operator menuju ke resedensial, tele-working, SOHO, dan skenario aplikasi bisnis adalah sesuatu yang sangat diharapkan oleh sebagian operator untuk solusi akses. Solusi ini harus berkemampuan multiservice, multivendor,multi skenario dan aman untuk yang akan datang.<br />
Atribut Utama dari Multi Service Access Node (MSAN)<br />
Perpaduan fleksibel dari layanan broadband dan narrowband dapat diintegrasikan dari sebuah single platform seperti :<br />
1) Layanan<br />
Ø Voice : POTS, VoIP, ISDN<br />
Ø Data / broadband : TDM leased line (Leased line : 2 Mbit/s, nx64 Kbit/s, subrate), DSL (ADSL, VDSL, ADSL2/2+, G.SHDSL)<br />
2) Transmisi<br />
Transmisi yang dapat digunakan oleh Multi Service Access Node (MSAN) meliputi :<br />
Ø SDH (STM- 1 s/d STM 6)<br />
Ø Ethernet (FE dan GE)<br />
3) Topologi<br />
MSAN dapat mensupport topologi yang berbeda-beda untuk konfigurasi jaringan yang berbeda-beda yaitu :<br />
Ø Star<br />
Ø Tree<br />
Ø Ring<br />
MSAN memungkinkan beragam aplikasi penggelaran fiber optik FTTx yang mungkin seperti : FTTO (Fiber to The Office), FTTC (Fiber To The Curb), FTTB (Fiber To The Building) juga tersedia perangkat transmisi optik SDH atau PDH.<br />
4) Fleksibel akses service<br />
MSAN memiliki fleksibilitas untuk akses service dalam hal penyediaan akses pelanggan berupa akses tembaga untuk voice dan DSL service menggunakan combo card serta optik untuk service Ethernet (FTTx).<br />
Fungsi dan Kedudukan Multi Service Access Node (MSAN) Dalam Next Generation Network (NGN)<br />
Pengembangan infrastruktur akses broadband yang dapat mendukung Next Generation Network dan transisi dari PSTN, dibutuhkan suatu konsep jaringan akses multiservice yang dapat mengakomodasi perubahan layer service node secara fleksibel dan ekonomis. Tanpa konsep ini, setiap transisi service node (misalnya dari jaringan TDM menuju jaringan paket) akan memunculkan jenis akses node baru. Tidak heran di lapangan dijumpai perangkat akses node yang diperuntukkan hanya bagi layanan POTS, akses gateway untuk layanan voice paket, akses node untuk layanan akses broadband (DSLAM) yang tidak jarang diimplementasikan secara kolektif. Akibatnya tidak sedikit kendala dan masalah yang terjadi dalam kegiatan operasi dan pemeliharaan perangkat tersebut termasuk penyediaaan SDM yang berkompeten. Konsep Multi Service Access Node (MSAN) merupakan suatu konsep jaringan akses yang terintegrasi yang dapat menyediakan varian layanan data, suara dan video dalam satu platform perangkat. Solusi yang diberikan Multi Service Access Node akan menjadi solusi yang efisien pada era Next Generation Network. Solusi teknologi MSAN pada dasarnya dapat dibedakan ke dalam dua urutan besar roadmap yang berasal dari dua teknologi multiservice akses yang berkembang pada saat yang bersamaan yaitu :</p>
<p>1. Teknologi MSAN dengan roadmap dari teknologi MSOAN/NG- DLC<br />
Teknologi MSOAN/NG-DLC merupakan teknologi OAN generasi II yang memungkinkan layanan teleponi berbasis TDM dan data paket menggunakan xDSL dilewatkan pada satu platform perangkat. Dalam perkembangannya solusi MSOAN/ NG- DLC terkendala pada penyediaan layanan denagn volume besar dikarenakan keterbatasan pada sisi kapasitas backplane platform yang digunakan yang masih berbasis bus TDM. Roadmap teknologi MSAN berbasis teknologi MSOAN/NG-DLC masih menyisakan kemampuan berintegrasi dengan platform eksisting yaitu TDM switch dan kemampuan integrasi layanan dengan platform NGN sebagai akses gateway dan broadband sistem untuk layanan internet sebagai DSLAM. Teknologi MSAN dengan roadmap dari teknologi IP DSLAM</p>
<p>2. Teknologi IP DSLAM merupakan teknologi broadband akses yang sangat<br />
well proven dalam memberikan layanan broadband. Kapabilitas backplane platform yang sangat besar menyebabkan sistem ini menjadi salah satu pilihan teknologi akses di era NGN. Namun kendala dalam penyediaan layanan voice paket secara terintegrasi menyebabkan sistem ini tidak full multiservice. Untuk layanan suara, secara alami IP DSLAM masih menggunakan koneksi fisik split dari layanan broadband ke TDM switch. Berakhirnya era legacy sistem menyebabkan kemungkinan hilangnya TDM switch dan berakibat pada perlunya solusi layanan paket suara pada sistem ini. Solusi yang bias ditawarkan adalah menambahkan perangkat IAD diujung CPE untuk layanan voice paket. Solusi ini tidak menjadi efisien mengingat IAD juga sebagai perangkat aktif yang harus diatur secara end-to-end. Teknologi MSAN yang berbasis IP DSLAM dilakukan dengan menempatkan fungsi akses gateway di IP DSLAM sebagai mediasi ke softswitch selain fungsi broadband akses multiplexer ke layanan data. Solusi ini secara ekstrim meniadakan koneksi ke sistem legacy sehingga dapat dilihat sebagai solusi revolusi akses di era NGN.<br />
CPE diinterfacekan dengan perangkat MSAN (Multi Service Access Node). Dari MSAN, trafik mengalir sebagai data terintegrasi, dalam protokol MPLS, dimana koneksi disusun dalam semacam VC berbasis IP. Dari MSAN, trafik dilarikan ke Metro Node, yang merupakan NGN media gateway berkapasitas besar. Metro Node saling dihubungkan dengan IP core network.</p>
<p>Keuntungan Multi Service Access Node (MSAN)<br />
Multi Service Access Node (MSAN) dapat memberikan keuntungan dan nilai tambah non-teknis sebagai berikut :</p>
<p>1) Kemampuan multi service<br />
MSAN menyediakan layanan narrowband untuk data dan suara (menggunakan POTS, ISDN PRA/BRA,digital leased line) dan layanan broadband untuk kemampuan internet, data dan multimedia (melalui ADSL atau G.SHDSL) yang memungkinkan kemampuan download file dan penjelajahan internet yang lebih cepat bagi end-users. Dengan fleksibilitas kemampuan multiservice ini pada gilirannya akan mampu menyediakan operator telekomunikasi suatu kapasitas penghasilan yang lebih besar.</p>
<p>2) Kecepatan penggelaran<br />
Kabinet outdoor yang dikirimkan dalam bentuk complete-built yang telah mengalami proses pengujian di pabrik. Hal ini berarti bahwa node telah langsung siap untuk dioperasikan begitu dihubungkan dengan catuan listrik serta tersambung ke jaringan transport dan koneksi ke end-user telah dibuat. Dari NMS atau melalui suatu terminal lokal, provisioning sistem dapat dilakukan sehingga memungkinkan MSAN untuk dapat langsung operasional dalam waktu yang cukup pendek yang secara signifikan berarti memangkas waktu yang diperlukan untuk mengatur pendapatan.</p>
<p>3) Modularitas perangkat FTTx<br />
Node akses MSAN telah didesain untuk dapat mengcover pelanggan sampai dengan 2000 end-user. Modularitas ini menyiratkan bahwa lokasi penempatan node sebaiknya diletakkan di dalam gedung atau ditanam (curb). Selain itu, dalam hal aplikasi greenfield yang membutuhkan pekerjaan sipil, MSAN dimungkinkan digelar denagn memakai infrastruktur serat optik sehingga memungkinkan penggunaan kabel tembaga yang lebih pendek karena jaraknya menjadi lebih dekat ke pelanggan (pada umumnya &lt; 1 km). Hal ini akan mengurangi biaya penggelaran jaringan last-mile dan memungkinkan operator untuk menawarkan layanan xDSL dengan jangkauan yang lebih luas serta memberikan berbagai kemungkinan layanan level agreement yang lebih besar.</p>
<p>4) Penggunaan interface standar<br />
MSAN dirancang untuk solusi multi vendor. Penggunaan interface standar diintegrasikan di layer transport, layer signalling dan level manajemen jaringan. Hal ini memungkinkan MSAN untuk secara penuh interoperable dengan peralatan vendor lain, sehingga dengan begitu memungkinkan operator untuk memilih solusi jaringan sesuai dengan pemeliharaan yang baik secara layer demi layer. Skenario pemilihan kompetitif seperti itu memberikan kesempatan kepada para operator untuk dapat menetapkan harga yang lebih kompetitif sesuai dengan harga pabrikan perangkat sesuai dengan merknya sehingga akan dapat mengoptimalkan biaya investasi.</p>
<p>5) Cakupan topologi yang luas, kapasitas dan penempatan<br />
MSAN memastikan bahwa pilihan terbaik dari sisi ekonomis/teknis selalu ada sehingga akan meminimalisasi biaya investasi untuk mendapatkan suatu keuntungan/pengembaliaan modal yang maksimum. MSAN mendukung beberapa hal sebagi berikut :<br />
- cakupan topologi yang luas (ring, star, tree)<br />
- teknologi yang berbeda (PDH dan SDH) dengan penggunaan tembaga atau serat optik dalam berbagai kombinasi (misalnya dengan FTTx dan xDSL)<br />
- Rekonfigurasi dari jaringan PDH eksisting menjadi suatu jaringan SDH yang baru. Melayani area demografios dengan kapasitas per node nya berkisar antara 30 sampai dengan 2000 line ekivalen dan dapat diimplementasikan di lokasi indooor atau outdoor.</p>
<p>6) Manajemen jaringan yang terintegrasi<br />
Transport, layanan narrowband dan layanan broadband diatur di dalam suatu common sistem. Pemakaian GUI yang mudah untuk dioperasikan dapat menampilkan seluruh data operasional seperti : performansi, konfigurasi layanan, alarm, security dan lainnya. Dengan suatu monitor tunggal seluruh alarm dielemen jaringan dapat ditampilkan sehingga akan mengurangi sumber daya yang dibutuhkan untuk mengatur dan memonitor layer jaringan.</p>
<p>7) Kesiapan berevolusi ke NGN<br />
MSAN dirancang untuk siap menuju NGN. Sistemnya disiapkan untuk dapat bertransformasi secara smooth dari suatu platform access multiservice yang mendukung layanan TDM eksisting menuju ke suatu solusi NGN yang berbasis IP/ATM. Melalui suatu pensinyalan modul VoIP gateway yang sederhana node MSAN dapat diubah menjadi access gateway NGN sehingga dapat mendukung layanan VoIP dengan investasi yang minim sambil tetap mengakomodasi pelangan yang masih menggunakan backbone TDM yang lama dan juga pelanggan yang ingin menggunakan backbone NGN yang baru.</p>
<p>GPON merupakan teknologi FTTx yang dapat mendeliver services sampai ke premise pelanggan menggunakan fiber optic cable. Jika sebelumnya customer menggunakan kabel tembaga pada instalasi perkabelan di sisi pelanggan, maka sekarang instalasi perkabelan bisa menggunakan optik. Keunggulannya adalah bandwidth yang ditawarkan bisa mencapai 2.488 Gbps (downstream) sampai pelanggan tanpa ada kehilangan bandwidth. Konfigurasi network GPON adalah Optical Line Terminal (OLT), Optical Distribution Network (ODN), dan Optical Network Termination/Unit (ONT/ONU). Jadi FTTH (fiber to the home) ataupun FTTB (fiber to the building) merupakan skema yang pas untuk GPON. ONT hanya sebesar modem ADSL mengantarkan layanan broadband ke pelanggan. Interface ONT sendiri bisa dikombinasikan antara Fast Ethernet (FE), POTS, dan RF overlay tergantung keinginan customer.  Varian ONT dengan tipe interface yang berbeda-beda ditawarkan oleh operator. Inilah salah satu fleksibilitas dari GPON. Triple play dalam satu box kecil yang dapat berupa wall mounted atau diletakkan di meja.<br />
Biasanya ada vendor yang menggabungkan platform MSAN dan GPON dalam satu chassis. Dengan penggabungan platform ini, jika operator ingin melakukan ekspansi services langsung dari node tersebut, bisa langsung dipasang pada chassis. Pada dasarnya GPON services biasanya embedded dalam satu GPON card yang merupakan sebuah line services card sebelum di-split ke 64 ONT/ONT. (tulisan berikutnya Perbedaan MSAN dan GPON dlm </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mandorkawat2009.wordpress.com/2386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mandorkawat2009.wordpress.com/2386/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mandorkawat2009.wordpress.com/2386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mandorkawat2009.wordpress.com/2386/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mandorkawat2009.wordpress.com/2386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mandorkawat2009.wordpress.com/2386/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mandorkawat2009.wordpress.com/2386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mandorkawat2009.wordpress.com/2386/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mandorkawat2009.wordpress.com/2386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mandorkawat2009.wordpress.com/2386/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mandorkawat2009.wordpress.com/2386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mandorkawat2009.wordpress.com/2386/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mandorkawat2009.wordpress.com/2386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mandorkawat2009.wordpress.com/2386/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mandorkawat2009.wordpress.com&amp;blog=9512685&amp;post=2386&amp;subd=mandorkawat2009&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mandorkawat2009.wordpress.com/2011/01/05/multi-service-access-node-msan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/145a38480cc13d96372b24cb080c89b6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mandorkawat2009</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2011/01/msan-01.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">msan 01</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2011/01/msan2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">msan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BAJING (SQUIRREL) HAMA PENGERAT YANG BERBAHAYA BAGI JARINGAN FIBER OPTIK UNTUK KONSTRUKSI AERIAL CABLE (KABEL UDARA)</title>
		<link>http://mandorkawat2009.wordpress.com/2010/05/26/bajing-squirrel-hama-pengerat-yang-berbahaya-bagi-jaringan-fiber-optik-untuk-konstruksi-aerial-cable-kabel-udara/</link>
		<comments>http://mandorkawat2009.wordpress.com/2010/05/26/bajing-squirrel-hama-pengerat-yang-berbahaya-bagi-jaringan-fiber-optik-untuk-konstruksi-aerial-cable-kabel-udara/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 May 2010 00:17:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mandorkawat2009</dc:creator>
				<category><![CDATA[Telekomunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Bajing (Squirrel) binatang pengerat yang paling berbahaya bagi jaringan Fiber Optic]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://mandorkawat2009.wordpress.com/2010/05/26/bajing-squirrel-hama-pengerat-yang-berbahaya-bagi-jaringan-fiber-optik-untuk-konstruksi-aerial-cable-kabel-udara/</guid>
		<description><![CDATA[Whitepaper Sekilas Info Tentang Bajing (Squirrel) Bajing adalah nama umum bagi sekelompok mamalia pengerat dari suku Sciuridae. Kata yang berpadanan dalam bahasa Inggris adalah squirrel. Dalam ilmu biologi, bajing tidak sama dengan tupai. Kelompok ini adalah kelompok besar mamalia kecil, yang di Indonesia mencakup jenis-jenis jelarang, bajing terbang dan bajing pohon pada umumnya. Juga jenis-jenis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mandorkawat2009.wordpress.com&amp;blog=9512685&amp;post=2362&amp;subd=mandorkawat2009&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Whitepaper</strong><br />
<table cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="322">
<table cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/clip_image002.jpg"><img title="clip_image002" style="border-right:0;border-top:0;display:inline;border-left:0;border-bottom:0;" height="173" alt="clip_image002" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/clip_image002_thumb.jpg?w=240&#038;h=173" width="240" border="0" /></a></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>   <b><strong>Sekilas Info Tentang Bajing (Squirrel) </strong></b></p>
<p align="justify"><strong>Bajing</strong> adalah nama umum bagi sekelompok <a href="http://wapedia.mobi/id/Mamalia">mamalia</a> <a href="http://wapedia.mobi/id/Hewan_pengerat">pengerat</a> dari <a href="http://wapedia.mobi/id/Familia">suku</a> <strong>Sciuridae</strong>. Kata yang berpadanan dalam <a href="http://wapedia.mobi/id/Bahasa_Inggris">bahasa Inggris</a> adalah <em>squirrel</em>. Dalam ilmu <a href="http://wapedia.mobi/id/Biologi">biologi</a>, bajing tidak sama dengan <a href="http://wapedia.mobi/id/Tupai">tupai</a>.</p>
<p align="justify">Kelompok ini adalah kelompok besar mamalia kecil, yang di <a href="http://wapedia.mobi/id/Indonesia">Indonesia</a> mencakup jenis-jenis <a href="http://wapedia.mobi/id/Jelarang">jelarang</a>, <a href="http://wapedia.mobi/id/Bajing_terbang">bajing terbang</a> dan bajing pohon pada umumnya. Juga jenis-jenis <a href="http://wapedia.mobi/id/Bajing_tanah">bajing tanah</a>, <a href="http://wapedia.mobi/id/Anjing_prairi">anjing prairi</a> dan <a href="http://wapedia.mobi/id/Chipmunk"><em>chipmunk</em></a>. Dua golongan terakhir ini tidak didapati di Indonesia.</p>
<p align="justify">Mamalia kecil <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Arboreal">arboreal</a> dengan ekor seperti sikat. Panjang kepala dan tubuh (KT) 150-225 <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Milimeter">mm</a>, dan ekornya 160-210 mm. Beratnya antara 150-280 gram.</p>
<p align="justify">Sisi atas tubuh kecoklatan, dengan bintik-bintik halus kehitaman dan kekuningan. Di sisi samping tubuh agak ke bawah, di antara tungkai depan dan belakang, terdapat setrip berwarna bungalan (pucat kekuningan) dan hitam. Pada beberapa anak jenis, setrip ini agak pudar dan tak begitu mudah teramati di lapangan.</p>
<p align="justify">Sisi bawah tubuh (perut) <i>jingga atau kemerahan, terang atau agak gelap</i>. Kebanyakan anak jenis dideskripsikan dengan memperhatikan perbedaan-perbedaan pada warna rambut di bagian ini, yang bervariasi mulai dari abu-abu sedikit jingga sampai coklat berangan gelap.</p>
<p align="justify">Ekor coklat kekuningan berbelang-belang hitam. Terdapat variasi dengan ujung ekor berwarna kemerahan.</p>
<p align="justify"><b>Kebiasaan dan penyebaran</b></p>
<p align="justify">Bajing kelapa aktif di siang hari (<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Diurnal">diurnal</a>). Seperti namanya, bajing ini sering ditemukan berkeliaran di cabang dan ranting pohon, atau melompat di antara pelepah daun di <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kebun">kebun</a>-kebun <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kelapa">kelapa</a> dan juga kebun-kebun lainnya. Ia melubangi dan memakan buah kelapa, yang muda maupun yang tua, dan menjadi <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hama">hama</a> kebun yang cukup serius. Di samping itu, bajing kelapa juga memakan berbagai <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Buah-buahan">buah-buahan</a>, pucuk, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pepagan">pepagan</a>, dan aneka <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Serangga">serangga</a> yang ditemuinya. Dilaporkan pula bahwa bajing ini terkadang merusak kulit ranting <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karet">karet</a> untuk menjilati <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lateks">getahnya</a>.</p>
<p>
<table cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="298">
<table cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/clip_image004.jpg"><img title="clip_image004" style="border-right:0;border-top:0;display:inline;border-left:0;border-bottom:0;" height="183" alt="clip_image004" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/clip_image004_thumb.jpg?w=240&#038;h=183" width="240" border="0" /></a></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p align="justify">Hewan ini merupakan salah satu jenis mamalia liar yang paling mudah terlihat di kebun <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karang">pekarangan</a>, kebun campuran (<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wanatani">wanatani</a>), <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hutan_sekunder&amp;action=edit&amp;redlink=1">hutan sekunder</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hutan_kota&amp;action=edit&amp;redlink=1">hutan kota</a> dan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Taman">taman</a>, serta beberapa jenis <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hutan">hutan</a> di dekat <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pantai">pantai</a>. Bajing kelapa terutama menyebar luas di dataran rendah hingga wilayah <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bukit">perbukitan</a>. Hewan yang tinggal berdekatan dengan pemukiman dapat menjadi terbiasa dengan manusia dan berani mendekati rumah, bahkan mengambil makanan yang disodorkan manusia.</p>
<p align="justify">Di pagi dan sore hari, kerap terdengar bunyinya yang tajam bergema, “ ..<i>chek.. chek-cek-cek-cek-cek..</i> ”; atau bunyi tunggal nyaring “ .. <i>chwit !</i>”, yang dikeluarkannya sambil menggerak-gerakkan ekornya. Sarangnya sering ditemukan di lubang-lubang kayu atau di antara pelepah daun <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Palma">palma</a>, berupa bola dari ranting dan serat tumbuhan berlapis-lapis. Bajing kelapa melahirkan anak hingga empat ekor, dan dapat beranak kapan saja sepanjang tahun.</p>
<p align="justify">Bajing kelapa didapati mulai dari <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Semenanjung_Malaya">Semenanjung Malaya</a> (termasuk di wilayah <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Thailand">Thailand</a>), <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sumatra">Sumatra</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Borneo">Borneo</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa">Jawa</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bali">Bali</a> dan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lombok">Lombok</a>, Sulawesi serta pulau-pulau di sekitarnya.</p>
<p>
<table cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="298">
<table cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/clip_image006.jpg"><img title="clip_image006" style="border-right:0;border-top:0;display:inline;border-left:0;border-bottom:0;" height="146" alt="clip_image006" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/clip_image006_thumb.jpg?w=240&#038;h=146" width="240" border="0" /></a></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><b>KERUSAKAN JARINGAN FIBER OPTIK AERIAL CABLE</b></p>
<p align="justify">99 % GAMAS Jaringan Fiber Optik dengan konstruksi AERIAL KABEL adalah disebabkan oleh binatang pengerat BAJING. BAJING mengupas dan mengerat isolasi PE sampai putus. Ada fenomena yang menarik adalah tube core yang berwarna hijau yang menjadi sasaran utama.</p>
<p align="justify">Dibandingkan Aerial Cable jenis kabel tembaga, sampai saat ini belum menemukan kasusu di lapangan yang dikupas/ digigit oleh BAJING. Tentu menjadi bahan penelitian bersama mengapa kabel jenis tembaga tidak berbahaya bagi binatang pengerat sebangsa BAJING. Apakah karena ada muatan arus electromagnet yang dapat mempengaruhi nyali BAJING pada kabel tembaga dibandingkan dengan Fiber Optic yang melalukan cahaya, sehingga BAJING tidak merasakan sesuatu yang membahayakan dirinya.</p>
<p align="justify">Dihutan lindung Pegunungan Camba 85 km dari Kota Makassar misalnya fiber optic sepanjang 62 km rusak parah akibat binatang pengerat BAJING. Dari kapasitas 24 Core, hanya tersisa 5 core yang dapat digunakan, sehingga beberapa Remote DSLAM Speedy di Off-kan akibat kerusakan jaringan Fiber Optic. Kondisi ini sama di daerah Bulukumba –Sinjai dan Sinja-Bone fiber optic ini tidak ada lagi yang utuh kurang lebih 100 km.</p>
<p>
<table cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="286">
<table cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/clip_image008.jpg"><img title="clip_image008" style="border-right:0;border-top:0;display:inline;border-left:0;border-bottom:0;" height="161" alt="clip_image008" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/clip_image008_thumb.jpg?w=240&#038;h=161" width="240" border="0" /></a></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p align="justify">Tidak ada cara yang spesifik untuk mengatasi permasalahan ini kecuali mengubah bentuk konstruksi dari AERIAL CABLE (Kabel Udara) menjadi BURRIED CABLE (Kabel tanah). BURRIED CABLE relative lebih aman karena ancaman gangguan massal hanya terjadi jika ada benturan mekanik misalnya terkena peralatan pelebaran jalan atau tanah longsor.</p>
<p align="justify">Untuk AERIAL CABLE sebaiknya tidak lagi direkomendasi untuk digunakan sebagai jaringan transport (backbond), Jaringan Data dll. </p>
<p>Beberapa permasalahan untuk AERIAL CABLE :</p>
<p>· Binatang pengerat BAJING.</p>
<p>· Gesekan ranting pohon.</p>
<p>· Tertimpah pohon tumbang.</p>
<p>· Kena barang tajam misanya untuk pekerjaan rabasan pepohonan.</p>
<p>· Tiang penanggal jaringan rawan tertabrak kendaraan.</p>
<p>·</p>
<p>
<table cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="257">
<table cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/clip_image010.jpg"><img title="clip_image010" style="border-right:0;border-top:0;display:inline;border-left:0;border-bottom:0;" height="174" alt="clip_image010" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/clip_image010_thumb.jpg?w=244&#038;h=174" width="244" border="0" /></a></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p align="justify">Relatif cost tinggi untuk pemeliharaan baik korektif maupun preventif.</p>
<p align="justify">Upaya-upaya penanganan sementara untuk mengatasi permasalahan jaringan Fiber OptiC AERIAL CABLE eksisting.</p>
<p>· Membebaskan ranting/ dahan pohon yang mudah dilintasi BAJING.</p>
<p>· Memasang pelindung tambahan misalnya HDPE disekitar tiang yang rentan dirusak/digigit BAJING (seprti pada gambar/foto).</p>
<p>· Memasang alat penangkap BAJING.</p>
<p>· Memasang jaringan Fiber Optic bayangan untuk kamufulase.</p>
<p>(insert mei 2010)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mandorkawat2009.wordpress.com/2362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mandorkawat2009.wordpress.com/2362/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mandorkawat2009.wordpress.com/2362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mandorkawat2009.wordpress.com/2362/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mandorkawat2009.wordpress.com/2362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mandorkawat2009.wordpress.com/2362/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mandorkawat2009.wordpress.com/2362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mandorkawat2009.wordpress.com/2362/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mandorkawat2009.wordpress.com/2362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mandorkawat2009.wordpress.com/2362/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mandorkawat2009.wordpress.com/2362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mandorkawat2009.wordpress.com/2362/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mandorkawat2009.wordpress.com/2362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mandorkawat2009.wordpress.com/2362/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mandorkawat2009.wordpress.com&amp;blog=9512685&amp;post=2362&amp;subd=mandorkawat2009&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mandorkawat2009.wordpress.com/2010/05/26/bajing-squirrel-hama-pengerat-yang-berbahaya-bagi-jaringan-fiber-optik-untuk-konstruksi-aerial-cable-kabel-udara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/145a38480cc13d96372b24cb080c89b6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mandorkawat2009</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/clip_image002_thumb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">clip_image002</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/clip_image004_thumb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">clip_image004</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/clip_image006_thumb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">clip_image006</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/clip_image008_thumb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">clip_image008</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/clip_image010_thumb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">clip_image010</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>CARA PRAKTIS PENYAMBUNGAN KABEL TEMBAGA</title>
		<link>http://mandorkawat2009.wordpress.com/2010/05/23/cara-praktis-penyambungan-kabel-tembaga/</link>
		<comments>http://mandorkawat2009.wordpress.com/2010/05/23/cara-praktis-penyambungan-kabel-tembaga/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 May 2010 14:36:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mandorkawat2009</dc:creator>
				<category><![CDATA[Telekomunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Cara praktis penyambungan kabel tembaga kapasitas 10"-2400"]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://mandorkawat2009.wordpress.com/2010/05/23/cara-praktis-penyambungan-kabel-tembaga/</guid>
		<description><![CDATA[TEKNIK DAN CARA PENYAMBUNGAN KABEL TEMBAGA MULTIPAIR Dalam penyambungan ini diperlukan alat penyambungan yang disebut Sarana Sambung Kabel (SSK). Komponen utama yang terdapat di dalam SSK antara lain : • Konektor Untuk menyambungkan urat kabel • Continuity wire atau grounding bar Untuk menguhubungkan alumunium foil pada kabel • Bahan Penyekat (Seal) Untuk mencegah agar air [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mandorkawat2009.wordpress.com&amp;blog=9512685&amp;post=2345&amp;subd=mandorkawat2009&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><strong>TEKNIK DAN CARA PENYAMBUNGAN KABEL TEMBAGA MULTIPAIR </strong></p>
<p align="justify">Dalam penyambungan ini diperlukan alat penyambungan yang disebut Sarana Sambung Kabel (SSK). Komponen utama yang terdapat di dalam SSK antara lain :    <br />• Konektor     <br />Untuk menyambungkan urat kabel     <br />• Continuity wire atau grounding bar     <br />Untuk menguhubungkan alumunium foil pada kabel     <br />• Bahan Penyekat (Seal)     <br />Untuk mencegah agar air tidak masuk dalam sambungan     <br />• Penutup Sambungan (Cover)     <br />Untuk melindungi sambungan kabel     <br />• Silica Gel     <br />Untuk menjaga agar udara di dalam closure tetap kering Berdasarkan cara penanganan closure, jenis SSK dapat dibedakan menjadi :     <br />⇒ Metode mekanis     <br />⇒ Metode panas kerut     <br />Bila ditinjau dari jenis konektor, jenis SSK dapat dibagi menjadi :     <br />⇒ Tunggal (Single)     <br />⇒ Modular (Multi)     <br />Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan     <br />&#8216; Pilih Closure dan peralatan yang sesuai     <br />&#8216; Periksa ujung kabel (kepala atau ekor)     <br />&#8216; Sambungkan urat kabel dengan sempurna     <br />&#8216; Jaga closure agar kedap udara</p>
<p>&#160;</p>
<p><strong>SSK Jenis Mekanis      <br /></strong>Komponen SSK jenis mekanis:     <br />- Cover     <br />- Grounding Bar     <br />- Grounding Band     <br />- Clamping band (untuk end-cap)     <br />- End-cap     <br />- Grounding klip     <br />- Clamping bar     <br />- Clamping band     <br />(untuk Clamping bar)</p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="310" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb.png?w=397&#038;h=310" width="397" border="0" /></a> </p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image1.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="142" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb1.png?w=497&#038;h=142" width="497" border="0" /></a> </p>
</p>
<p>&#160;<a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image2.png"><img title="image" style="display:inline;margin-left:0;margin-right:0;border-width:0;" height="159" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb2.png?w=475&#038;h=159" width="475" align="left" border="0" /></a></p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p align="justify">&#160;</p>
<p align="justify"><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image3.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="303" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb3.png?w=478&#038;h=303" width="478" border="0" /></a> </p>
</p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image4.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="229" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb4.png?w=482&#038;h=229" width="482" border="0" /></a> </p>
<p>&#160;</p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image5.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="225" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb5.png?w=411&#038;h=225" width="411" border="0" /></a> </p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image6.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="240" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb6.png?w=427&#038;h=240" width="427" border="0" /></a> </p>
</p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image7.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="322" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb7.png?w=465&#038;h=322" width="465" border="0" /></a> </p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image8.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="332" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb8.png?w=469&#038;h=332" width="469" border="0" /></a> </p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image9.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="413" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb9.png?w=475&#038;h=413" width="475" border="0" /></a> </p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image10.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="421" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb10.png?w=480&#038;h=421" width="480" border="0" /></a> </p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image11.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="318" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb11.png?w=483&#038;h=318" width="483" border="0" /></a> </p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image12.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="395" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb12.png?w=485&#038;h=395" width="485" border="0" /></a> </p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image13.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="297" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb13.png?w=482&#038;h=297" width="482" border="0" /></a> </p>
</p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image14.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="321" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb14.png?w=494&#038;h=321" width="494" border="0" /></a> </p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image15.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="414" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb15.png?w=495&#038;h=414" width="495" border="0" /></a> </p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image16.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="296" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb16.png?w=500&#038;h=296" width="500" border="0" /></a> </p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image17.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="353" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb17.png?w=505&#038;h=353" width="505" border="0" /></a> </p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image18.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="368" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb18.png?w=512&#038;h=368" width="512" border="0" /></a> </p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image19.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="257" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb19.png?w=522&#038;h=257" width="522" border="0" /></a> </p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image20.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="381" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb20.png?w=534&#038;h=381" width="534" border="0" /></a> </p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image21.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="291" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb21.png?w=545&#038;h=291" width="545" border="0" /></a> </p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image22.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="142" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb22.png?w=553&#038;h=142" width="553" border="0" /></a> </p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image23.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="206" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb23.png?w=555&#038;h=206" width="555" border="0" /></a> </p>
<h4>&#160;</h4>
<h4>SARANA SAMBUNG KABEL JENIS PANAS KERUT (XAGA)</h4>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image24.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="330" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb24.png?w=552&#038;h=330" width="552" border="0" /></a> </p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image25.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="204" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb25.png?w=555&#038;h=204" width="555" border="0" /></a> </p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image26.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="236" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb26.png?w=516&#038;h=236" width="516" border="0" /></a> </p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image27.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="291" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb27.png?w=519&#038;h=291" width="519" border="0" /></a> </p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image28.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="152" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb28.png?w=517&#038;h=152" width="517" border="0" /></a> </p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image29.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="223" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb29.png?w=514&#038;h=223" width="514" border="0" /></a> </p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image30.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="388" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb30.png?w=517&#038;h=388" width="517" border="0" /></a> </p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image31.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="211" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb31.png?w=522&#038;h=211" width="522" border="0" /></a> </p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image32.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="313" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb32.png?w=525&#038;h=313" width="525" border="0" /></a> </p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image33.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="364" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb33.png?w=529&#038;h=364" width="529" border="0" /></a> </p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image34.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="122" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb34.png?w=535&#038;h=122" width="535" border="0" /></a> </p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image35.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="350" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb35.png?w=540&#038;h=350" width="540" border="0" /></a> </p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image36.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="283" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb36.png?w=565&#038;h=283" width="565" border="0" /></a> </p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image37.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="505" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb37.png?w=541&#038;h=505" width="541" border="0" /></a> </p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image38.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="310" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb38.png?w=517&#038;h=310" width="517" border="0" /></a> </p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image39.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="182" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb39.png?w=516&#038;h=182" width="516" border="0" /></a> </p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image40.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="123" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb40.png?w=516&#038;h=123" width="516" border="0" /></a> </p>
<p>&#160;</p>
</p>
<p> <a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image41.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="522" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb41.png?w=515&#038;h=522" width="515" border="0" /></a>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image42.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="372" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb42.png?w=518&#038;h=372" width="518" border="0" /></a> </p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image43.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="287" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb43.png?w=515&#038;h=287" width="515" border="0" /></a> </p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image44.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="657" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb44.png?w=518&#038;h=657" width="518" border="0" /></a> </p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image45.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="507" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb45.png?w=521&#038;h=507" width="521" border="0" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mandorkawat2009.wordpress.com/2345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mandorkawat2009.wordpress.com/2345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mandorkawat2009.wordpress.com/2345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mandorkawat2009.wordpress.com/2345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mandorkawat2009.wordpress.com/2345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mandorkawat2009.wordpress.com/2345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mandorkawat2009.wordpress.com/2345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mandorkawat2009.wordpress.com/2345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mandorkawat2009.wordpress.com/2345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mandorkawat2009.wordpress.com/2345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mandorkawat2009.wordpress.com/2345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mandorkawat2009.wordpress.com/2345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mandorkawat2009.wordpress.com/2345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mandorkawat2009.wordpress.com/2345/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mandorkawat2009.wordpress.com&amp;blog=9512685&amp;post=2345&amp;subd=mandorkawat2009&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mandorkawat2009.wordpress.com/2010/05/23/cara-praktis-penyambungan-kabel-tembaga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/145a38480cc13d96372b24cb080c89b6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mandorkawat2009</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb1.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb2.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb3.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb4.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb5.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb6.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb7.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb8.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb9.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb10.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb11.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb12.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb13.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb14.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb15.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb16.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb17.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb18.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb19.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb20.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb21.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb22.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb23.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb24.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb25.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb26.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb27.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb28.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb29.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb30.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb31.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb32.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb33.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb34.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb35.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb36.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb37.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb38.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb39.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb40.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb41.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb42.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb43.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb44.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2010/05/image_thumb45.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DASAR-DASAR CISCO ROUTER</title>
		<link>http://mandorkawat2009.wordpress.com/2009/11/02/dasar-dasar-cisco-router/</link>
		<comments>http://mandorkawat2009.wordpress.com/2009/11/02/dasar-dasar-cisco-router/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 12:57:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mandorkawat2009</dc:creator>
				<category><![CDATA[Networking (Komputer)]]></category>
		<category><![CDATA[1750 sampai dengan model 7500]]></category>
		<category><![CDATA[DASAR-DASAR CISCO ROUTER]]></category>
		<category><![CDATA[langkah awal yang perlu kita ketahui adalah mengenal komponen dasar router Cisco. Sekalipun cisco memiliki berbagai model seperti 1600]]></category>
		<category><![CDATA[namun memiliki komponen dasarnya yang sama]]></category>
		<category><![CDATA[router Cisco memiliki prosesor alias central processing unit]]></category>
		<category><![CDATA[Sebelum mulai melakukan setup konfigurasi router Cisco]]></category>
		<category><![CDATA[Seperti juga komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mandorkawat2009.wordpress.com/2009/11/02/dasar-dasar-cisco-router/</guid>
		<description><![CDATA[Komponen Dasar Router Cisco Sebelum mulai melakukan setup konfigurasi router Cisco, langkah awal yang perlu kita ketahui adalah mengenal komponen dasar router Cisco. Sekalipun cisco memiliki berbagai model seperti 1600, 1750 sampai dengan model 7500, namun memiliki komponen dasarnya yang sama. 1 Prosesor Seperti juga komputer, router Cisco memiliki prosesor alias central processing unit (CPU). [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mandorkawat2009.wordpress.com&amp;blog=9512685&amp;post=2249&amp;subd=mandorkawat2009&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Komponen Dasar Router Cisco</h2>
<p> 
<p>Sebelum mulai melakukan setup konfigurasi router Cisco, langkah awal yang perlu kita ketahui adalah mengenal komponen dasar router Cisco. Sekalipun cisco memiliki berbagai model seperti 1600, 1750 sampai dengan model 7500, namun memiliki komponen dasarnya yang sama.</p>
<p><strong>1 Prosesor</strong>     <br />Seperti juga komputer, router Cisco memiliki prosesor alias central processing unit (CPU). Antara satu jenis router dengan router lainnya mungkin memiliki prosesor yang berlainan.     </p>
<p><strong>2 Memori</strong>     <br />Ada 4 jenis memory pada router Cisco Read only Memory (ROM) Flash memory     <br />Random access memory (RAM) Non volatile RAM (NVRAM).</p>
<h2>Tabel penamaan interface dengan modul tetap</h2>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image32.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="165" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb32.png?w=497&#038;h=165" width="497" border="0" /></a> </p>
<h2 align="justify">Tabel penamaan interface dimana memiliki banyak slot</h2>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image33.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="181" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb33.png?w=506&#038;h=181" width="506" border="0" /></a> </p>
<p align="justify">PC tersebut harus disambungkan ke router tersebut dengan salah satu dari    <br />cara berikut:     <br />! Melalui console port     <br />! Melalui Network     <br />1. Port Console     <br />Console port adalah sebuah port pada router yang disediakan untuk menghubungkan router tersebut pada “dunia luar”. Setelah Router terhubung dengan PC, Router dapat dikonfigurasi dengan menjalankan applikasi HyperTerminal dari PC. Semua router Cisco memiliki sebuah port console pada bagian belakangnya. Port console akan berfungsi sebagai gerbang akses komunikasi langsung ke dalam router Cisco. Standar port console menggunakan koneksi serial asynchronous EIA/TIA-232 atau lebih dikenal dengan sebutan RS-232. Konektor fisik dari port console sendiri tergantung dari jenis routernya. Untuk router kelas kecil menengah umumnya menggunakan konektor jenis RJ45, sedangkan untukkelas yang lebih besar umumnya menggunakan DB25 sebagai konkeotrny.</p>
<h2>Auxiliary port</h2>
<p align="justify">Sebagian besar router Cisco memiliki port auxiliary. Seperti juga pada port console, port auxiliary menggunakan standar koneksi serial asynchronous EIA/TIA-232 untuk komunikasi langsung ke router Cisco. Port auxiliary sendiri lebih sering dipergunakan untuk alternatif akses langsung ke router cisco melalui modem, misalnya pada kondisi dimana network path dari router terganggu, maka administrator dapat memanfaatkan mengakses router Cisco melalui modem yang terkoneksi pada port auxiliary.</p>
<h2>Konfigurasi Router</h2>
<p align="justify">Seperti dijelaskan sebelumnya, ada 2 jenis konfigurasi IOS, yaitu:     <br />! Konfigurasi yang sedang running dan menetap pada RAM     <br />! Konfigurasi startup dan menetap pada NVRAM     <br />Kita dapat melakukan perubahan setiap saat pada konfigurasi IOS yang sedang aktif atau running. Dampak atas perubahan pun langsung terjadi seketika. Tetapi jangan lupa, setiap perubahan pada konfigurasi yang sedang running harus di simpan di dalam NVRAM sebagai konfigurasi startup.</p>
<h2>Inisialisasi Konfigurasi Router</h2>
<p align="justify">Selain dengan port console, router dapat dikonfigurasi dengan PC yang terhubung dengan Router melalui network. Cara ini hanya bisa digunakan untuk melihat konfigurasi dan memodifikasi konfigurasi pada router. Mengapa ? Karena sebuah router hanya akan terhubung ke network jika Network Interface-nya sudah terkonfigurasi dengan benar. Di sisi lain, cara ini juga mempunyai kelebihan. Dengan cara ini, network administrator lebih leluasa menempatkan PC-nya untuk memodifikasi konfigurasi router. Network administrator bisa menempatkan PC-nya di mana saja, asalkan PC tersebut bisa terhubung ke Router melalui jaringan. Dengan cara ini, Network administrator membutuhkan applikasi telnet untuk mengkonfigurasi Router tersebut.</p>
<p align="justify">Berikut adalah langkah-langkah menggunakan telnet pada PC dengan Sistem Operasi Windows:    <br />! Jalankan command prompt (atau MS DOS prompt pada Windows 9x)     <br />! Ketik perintah berikut pada command prompt:     <br />! C:\&gt; telnet IP-address-Router</p>
<p align="justify"><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image34.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="352" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb34.png?w=502&#038;h=352" width="502" border="0" /></a>&#160; <a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image35.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="359" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb35.png?w=497&#038;h=359" width="497" border="0" /></a></p>
<h2>Tingkat Akses Perintah</h2>
<p> 
<p align="justify">Untuk tujuan keamaan, perintah-perintah yang bisa dijalankan dari CLI dibagi menjadi    <br />! User Mode     <br />User Mode ditujukan untuk melihat status router. Perintahperintah yang diizinkan pada mode ini tidak bisa mengubah konfigurasi router, sehingga mode ini lebih aman ketika seorang network administrator hanya ingin melihat status router dan tidak ingin mengubah konfigurasi.     <br />! Privileged Mode     <br />Privileged Mode mempunyai tingkat akses yang lebih tinggi. Dengan mode ini, network administrator bisa mengubah configurasi router. Oleh karena itu, mode ini sebaiknya digunakan dengan hati-hati sekali untuk menghindari perubahan yang tidak diinginkan pada router tersebut.</p>
<h2>Mengubah Konfigurasi Router</h2>
<p align="justify">Setup Dialog tidak dirancang untuk memodifikasi Konfigurasi Router ataupun membuat Konfigurasi Router yang komplex. Oleh karena itu, untuk keperluan ini, harus dilakukan secara manual dengan memasuki Mode Konfigurasi. Pengubahan konfigurasi ini bisa dilakukan langsung melalui console atau secara remote melalui jaringan. Setelah PC terhubung ke router, maka network administrator harus memasuki Privileged Mode dulu.     <br />Contoh mengubah konfigurasi router     <br />! router con0 is now available     <br />! Press RETURN to get started     <br />! router &gt;     <br />! router &gt; enable     <br />! router # configure terminal     <br />! router (config) # interface ethernet 0     <br />! router (config-if) # description IT Department LAN     <br />! router (config-if) # exit     <br />! router (config) # exit     <br />! router #</p>
<p align="justify"><strong>Mengamankan Router dengan Password      <br /></strong>Untuk menyulitkan orang yang tidak berhak mengubah dan mengacau konfigurasi router, maka router tersebut perlu dilindungi dengan kata sandi     <br />(password).     <br />1. Password untuk console     <br />Jika password diaktifkan pada console, maka user tidak bisa begitu saja mendapatkan akses ke router melalui console tanpa     <br />menuliskan password console terlebih dahulu.     <br />Contoh membuat password untuk console     <br />• Router(config) # line console 0     <br />• Router(config-line) # login     <br />• Router(config-line) # password kunci     <br />• Router(config-line) # exit     <br />• Router(config) # exit     <br />• Router(config) #</p>
<p align="justify"><strong>Password untuk Virtual Terminal      <br /></strong>Virtual Terminal ini akan digunakan ketika user ingin mendapatkan akses melalui jaringan dengan applikasi telnet. Password Virtual Terminal ini harus dikonfigurasi sebelum user bisa mendapatkan akses melalui jaringan. Tanpa password, koneksi melalui jaringan akan ditolak oleh router dan router akan memberikan pesan berikut:     <br />Password required, but none set     <br />Cara mengkonfigurasi password pada Virtual Terminal.     <br />Contoh:     <br />Router(config) # line vty 0 4     <br />Router(config-line) # password test     <br />Router(config-line) # exit     <br />Router(config) # exit     <br />Router(config) #</p>
<h2>Password untuk mode priviledge</h2>
<p align="justify">Setelah user menuliskan password dengan benar untuk mendapatkan akses ke router baik melalui jaringan ataupun console, maka user akan memasuki user mode. Jika password untuk mode priviledge dikonfigurasi, maka user juga harus menuliskan password lagi untuk masuk ke mode itu. Perintah yang digunakan untuk memberi password pada mode ini adalah enable password, atau enable secret. Perbedaan antara kedua perintah tersebut adalah bahwa perintah enable secret membuat password-nya terenkrip sedangkan enable password tidak. Kedua perintah tersebut juga bisa dituliskan kedua-duanya dalam mode konfigurasi global, dan keduanya juga bisa mempunyai password yang berbeda. Namun jika keduanya diletakkan pada konfigurasi, maka password pada enable secret yang akan digunakan untuk memasuki privileged mode.</p>
<p align="justify">Mengkonfigurasi Interface    <br />Tugas router adalah meneruskan paket-paket dari sebuah network ke network yang lainnya. Sebuhungan dengan tugas tersebut, network interface harus dikonfigurasi sesuai dengan karakteristik-nya. Perintah interface pada mode konfigurasi global disediakan untuk mengkonfigurasi interface-interface pada router. Ada berbagai tipe interface yang dikonfigurasi dengan perintah ini antara lain: Ethernet, Token Ring, FDDI, serial, HSSI, loopback, dialer, null, anync, ATM, BRI, dan tunnel. Dalam     <br />tulisan ini, hanya Ethernet dan Serial saja yang akan dibahas lebih lanjut.     <br />Contoh konfigurasi interface ethernet     <br />Router# configure terminal     <br />Router(config)# interface ethernet 1/0     <br />Router(config-if)# description LAN pada Department IT     <br />Router(config-if)# ip address 172.16.148.1 255.255.255.128     <br />Router(config-if)# exit     <br />Router(config)# exit     <br />Router#</p>
<h2>Mengkonfigurasi Serial Interface</h2>
<p align="justify">Serial interface adalah interface yang seringkali digunakan untuk koneksi ke WAN (Wide Area Network). Koneksi serial membutuhkan clocking untuk sinkronisasi. Dan oleh karena itu, hubungan serial ini harus mempunyai 2 sisi, yaitu DCE (data circuitterminating equipment_ dan DTE (data terminal equipment). DCE menyediakan clocking dan DTE akan mengikuti clock yang diberikan oleh DCE. Kabel DCE mempunyai koneksi female (perempuan), sedangkan kabel DTE mempunyai koneksi male (jantan).</p>
<p>Men-disable sebuah interface    <br />Kadangkala kita perlu mematikan/mendisable sebuah interface     <br />untuk keperluan troubleshooting ataupun administratif.     <br />Contoh : mematikan interface     <br />Router(config)# interface serial 0     <br />Router(config-if)# shutdown     <br />Router(config-if)# exit     <br />Router(config)#     <br />Contoh : menghidupkan interface     <br />Router(config)# interface serial 0     <br />Router(config-if)# no shutdown     <br />Router(config-if)# exit     <br />Router(config)#</p>
<p>Routing    <br />Akhirnya, setelah interface terkonfigurasi, router memerlukan sebuah     <br />proses agar router tahu bagaimana dan kemana sebuah paket harus     <br />diteruskan. Proses ini disebut proses routing.     <br />Routing dapat dikelompokkan menjadi 2 kelompok, yaitu:     <br />1. Static Routing     <br />2. Dynamic Routing     <br />Adapun format penulisan adalah:     <br />ip route network [mask] {alamat | interface }     <br />dimana:     <br />• Network adalah network tujuan     <br />• Mask adalah subnet mask     <br />• Alamat adalah IP address ke mana network akan dilewatkan     <br />• Interface adalah nama interface yang digunakan untuk melewatkan paket yang ditujukan</p>
<h2>Menyimpan dan Mengambil Konfigurasi</h2>
<p align="justify">Berbagai konfigurasi yang telah kita tuliskan dengan perintah configure terminal hanya akan disimpan pada RAM yang merupakan memory volatile. Jika konfigurasi ini tidak disimpan di NVRAM, maka konfigurasi tersebut akan hilang ketika router dimatikan atau direstart.     <br />Secara default, Router akan mengambil konfigurasi dari NVRAM saat start up, meletakkannya di RAM, dan kemudian menggunakan konfigurasi yang ada pada RAM untuk beroperasi. Untuk menyimpan konfigurasi yang ada di RAM ke NVRAM, diperlukan baris perintah berikut pada privileged mode:     <br />Router# copy running-config startup-config     <br />Sebaliknya, untuk mengambil konfigurasi yang ada di NVRAM dan meletakkannya pada RAM, dapat digunakan perintah berikut pada privileged mode:     <br />Router# copy startup-config running-config</p>
<h2>Beberapa Tips</h2>
<p align="justify">Bekal pengetahuan dasar pada bab-bab di atas sebenarnya telah cukup berguna untuk segera memulai percobaan-percobaan dan mempelajari router lebih lanjut. Namun untuk melengkapi dan memudahkan proses belajar, ada baiknya anda juga mengetahui beberapa tips agar mudah mengetahui perintah-perintah apa saja yang bisa dijalankan dan format penggunaannya.     <br />Mengetahui perintah apa saja yang bisa dijalankan Pada mode apa saja, anda bisa mengetikkan tanda (?) pada prompt. Dengan mengetikkan tanda tersebut, router akan memberitahukan apa saja yang bisa anda tuliskan pada prompt tersebut. Melihat perintah-perintah apa saja yang berlaku pada prompt router&gt; ?</p>
<p align="justify">Perintah yang tidak lengkap dan Auto Completion Sebuah perintah pada router tidak harus dituliskan secara lengkap jika perintah tersebut tidak ambiguous. Dengan fasilitas ini, administrator bisa menghemat waktu karena tidak harus mengetikkan semua perintah secara lengkap.    <br />Contoh perintah yang tidak lengkap     <br />Router # sh ru     <br />Building configuration&#8230;     <br />Current configuration : 4479 bytes     <br />!     <br />! Last configuration change at 12:23:26 UTC Fri Oct 10 2003     <br />!     <br />……… dan selanjutnya ………</p>
<h2>METODOLOGI PERANCANGAN LAN</h2>
<p align="justify">Jaringan lokal atau Local Area Network adalah sekumpulan dua atau lebih komputer yang berada dalam batasan jarak lokasi satu dengan yang lain, yang saling terhubung langsung atau tidak langsung. LAN dibedakan atas cara komputer tersebut saling terkoneksi, baik secara logik maupun fisik.     <br />Sebuah PC atau komputer dalam sebuah LAN disebut sebagai node, node bisa berupa server atau workstation yang kadang disebut sebagai station saja. Minicomputer atau Mainframe berfungsi sebagai host untuk sebuah dumb-terminal atau PC (diskless workstation). LAN yang mengkoneksikan node melalui jaringan publik telepon atau dedicated biasa disebut sebagai Wide Area Network (WAN). Node terkoneksi ke jaringan melalui Network Interface Card (NIC) atau network adapter. NIC terkoneksi ke jaringan secara langsung atau tidak langsung. Setiap node minimal mempunyai satu interface, tidak tertutup kemungkinan sebuah node dipasang dua atau lebih interface untuk koneksi yang simultan ke beberapa jaringan sekaligus. Kemungkinan ini menjadi salah satu solusi alternatif untuk menggantikan dedicated-router dengan sebuah PC yang berfungsi sebagai router.</p>
<h2>Topologi</h2>
<p align="justify">Dalam jaringan server-base sebuah server mengatur akses resource (file dan print) untuk workstation. Server menjalankan Network Operating System (NOS) untk menyediakan layanan dan mengotentifikasi workstation/user dan klien menjalankan software NOS-client. Server bisa berbentuk dedicated yang berfungsi hanya sebagai server, contohnya server Novell NetWare, ada juga yang mempunyai dua fungsi sekaligus bisa dipakai sebagai layaknya sebuah workstation.     <br /><strong>Arsitektur Jaringan      <br /></strong>Arsitektur Jaringan terdiri dari perkabelan, topologi, media metoda akses dan format paket. Arsitektur yang umum digunakan dalam jaringan adalah berbasis kabel elektrik, melalui perkembangan teknologi optik kini banyak digunakan juga serat kabel optik sebagai media alternatif beserta kelebihan dan kekurangannya.</p>
<p align="justify"><strong>Perangkat Keras</strong>     <br />Perangkat keras jaringan yang berbasis PC adalah komputer itu sendiri, kartu jaringan, kabel, konektor, konsentrator kabel, pelindung dan perlengkapan tambahan (tools).     <br />Selain peralatan fisik juga dibutuhkan peralatan bantuan untuk pengerjaan pemasangan kabel seperti crimper, AVOmeter dan network tester.     <br />Network tester cukup mahal, bisa ribuan dollar, untuk jaringan kecil bisa cukup dengan AVOmeter saja untuk memastikan kondisi sambungan yang dilakukan crimper layak digunakan.     <br /><strong>Perangkat Lunak</strong>     <br />Perangkat lunak jaringan terdiri dari driver interface (NIC), Sistem Operasi Jaringan atau Network Operating System (NOS), Aplikasi Jaringan, Aplikasi Manajemen dan Aplikasi Diagnostik/Monitoring dan Aplikasi Backup. Beberapa dari elemen-elemen ini terbundel dalam satu paket NOS dan sebagian berbentuk sebagai third-party software. Driver menjembatani kartu jaringan dengan perangkat lunak jaringan di sisi server maupun workstation.</p>
<h2>Network Aware Application</h2>
<p align="justify">Adalah bundel aplikasi server yang didesain khusus untuk sistem jaringan. Aplikasi ini mempunyai sifat aware terhadap sistem jaringan seperti pencatatan akses, pembatasan akses tertentu, dll. Aplikasi yang canggih dalam dunia client/server bahkan bisa membagi proses ke mesin-mesin lain yang terpisah. Di Linux contohnya adalah proyek Beowulf.     <br />2. Network Management Software     <br />Adalah perangkat lunak yang berfungsi memonitor jaringan. Elemen yang dimonitor bisa berupa aktivitas jaringan, hidup/matinya node, dll. Protokol Simple Network Management Protocol berfungsi untuk hal ini, jika semua node     <br />mendukung SNMP-agent maka perangkat lunak monitoring dapat memantau semua aktivitas yang terjadi di node misalnya kinerja processor, penggunaan RAM, trafik input/output dll. Salah satu aplikasi ini yang dikembangkan di Linux adalah NetSaint dan MRTG (Multi Router Traffic Grapher).     <br />Aplikasi Backup dalam NOS menjadi salah satu hal yang penting dalam jaringan, NOS biasanya sudah membundel aplikasi ini dalam paketnya. Backup     <br />bisa dilakukan secara software ataupun hardware, secara software seorang admin bisa melakukan remote backup ke mesin lain secara berkala, secara hardware backup biasanya dilakukan dengan disk-mirroring.</p>
<h2>Antisipasi Pengembangan</h2>
<p align="justify">Pengembangan jaringan meliputi 4 tahap yang harus dilalui untuk mendapatkan hasil yang sempurna dalam jaringan. Keempat tahap tersebut adalah planning (perencanaan), design (perancangan), implementation (implementasi) dan operation (operasional).     <br /><strong>Perencanaan      <br /></strong>Tahap awal ini bertujuan untuk mendapatkan needs (kebutuhan), keinginan (desirability) dan kepentingan (interest). Untuk mendapatkan ketiga hal ini harus dilakukan survey ataupun wawancara terhadap user. Selain itu harus ditentukan pendekatan yang paling feasible untuk tahapan selanjutnya.     <br />Satu langkah yang paling penting dalam perencanaan jaringan ini adalah pencarian/investigasi dalam konteks sebelum jaringan terbentuk.     <br />Investigasi ini ditujukan untuk mencari pola kerja, alur, trafik dan kemungkinan bottleneck di dalam jaringan, selain itu investigasi ini bisa membantu dalam kemungkinan kebutuhan di masa selanjutnya. Berbicara dengan user langsung akan mendapatkan input yang lebih signifikan tentang kebutuhan mereka, keinginan dan mungkin juga ketakutan user. Sebagai admin anda harus bekerjasama dengan user.</p>
<p align="justify">Langkah selanjutnya adalah merancang biaya dengan batasan faktorfaktorkebutuhan dan keinginan di atas. Elemen-elemen yang menyangkut pembiayaan antara lain:    <br />• Kabel, biaya kabel itu sendiri dan proses instalasinya, bisa terjadi biaya instalasi lebih tinggi dari biaya kabel itu sendir.     <br />• Perangkat Keras, seperti komputer, NIC, terminator, hub dll.     <br />• Perangkat Lunak, NOS, client dan berbagai aplikasinya.     <br />• Pelindung Jaringan, seperti Uninterruptible Power System (UPS), anti petir, spark arrester.     <br />• Biaya habis, biaya konsultan, arsitek maupun operator pada saat instalasi.     <br />• Biaya berjalan, seperti biaya bulanan bandwidth, listrik, AC, gaji admin dan operator.     <br />• Biaya pelatihan untuk administrator dan user.</p>
<h2>Perancangan</h2>
<p align="justify">Tahap ini merupakan detail perencanaan di atas. Dalam tahap ini faktor-faktor yang ada dalam perencanaan dijabarkan secara detail untuk kebutuhan tahap selanjutnya pada saat implementasi.     <br />Perancangan jaringan adalah proses yang mystic-mixture art, science, keberuntungan (luck) dan accident (terjadi begitu saja). Meskipun penuh dengan proses yang misterius ada banyak jalan dan strategi untuk melaluinya     <br />Faktor-faktor yang ada dalam perencanaan :     <br />a. Jumlah node dan pendelegasian tugas.     <br />b. Pendefinisian Operasional Jaringan.     <br />c. Pendefinisian Administrasi Keamanan.     <br />d. Pendefinisian Administratif Jaringan.     <br />e. Checklist dan Worksheet.</p>
<h2>Implementasi</h2>
<p align="justify">Pemasangan jaringan secara aktual terjadi pada tahap implementasi. Di tahap ini semua rencana dan rancangan diterapkan dalam pekerjaan fisik jaringan.     <br />Beberapa pertimbangan dan saran dalam melakukan instalasi jaringan:     <br />! Tetap informasikan ke user apapun yang terjadi selama pemasangan.     <br />! Dapatkan diagram eksisting jaringan, jika terjadi kemungkinan kabel yang sudah eksis tetap bisa dipakai sebagai backup/cadangan     <br />! Tes semua komponen sebelum dipasang dan tes setelah terpasang.     <br />! Kabel dan komponen harus dipasang oleh orang yang mengerti hal tersebut.     <br />! Jangan melanjutkan ke langkah berikutnya sebelum memastikan langkah sebelumnya telah benar-benar selesai.     <br />! Catat dengan eksak perangkat keras yang dipasang termasuk aksesorisnya, seperti catu daya (power suplly), patch cable, konektor dsb.     <br />! Catat masing-masing komponen yang terinstall termasuk spesifikasi dan lokasinya.     <br />! Setelah semua terpasang tes secara menyeluruh dalam jaringan.     <br />! Install aplikasi dalam jaringan dan lakukan tes. Jangan melakukan tes dengan data yang sebenarnya, gunakan fake-data (data contoh).</p>
<p align="justify">Implementasi dalam lingkungan kerja. Selain implementasi sebuah jaringan baru dalam kondisi tertentu dalam lingkungan kerja tidaklah semudah memasang jaringan yang benar-benar baru. Banyak pertimbangan yang harus    <br />diperhatikan seperti adaptasi terhadap jaringan baru, waktu downtime dan masalah lain yang bisa saja timbul. Ada beberapa strategi dalam menghadapi hal ini:     <br />– Cold conversion, strategi ini adalah penggantian total dari jaringan lama (atau tanpa jaringan) ke jaringan baru. Strategi ini termasuk paling mudah dilakukan tetapi strategi ini biasanya tidak dipakai untuk jaringan yang mempunyai tugas/misi yang kritis seperti jaringan yang menghubungkan kasir pasar swalayan, tidak boleh terjadi downtime.     <br />– Conversion with overlap, strategi ini melakukan pemasangan dan operasional secara paralel, selama jaringan baru dipasang jaringan lama tetap     <br />berjalan sambil sedikit demi sedikit beralih ke jaringan baru. Strategi ini harus mempertimbangkan waktu jika faktor waktu menjadi batasan utama.     <br />– Piecemeal conversion, strategi ini mirip dengan strategi sebelumnya hanya dilakukan secara lebih detail dan bertahap. Sasaran pindah ke jaringan baru merupakan target jangka yang lebih panjang. Strategi ini membutuhkan resource yang lebih sedikit namun membutuhkan waktu yang lebih lama.</p>
<h2>Operasional</h2>
<p align="justify">Setelah implementasi selesai dilakukan tahap selanjutnya adalah pemakaian atau operasional jaringan. Tahap ini merupakan tugas yang cukup berat untuk seorang administrator jaringan karena tahap ini secara global banyak dijalankan oleh administrator. Administrator atau supervisor jaringan bertugas     <br />menjalankan dan merawat jaringan. Administrator bertanggungjawab &quot; melakukan sesuatu yang diperlukan untuk memastikan jaringan bekerja&quot; . Tugas tersebut bukan berarti memaksa seorang administrator untuk tahu serba hal. Lebih spesifik administrator bertugas memberi hak dan wewenang terhadap user untuk akses ke jaringan.</p>
<h2>JARINGAN ETHERNET</h2>
<p align="justify">1. Komponen Jaringan Ethernet     <br />Sebagaimana telah kita ketahui bersama, bahwa Ethernet dapat menggunakan dua jenis kabel tembaga, yakni kabel thin coax, thick coax, fiber optic, dan UTP.     <br />- Instalasi Kabel Coaxial     <br />Sesuai dengan kapasitas maksimal dari kabel coaxial, Ethernet dengan media transmisi coax hanya ada satu kecepatan transfer data (10 Mbps). Begitu juga bagi peralatan pendukungnya, yakni konektor dan terminator.     <br />Ada 3 macam konektor pada kabel Coaxial, yakni: T konektor, I konektor dan BNC konektor.     <br />Terminator yang dapat digunakan adalah terminator dengan nilai resistansi sebesar 50 . Pemasangan terminator hanya dilakukan pada ujung kabel saja, berarti hanya diperlukan 2 buah terminator untuk satu buah segment ethernet.</p>
<p align="justify"><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image36.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="164" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb36.png?w=367&#038;h=164" width="367" border="0" /></a> </p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image37.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="258" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb37.png?w=391&#038;h=258" width="391" border="0" /></a> </p>
<h2>Instalasi Kabel Thick-Ethernet</h2>
<p align="justify">Pada instalasi jaringan yang luas, biasanya antar gedung:     <br />– Biasanya digunakan kabel fiber optic atau thick coax sebagai     <br />backbones. Kabel Backbones ini berfungsi sebagai bus segment linier .     <br />– Komputer dihubungkan ke backbones dengan manggunakan drop cable, melalui sebuah transceiver.     <br />– Satu segmen terdiri dari:     <br />• Kabel koaksial RG-8     <br />• Sepasang konektor BNC     <br />– Untuk menghubungkan sebuah node digunakan transceiver dan drop cable melalui konektor DB 15     <br />– Satu segmen harus diakhiri dengan terminator</p>
<p align="justify"><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image38.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="167" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb38.png?w=497&#038;h=167" width="497" border="0" /></a> </p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image39.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="255" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb39.png?w=470&#038;h=255" width="470" border="0" /></a> </p>
<h2>Instalasi Kabel Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair)</h2>
<p align="justify">Selain kabel coaxial, Ethernet juga dapat menggunakan jenis kabel lain. Yang paling popular digunakan adalah jenis kabel UTP (Unshielded Twisted Pair). Kabel UTP yang biasa digunakan adalah kabel yang terdiri dari 4 pasang kabel yang terpilin. Dari 8 buah kabel yang ada pada kabel ini, hanya digunakan 4 buah saja untuk dapat mengirim dan menerima data (Ethernet). Perangkat-perangkat lain yang berkenaan dengan penggunaan jenis kabel UTP Cable CAT5 adalah konektor kabel UTP     <br />(RJ-45) dan HUB adalah RJ-45.     <br />EIA/TIA menspesifikasikan konektor RJ-45 untuk kabel UTP.     <br />RJ (Register Jack) 45 merupakan spesifikasi pengkabelannya (wiring sequence).     <br />Terdapat 8 kabel berwarna.     <br />– 4 diantaranya membawa tegangan listrik, disebut “tip” (T1 sampai T4)     <br />– 4 berikutnya sebagai ground, disebut “ring” (R1 sampai R4).     <br />Tip dan ring merupakan istilah pada saat masa-masa kabel telepon. Sekarang dinamakan positive dan negative kabel yang berpasangan. Sehingga tip dan ring disebut pasangan positive dan negative. Pasangan pertama disebut T1 dan R1.</p>
<p align="justify">Konektor RJ-45 adalah komponen male, dipasang di kabel yang dikrimping pada RJ-45 tersebut. Kabel yang paling kanan merupakan kabel nomor 8 dan paling kiri merupakan kabel nomor 1. Jack adalah komponen female dari RJ-45 male.    <br />2. Crimping tool adalah alat bantu yang sangat berguna untuk installasi kabel     <br />UTP. Crimping tool mempunyai beberapa fungsi:     <br />– Memotong kabel UTP     <br />– Mengupas jacket kabel UTP     <br />– Mengunci atau meng-crimping kabel UTP pada RJ-45.</p>
<p align="justify"><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image40.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="358" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb40.png?w=282&#038;h=358" width="282" border="0" /></a> </p>
<p align="justify">Untuk penggunaan koneksi komputer, dikenal 2 buah tipe penyambungan kabel UTP ini, yaitu straight cable dan crossover cable. Fungsi masing-masing jenis koneksi ini berbeda, straight cable digunakan untuk menghubungkan client ke hub/router, sedangkan crossover cable digunakan untuk menghubungkan client ke client atau dalam kasus tertentu digunakan untuk menghubungkan hub ke hub.    <br />1 Straight Cable     <br />Menghubungkan ujung satu dengan ujung lain dengan satu warna, dalam artian ujung nomor satu merupakan ujung nomor dua di ujung lain. Sebenarnya urutan warna dari masing-masing kabel tidak menjadi masalah, namun ada standard secara internasional yang digunakan untuk straight cable ini, yaitu :     <br />Koneksi minimum berdasarkan standar EIA/TIA-568B RJ-45 Wiring Scheme</p>
<p align="justify"><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image41.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="214" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb41.png?w=481&#038;h=214" width="481" border="0" /></a> </p>
<h2>Crossed-Over Cable</h2>
<p align="justify">Untuk topologi star dibutuhkan juga consentrator yang berfungsi sebagai pusat perkabelan dan meneruskan paket-paket ethernet ke tujuan yang benar.Kabel UTP digunakan dengan topologi star, dan memerlukan sebuah hub atau switch yang diletakkan di tengah-tengah topologi star. </p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image42.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="227" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb42.png?w=492&#038;h=227" width="492" border="0" /></a></p>
<h2>ELEMEN-ELEMEN INTERNETWORKING</h2>
<p>• Internetworking umumnya dibangun menggunakan tiga elemen yang berbeda:     <br />• Hubungan data LAN     <br />• Biasanya terbatas dalam satu bangunan atau kampus dan beroperasi menggunakan sistem pengkabelan private     <br />• Hubungan data WAN     <br />• Umumnya menggunakan saluran telekomunikasi data public, seperti X.25 PSDN, Frame Relay, ISDN, ATM     <br />• Devais penghubung jaringan     <br />Devais ini secara umum dibagi dalam beberapa katagori:     <br />1. Repeater     <br />2. Bridge     <br />3. Router     <br />4. Switch     <br />5. Converter</p>
<h2>INSTALASI CISCO ROUTER</h2>
<p> 
<p align="justify">Mode Perintah Router Cisco    <br />Untuk memulai melakukan perubahan konfigurasi pada Cisco maka kita harus berada dalam mode perintah konfigurasi. Berikut ini adalah langkah-langkah untuk masuk ke dalam mode perintah konfigurasi dengan menggunakan emulasi terminal pada PC yang terhubung ke port console dari router Cisco Setelah router di boot up, biasanya akan ditampilkan pertanyaan seperti di bawah ini, jawab saja dengan No:     <br />Would you like to enter the initial configuration dialog [yes] : no     <br />.     <br />.     <br />router&gt;</p>
<p align="justify">Prompt awal router adalah router&gt; atau sering disebut mode user EXEC. Mode router&gt; seperti $ di sistem Unix. Mode ini dipergunakan sebagai prompt user pertama kali masuk router cisco. Biasanya dipakai oleh operator atau user biasa lainnya untuk keperluan basic test dari router ke perangkat lainnya, seperti ping dan telnet.    <br />Tambahan, router&gt; merupakan parameter yang dapat kita ubah sesuai dengan keinginan kita seperti prompt pada DOS.     <br />Router&gt;     <br />1600&gt;     <br />1700&gt;     <br />pada mode user EXEC terdapat banyak perintah yang tersedia. Untuk melihat syntax dari perintah tersebut dapat menggunakan perintah help yang tersedia sebagai berikut:     <br />router&gt; ?</p>
<p align="justify">Hasilnya adalah list perintah yang dapat kita pakai, misalnya ping, telnet dll.    <br />Untuk mengetahui bagaimana syntax dari perintah tersebut, maka dapat digunakan perintah sederhana berikut:     <br />Router&gt; s?     <br />Router&gt; show ?     <br />Router&gt;show conf?     <br />Dalam cisco system kita dapat me-ringkas perintah seperti di contohkan di atas, yaitu show configuration cukup dipanggil, misalnya perintah show configuration menjadi sh conf.     <br />Selanjutnya untuk masuk ke mode perintah konfigurasi selalu ditanyakan passwordnya. Berikut ini cara masuk ke mode perintah konfigurasi.     <br />1700&gt; enable     <br />password: ******     <br />router #</p>
<p align="justify">Kemudian apabila kita akan memulai melakukan modifikasi terhadap konfigurasi, maka yang yang harus dilakukan adalah masuk ke dalam mode konfigurasi    <br />Router# configure terminal     <br />Router (config) #     <br />Sesudah melakukan setting konfigurasi, dilakukan penyimpanan data alias save konfigurasi ke NVRAM. Adapun caranya ada beberapa cara, antara lain:     <br />Router# copy running-config startup-config     <br />Building configuration . . .     <br />Selanjutnya setelah konfigurasi disimpan, biasanya terdapat layar konfirmasi sebagai berikut:     <br />[OK]     <br />router#</p>
<p align="justify">Langkah-langkah Seting Konfigurasi    <br />Pada modul ini akan menuntun user untuk melakukan seting konfigurasi dari sebuah Router Cisco. Untuk contohnya, akan kita bahas bagaimana melakukan konfigurasi sebuah router Cisco 1700 dimana protokol yang akan kita pakai adalah IP melalui a synchronous serial line menggunakan media leased line. Asumsinya telah terdapat 2 buah router cisco 1700 yang telah terinstall hardwarenya dengan baik. Router tersebut akan menggunakan multilink Point-to-point protokol (PPP) dan menggunakan IP dinamis.     <br />– Selanjutnya langkah-langkah dalam melakukan seting konfigurasi     <br />sebuah cisco adalah sebagai berikut:     <br />– Seting konfigurasi parameter global     <br />– Seting konfigurasi keamanan     <br />– Seting konfigurasi interface fast ethernet     <br />– Seting konfigurasi interface serial     <br />– Seting konfigurasi parameter routing dinamis     <br />– Seting konfigurasi akses command-line ke router.</p>
<p align="justify">Seting Konfigurasi Parameter Global    <br />Memulai seting konfigurasi router, maka harus meng-enable-kan mode konfigurasi, caranya:     <br />Router&gt; enable     <br />Router #     <br />Gunakan langkah-langkah pada tabel untuk mengkonfigurasi router untuk parameter global.</p>
<p align="justify"><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image43.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="225" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb43.png?w=494&#038;h=225" width="494" border="0" /></a> </p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image44.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="325" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb44.png?w=496&#038;h=325" width="496" border="0" /></a> </p>
</p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image45.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="276" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb45.png?w=488&#038;h=276" width="488" border="0" /></a> </p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image46.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="284" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb46.png?w=472&#038;h=284" width="472" border="0" /></a> </p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image47.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="250" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb47.png?w=485&#038;h=250" width="485" border="0" /></a> </p>
<p align="justify">Verifikasi Konfigurasi yang Baru Dibuat    <br />Setelah selesai jangan lupa segera simpan hasil seting menggunakan perintahperintah:     <br />1700# write memory Selanjutnya untuk lebih memastikan hasil seting yang telah dibuat, maka perlu dilakukan verifikasi konfigurasi. Untuk menampilkan hasil seting dari router, dapat dilihat dengan cara sebagai berikut : 1700# show config.</p>
<p align="justify">Untuk memeriksa status konfigurasi yang telah dilakukan, gunakan langkah-langkah berikut ini:    <br />! Periksa konfigurasi berdasarkan konfigurasi interface serial     <br />! Periksa apakah &quot;serial0 is up, line protocol is up&quot; sebagai     <br />berikut:     <br />1700# show interface ser0     <br />Serial0 is up, line protocol is up     <br />Hardware is PowerQUICC Serial     <br />Description: leased line to headquarters Interface is unnumbered. Using address of FastEthernet0     <br />(110.1.1.1)     <br />MTU 1500 bytes, BW 1544 Kbit, DLY 20000 usec, rely 255/255, load 1/255 Encapsulation PPP, loopback not set, keepalive set (10 sec) LCP Closed.</p>
<h2>TROUBLESHOOTING</h2>
<p>Langkah – langkah Troubleshooting :     <br /># Pendeteksian kerusakan     <br /># Pengalokasian pesan kerusakan     <br /># Lanjutkan dengan perbaikan secara software atau hardware Kunci Troubleshooting     <br />&quot; Mencek hal-hal yang sederhana.     <br />&quot; Apakah Hardware atau Software yang menyebabkan masalah ?     <br />&quot; Apakah suatu workstation tertentu menyebabkan masalah ataukah     <br />server ?     <br />&quot; Segmen manakah yang terafeksi pada jaringan itu sendiri ?     <br />&quot; Masalah pengkabelan.</p>
<h2>Langkah Troubleshooting :</h2>
<p>1. Identifikasi permasalahan secara tepat.     <br />2. Re-create masalah     <br />3. Isolasi penyebab.     <br />4. Rumuskan koreksi/perbaikan.     <br />5. Impelementasikan perbaikan     <br />6. Test solusi.     <br />7. Dokumentasikan masalah dan solusi     <br />8. Beri feedback</p>
<p>Sumber yang membantu Troublesooter :    <br />&quot; File-file log, seperti Aplication Log, Security Log, System Log dan lainnya.     <br />&quot; Sumber manufaktur, seperti file-file readme, telephone support, technical support secara online atau pun dari CD-Rom.     <br />&quot; Tool hardware untuk troubleshooting, seperti cable teste, tone generator.     <br />&quot; Tool software untuk troubleshooting, seperti protocol analyzer, monitoring tools.</p>
<p>Tips Troubleshooting :    <br />&quot; Jangan lupakan hal-hal kecil.     <br />&quot; Prioritaskan masalah     <br />&quot; Cek konfigurasi software     <br />&quot; Jangan lupakan kondisi fisik device.     <br />&quot; Jangan lupakan masalah pengkabelan     <br />&quot; Cek virus</p>
<p align="justify">PENGETESAN KONEKSI JARINGAN    <br />Setelah berhasil melakukan instalasi dan setting TCP/IP jaringan komputer, coba untuk melakukan troubleshooting untuk proses preventif dan represif maintenance.     <br />1. ipconfig     <br />Untuk mengetes apakah konfigurasi kita sudah bekerja pada komputer kita, kita dapat melihatnya dengan perintah ipconfig pada command prompt.     <br />! Klik start – run     <br />! Ketik cmd     <br />! Enter     <br />! Ketik ipconfig</p>
<p align="justify">Ping    <br />Ada dua kemungkinan kesalahan yang dapat diketahui setelah menjalankan perintah ini:     <br />! Jika paket dapat dikirimkan ke remote host dan mendapat respon, maka kemungkinan kesalahan terjadi di lapisan atas.     <br />! Jika paket tidak dapat membuat round-trip, kemungkinan di lapisan bawah (fisik, konfigurasi) terjadi kesalahan.     <br />Jika computer kita terhubung dengan computer tujuan, computer tujuan tersebut akan membalas ping yang kita kirim dengan aplikasi pong.     <br />! Klik start – run     <br />• Ketik cmd $ Enter $ ping [IP address komputer_tujuan] -t     <br />• Atau langsung ketik : ping [IP address komputer_tujuan] -t     <br />• Tanda -t akan melakukan proses ping secara terus menerus hingga dihentikan oleh user.</p>
<p align="justify"><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image48.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="211" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb48.png?w=481&#038;h=211" width="481" border="0" /></a> </p>
<p>icmp_seq = nomor urut paket yang diterima time = waktu yang dibutuhkan bolak-balik dari lokal host ke remote host.    <br />Pilihan :     <br />! S diikuti oleh jumlah data (byte) yang dikirim     <br />! C diikuti oleh jumlah paket.</p>
<p align="justify">Dari jawaban diatas, jaringan kita sudah terinstal dengan baik. Jika tidak berarti ada masalah pada salah satu komponen jaringan kita. Jika semua usaha ping gagal, maka kita harus memperhatikan pesan kesalahan yang muncul. Ada beberapa tipe dasar kesalahan :    <br />! Unknown Host     <br />! Network Unreachable.     <br />! No Answer.     <br />! Request Time Out.</p>
<h2>Route</h2>
<p align="justify">Perintah route adalah perintah untuk mengetahui informasi routing di dalam jaringan. Seperti sudah kita ketahui, routing adalah proses perjalanan data dari komputer asal ke komputer tujuan.     <br />! Klik start – run     <br />! Ketik cmd     <br />! Enter     <br />! Ketik route print     <br />4. Tracert     <br />Perintah tracert digunakan untuk memeriksa jarak suatu komputer dari komputer kita. Misalnya kita ingin memeriksa jarak computer 10.14.201.3 dari computer kita. Maka yang kita lakukan adalah :     <br />! Klik start – run     <br />! Ketik cmd     <br />! Enter     <br />! Ketik tracert [komputer_tujuan], dalam hal ini kita menggunakan perintah     <br />tracert 10.14.201.3.</p>
<h2>TROUBLESHOOTING DENGAN UNIX</h2>
<p align="justify">Banyak peralatan untuk mendiagnosa permasalahan mulai dari yang komersial berupa hardware dan software yang mahal sampai software gratis yang tersedia di internet. Beberapa juga telah built-in dalam sistem UNIX. Berikut ini tools yang telah tersedia dalam UNIX yang akan kita pakai untuk troubleshooting:     <br />! ifconfig     <br />deskripsi : memberi informasi tentang konfigurasi dasar interface. fungsi : mengetahui IP address, masking subnet, dan alamat broadcast yang salah     <br />! arp     <br />deskripsi : menyediakan informasi tentang translasi ethernet addr ke IP address fungsi : untuk mendeteksi system pada jaringan lokal yang dikon figurasi dengan IP address yang salah.     <br />! netstat     <br />deskripsi : menampilkan statistik tentang interface tiap jaringan, socket jaringan, dan routing table secara detail.</p>
<h2>ping</h2>
<p align="justify">deskripsi : menampilkan statistik paket loss dan waktu delivery fungsi : untuk mengetahui apakah remote host dapat dicapai     <br />! nslookup     <br />deskripsi : merupakan tool untuk mengetahui name server dan informasi lain yang tersimpan dalam Domain Name Service.     <br />fungsi : untuk mengetahui name server dan nama host yang benar.     <br />! dig     <br />deskripsi : seperti nslookup, tetapi tidak interaktif.     <br />! traceroute     <br />deskripsi : menampilkan route yang dilalui paket dari system lokal ke remote host     <br />fungsi : mengetahui lokasi gateway yang bermasalah ketika menghubugi sebuah remote host.</p>
<h2>Troubleshooting dengan perintah ifconfig</h2>
<p> 
<p align="justify">Perintah ini untuk memeriksa konfigurasi interface jaringan, terutama jika konfigurasi host user sudah terpasang dan tidak dapat mencapai remote host, sementara host lain dalam jaringan lokal yang sama bisa mencapainya.    <br />Hal-hal yang dapat diatur oleh perintah ini antara lain :     <br />! IP Address     <br />! Subnet Mask     <br />! Broadcast Address</p>
<p>Troubleshooting dengan Perintah arp    <br />Perintah ini untuk menganalisa penerjemahan alamat dari IP     <br />address ke Ethernet address.     <br />Ada tiga pilihan yang berguna:     <br />- a : menampilkan seluruh entry ARP dalam     <br />tabel     <br />- d hostname : menghapus sebuah entry dari tabel     <br />ARP     <br />- s hostname ether-address : menambah sebuah entry baru ke dalam     <br />tabel ARP</p>
<p align="justify">Mengecek Interface dengan netstat    <br />Perintah netstat akan memberikan informasi tentang beberapa status network. Misalkan test terdahulu membuat anda curiga bahwa sambungan ke LAN tidak bagus Ada tiga option yang mengikuti perintah netstat di atas.     <br />! Option -i meminta netstat untuk menampilkan status dari     <br />network interface yang telah terkonfigurasi.     <br />! Option -a digunakan untuk menampilkan seluruh network     <br />interface yang ada dalam sistem, bukan hanya yang telah terkonfigurasi saja.     <br />! Option -n meminta netstat untuk menampilkan keluaran dalam bentuk numerik. Perintah netstat -i akan memberi informasi seperti dibawah ini:</p>
<p align="justify"><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image49.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="329" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb49.png?w=479&#038;h=329" width="479" border="0" /></a> </p>
<p align="justify"><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image50.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="318" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb50.png?w=479&#038;h=318" width="479" border="0" /></a> </p>
<h2>Subdividing Ethernet</h2>
<p align="justify">Jika collision rate jaringan Anda ternyata mencapai 5% atau lebih, maka Anda perlu mengambil langkah pengurangan jumlah trafik yang melalui segmen jaringan Anda. Jalan paling mudah adalah dengan membuat beberapa segment dari sebuah segmen, sehingga setiap segmen akan memiliki lebih sedikit host dan tentunya trafik akan berkurang. Dan, cara paling efektif membagi segmen kabel adalah dengan memotongnya dan menggabungkan kembali melalui sebuah router atau bridge.     <br />Gambar di bawah menggambarkan sebuah jaringan sederhana yang dibagi dengan dua macam cara. Dalam contoh pertama, router yang sudah ada sebelumnya, ditingkatkan fungsinya untuk membagi jaringan menjadi dua.     <br />Pada contoh kedua, digunakan bridge. Yang perlu diperhatikan dalam merencanakan subnet adalah kebutuhan akan layanan oleh user. Jika seluruh service ditempatkan pada salah satu sisi dari bridge, maka trafik tidak akan menurun secara berarti, dan kerja bridge bisa lebih keras. Sehingga, perlu dianalisa kebutuhan service dari user, dan nantinya user yang membutuhkan suatu service tertentu lebih banyak dari service yang lain, ditempatkan sesuai dengan penempatan server untuk service tersebut.</p>
<p align="justify"><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image51.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="484" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb51.png?w=492&#038;h=484" width="492" border="0" /></a></p>
<h2>Problem Hardware Jaringan</h2>
<p align="justify">Pada test sebelum ini, kita mungkin temukan problem pada hardware jaringan. Untuk memperbaikinya, serahkan kepada orang yang berkompeten. Misal jika mengenai line telepon, hubungi perusahaan telepon atau jika pada WAN, hubungi manajer jaringannya Memeriksa Tabel Routing Pesan kesalahan &quot;network unreachable&quot; jelas-jelas menunjukkan adanya masalah pada routing. Untuk melihat apakah rute ke host yang Anda tuju sudah ada di tabel routing, gunakan perintah netstat -nr dan grep.</p>
<h2>Tracing Routes</h2>
<p align="justify">Jika tabel routing lokal dan suplier RIP benar, kemungkinan masalah yang masih timbul adalah di luar local host atau jaringan lokal. Masalah pada remote routing dapat menyebabkan pesan kesalahan &quot;no answer&quot; atau &quot;network unreachable&quot;. Tapi pesan &quot;network unreachable&quot; bisa juga karena sesuatu yang &#8216;down&#8217; antara local host dengan network yang dituju. Untuk ini, traceroute dapat membantu menemukan lokasi masalah. traceroute merunut rute paket UDP dari local host ke remote host. Kemudian menampilkan nama dan IP address setiap gateway sepanjang rute ke remote host tersebut. Yang terpenting dari keluaran traceroute adalah:    <br />1. Apakah paket dapat mencapai tujuan?    <br />2. Jika tidak, dimana dia berhenti?</p>
<h2>Memeriksa Name Service</h2>
<p align="justify">Prosedur ini digunakan untuk mendiagnosa kesalahan ketika pesan kesalahan &quot;unkonown host&quot; muncul, yaitu menggunakan perintah nslookup. Ada tiga keutamaan dari nslookup terutama untuk troublesooting permasalahan nama server lain yaitu kemampuannya untuk:    <br />– Menemukan server yang berwenang atas remote domain, dengan menggunakan pertanyaan NS;    <br />– Mendapatkan seluruh catatan tentang remote host, dengan menggunakan pertanyaan ANY;    <br />– Browse seluruh entry dalam remote zone dengan menggunakan perintah ls dan view dari nslookup.</p>
<h2>Beberapa sistem beroperasi</h2>
<p align="justify">Seorang user melaporkan bahwa dia bisa menghubungi host name tertentu&#160; dari workstasionnya dan tidak dapat meresolve host name yang sama dari sistem sentral (server). Tetapi sistem sentral dapat meresolve host name yang lain. dengan nslookup untuk memeriksa remote server. Perintah dig, sebagai alternatif lain nslookup dig queries biasanya berupa perintah satu baris. Berbeda dengan nslookup yang merupakan perintah yang interaktif. Tetapi perintah dig memiliki fungsi yang sama dengan nslookup. Keduanya bekerja dengan baik. Misalnya, kita akan menggunakan dig untuk menanyakan catatan NS buat domain ee.itb.ac.id kepada server lokal.</p>
<p align="justify"><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image52.png"><img title="image" style="border-right:0;border-top:0;display:inline;border-left:0;border-bottom:0;" height="231" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb52.png?w=493&#038;h=231" width="493" border="0" /></a> </p>
<h2>PENGETESAN MENGGUNAKAN HARDWARE</h2>
<p align="justify">Selain dengan menggunakan software elemen manajemen network, proses identifikasi masalah pada jaringan computer bisa juga menggunakan hardware. Hardware yang biasa digunakan untuk pengetesan jaringan adalah LAN Tester yaitu perangkat yang dapat menganalisa kerusakan pada system pengkabelan LAN user.</p>
<p align="justify"><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image53.png"><img title="image" style="border-right:0;border-top:0;display:inline;border-left:0;border-bottom:0;" height="335" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb53.png?w=475&#038;h=335" width="475" border="0" /></a> </p>
<h2>PENGECEKAN DENGAN NETWORK MANAGEMENT SOFTWARE</h2>
<p align="justify">Network Management Software adalah perangkat lunak yang berfungsi memonitor jaringan. Elemen yang dimonitor bisa berupa aktivitas jaringan, hidup/matinya node, dll. Protokol Simple Network Management Protocol berfungsi untuk hal ini, jika semua node mendukung SNMP-agent maka perangkat lunak monitoring dapat memantau semua aktivitas yang terjadi di node misalnya kinerja processor, penggunaan RAM, trafik input/output dll. Simple Network Management Protocol (SNMP) adalah protocol aplikasi yang memfasilitasi pertukaran manajemen informasi antara perangkat-[erangkat jaringan. SNMP memungkinkan administrator jaringan untuk mengatur performansi jaringan, mencari, menemukan dan menyelesaikan masalah jaringan, dan perencanaan untuk perkembangan jaringan.</p>
<p align="justify">Berikut adalah proses mendapatkan topologi jaringan dengan menggunakan   <br />protokol ICMP.    <br />• Temukan seluruh IP address yang dipakai; dengan cara mengirim paket ICMP    <br />echo request ke setiap alamat. Kita tinggal memasukkan range IP address yang    <br />akan dipetakan host-hostnya. IP address yang dipakai disimpan ke database.    <br />• Lacak rute ke setiap IP address yang tersimpan dalam database di atas. Hasil    <br />rute disimpan kedalam database untuk analisa berikutnya. Pada tahap ini diperoleh juga IP address yang berfungsi sebagai gateway.    <br />• Tentukan network mask bagi tiap IP address dengan cara mengirim paket ICMP mask request. Simpan hasilnya untuk analisa selanjutnya.    <br />• Untuk host dengan banyak interface, temukan IP address interface yang lain dengan cara mengirim paket UDP ke unused port.    <br />• Identifikasi network dan subnetwork. IP address class A, B, C mudah diidentifikasi, tetapi subnetwork perlu trik tertentu untuk menemukannya.    <br />• Identifikasi mesin yang memiliki lebih dari satu interface (multi-homed).    <br />• Hubungkan IP address ke network yang telah diidentifikasi.    <br />• Gabungkan IP address yang dimiliki oleh mesin multi-homed untuk menghindari duplikasi.    <br />• Gambar peta.</p>
<h2>Re-setup perangkat bisa dilakukan berupa :</h2>
<p> 
<p>• Re-setup instalasi perangkat / instalasi driver   <br />• Re-setup konfigurasi perangkat    <br />• Re-setup port    <br />• Re-setup BIOS    <br />• Re-setup media dan perangkat.</p>
<h2>Re-setup pada modem</h2>
<p align="justify">! Periksa apakah hardware yang terpasang pada computer anda sudah compatible dengan Hardware Compatible List yang ada pada system operasi computer anda. Untuk mengeceknya, perlu koneksi ke internet dimana informasi HCL system operasi berada. Bila ternyata modem anda tidak kompatibel dengan HCL sistem operasi, maka cari driver modem yang sesuai dengan HCL untuk kemudian lakukan setup ulang driver modem    <br />! Bila ternyata sudah benar, maka coba untuk mengecek status dari hardware. Klik kanan pada My Computer, klik Properties. Pada Tab Hardware, klik tombol Device Manager $ Modem,klik kanan $ Properties.</p>
<p align="justify"><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image54.png"><img title="image" style="border-right:0;border-top:0;display:inline;border-left:0;border-bottom:0;" height="359" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb54.png?w=515&#038;h=359" width="515" border="0" /></a> </p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image55.png"><img title="image" style="border-right:0;border-top:0;display:inline;border-left:0;border-bottom:0;" height="416" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb55.png?w=503&#038;h=416" width="503" border="0" /></a> </p>
<p align="justify">CekDevice status port yang digunakan, apakah berjalan dengan baik atau tidak. Bila ternyata berjalan baik, tetapi modem masih belum bisa melakukan koneksi, maka coba ganti port koneksi dengan port yang lain (misal dari port COM ke LPT1 atau sebaliknya).   <br />Atau dimungkinkan bila port terduplikasi, hal ini bisa terjadi saat user menginstal port beberapa kali. Bila port terduplikasi, maka pilih salah satu untuk kemudian klik kanan dan pilih menu uninstall port yang terduplikasi.    <br />• Periksa file *.inf untuk modem user.    <br />File .inf untuk modem ini merupakan serangkaian perintah untuk mensuport kerja modem. Untuk melihat konfigurasi file .inf pada system operasi computer anda, lihat pada Device manager $ modem $ properties. Pada tab Diagnostics, klik Query Modem. Jika file .inf sudah tidak support, maka akan muncul dialog box stops responding, atau user akan menerima suatu pesan yang menyebutkan port sedang digunakan, padahal tidak. Jika file ini sudah tidak dapat mensuport kerja modem, maka user harus menginstal kembali file .inf dengan versi yang lebih baru.</p>
<p align="justify">Bila user menginstal beberapa modem, terdapat kemungkinan untuk terjadinya conflik, coba untuk menguninstall modem-modem yang lain yang tidak terpakai. Dilakukan dengan masuk ke Device Manager $ Modem dan klik kanan pada modem-modem yang hendak dihapus, kemudian pilih menu Uninstall.   <br />• Hapus dial-up connection yang telah dibuat, kemudian    <br />setup ulang atau setup kembali dial-up connection.    <br />• Bila menggunakan modem internal, dimungkinkan karena BIOS computer yang tidak support dengan modem internal user, masalah ini bisa diatasi dengan mengupgrade BIOS.</p>
<p align="justify">Bersambung ke level berikutnya&#8230;</p>
<p align="justify">Sumber : TELKOM 2006</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mandorkawat2009.wordpress.com/2249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mandorkawat2009.wordpress.com/2249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mandorkawat2009.wordpress.com/2249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mandorkawat2009.wordpress.com/2249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mandorkawat2009.wordpress.com/2249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mandorkawat2009.wordpress.com/2249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mandorkawat2009.wordpress.com/2249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mandorkawat2009.wordpress.com/2249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mandorkawat2009.wordpress.com/2249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mandorkawat2009.wordpress.com/2249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mandorkawat2009.wordpress.com/2249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mandorkawat2009.wordpress.com/2249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mandorkawat2009.wordpress.com/2249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mandorkawat2009.wordpress.com/2249/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mandorkawat2009.wordpress.com&amp;blog=9512685&amp;post=2249&amp;subd=mandorkawat2009&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mandorkawat2009.wordpress.com/2009/11/02/dasar-dasar-cisco-router/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/145a38480cc13d96372b24cb080c89b6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mandorkawat2009</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb32.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb33.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb34.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb35.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb36.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb37.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb38.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb39.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb40.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb41.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb42.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb43.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb44.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb45.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb46.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb47.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb48.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb49.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb50.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb51.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb52.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb53.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb54.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb55.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KONSEP DASAR &amp; BERBAGAI MACAM KONFIGURASI JARINGAN PADA KOMPUTER (level-1)</title>
		<link>http://mandorkawat2009.wordpress.com/2009/11/02/konsep-dasar-berbagai-macam-konfigurasi-jaringan-pada-komputer-level-1/</link>
		<comments>http://mandorkawat2009.wordpress.com/2009/11/02/konsep-dasar-berbagai-macam-konfigurasi-jaringan-pada-komputer-level-1/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 11:58:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mandorkawat2009</dc:creator>
				<category><![CDATA[Networking (Komputer)]]></category>
		<category><![CDATA[dalam kasus ini]]></category>
		<category><![CDATA[kemudian komputer B merespond dengan memberikan file tersebut kepada komputer A]]></category>
		<category><![CDATA[komputer A sebagai client dan B sebagai server. Pada waktu berikutnya komputer B dapat berfungsi sebagai client dan A sebagai server apabila B merequest sesuatu]]></category>
		<category><![CDATA[KONSEP DASAR & BERBAGAI MACAM KONFIGURASI JARINGAN PADA KOMPUTER (level-1)]]></category>
		<category><![CDATA[Tiap komputer dapat berfungsi sebagai client dan server. Ambil contoh: Dalam suatu waktu komputer A merequest file dari komputer B]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mandorkawat2009.wordpress.com/2009/11/02/konsep-dasar-berbagai-macam-konfigurasi-jaringan-pada-komputer-level-1/</guid>
		<description><![CDATA[TIPE JARINGAN KOMPUTER 1. Peer-to-peer Tiap komputer dapat berfungsi sebagai client dan server. Ambil contoh: Dalam suatu waktu komputer A merequest file dari komputer B, kemudian komputer B merespond dengan memberikan file tersebut kepada komputer A, dalam kasus ini, komputer A sebagai client dan B sebagai server. Pada waktu berikutnya komputer B dapat berfungsi sebagai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mandorkawat2009.wordpress.com&amp;blog=9512685&amp;post=2197&amp;subd=mandorkawat2009&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>TIPE JARINGAN KOMPUTER</h2>
<p> <br />
<h5>1. Peer-to-peer</h5>
<p align="justify">Tiap komputer dapat berfungsi sebagai client dan server. Ambil contoh: Dalam suatu waktu komputer A merequest file dari komputer B, kemudian komputer B merespond dengan memberikan file tersebut kepada komputer A, dalam kasus ini, komputer A sebagai client dan B sebagai server. Pada waktu berikutnya komputer B dapat berfungsi sebagai client dan A sebagai server apabila B merequest sesuatu dari A.</p>
<p align="justify"><strong>2. Client/server      <br /></strong>Pelayanan jaringan terletak pada komputer yang dinamakan server. Server merespon request dari client. Server adalah komputer sentral yang memberikan respon dari client yang merequest seperti file, print, aplikasi dan pelayanan lain.</p>
<p align="justify"><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image15.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="384" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb15.png?w=503&#038;h=384" width="503" border="0" /></a> </p>
<h2>Topologi Jaringan</h2>
<p> 
<p>1.Topologi yang digunakan    <br />! Topologi Fisik     <br />! Topologi Logic     <br />2.Media transmisi     <br />3.Metode akses</p>
<h2>Topologi Fisik Jaringan Komputer</h2>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image16.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="302" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb16.png?w=505&#038;h=302" width="505" border="0" /></a> </p>
<h2>Bus</h2>
<p align="justify">Topology yang menggunakan single backbone segment yang terhubung secara langsung ke semua host Merupakan topologi dengan metode akses broadcast yang tersambung dengan kabel Coaxial, dan Twisted Pair. Setiap komputer disambung dengan T Bus (Bus berbentuk T) dan kedua ujung sambungan diberi resistor 50 ohm. Semua perangkat jaringan yang terhubung dalam topology bus dapat melihat semua sinyal yang melintas dalam single backbone tersebut.     <br /><strong>Keuntungan:      <br /></strong>! Murah, karena tidak memakai banyak media dan media yang dipakai sudah umum (banyak dalam pasaran)     <br />! Setiap komputer dapat saling berhubungan langsung.     <br /><strong>Kerugian:      <br /></strong>! Sering terjadi hang / crass, yaitu bila lebih dari satu pasang memakai bus yang sama.     <br />! Tidak dapat dipakai secara bersamaan dalam satu waktu, harus bergantian atau ditambah relay.     <br />! Jika single backbone terputus maka jaringan rusak. Traffic yang padat dan sering terjadinya collision paket data.</p>
<h2>Ring</h2>
<p align="justify">Menghubungakan suatu host dengan host berikutnya dan antar host yang terakhir dengan host yang awal sehingga terbentuk seperti cincin dari kabel.     <br />Tiap node hanya terkoneksi secara fisik dengan node yang ada disebelahnya (kanan dan kirinya). Data yang dikirim diberi address tujuan sehingga dapat menuju komputer yang dituju.     <br />Media transmisi yang dipakai dapat berupa twisted pair, kabel coaxial dan serat optik .     <br /><strong>Keuntungan:</strong>     <br />! seperti Topologi Bus     <br />! Penggunaan sambungan point to point membuat transmission error dapat diperkecil     <br /><strong>Kerugian:</strong>     <br />! Data yang dikirim bila melalui banyak komputer, transfer data menjadi lambat.</p>
<h2>Star</h2>
<p align="justify">Mengkoneksikan semua kabel dari tiap host ke central point sebagai konsentrator. Konsentrator ini biasanya berupa hub atau switch.     <br /><strong>Keuntungan:</strong>     <br />! akses ke server cepat     <br />! Dapat menampung banyak user yang melakukan banyak proses ke server     <br />! User dapat lebih banyak dibanding Bus     <br /><strong>Kerugian:</strong>     <br />! Bila ada dua user yang ingin berhubungan (berkomunikasi) harus melalui server dulu sehingga ada kemungkinan terdapat error bila sambungan masing-masing user ke server kurang baik.     <br />! Apabila konsentrator rusak maka jaringan rusak.</p>
<h2>Extended star</h2>
<p align="justify">Merupakan perkembangan dari toplogi star sebagai perluasan topologi star. Topologi star inti yang terdiri dari konsentrator yang menghubungkan topologi star-topologi star lain. Membatasi banyaknya perangkat yang terhubung ke satu konsentrator     </p>
<h2>Hirarki</h2>
<p> 
<p align="justify">Mirip dengan extended star tetapi ia tidak punya konsentrator. Sistemnya terhubung ke komputer yang mengntrol traffic dalam topology.    </p>
<h2>Mesh</h2>
<p align="justify">Tiap host punya koneksi sendiri ke semua host yang ada dalam jaringan.     <br />Karena tiap node terkoneksi ke semua node, maka data dapat dikirimkan melalui beberapa jalur yang ada.</p>
<h2><strong>Topologi Logic Jaringan Komputer</strong></h2>
<p align="justify"><strong>1. Ethernet</strong>     <br />Jaringan komputer umumnya menggunakan tipe jaringan ethernet, dimana topologi bisa berupa bus, dan star. Mode pengiriman digunakan CSMA merupakan salah satu skema dalam proses pengiriman paket, dimana pemakainya mendeteksi kanal lebih dahulu apakah kanal sibuk atukah sedang bebas, sebelum proses pengiriman paket. Bila pemakai mendeteksi kanal dalam keadaan bebas (idle), maka paket akan dikirimkan. Sedangkan bila kanal terdeteksi dalam keadaan sibuk (busy), maka pengiriman paket ditunda untuk beberapa saat. Collision antar paket masih mungkin terjadi. Untuk itu dibuat suatu perbaikan metode CSMA dengan nama CSMA/CD (Carrier Sense Multiple Access with Collision Detection), yang sering disebut juga dengan metode Listen While Talk (LWT).</p>
<h2>Token Ring,</h2>
<p align="justify">Token Ring merupakan salah satu protokol untuk LAN yang menggunakan kendali transmisi terdistribusi dan telah distandarisasi oleh IEEE nomor 802.5. Kendali transmisi pada Token Ring dilakukan oleh bit-bit token yang beredar sekeliling jaringan ring dari stasiun ke stasiun berikutnya. Bit-bit tersebut ditransmisikan secara serial melalui media transmisi fisik dan akan mengalami delay tiap melalui stasiun di dalam jaringan ring. Setiap stasiun akan membangkitkan kembali dan akan meneruskan setiap bit ke stasiun berikutnya. Jadi stasiun-stasiun dalam Ring juga berfungsi sebagai regenerator dan repeater. Suatu stasiun tujuan yang telah diberi alamat akan menyalin informasi yang dikirim stasiun awal bila informasi tersebut lewat, dan stasiun awal akan menghapusnya bila informasi tersebut telah membentuk satu loop penuh mengelilingi ring.</p>
<h2>Fiber Distributed Data Interface (FDDI),</h2>
<p> 
<p align="justify">FDDI (Fiber Distributed Data Intrface) digunakan dengan kabel fiber optic.Arsitektur ini bekerja berdasarkan dua ring konsentrik , masing-masing berkecepatan 100 Mbps , dengan menggunakan token passing scheme. FDDI menggunakan arsitektur dual-ring dengan arah penjalaran data yang saling berlawanan. Dual ring terdiri dari primary dan secondary ring. Selama keadaan jaringan yang normal,maka ring primary yang digunakan untuk pentransmisian data, dan ring secondary ring dalam posisi idle.</p>
<p align="justify"><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image17.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="268" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb17.png?w=477&#038;h=268" width="477" border="0" /></a> </p>
<h2>Wireless, infrared,</h2>
<p align="justify">Teknologi wireless memiliki fleksibelitas, mendukung mobilitas, memiliki teknik frequency reuse, selular dan handover, menawarkan efisiensi dalam waktu (penginstalan) dan biaya (pemeliharaan dan penginstalan ulang di tempat lain), mengurangi pemakaian kabel dan penambahan jumlah pengguna dapat dilakukan dengan mudah dan cepat.</p>
<h2>Asynchronous Transfer Mode (ATM).</h2>
<p align="justify">Asynchronous Transfer Mode atau yang lebih dikenal dengan sebutan ATM merupakan suatu teknologi aplikasi packet switching dimana satuan informasi yang dikirim dalam bentuk paket tersebut mempunyai panjang yang terbatas yaitu sekitar 53 byte, dengan 5 byte untuk header yang merupakan tempat informasi routing, serta address dan sisanya yaitu 48 byte untuk data info atau payload tempat suatu informasi atau traffik ditumpangkan Satuan informasi dalam bentuk paket-paket pada ATM ini disebut Cell ATM. Dengan panjang sel ATM yang tetap tersebut, memungkinkan desain ATM switch yang lebih sederhana, sehingga waktu tunda pemrosesan dan variabel waktu tunda dapat direduksi. Hal ini sangat berpengaruh pada jenis pelayanan yang memiliki waktu yang sensitif, misalnya untuk jenis pelayanan audio dan visual.</p>
<h2>Multi Packet Label Switch (MPLS)</h2>
<p align="justify">MPLS merupakan kombinasi dari komponen kontrol IP dan komponen forwardingATM dengan pensinyalan IP dan protokol distribusi label yang baru. Pada jaringan MPLS pengiriman beberapa paket yang dikumpulkan dalam suatu FECs (Forwarding Equivalence Classes) akan dilekatkan label sebagai indeks pada tabel routing untuk menentukan hop berikutnya. Pemakaian     <br />teknologi MPLS dalam mendukung suatu jaringan diharapkan dapat memenuhi segala kebutuhan yang diinginkan pemaki jaringan karena MPLS dapat diterapkan pada semua protkol layer jaringan dan mampu meningkatkan performansi routing, memperbaiki jangkauan layer jaringan serta menyedikan     <br />fleksibilitas yang besar dalam pengiriman pelayanan routing.</p>
<h2>Perangkat Jaringan Komputer</h2>
<p align="justify">1. Network Interface Card (NIC) NIC berkomunikasi dengan network menggunakan koneksi serial dan dengan komputer menggunakan koneksi paralel. Ketika memilih NIC, perhatikan beberapa faktor berikut:    <br />! Protokol: ethernet, token ring, FDDI     <br />! Tipe media: twisted pair, coaxial, wireless, fiber-optic     <br />! Tipe slot motherboard: ISA, PCI     <br />Tiap NIC mempunyai kode unik dari pabrik, dinamakan Media Access Control (MAC) address. Address ini digunakan untuk mengontrol </p>
<p>1. Network Interface Card (NIC)    <br />NIC berkomunikasi dengan network     <br />menggunakan koneksi serial dan dengan     <br />komputer menggunakan koneksi paralel. Ketika     <br />memilih NIC, perhatikan beberapa faktor berikut:     <br />! Protokol: ethernet, token ring, FDDI     <br />! Tipe media: twisted pair, coaxial, wireless,     <br />fiber-optic     <br />! Tipe slot motherboard: ISA, PCI     <br />Tiap NIC mempunyai kode unik dari pabrik,     <br />dinamakan Media Access Control (MAC)     <br />address. Address ini digunakan untuk mengontrol     <br />komunikasi data pada suatu host dalam jaringan.</p>
<p align="justify"><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image18.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="240" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb18.png?w=194&#038;h=240" width="194" border="0" /></a> </p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image19.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="431" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb19.png?w=522&#038;h=431" width="522" border="0" /></a> </p>
<h2>Repeater</h2>
<p align="justify">Fasilitas paling sederhana dalam internetwork adalah repeater. Fungsi utama repeater adalah menerima sinyal dari satu segmen kabel LAN dan memancarkannya kembali dengan kekuatan yang sama dengan sinyal asli pada segmen (satu atau lebih) kabel LAN yang lain. Repeater beroperasi pada Physical layer dalam model jaringan OSI. Jumlah repeater biasanya ditentukan oleh implementasi LAN tertentu. Penggunaan repeater antara dua atau lebih segmen kabel LAN mengharuskan penggunaan protocol Physical layer yang sama antara segmen-segmen kabel tersebut. Sebagai contoh, repeater dapat menghubungkan dua buah segmen kabel Ethernet 10BASE2.</p>
<p align="justify"><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image20.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="214" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb20.png?w=499&#038;h=214" width="499" border="0" /></a> </p>
</p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image21.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="292" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb21.png?w=498&#038;h=292" width="498" border="0" /></a> </p>
<h2>Converter</h2>
<p align="justify">Converter dapat dianggap sebagai tipe device yang berbeda daripada repeater, bridge, router, atau switch dan dapat digunakan bersama-sama. Converter (kadang disebut gateway) memungkinkan sebuah aplikasi yang berjalan pada suatu sistem berkomunikasi dengan aplikasi yang berjalan pada sistem lain yang berjalan di atas arsitektur network berbeda dengan sistem tersebut. Converter bekerja pada lapisan Application pada model OSI dan bertugas untuk melalukan paket antar jaringan dengan protokol yang berbeda sehingga perbedaan tersebut tidak tampak pada lapisan aplikasi.     <br />Di samping menggunakan converter, metode lain untuk menghubungkan jaringan dengan arsitektur berbeda adalah dengan tunelling. Metode ini membungkus paket -termasuk protokolnya yang akan dilewatkan pada protokol lain. Pembungkusan ini dilakukan dengan menambahkan header protokol pada paket yang akan dilewatkan. Metode ini dapat dilihat sebagai sebuah arsitektur jaringan yang berjalan di atas arsitektur jaringan yang lain. Perangkat tempat terjadinya proses tunnelling ini disebut sebagai portal.</p>
<h2>MEDIA TRANSMISI</h2>
<p align="justify">Ada dua jenis yaitu kabel dan nirkabel (wireless). Kabel dibagi kedalam bebearpa jenis yaitu: twisted pair, coaxial, dan fiber Optic (FO).     <br /><strong>1. Media Transmisi Guided</strong>     <br />Untuk media transmisi guided, kapasitas transmisi, baik dalam hal rate data maupun bandwith, sangat tergantung pada jarak dan sistem transmisi medianya dari titik ke titik jarak jauh. Tiga media guided yang umumnya dipergunakan untuk transmisi data adalah twisted pair, coaxial cable, dan fiber optic. Kabel yang paling umum dan mudah pemasangannya adalah kabel jenis coaxial.</p>
<h2>Twisted Pair Cable</h2>
<p align="justify">Twisted pair adalah media tranmisi guided yang paling hemat dan paling banyak digunakan. Sebuah twisted pair terdiri dari dua kawat yang disekat dan disusun dalam suatu bola spiral beraturan. Sepasang kawat bertindak sebagai satu jalur komunikasi tunggal. Biasanya, beberapa pasangan kawat tersebut dibundel menjadi satu kabel dengan satu cara dibungkus dalam sebuah sarung pelindung yang keras. Pada jarak yang sangat jauh, kabel berisikan ratusan pasang kawat penggulungan cenderung meningkatkan interferensi diantara sepasang kawat yang saling berdekatan di dalam suatu kabel. Pasangan yang berdekatan dalam satu bundel biasanya sedikit berlainan panjang gulungannya untuk mengurangi interferensi. Pada jarak jauh, panjang gulungan biasanya bervariasi dari 5 sampai 15 cm. Kabel yang saling berpasangan memiliki tingkat ketebalan mulai dari 0.4 sampai 0.9 mm.     <br />Twisted pair cocok untuk jaringan kecil, sedang maupun besar yang membutuhkan fleksibilitas dan kapasitas untuk berkembang sesuai dengan pertumbuhan pemakai network. Twisted Pair umumnya lebih reliable dibandingkan dengan thin coaxial karena HUB mempunyai kemampuan data error correction dan meningkatkan kecepatan transmisi, bahkan dengan HUB bisa dirangkai menjadi suatu jaringan besar.</p>
<h2>Twisted Pair</h2>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image22.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="317" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb22.png?w=503&#038;h=317" width="503" border="0" /></a> </p>
<h2>Coaxial Cable</h2>
<p align="justify">Coaxial cable seperti halnya dengan twisted pair terdiri dari dua konduktor, namun disusun berlainan untuk mengatur pengoperasiannya melalui jangkauan frekuensi yang lebih luas. Terdiri dari konduktor silindris yang mengelilingi suatu kawat konduktor dalam tunggl. Konduktor bagian dalam dibungkus baik dengan konduktor kawat jaring maupun penyekat dalam. Konduktor terluar dilindungi oleh suatu selubung atau pelindung. Sebuah coaxial cable tunggal memilki diameter mulai dari 1 sampai 2,5 cm. Karena perlindungan ini, dengan konstruksi berbentuk melingkar, coaxial cable menjadi tahan terhadap interferensi dibandingkan dengan twisted pair. Coaxial cable juga dapat dipergunakan untuk jarak yang lebih jauh dan mampu mendukung beberapa station dalam sebuah jalur yang dipakai banyak user dibanding twisted pair.</p>
<p>Coaxial cable mungkin merupakan    <br />media transmisi yang paling     <br />bermanfaat untuk segala macam     <br />keperluan serta dapat dipergunakan     <br />untuk berbagai jenis aplikasi. Aplikasi     <br />yang terpenting adalah sebagai berikut:     <br />! Distribusi siaran televisi     <br />! Transmisi telepon jarak jauh     <br />! Penghubung sistem komputer     <br />jangkauan pendek     <br />! Local Area Network (LAN)</p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image23.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="290" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb23.png?w=438&#038;h=290" width="438" border="0" /></a> </p>
<h2>Serat Optik</h2>
<p align="justify">Serat optik sangat tipis sekali, namun memiliki kemampuan tinggi memandu sebuah sinar optik. Serat optik terbuat dari jenis kaca dan plastik. Kerugian terendah dapat diperoleh dengan menggunakan serat yang terbuat dari ultrapure fused silica. Namun serat ultrapure ini sulit diproduksi. Ada dua jenis lain yaitu : serat kaca higher loss multicomponent yang lebih ekonomis namun     <br />masih memberikan kinerja yang baik. Sedangkan serat plastik lebih mahal dan bisa dipergunakan untuk koneksi jarak, dimana tingkat kerugiannya masih dapat diterima.</p>
<p align="justify"><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image24.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="333" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb24.png?w=484&#038;h=333" width="484" border="0" /></a> </p>
</p>
<h2>Media Transmisi Unguided</h2>
<p align="justify"><strong>a. Wireless</strong>     <br />Tiga jangkauan frekuensi umum menjadi titik perhatian dalam pembahasan mengenai transmisi wireless. Frekuensi dengan jangkauan sebesar 2 GH&#8212;z sampai 40 GHz ditunjukkan sebagai frekuensi gelombang mikro. Pada frekuensi ini memungkinkan dihasilkan sinar searah yang sangat tinggi., serta gelombang mikro benar-benar seusai untuk transmisi titik ke titik. Gelombang mikro juga dipergunakan untuk komunikasi satelit. Frekuensi dengan jangkauan sebesar 30 MHz sampai 1Ghz sesuai dengan alokasi ke segala arah. Kita menyebut jangkauan ini sebagai jangkauna siaran radio. Gelombang mencakup sebagian band UHF dan semua band SHF, sedangkan siaran radio mencakup band VHF dan sebagian band UHF. Jangkauan frekuensi terpenting lainya, untuk lokasi aplikasi, adalah bagian inframerah dari spektrum. Yang meliputi, secara kasar, dari 3&#215;10&#8212;11 sampai 3&#215;1014 Hz. Infra merah berguna untuk aplikasi multititk dan titik titik lokal didalam daerah yang terbatas, misalnya ruangan tunggal.</p>
<p align="justify"><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image25.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="284" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb25.png?w=494&#038;h=284" width="494" border="0" /></a> </p>
<h2>Gelombang Mikro Terresterial</h2>
<p align="justify">Kegunaan sistem gelombang mikro yang utama adalah dalam jasa telekomunikasi longhaul, sebagai altenatif untuk coaxial cable atau serat optik. Fasilitas gelombang mikro memerlukan sedikit amplifier atau repetear daripada coaxial cable pada jarak yang sama, namun masih memerlukan transmisi garis pandang. Gelombang mikro umumnya dipergunakan baik untuk transmisi televisi maupun untuk transmisi suara. Penggunaan gelombang mikro lainnya adalah untuk jalur titik ke titik pendek antar gedung. Ini dapat digunakan untuk jaringan TV tertutup atau sebagai jalur data di antara Local Area Network (LAN). Untuk keperluan bisnis dibuat jalur gelombang mikro untuk fasilitas telekomunikasi jarak jauh untuk kota yang sama, melalui perusahaan     <br />telepon lokal.</p>
<h2>Radio Broadcast</h2>
<p align="justify">Radio merupakan istilah yang biasa digunakan untuk menangkap frekuensi dalam rentang antara 3 KHz sampai 300 GHz. Kita menggunakan istilah yang tidak formal siaran radio untuk band VHF dan sebagian dari band UHF: 30 Mhz- 1 GHz. Rentang ini mencakup radio FM dan televisi UHF dan VHF. Rentang ini juga digunakan untuk sejumlah aplikasi jaringan data.     <br />Karakteristik-Karakteristik Transmisi Rentang 30 MHz sampai 1 GHz merupakan rentang yang efektif untuk komunikasi broadcast. Jadi transmisi terbatas pada garis pandang dan jarak transmitter tidak akan mengganggu satu sama lain dalam arti tidak ada pemantulan dari atmosfer. Tidak seperti frekuensi yang lebih tinggi dari zona gelombang mikro, gelombang siaran radio sedikit sensitif terhadap atenuasi saat hujan turun. Sumber gangguan utama untuk siaran radio adalah intrferensi multi jalur. Pantulan dari bumi, air, dan alam atau objek-objek buatan manusia dapat menyebabkan terjadinya multi jalur antar antena. Efek ini nampak jelas saat penerima TV menampilkan gambar ganda saat pesawat terbang melintas.</p>
<h2>Infra Merah</h2>
<p> 
<p align="justify">Komunikasi infra merah dicapai dengan menggunakan transmitter / receiver (transceiver) yang memodulasi cahaya infra merah yang koheren. Transceiver harus berada di dalam jalur pandang maupun melalui pantulan dari permukaan berwarna terang. Satu perbedaan penting antara transmisi infra merah dan gelombang mikro adalah transmisi infra merah tidak melakukan penetrasi terhadap dinding, sehingga problem-problem pengamanan dan interferensi yang ditemui dalam gelombang mikro tidak terjadi. Selanjutnya, tidak ada hal-hal yang berkaitan dengan pengalokasian frekuensi dengan infra merah, karena tidak diperlukan lisensi untuk itu.</p>
<p align="justify">Infrared banyak digunakan pada komunikasi jarak dekat, contoh paling umum pemakaian IR adalah remote control (untuk televisi). Gelombang IR mudah dibuat, harganya murah, lebih bersifat directional, tidak dapat menembus tembok atau benda gelap, memiliki fluktuasi daya tinggi dan dapat diinterferensi oleh cahaya matahari. Pengirim dan penerima IR menggunakan Light Emitting Diode (LED) dan Photo Sensitive Diode&#160; (PSD). WLAN menggunakan IR sebagai media transmisi karena IR dapat menawarkan data rate tinggi (100-an Mbps), konsumsi dayanya kecil dan harganya murah. WLAN dengan IR memiliki tiga macam teknik, yaitu Directed Beam IR (DBIR), Diffused IR (DFIR) dan Quasi Diffused IR (QDIR).</p>
<h2>INTERNETWORK HETEROGEN</h2>
<p align="justify">Sebuah LAN secara data link sebenarnya dapat terdiri atas beberapa arsitektur jaringan individual yang masing-masing tidak dapat berkomunikasi dengan arsitektur lain. Pada lapisan Data Link NIC di sebuat sistem masih mampu berkomunikasi dengan NIC di sistem lain. Software jaringan yang terletak pada lapisan di atas Data Link hanya akan memperhatikan sistem lain     <br />yang kompatibel dengannya dan tidak dapat berkomunikasi dengan sistem yang berjalan dengan software jaringan yang tidak kompatibel dengannya. Fungsi lapisan Transport dan Network pada setiap sistem TCP/IP hanya bisa berkomunikasi dengan sistem TCP/IP lain, NetWare hanya berkomunikasi dengan sistem NetWare lain, begitu pula dengan sistem jaringan lain. LAN seperti ini disebut sebagai LAN heterogen dan internetwork yang menghubungkan LAN-LAN seperti ini disebut sebagai internetwork heterogen. Sebuah sistem dapat saja mempunyai sebuah data link dengan beberapa jenis software (protokol) jaringan pada lapisan atasnya. Dengan cara ini sebuah sistem dapat berkomunikasi dengan beberapa protokol jaringan sehingga misalnya sebuah sistem dapat berkomunikasi dengan server TCP/IP dan server NetWare. Tujuan umum dalam dunia jaringan di masa ini adalah agar pengguna dapat berkomunikasi dengan sistem komputasi lain di internetwork.</p>
<h5>1. Menentukan Penggunaan Device Jaringan</h5>
<p align="justify">Hub berfungsi sebagai sentral dari workstation dibawahnya (jaringan star). Untuk jaringan yang ada sekarang, hub sudah jarang dipakai karena memiliki banyak kekurangan terutama dalam hal kecepatan transfer data. Pengguna lebih sering memakai switch dimana memiliki prinsip kerja yang hampir sama dengan hub tapi memiliki kelebihan tersendiri jika dibandingkan dengan hub. Salah satu kelebihan switch adalah dalam hal kecepatan transfer data yang lebih cepat. Untuk memahami kinerja dari Hub dan Switch bisa dilihat pada gambar dibawah ini.</p>
<p align="justify"><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image26.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="195" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb26.png?w=502&#038;h=195" width="502" border="0" /></a> </p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image27.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="322" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb27.png?w=503&#038;h=322" width="503" border="0" /></a> </p>
<h2>Internetwork Menggunakan Bridge</h2>
<p>&#160;</p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image28.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="234" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb28.png?w=487&#038;h=234" width="487" border="0" /></a> </p>
<p align="justify">Bridge yang bekerja pada lapisan Data Link mampu menghubungkan LANLAN yang berbeda protokol. Bridge tidak akan memeriksa jenis protokol setiap frame yang perlu dilewatkan. Contoh internetwork menggunakan bridge dapat dilihat pada gambar 2-14. Dalam internetwork tersebut setiap sistem TCP/IP dapat berhubungan dengan sistem TCP/IP lain, demikian pula dengan sistem NetWare.</p>
<h2>Keuntungan menggunakan bridge:</h2>
<p align="justify">• Biaya; bridge adalah perangkat yang cukup sederhana dan umumnya lebih murah daripada router     <br />• Kemudahan penggunaan; bridge umumnya lebih mudah dipasang dan dirawat     <br />• Kinerja; karena bridge cukup sederhana, overhead pemrosesan lebih kecil dan cenderung mampu menangani traffic yang lebih tinggi Kerugian menggunakan bridge     <br />• Volume traffic; bridge lebih cocok pada jaringan dengan volume traffic total yang relatif rendah     <br />• Broadcast storm; frame broadcast dilewatkan bridge ke seluruh LAN dan ini dapat menyebabkan traffic melebihi kapasitas medium jaringan     <br />• Loop; kesalahan mengkonfigurasi bridge dapat menyebabkan frame berputar melewati bridge tanpa henti     <br />• Alamat yang sama; alamat fisik setiap stasiun dalam jaringan harus berbeda dengan yang lain     <br />• Nama yang sama; jika nama network yang sama digunakan oleh dua atau lebih user akan menyebabkan traffic yang berlebihan.</p>
<h2>Internetwork Menggunakan Router</h2>
<p align="justify">Router bekerja pada lapisan Network dan hanya mampu melewatkan paket-paket yang bersesuaian dengan protokol yang diimplementasikan padanya. Untuk router pada internetwork heterogen diperlukan satu buah router untuk setiap jenis protokol pada internetwork tersebut. Contoh internetwork menggunakan router dapat dilihat pada gambar 2-15. Pada internetwork tersebut setiap sistem TCP/IP dapat saling berhubungan dengan sistem lain sedangkan sistem NetWare pada sebuah LAN tidak mampu berhubungan dengan sitem NetWare pada LAN yang lain karena tidak terdapat router NetWare yang menghubungkan ketiga LAN di internetwork. Untuk dapat menghubungkan NetWare dalam internetwork ini dapat ditambahkan sebuah router Netware.</p>
<p align="justify"><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image29.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="210" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb29.png?w=360&#038;h=210" width="360" border="0" /></a> </p>
<p align="justify">Keuntungan menggunakan router :    <br />• Isolasi traffic broadcast; kemampuan ini memperkecil beban internetwork karena traffic jenis ini dapat diisolasikan pada sebuah LAN saja.     <br />• Fleksibilitas; router dapat digunakan pada topologi jaringan apapun dan tidak peka terhadap masalah kelambatan waktu yang dialami jika menggunakan bridge     <br />• Pengaturan prioritas; router dapat mengimplementasikan mekanisme pengaturan prioritas antar protokol     <br />• Pengaturan konfigurasi; router umumnya dapat lebih dikonfigurasi daripada bridge     <br />• Isolasi masalah; router membentuk penghalang antar LAN dan memungkinkan masalah yang terjadi di sebuah LAN diisolasikan pada LAN tersebut     <br />• Pemilihan jalur; router umumnya lebih cerdas daripada bridge dan dapat menentukan jalur optimal antara dua sistem.</p>
<p align="justify">Kerugian menggunakan router :    <br />• Tergantung pada protokol; router yang beroperasi pada lapisan Network OSI hanya mampu melalukan traffic yang sesuai dengan protokol yang diimplementasikan padanya saja.     <br />• Biaya; router umunya lebih kompleks daripada bridge dan lebih mahal; overhead pemrosesan pada router lebih besar sehingga troughput yang dihasilkannya dapat lebih rendah daripada bridge.     <br />• Pengalokasian alamat; dalam internetwork yang menggunakan router, memindahkan sebuah mesin dari LAN yang satu ke LAN&#160; yang lain berarti mengubah alamat network pada sistem itu.     <br />• Sistem tak terjangkau; penggunaan tabel routing yang tidak dinamik menyebabkan beberapa sistem dapat terjangkau oleh sistem lain.</p>
<p align="justify">4. Perencanaan Internetwork TCP/IP    <br />Dalam perencanaan internetwork TCP/IP, beberapa hal yang harus diperhatikan oleh manajer jaringan adalah:     <br />! Topologi backbone     <br />! Pengalokasian alamat IP     <br />! Pengaturan routing     <br />! Penempatan server     <br />! Penanganan protokol jaringan yang berbeda     <br />1. Topologi Backbone     <br />Topologi backbone yang sebaiknya digunakan dalam internetwork yang meliputi sebuah kampus adalah Snow Flakes yaitu topologi yang terdiri dari beberapa buah titik star.</p>
<h2>Snow Flakes</h2>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image30.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="198" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb30.png?w=288&#038;h=198" width="288" border="0" /></a> </p>
<p>Internetwork disusun dalam bentuk tingkatan-tingkatan</p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image31.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="197" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb31.png?w=283&#038;h=197" width="283" border="0" /></a> </p>
<h2>Pengaturan Routing</h2>
<p align="justify">Routing dalam internetwork sebaiknya menggunakan metode routing dinamik dan hanya menggunakan routing statik pada kondisi yang tidak memungkinkan penggunaan routing dinamik.     <br />Keuntungan routing dinamik:     <br />– route ditentukan oleh setiap router berdasarkan informasi dari router lain     <br />– dapat beradaptasi terhadap perubahan kondisi internetwork (penambahan jaringan baru, putusnya jaringan)     <br />– penanganan oleh manusia jauh lebih ringan dibandingkan dengan routing statik     <br />Pada saat ini terdapat dua macam routing dinamik yang biasa digunakan dalam internetwork TCP/IP:     <br />– RIP (Routing Information Protocol); yang menggunakan algoritma routing Distance Vector     <br />– OSPF (Open Sortest Path First); yang menggunakan algoritma routing link-state.</p>
<p align="justify">Bersambung ke level berikutnya&#160; &#8230;&#8230;.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mandorkawat2009.wordpress.com/2197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mandorkawat2009.wordpress.com/2197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mandorkawat2009.wordpress.com/2197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mandorkawat2009.wordpress.com/2197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mandorkawat2009.wordpress.com/2197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mandorkawat2009.wordpress.com/2197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mandorkawat2009.wordpress.com/2197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mandorkawat2009.wordpress.com/2197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mandorkawat2009.wordpress.com/2197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mandorkawat2009.wordpress.com/2197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mandorkawat2009.wordpress.com/2197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mandorkawat2009.wordpress.com/2197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mandorkawat2009.wordpress.com/2197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mandorkawat2009.wordpress.com/2197/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mandorkawat2009.wordpress.com&amp;blog=9512685&amp;post=2197&amp;subd=mandorkawat2009&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mandorkawat2009.wordpress.com/2009/11/02/konsep-dasar-berbagai-macam-konfigurasi-jaringan-pada-komputer-level-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/145a38480cc13d96372b24cb080c89b6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mandorkawat2009</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb15.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb16.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb17.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb18.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb19.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb20.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb21.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb22.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb23.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb24.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb25.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb26.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb27.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb28.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb29.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb30.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb31.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>INTERNETWORKING PADA JARINGAN DATA (LEVEL-3)</title>
		<link>http://mandorkawat2009.wordpress.com/2009/11/02/internetworking-pada-jaringan-data-level-2/</link>
		<comments>http://mandorkawat2009.wordpress.com/2009/11/02/internetworking-pada-jaringan-data-level-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 11:32:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mandorkawat2009</dc:creator>
				<category><![CDATA[Networking (Komputer)]]></category>
		<category><![CDATA[Agar komputer dapat berhubungan dengan komputer yang lain diperlukan suatu protokol yang sama. Protokol berfungsi mirip sebagai bahasa. Untuk mempermudah pengertian]]></category>
		<category><![CDATA[desain dan adanya keseragaman diantara pembuat perangkat jaringan maka diperlukan suatu standar protokol    yang bisa mengakomodir kebutuhan tersebut. Oleh karena itu International Standard Organizati]]></category>
		<category><![CDATA[INTERNETWORKING PADA JARINGAN DATA (LEVEL-3)]]></category>
		<category><![CDATA[penggunaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mandorkawat2009.wordpress.com/2009/11/02/internetworking-pada-jaringan-data-level-2/</guid>
		<description><![CDATA[Agar komputer dapat berhubungan dengan komputer yang lain diperlukan suatu protokol yang sama. Protokol berfungsi mirip sebagai bahasa. Untuk mempermudah pengertian, penggunaan,desain dan adanya keseragaman diantara pembuat perangkat jaringan maka diperlukan suatu standar protokol yang bisa mengakomodir kebutuhan tersebut. Oleh karena itu International Standard Organization (OSI) mengeluarkan suatu model lapisan jaringan yang disebut model Open [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mandorkawat2009.wordpress.com&amp;blog=9512685&amp;post=2158&amp;subd=mandorkawat2009&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Agar komputer dapat berhubungan dengan komputer yang lain diperlukan suatu protokol yang sama. Protokol berfungsi mirip sebagai bahasa. Untuk mempermudah pengertian, penggunaan,desain dan adanya keseragaman diantara pembuat perangkat jaringan maka diperlukan suatu standar protokol    <br />yang bisa mengakomodir kebutuhan tersebut. Oleh karena itu International Standard Organization (OSI) mengeluarkan suatu model lapisan jaringan yang disebut model Open System Interconnection (OSI).</p>
<h2><strong>OSI LAYERS</strong></h2>
<p align="justify">OSI tidak membahasa secara detail fungsi-fungsi dari setiap lapisan, tetapi hanya memberikan konsep apa yang harus terjadi pada lapisan tersebut. Model OSI adalah model standard de jure. Model OSI terdiri dari tujuh layer yaitu:    <br />1. Physical Layer berfungsi untuk mengaktifkan dan mengatur Physical interface jaringan komputer, encoding/decoding sinyal dan transmisi bit-bit.     <br />2. Data Link Layer berfungsi sebagai kontrol dari physical layer, error     <br />control , dan flow control. Data link layer dibagi menjadi dua lapisan bawah yaitu Medium Access Control (MAC) dan Logical Link Control (LLC}. MAC berfungsi untuk membuat frame dari bit-bit yang diterima Physical Layer. Lapisan MAC menggunakan Cyclic Redudancy Checksum (CRC) untuk menjaga keutuhan frame. LLC berfungsi menagatur agar hunbungan komunikasi antara lapisan bawah dengan network layer.</p>
<p align="justify">Network Layer berfungsi untuk meneruskan paket-paket dari satu node ke node yang lain dalam jaringan komputer,Routing dan. Pengaturan pemberian alamat untuk peralatan jaringan (IP Address).    <br />4. Transport Layer Berfungsi umtuk transfer data yang andal, bertanggungjawab atas keutuhan data dalam proses transmisi data.     <br />5. Sesion Layer berfungsi untuk mengontrol komunikasi antar aplikasi, membangun, memelihara dan mengakhiri sesi antar aplikasi.     <br />6. Presentation layer berfungsi untuk mengatasi perbedaan format data (misal: ASCII, MPEG,JPEG,dan lain-lain), kompresi dan enkripsi data..     <br />7. Application Layer berfungsi sebagai interface user kelingkungan     <br />OSI.</p>
<h2><strong>TCP/IP</strong></h2>
<p> 
<p align="justify">TCP/IP adalah sekumpulan protokol komunikasi (protocol suite) yang sekarang ini secara luas digunakan dalam komunitas global jaringan komputer (internetworking). Jika model OSI terdiri dari tujuh layer , model TCP/IP hanya terdiri dari 4 layer . ada kesamaan fungsi antara referensi OSI dan TCP/IP.</p>
<p align="justify"><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="359" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb.png?w=500&#038;h=359" width="500" border="0" /></a> </p>
<h2><strong>Network Access Layer</strong></h2>
<p> 
<ul>
<li>
<div align="justify">Lapisan ini berfungsi untuk mengirim dan menerima data ke dan dari media fisik.</div>
</li>
<li>Merupakah layer terbawah dari hirarki protokol TCP/IP. </li>
<li>
<div align="justify">Menyediakan sarana untuk sistem untuk mengirim data ke divais lain yang terhubung ke network.</div>
</li>
<li>
<div align="justify">Mendefinisikan bagaimana menggunakan network untuk mentransmisikan datagram.</div>
</li>
<li>
<div align="justify">Dibandingkan dengan model OSI, layer ini melingkupi tiga layer terbawah dalam model OSI, yaitu Network, Data-link, dan Physical layer.</div>
</li>
<li>
<div align="justify">Fungsi lain yang ditangani pada level ini termasuk enkapsulasi datagram kedalam frame yang ditransmisikan oleh jaringan dan konversi IP address kedalam alamat yang cocok untuk jaringan fisik dimana datagram ditransmisikan.</div>
</li>
</ul>
<h2><strong>Internet Layer</strong></h2>
<p> 
<p align="justify">Protokol yang tedapat pada lapisan ini adalah IP (internet Protocol) yang merupakan inti dari TCP/IP dan merupakan protokol terpenting dalam lnternet layer.IP menyediakan menyediakan pelayanan pengiriman paket elementer dimanan jaringan TCP/IP dibangun.    <br /><strong>Fungsi Internet Protocol (IP)</strong></p>
<p> <strong>
<ul>
<li>
<div></div>
<p> Mendefinisikan datagram, yang merupakan unit transmisi elementer di Internet. </li>
</ul>
<li>
<div>Mendefinisikan skema pengalamatan internet.</div>
</li>
<li>
<div>Melewatkan data antara Network Access Layer dan Host to Host Transport layer.</div>
</li>
<li>
<div>Routing datagram ke remote host.</div>
</li>
<li>
<div>Menjalankan fragmentasi dan penyusunan kembali datagram IP merupakan protokol yang Connectionless (tidak memerlukan handshake), tidak dilengkapi dengan error detection dan error recovery.</div>
</li>
<p align="justify">Protokol yang ada di lapis Internet adalah :      <br />a. Address Resolution Protocol (ARP) adalah protokol yang berfungsi untuk translasi dari IP address yang yang diketahui menjadi MAC address.       <br />b. RARP (Reverse Address Resolution Protocol) Adalah protokol yang mempuntayi fungsi kebalikannya dari ARP yaitu berfungsi untuk mengadakan translasi dari MAC address yang diketahui menjadi IP Address.       <br />c. ICMP (Internet Control Message Protocol) merupakan bagian dari Internet layer dan menggunakan fasilitas pengiriman datagram IP untuk mengirim messagenya. ICMP mengirim messagenya yang berfungsi untuk kontrol, melaporkan kesalahan, dan fungsi informasi:       <br />! flow control       <br />! mendeteksi tujuan yang tak mungkin dicapai (unreachable)       <br />! melakukan perubahan arah jalur data       <br />! memeriksa remote host.</p>
<h2><strong>Datagram</strong></h2>
<p align="justify">Datagram adalah format paket yang didefinisikan oleh IP. Internet sebagaimana asalnya ARPANET merupakan jaringan yang berbasis pada packet-switching. Jadi datagram merupakan unit transmisi elementer dalam jaringan TCP/IP. IP mengirimkan datagram dengan mengecek destination address dalam header kontrol diawal datagram. Jika address tujuan tidak berada di jaringan lokal maka paket dilewatkan ke gateway(divais yang menswitch paket antara jaringan fisik yang berbeda). Memutuskan gateway yang mana yang digunakan untuk mencapai address tujuan disebut sebagai routing.</p>
<p align="justify"><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image1.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="232" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb1.png?w=508&#038;h=232" width="508" border="0" /></a> </p>
</p>
<h2><strong>Transport layer</strong></h2>
<p> 
<p align="justify">Layer ini bertanggungjawab untuk mengadakan komunikasi antara dua komputer.      <br />a. Transmision Control Protocol (TCP)       <br />Hubungan yang dibangun TCP mempunyai sifat connection-oriented ,reliable dan byte stream service. Connection orriented berarti sebelum melakukan pertukaran data, dua aplikasi pengguna TCP harus melakukan handshaking terlebih dahulu. Reliable berarti TCP menerapkan proses deteksi kesalahan paket dan retransmisi jika terjadi kesalahan (error) saat pertukaran data. Byte stream Service berarti paket dikirimkan dan samapai ketujuan secara berurut.       <br />b. User Datagram Protocol (UDP)       <br />Hubungan yang dibangun UDP bersifat connectionless. Pada UDP tidak ada sequencing (pengurutan kembali) paket yang datang, ACK terhadap paket datang atau retranmision jika pengiriman paket mengalami kegagalan. Untuk applikasi streaming video pada jaringan komputer akan digunakan jenis paket       <br />UDP ini. Hal ini karena UDP untuk streaming dibutuhkan paket yang dapat langsung digunakan tanpa harus menunggu keseluruhan paket sampai pada komputer tujuan dan hal ini ada pada tipe paket UDP.</p>
<h2><strong>Application Layer</strong></h2>
<p align="justify">Layer ini berfungsi sebagai interface protokol TCP/IP dengan dengan user. Protokol-protokol pada layer ini adalah Telnet (Telecommunication Network), FTP (file Transfer Protocol), SMTP (Simple Mail Transfer Protocol), TFTP(Trivial File transfer Protocol), NFS (Network File Server), RPC (Remote Procedure Callls) dan SNMP (Simple network management Protocol).       <br />Ada banyak protokol aplikasi, yang paling populer, misalnya :       <br />! Telnet : merupakan network terminal protocol, menyediakan fasilitas remote login lewat jaringan.       <br />! FTP, file transfer protocol, digunakan untuk transfer file yang interaktif.       <br />! SMTP, simple mail tranfer protocol yang bertugas untuk mengirimkan mail.</p>
<h2><strong>ADDRESSING PADA TCP/IP</strong></h2>
<p><strong>Jenis-jenis Addressing</strong></p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image2.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="259" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb2.png?w=507&#038;h=259" width="507" border="0" /></a> </p>
<h2><strong>Metoda encapsulasi pada TCP/IP</strong></h2>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image3.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="236" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb3.png?w=517&#038;h=236" width="517" border="0" /></a> </p>
<h2>DASAR PEMBENTUKAN JARINGAN TCP/IP</h2>
<p align="justify">Ada beberapa konsep mendasar yang wajib dipertimbangkan dalam mensetup jaringan TCP/IP, yaitu pengalamatan (addressing), routing dan name-service. Ide dasarnya adalah bagaimana supaya data yang dikirim sampai pada mesin yang yang sesuai (mesin tujuan) dan bagaimana hal tersebut dapat dilakukan oleh operator dengan mudah.       <br />Untuk dapat berkomunikasi, data dari suatu host (mesin) harus dilewatkan ke jaringan menuju host tujuan, dan dalam host tersebut ke user atau proses yang sesuai. TCP/IP menggunakan tiga skema untuk memenuhi tugas ini, yaitu:       <br />a. Addressing (Pengalamatan) IP Address yang mengidentifikasi secara unik setiap host di jaringan, sehingga dapat menjamin data dikirim ke alamat yang benar.       <br />b. Routing       <br />pengaturan gateway untuk mengirim data ke jaringan dimana host tujuan berada.       <br />c. Multiplexing       <br />pengaturan nomor port dan protokol yang mengirim data pada modul software yang benar didalam host.</p>
<h2><strong>IP VERSI 4 (IPv4)</strong></h2>
<p align="justify">IPv4 adalah deretan 32 bit biner yang dipisahkan ke dalam empat segmen yang masing-masing segmen terdiri dari 8 bit biner. Tiap 8 bit ini disebut sebagai oktet.       <br />a. Format Biner       <br />Contoh penulisan IP Address dalam format biner adalah sebagai berikut:       <br />10.14.200.1 ditulis 00001010.00001110.11001000.00000001       <br />172.16.6.3 ditulis 10101100.00010000.00000110.00000011       <br />Notasi IP address dengan bilangan biner seperti di atas sangatlah sulit untuk dibaca. Maka untuk memudahkan dibaca dan ditulis, IP address ditulis dalam bentuk 4 bilangan desimal yang masing-masing dipisahkan oleh sebuah titik.       <br />b. Format Desimal       <br />Contoh penulisan IP Address dalam format desimal adalah sebagai berikut :       <br />10.14.200.1       <br />172.16.6.3</p>
<h2><strong>Pembagian kelas IPv4</strong></h2>
<p align="justify">IP address terdiri dari bagian network dan bagian host, tapi format dari bagian bagian ini tidak sama untuk setiap IP address. Jumlah bit address yang digunakan untuk mengidentifikasi jaringan, dan bilangan yang digunakan untuk mengidentifikasi host berbeda beda tergantung kelas address yang digunakan.</p>
<p align="justify"><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image4.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="267" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb4.png?w=508&#038;h=267" width="508" border="0" /></a> </p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image5.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="300" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb5.png?w=510&#038;h=300" width="510" border="0" /></a> </p>
<p align="justify">Catatan      <br />• Byte pertama 224 – 255 digunakan untuk kepentingan khusus dan tidak digunakan secara luas.       <br />• IP Address 10.x.x.x, 172.16.x.x, 192.168.x.x digunakan sebagai alamat lokal menggunakan Network Address Translation (NAT)       <br />• IP Address 127.x.x.x dicadangkan.       <br />• IP Address 127.0.0.1 adalah alamat loopback interface pada komputer kita.</p>
<p>Network ID      <br />bagian dari IP address yg       <br />digunakan utk menunjukkan       <br />jaringan tempat komputer       <br />ini berada       <br />Host ID       <br />bagian dari IP address yg       <br />digunakan utk menunjukkan       <br />workstation, server, router, dan       <br />semua host TCP/IP lainnya       <br />dalam jaringan tersebut</p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image6.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="316" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb6.png?w=496&#038;h=316" width="496" border="0" /></a> </p>
<h2><strong>SUBNETTING DAN SUPERNETTING IPv4</strong></h2>
<p> 
<p align="justify">1. Subnetting      <br />Subnetting adalah teknik atau metode yang digunakan utk memecah network ID yang dimiliki oleh suatu IP menjadi beberapa subnetwork ID lain dengan jumlah anggota jaringan yg lebih kecil. Masking Masking adalah proses mengekstrak alamat suatu physical network dari suatu IP Address. Masking ini berupa angka biner 32 bit yang digunakan utk:       <br />! Membedakan network ID dan host ID       <br />! Menunjukkan letak suatu host, apakah berada di jaringan local atau jaringan luar.</p>
<p align="justify">Masking yang digunakan untuk subnetting disebut subnetmask.      <br />Contoh subnet mask :       <br />11111111.11111111.11111111.00000000 = 255.255.255.0       <br />11111111.11111111.11111111.11100000 = 255.255.255.224       <br />Secara teknis, proses yang dilakukan dalam proses subnetting adalah melakukan operasi AND antara IP Address dengan subnet mask.       <br />Contoh proses subnetting :       <br />00001010.00001110.11001000.00000001 = 10.14.200.1       <br />11111111.11111111.11111111.00000000 = 255.255.255.0 AND       <br />00001010.00001110,11001000.00000000 = 10.14.200.0       <br />Artinya adalah :       <br />Komputer tersebut ada di jaringan 10.14.200.0 Komputer tersebut ada di alamat nomor 1 dari jaringan 10.14.200.0 itu.</p>
<p align="justify"><strong>2. Supernetting</strong>       <br />Supernetting adalah menggabungkan beberapa network menjadi supernetwork. Hal ini biasanya dilakukan oleh kelas C yang membutuhkan host yang lebih besar lagi. Masking untuk supernetting dinamakan supernetmask.       <br /><strong>3. CIDR (Classless Interdomain Routing)</strong>       <br />Teknik CIDR merupakan suatu teknik mengurangi banyaknya network address pada table routing dengan menggunakan supernetmask dan network address yang terkecil dari supernet mewakili anggota network address yang lainnya.</p>
<h2><strong>IP VERSI 6 (IPv6)</strong></h2>
<p align="justify"><strong>       <br /></strong>Dengan menggunakan Ipv4 yang hanya berjumlah 232 , dikhawatirkan alokasi alamat akan habis. Hal ini karena perkembangan alokasi IP bersifat eksponensial, sedangkan jumlah IP sendiri adalah tetap. Selain masalah keterbatasan alokasi IP, IPv4 juga memiliki kekurangan yang terutama disebabkan oleh berkembangnya penggunaan IP di luar perkiraan perancangannya.       <br />Pada awalnya IPv4 didesign untuk kepentingan akademis dan militer dengan jumlah user yang terbatas tanpa dukungan terhadap kepentingan Ecommerce. Pada perkembangan selanjutnya jaringan IP tersebut juga dimanfaatkan untuk kepentingan umum, dan mendapatkan sukses di luar perkiraan. Jaringan IPv4 kemudian berkembang menjadi sangat besar baik dari segi jumlah user maupun service. Beberapa masalah lain yang ditemukan, adalah : besarnya table routing dan kurangnya dukungan terhadap service-service baru yang bersifat tambahan.</p>
<p align="justify"><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image7.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="361" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb7.png?w=505&#038;h=361" width="505" border="0" /></a> </p>
<p align="justify"><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image8.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="292" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb8.png?w=515&#038;h=292" width="515" border="0" /></a> </p>
<p align="justify"><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image9.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="238" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb9.png?w=517&#038;h=238" width="517" border="0" /></a> </p>
</p>
<h2><strong>Mekanisme Transisi</strong></h2>
<p align="justify">1. Dual IP-Stack IPv6/IPv4 , Yaitu mekanisme yang mendukung untuk kedua Protokol baik IPv6 maupun IPv4 untuk host dan router.</p>
<p align="justify"><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image10.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="123" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb10.png?w=199&#038;h=123" width="199" border="0" /></a> </p>
<p align="justify">2. Tunneling      <br />Yaitu melewatkan IPv6 melalui jaringan IPv4 yang telah ada, dengan cara mengenkapsulasi paket IPv6 tersebut dengan IPv4. </p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image11.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="253" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb11.png?w=490&#038;h=253" width="490" border="0" /></a></p>
<h2><strong>Mekanisme Transisi</strong></h2>
<h2>Translation</h2>
<p align="justify">! Yaitu menerjemahkan protokol IPv4 ke IPv6 dan sebaliknya.       <br />! NAT-PT (Network Address Translator-Protocol Translator), yaitu metode yang memungkinkan untuk melakukan translasi alamat dan protokol IPv6 dari/ke IPv4 pada level IP.       <br />! ALG (Application Level Gateway), yaitu host IPv6 hanya berkomunikasi dengan IPv4 melalui sebuah Dual-Stack Proxy.</p>
<h2><strong>Mekanisme Transisi</strong></h2>
<p>Langkah – langkah yang mungkin ditempuh untuk melakukan migrasi dari IPv4 ke IPv6 adalah sebagai berikut :      <br />! Mengupgrade DNS agar mendukung pengoperasian IPv6       <br />! Menginstall host dengan dual stack agar mendukung baik IPv6 maupun IPv4       <br />! Melakukan konfigurasi pada router agar mendukung IPv6/IPv4 Tunnel       <br />! Menggunakan Translasi IPv4       <br />! Menghilangkan system pendukung IPv4.</p>
<h2><strong>ROUTING</strong></h2>
<p align="justify">IP Router (biasa disebut router saja) adalah device yang melakukan fungsi meneruskan datagram IP pada lapisan jaringan.      <br />Router memiliki lebih dari satu antamuka jaringan (network interface) yang masing-masing network interface akan terhubung ke suatu jaringan dengan alamat network (Network ID) yang sama. Dengan dua network interface ini, router dapat meneruskan datagram dari satu antarmuka ke antarmuka yang lain. Untuk setiap datagram yang diterima, router memeriksa apakah datagram tersebut memang ditujukan ke dirinya (dilihat dari alamat tujuan dataram). Jika ternyata ditujukan kepada router tersebut, datagram disampaikan ke lapisan transport.</p>
<p align="justify">Contoh kasus:      <br />Host A : 138.1.12.1 (IP kelas B network id 128.1.x.x)       <br />Host B : 138.1.12.7 (IP kelas B network id 128.1.x.x)       <br />Host C : 138.2.20.1 (IP kelas B network id 128.2.x.x)       <br />Host A dan host B dapat berkomunikasi langsung tetapi baik host A maupun B tidak dapat berkomunikasi dengan host C, karena mereka memiliki network Id yang berbeda. Maka harus digunakan router untuk menghubungkan host C untuk dapat berkomunikasi dengan A dan B.       <br />Jadi fungsi router, secara mudah dapat dikatakan, menghubungkan dua buah jaringan yang berbeda, tepatnya mengarahkan rute yang terbaik untuk mencapai network yang diharapkan.</p>
<h2>Routing Statik dan Dinamik</h2>
<p> 
<p align="justify">Pada routing statik, entri-entri dalam forwarding table router diisi dan dihapus secara manual, sedangkan pada Routing statik adalah pengaturan routing paling sederhana yang dapat dilakukan pada jaringan komputer. Menggunakan routing statik murni dalam sebuah jaringan berarti mengisi setiap entri dalam forwarding table di setiap router yang berada di jaringan tersebut.      <br /><strong>a. Interior Routing Protocol        <br /></strong>RIP (akronim, dibaca sebagai rip) termasuk dalam protokol distance-vector, sebuah protokol yang sangat sederhana. Protokol distance-vector sering juga disebut protokol Bellman-Ford, karena berasal dari algoritma perhitungan jarak terpendek oleh R.E. Bellman, dan dideskripsikan dalam bentuk algoritmaterdistribusi pertama kali oleh Ford dan Fulkerson.</p>
<p align="justify"><strong>b. Open Shortest Path First (OSPF)        <br /></strong>Teknologi link-state dikembangkan dalam ARPAnet untuk menghasilkan protokol yang terdistribusi yang jauh lebih baik daripada protokol distance-vector. Alih-alih saling bertukar jarak (distance) ke tujuan, setiap router dalam jaringan memiliki peta jaringan yang dapat diperbarui dengan cepat setelah setiap perubahan topologi. Peta ini digunakan untuk menghitung route yang lebih akurat daripada menggunakan protokol distance-vector. Perkembangan teknologi ini akhirnya menghasilkan protokol Open Shortest Path First (OSPF) yang dikembangkan oleh IETF untuk digunakan di Internet. Bahkan sekarang Internet Architecture Board (IAB) telah merekomendasikan OSPF sebagai pengganti RIP.</p>
<h2>Tabel routing</h2>
<p> 
<p align="justify">Setiap mesin yang terhubung kejaringan baik itu host maupun gateway harus membuat suatu keputusan routing. Bagi host keputusan ini sederhana saja.      <br />• Jika host tujuan berada pada jaringan lokal data dikirim langsung       <br />• Jika host tujuan berada pada jaringan remote, data diforward ke gateway.       <br />Hal yang lebih kompleks terjadi di gateway. Yang jelas routing adalah aplikasi yang network-oriented, jadi layer IP membuat suatu keputusan routing berdasarkan pada bagian network dari address. Untuk melihat bagaimana suatu mesin memutuskan kemana dia harus meneruskan paket data, dapat dilihat dengan perintah netstat -nr (yaitu tabel routing). Berikut contoh tabel routing dari suatu gateway :</p>
<p align="justify"><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image12.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="362" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb12.png?w=499&#038;h=362" width="499" border="0" /></a> </p>
<p align="justify">Mekanisme routing berdasarkan tabel routing Berikut adalah contoh bagaimana suatu data mencapai address tujuannya dengan menggunakan tabel routing.</p>
<p align="justify"><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image13.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="301" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb13.png?w=498&#038;h=301" width="498" border="0" /></a> </p>
<h2>NAME SERVICE</h2>
<p align="justify">Setiap network interface yang terhubung ke jaringan TCP/IP diidentifikasi dengan 32 bit unik IP address. Sebuah nama (hostname) dapat diassosiasikan dengan sembarang divais yang mempunyai IP address. Dibandingkan dengan address internet numerik, hostname relatif lebih mudah diingat dan diketik. Yang perlu diperhatikan adalah software tidak memerlukan hostname, tapi hal ini dilakukan untuk mempermudah manusia dalam menggunakan jaringan. Dalam hampir setiap kasus hostname dan IP address dapat saling menggantikan, misalnya anda akan mentelnet suatu host yang anda ketahui mempunyai IP address 167.205.31.132 dan mempunyai nama gopher.ee.itb.ac.id maka operasi berikut adalah ekivalen :       <br />– Telnet students.stttelkom.ac.id       <br />– Telnet 10.14.1.134</p>
<h2>Domain Name Service</h2>
<p align="justify">DNS menjamin informasi host terbaru akan disebarkan ke jaringan bila diperlukan. Jika server DNS menerima permintaan informasi tentang host yang dia tidak mempunyai informasi tentangnya, ia memforward permintaan pada authoritative server (sembarang server yang bertanggung jawab untuk memberikan informasi akurat tentang domain yang diminta.Ketika authoritative server menjawab server lokal menyimpan jawabannya untuk penggunaan mendatang. Sehingga apabila setelah itu ada permintaan informasi yang sama ia langsung menjawabnya. Kemampuan untuk mengkontrol informasi host dari sumber yang authoritative dan secara otomatis menyebarkan informasi akurat membuat DNS unggul dibandingkan dengan host-table. Hirarki domain DNS merupakan sistem hirarki terdistribusi untuk mendapatkan hubungan hostname dengan IP address. Dibawah DNS tidak ada database sentral dengan semua informasi host Internet.</p>
<p align="justify">Informasi didistribusikan pada ribuan nameserver yang diorganisasi kedalam hirarki, hampir sama dengan sistem file di Unix. DNS mempunyai root domain diatas hirarki domain yang disebut sebagai root server. langsung dibawah root domain ada top level domain. Ada dua tipe top level domain: geografis dan organisasional. Domain geografis diset untuk setiap negara dan diidentifikasi dengan dua huruf kode.      <br />Domain organisasional didasarkan pada tipe organisasi (komersial,militer dll) Berikut contoh suatu domain hirarki.</p>
<p align="justify"><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image14.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="262" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb14.png?w=497&#038;h=262" width="497" border="0" /></a> </p>
<p>(berambung ke level berikutnya&#8230;..)</p>
<p></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mandorkawat2009.wordpress.com/2158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mandorkawat2009.wordpress.com/2158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mandorkawat2009.wordpress.com/2158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mandorkawat2009.wordpress.com/2158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mandorkawat2009.wordpress.com/2158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mandorkawat2009.wordpress.com/2158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mandorkawat2009.wordpress.com/2158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mandorkawat2009.wordpress.com/2158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mandorkawat2009.wordpress.com/2158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mandorkawat2009.wordpress.com/2158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mandorkawat2009.wordpress.com/2158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mandorkawat2009.wordpress.com/2158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mandorkawat2009.wordpress.com/2158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mandorkawat2009.wordpress.com/2158/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mandorkawat2009.wordpress.com&amp;blog=9512685&amp;post=2158&amp;subd=mandorkawat2009&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mandorkawat2009.wordpress.com/2009/11/02/internetworking-pada-jaringan-data-level-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/145a38480cc13d96372b24cb080c89b6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mandorkawat2009</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb1.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb2.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb3.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb4.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb5.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb6.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb7.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb8.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb9.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb10.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb11.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb12.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb13.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/11/image_thumb14.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Standardisasi Parameter Berbagai Layanan Telekomunikasi Broadband Access yang Menggunakan Kabel Tembaga dan Fiber Optic (Versi 01)</title>
		<link>http://mandorkawat2009.wordpress.com/2009/10/19/standardisasi-parameter-berbagai-layanan-telekomunikasi-broadband-access-yang-menggunakan-kabel-tembaga-dan-fiber-optic-versi-01/</link>
		<comments>http://mandorkawat2009.wordpress.com/2009/10/19/standardisasi-parameter-berbagai-layanan-telekomunikasi-broadband-access-yang-menggunakan-kabel-tembaga-dan-fiber-optic-versi-01/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 11:24:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mandorkawat2009</dc:creator>
				<category><![CDATA[Telekomunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Standardisasi Parameter Berbagai Layanan Telekomunikasi Broadband Access]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mandorkawat2009.wordpress.com/2009/10/19/standardisasi-parameter-berbagai-layanan-telekomunikasi-broadband-access-yang-menggunakan-kabel-tembaga-dan-fiber-optic-versi-01/</guid>
		<description><![CDATA[Standarisasi JARLOKAT Parameter Tahanan Isolasi Tahanan isolasi bukan menjadi parameter yang dominan untuk sistem komunikasi data pada jaringan existing, dengan berdasarkan kepada: a. Standar tahanan isolasi untuk xDSL minimum 1 MΩ (Standar dari ITU-T L-19, 10/2000, Copper networks for new services and systems ISDN, HDSL, ADSL and UADSL). b. Standar tahanan isolasi untuk ADSL minimum [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mandorkawat2009.wordpress.com&amp;blog=9512685&amp;post=2090&amp;subd=mandorkawat2009&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Standarisasi JARLOKAT</h2>
<h5>Parameter Tahanan Isolasi</h5>
<p align="justify">Tahanan isolasi bukan menjadi parameter yang dominan untuk sistem komunikasi data pada jaringan existing, dengan berdasarkan kepada:    <br />a. Standar tahanan isolasi untuk xDSL minimum 1 MΩ (Standar dari ITU-T     <br />L-19, 10/2000, Copper networks for new services and systems ISDN, HDSL, ADSL and UADSL).     <br />b. Standar tahanan isolasi untuk ADSL minimum 3,5 MΩ (Standar dari 3M).     <br />c. xDSL masih bekerja pada tahanan isolasi dibawah 10 MΩ (pengujian RisTI di STO GGK dan lab. 2002/2003).     <br />Catatan:     <br />a. Untuk kabel/jaringan baru (dalam haspel, instalasi baru) masih mengacu kepada standar PPJT 2000.     <br />b. Pengukuran tahanan isolasi tetap diperlukan untuk mengukur kondisi isolasi kabel dari waktu ke waktu (pengukuran rutin bulanan).     <br />3. Standar Parameter Elektris Jarlokat untuk Sistem Komunikasi Data     <br />a. Redaman kabel atau attenuation (dB)     <br />b. NEXT (dB)     <br />c. FEXT (dB)     <br />d. Tahanan Loop (Ω)     <br />e. Impedansi (Ω)     <br />f. S/N (dB)     <br />Catatan: tidak ada urutan prioritas dari ke-6 parameter di atas, semuanya mempunyai kontribusi yang sama.</p>
<p align="justify"><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image468.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="182" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image_thumb464.png?w=367&#038;h=182" width="367" border="0" /></a> </p>
<h2>Pengukuran Redaman Kabel</h2>
<p> 
<p align="justify">Pengukuran redaman kabel disarankan tidak hanya pada frekuensi pilot atau frekuensi tengah, tetapi juga pada seluruh frekuensi kerja sistem.</p>
<p align="justify"><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image469.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="371" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image_thumb465.png?w=374&#038;h=371" width="374" border="0" /></a> </p>
<h2>Standar Parameter Elektris POTS untuk Jarlokat Eksisting</h2>
</p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image470.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="280" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image_thumb466.png?w=495&#038;h=280" width="495" border="0" /></a> </p>
<p>Tambahan:    <br />a. NEXT dan FEXT tidak dipersyaratkan.     <br />b. Pengukuran parameter elektris dilakukan end-to-end.     <br />c. Definisi pengukuran end-to-end adalah pengukuran sistem, mulai MDF     <br />sampai dengan KTB.</p>
<h2>Standar Parameter Elektris Non-POTS/Broadband untuk Jarlokat Eksisting</h2>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image471.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="281" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image_thumb467.png?w=493&#038;h=281" width="493" border="0" /></a> </p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image472.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="370" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image_thumb468.png?w=491&#038;h=370" width="491" border="0" /></a> </p>
</p>
<p>Tambahan:</p>
<ul>
<li>
<div align="justify">Tahanan loop&#160; Konduktor saluran kawat tembaga diameter 0,4 mm = 2&#215;150 Ohm = 300 Ohm/ km</div>
</li>
<li>Tahanan loop&#160; Konduktor saluran kawat tembaga diameter 0,6 mm = 2&#215;65 Ohm = 130 Ohm/km </li>
<li>Tahanan loop&#160; Konduktor saluran tembaga diameter 0,8 mm = 2&#215;36,6 Ohm = 73 Ohm/Km </li>
<li>NEXT dan FEXT tidak dipersyaratkan (optional). </li>
<li>Pengukuran parameter elektris dilakukan end-to-end (sistem, mulai MDF s.d. KTB). </li>
<li>Semua standar parameter di atas harus dipenuhi. </li>
<li>Sistem non-POTS menetapkan aturan quad dalam `implementasinya. </li>
<li>(*) berdasarkan data statistik </li>
</ul>
<h2>Standard Jarlokat untuk Pembangunan Baru</h2>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image473.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="390" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image_thumb469.png?w=495&#038;h=390" width="495" border="0" /></a> </p>
<p>Tambahan:    <br />a. Berlaku untuk semua diameter kabel.     <br />b. Untuk kabel baru mengacu ke STEL kabel (STEL K).</p>
<h2>Aturan Sistem Quad</h2>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image474.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="206" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image_thumb470.png?w=481&#038;h=206" width="481" border="0" /></a> </p>
<ul>
<li>
<div align="justify">Antar dua sistem xDSL direkomendasikan dipasang pada quad yang berbeda.</div>
</li>
<li>Demikian juga antara sistem xDSL dengan sistem non POTS. </li>
</ul>
<h2>Standarisasi Sistem xDSL</h2>
<h5>&#160;</h5>
<h5><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image475.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="410" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image_thumb471.png?w=495&#038;h=410" width="495" border="0" /></a> </h5>
<h5>xDSL; x-Digital Subscriber Line.</h5>
<p align="justify">Teknologi modem yang terdiri atas sepasang modem COT (Central of Terminal) dan ROT(Remote of Terminal) untuk aplikasi data kecepatan tinggi atau transmisi sinyal digital dengan media transmisi Jarlokat. x, berarti variant/jenis    <br />teknologi DSL, misal : ADSL, SDSL, HDSL, ADSL Lite dan lainnya.</p>
<h2>ADSL; Asymmetric DSL.</h2>
<p align="justify">Teknologi modem xDSL dengan mode transmisi asimetrik untuk menyalurkan layanan data digital dan POTS secara bersamaan dengan menggunakan 1 (satu) pair kabel tembaga. ADSL mempunyai kemampuan pengiriman data digital s/d 8 Mbps ke pelanggan (downstream) dan 1 Mbps (upstream). ADSL mempunyai kemampuan rate adaptive. Antarmuka ADSL adalah Ethernet 10 Base-T dan ATMF-25. Antarmuka untuk POTS adalah RJ-11.</p>
<h2>ADSL Lite/G.Lite.</h2>
<p> 
<p align="justify">Teknologi modem xDSL dengan mode transmisi asimetrik untuk menyalurkan layanan data digital dan POTS secara bersamaan dengan menggunakan 1 (satu) pair kabel tembaga. ADSL Lite mempunyai kemampuan pengiriman data    <br />digital s/d 1,5 Mbps ke pelanggan (downstream) dan 512 Mbps (upstream). ADSL Lite mempunyai kemampuan rate adaptive. Antarmuka ADSL adalah Ethernet 10 Base-T. Antarmuka untuk POTS adalah RJ-11.</p>
<h2>SDSL; Single-line DSL; Symmetric DSL.</h2>
<p align="justify">Teknologi modem xDSL dengan mode transmisi simetrik 2 Mbps dan menggunakan 1 (satu) pair kabel tembaga. SDSL mempunyai kemampuan rate adaptive. Antarmuka SDSL adalah Ethernet 10 Base-T. SDSL tidak mempunyai     <br />antarmuka POTS seperti halnya ADSL.     <br />a. Rate adaptive; kemampuan modem xDSL untuk mengatur kecepatan aksesnya terhadap perubahan performansi jaringan kabel. Saat kondisi kabel jelek kecepatan modem akan turun, saat kondisi kabel bagus kecepatan modem akan naik secara otomatis.     <br />b. DSLAM; DSL Access Multiplexer. Modem xDSL disisi sentral (COT) dengan kapasitas besar dan dapat memuat berbagai variant sistem xDSL dalam satu sistemnya (ADSL, SDSL, G.Lite, G.SHDSL, dll).     <br />Antarmuka DSLAM ke arah jaringan transport/backbone umumnya berupa STM-1, E3, nxE1 IMA, dan 10/100 Base-T.</p>
<h2>Persyaratan Umum xDSL</h2>
<p align="justify">a. Jumlah perangkat xDSL yang akan diinstalasi harus disesuaikan dengan kebutuhan SSL (Satuan Sambungan Layanan). Untuk kebutuhan yang&#160; relatif sedikit dalam satu area STO (misalnya dibawah 10 SSL) dapat menggunakan perangkat xDSL jenis stand-alone atau back-to-back.     <br />Sedangkan untuk kebutuhan yang relatif sedang (misal s/d 50 SSL) dapat menggunakan perangkat xDSL jenis mini-DSLAM. Untuk kebutuhan mass market besar (misal diatas 200 SSL) dalam suatu area STO dapat menggunakan perangkat xDSL jenis DSLAM.     <br />b. Mode transmisi perangkat xDSL : ATM dan Ethernet (IP).     <br />c. Pemakaian pair kabel jarlokat untuk setiap sistem xDSL dipersyaratkan sebagai berikut:</p>
<p>ADSL : 1 pair.    <br />• ADSL Lite/G.Lite : 1 pair.     <br />• SDSL : 1 pair.     <br />• G.SHDSL : 1 pair dan 2 pair.     <br />• HDSL : 2 pair.     <br />• VDSL : 1 pair.</p>
<p align="justify">Jika dibutuhkan aplikasi data digital dan POTS, maka jenis perangkat xDSL yang dipilih adalah: ADSL atau ADSL Lite/G.Lite. Jika hanya aplikasi data digital yang diberikan ke pelanggan, maka semua jenis xDSL dapat dipilih.    <br />e. Jika mode transmisi yang dibutuhkan adalah simetrik (kecepatan kirim dan terima sama besar), maka jenis perangkat xDSL yang dapat dipilih adalah: SDSL, G.SHDSL, dan VDSL.     <br />f. Jika mode transmisi yang dibutuhkan adalah asimetrik (kecepatan kirim dan terima tidak sama besar, kecepatan downstream lebih besar dari kecepatan upstream), maka jenis perangkat xDSL yang dapat dipilih adalah: ADSL, ADSL Lite/G.Lite, dan VDSL.</p>
<h2>Persyaratan Non-Teknis Sistem</h2>
<p> 
<p>a. Tidak dipersyaratkan sistem catuan remote power untuk modem ROT.    <br />b. Tidak dipersyaratkan adanya sistem repeater (penguat sinyal) untuk     <br />modem ROT.</p>
<h2>Persyaratan Teknis Sistem</h2>
<p> 
<p><strong>a. Persyaratan jenis line coding sistem xDSL:</strong>     <br />• ADSL : DMT 1,1 MHz 256 subchannel (ITU-T G.992.1)     <br />• ADSL Lite/G.Lite : DMT (ITU-T G.992.2)     <br />• SDSL : 2B1Q (ETSI DTR/TM 3002)     <br />• HDSL 2P : 2B1Q     <br />• G.SHDSL : 2B1Q atau TC-PAM (ITU-T G.992.1)     <br />• IDSL : 2B1Q     <br /><strong>b. Persyaratan kecepatan akses data:</strong>     <br /><strong><em>• ADSL</em></strong>     <br />o Downtream : 8 Mbps atau 8,192 Mbps.     <br />o Upstream : 1 Mbps atau 1,024 Mbps.     <br /><em><strong>• G.Lite</strong></em>     <br />o Downtream : 1,5 Mbps atau 1,536 Mbps.     <br />o Upstream : 512 Kbps.     <br /><em><strong>• SDSL</strong></em>     <br />o Downtream : 2,3 Mbps atau 2,048 Mbps.     <br />o Upstream : 2,3 Mbps atau 2,048 Mbps.     <br /><em><strong>• G.SHDSL (1 pair)        <br /></strong></em>o Downtream : 2 Mbps atau 2,048 Mbps.     <br />o Upstream : 2 Mbps atau 2,048 Mbps.     <br /><em><strong>• G.SHDSL (2 pair)</strong></em>     <br />o Downtream : 4 Mbps atau 4,624 Mbps.     <br />o Upstream : 4 Mbps atau 4,624 Mbps.</p>
<p><strong><em>IDSL        <br /></em></strong>o Downtream : 144 Kbps.     <br />o Upstream : 144 Kbps.     <br />• VDSL (asimetrik)     <br />o Downtream : 13 Mbps dan 53 Mbps.     <br />o Upstream : 1,5 Mbps dan 2 Mbps.     <br /><em><strong>• VDSL (simetrik)</strong></em>     <br />o Downtream : 26 Mbps.     <br />o Upstream : 26 Mbps.</p>
<ul>
<li>Perangkat xDSL mempunyai kemampuan fungsi bridge, routing dan VPN. </li>
<li>
<div align="justify">Perangkat xDSL harus dapat memberikan nilai BER data digital minimum sepuluh pangkat minus tujuh <a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image476.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="17" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image_thumb472.png?w=34&#038;h=17" width="34" border="0" /></a>         <br />e. Perangkat ADSL dan ADSL Lite/G.Lite dilengkapi dengan POTS Splitter pada sisi DSLAM (modem COT) dan modem ROT. Perangkat SDSL, S.HDSL, G.SHDSL standar tidak mempunyai interface POTS.</div>
</li>
<li>
<div align="justify">POTS Splitter dapat menyatu dalam modem ROT atau terpisah dalam perangkat yang berbeda. POTS splitter harus berupa perangkat pasif, tidak memakai sistem catu daya. Apabila catu daya DSLAM dan modem ROT putus/mati, sistem POTS harus dapat tetap bekerja.</div>
</li>
</ul>
<h2>Persyaratan Interface</h2>
<p><strong>a. Interface antara modem COT dan ROT:      <br /></strong>Jenis konektor : RJ11 atau RJ45.     <br /><strong>b. Interface DSLAM:</strong>     <br />• POTS : propitery atau LSA PLUS.     <br />• Data digital :     <br />o IP/Ethernet : 10/100 Base T mengacu ke standar IEEE 802.3.     <br />o ATM : STM-1 mengacu kepada standar TELKOM dan ITU-T     <br />G.707, G.708 dan G.709 yang beroperasi pada kabel serat optik     <br />SMF.     <br />o E3.     <br /><strong>c. Interface modem COT (stand alone/back-to-back) :      <br /></strong>• POTS : RJ-11.     <br />• Data digital : Ethernet 10 Base T mengacu ke standar IEEE 802.3.     <br /><strong>d. Interface modem ROT :      <br /></strong>• POTS : RJ-11.     <br />• Data digital :     <br />o ADSL/ADSL Lite :     <br />IP/Ethernet : 10 Base T mengacu ke standar IEEE 802.3.     <br />USB : USB 1.0 atau USB 2.0 minimum 4 Mbps.     <br />ATM : ATMF 25 dengan bit rate 25,6 Mbps dengan konektor     <br />RJ45.     <br />o SDSL :     <br />IP/Ethernet : 10 Base T mengacu ke standar IEEE 802.3.     <br />o HDSL/S.HDSL :     <br />E1/G.703, V.35, X.21.</p>
<h2>Persyaratan Instalasi</h2>
<p> 
<p align="justify">a. Jika terdapat perangkat G.SHDSL versi outdoor (DSLAM yang tidak dipasang di ruang STO tetapi di RK) harus dilengkapi dengan cabinet versi outdoor dan dilengkapi dengan sistem pendingin dan backup batteray untuk perangkat aktif pada DSLAM.    <br />b. DSLAM yang dipasang pada ruang MDF harus dilengkapi dengan sistem pendingin perangkat yang memadai.     <br />c. Penempatan DSLAM diupayakan sedekat mungkin dengan perangkat transport (router, ATM Switch) untuk kemudahan kepentingan OMAP.     <br />d. Jenis kabel yang digunakan untuk menghubungkan modem ROT dengan terminal pelanggan adalah UTP/STP CAT5 atau kategori yang lebih tinggi. Kabel mengacu kepada standar TELKOM dan ISO 8877. Panjang kabel maksimum adalah 100 meter.</p>
<h2>Persyaratan Jarlokat</h2>
<ul>
<li>Modem xDSL harus masih dapat bekerja optimal pada kecepatan akses yang dipersyaratkan untuk kondisi redaman kabel jarlokat tertentu. </li>
</ul>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image477.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="513" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image_thumb473.png?w=509&#038;h=513" width="509" border="0" /></a>&#160; </p>
<ul>
<li>Sistem xDSL harus dapat bekerja normal meski terjadi pembalikan urat kabel jarlokat (a ke b atau b ke a). </li>
<li>
<div align="justify">Pada satu sistem xDSL tidak diperbolehkan menempatkan perangkat aktif dan pasif diantara COT dengan ROT, seperti perangkat penguat sinyal (repeater), pengganda saluran, loading coil, dan lain-lain.</div>
</li>
<li>
<div align="justify">Tidak ada loading coil pada jarlokat.</div>
</li>
<li>
<div align="justify">Tidak ada bridge tap pada jarlokat.</div>
</li>
<li>
<div align="justify">Sistem xDSL dengan xDSL lainnya tidak boleh dipasang pada jarlokat dalam 1 quad kabel, penggunaan kabel harus berbeda quad.</div>
</li>
<li>
<div align="justify">Sistem xDSL tidak boleh dipasang dalam quad yang sama dengan        <br />sistem non-POTS (ISDN, pairgain).</div>
</li>
</ul>
<h2>Standar Sistem ADSL</h2>
<p>Beberapa point standar sistem ADSL yang dapat disampaikan antara lain:     <br /><strong>Persyaratan Jaringan</strong>     <br />a. Persyaratan fisik JARLOKAT untuk ADSL adalah menggunakan 1 (satu) pair kabel tembaga.     <br />b. Tidak direkomendasikan pemasangan loading coil sebagai penguat sinyal.     <br />c. Tidak direkomendasikan sistem jaringan bridge tap.     <br /><strong>Persyaratan Parameter Elektris Kabel untuk Sistem ADSL</strong>     <br />a. Kontinuitas     <br />b. Tahanan isolasi (Rab, Rat, Rbt) : ≥ 10 MΩ pada tegangan ≤ 90 Vdc     <br />c. Resistance unbalance/difference : ≤ 4% (antara urat a dan b)     <br />d. Longitudinal balance : ≥ 50 dB     <br />e. Redaman kabel untuk ADSL 2 Mbps : ≤ 35 dB (pada frekuensi 300 kHz)     <br />f. Redaman kabel untuk ADSL 4 Mbps : ≤ 30 dB (pada frekuensi 300 kHz)     <br />g. Redaman kabel untuk ADSL 6 Mbps : ≤ 25 dB (pada frekuensi 300 kHz)     <br />h. Tahanan loop untuk ADSL 2 Mbps : ≤ 654 Ω     <br />i. Tahanan loop untuk ADSL 4 Mbps : ≤ 561 Ω     <br />j. Tahanan loop untuk ADSL 6 Mbps : ≤ 467 Ω     <br />k. S/N untuk ADSL 2 Mbps : ≥ 28 dB     <br />l. S/N untuk ADSL 4 Mbps : ≥ 33 dB     <br />m. S/N untuk ADSL 6 Mbps : ≥ 38 dB     <br />n. Impedansi untuk semua sistem ADSL : 60 &#8211; 160 Ω     <br /><strong>Persyaratan Konfigurasi Sistem      <br /></strong>a. ADSL dapat menyalurkan POTS dan data digital secara bersamaan     <br />tanpa saling mengganggu satu dengan lainnya.     <br />b. Sistem POTS masih dapat berjalan walaupun sistem ADSL mengalami     <br />gangguan (tidak sinkron atau mati).     <br />c. Sistem POTS harus memakai POTS splitter atau micro filter pada     <br />modem COT (DSLAM) maupun modem pelanggan (ROT).     <br />d. Konfigurasi perangkat dapat stand alone (back-to-back) maupun     <br />DSLAM.     <br />e. Antarmuka DSLAM ke jaringan data dapat berupa Ethernet 10/100 Base-     <br />T, STM-1 ATM, nxE1 IMA, E3 ATM UNI 3.1 sebesar 34 Mbps.     <br />f. Antar muka stand alone : Ethernet 10 Base-T.     <br />g. Jenis line coding : DMT     <br />h. Rate adaptive.     <br />i. Kecepatan downstream mulai dari 64 kbps sampai dengan 8 Mbps.     <br />j. Kecepatan upstream mulai dari 64 kbps sampai dengan 1 Mbps.     <br />k. Dapat memberikan nilai BER : ≥ 10-7 (dibaca sepuluh pangkat minus tujuh)</p>
<p align="justify">l. Tidak direkomendasikan sistem catu daya remote power (distributed) melalui jaringan kabel untuk perangkat CPE ADSL.    <br />m. ADSL dapat difungsikan sebagai perangkat bridge atau router.     <br />n. ADSL harus mempunyai sistem manajemen sistem minimal melalui console atau craft terminal untuk model stand alone.</p>
<h2>Persyaratan Kondisi Lingkungan</h2>
<p>a. Harus dilengkapi dengan sistem pengaman terhadap tegangan asing     <br />dan arus asing.     <br />b. Dapat bekerja normal pada suhu ruang/lingkungan 10° C hingga 50° C     <br />dan kelembaban 20 % hingga 95 %.</p>
<h2>Standar Sistem G.Lite</h2>
<p align="justify">Beberapa point standar sistem G.Lite yang dapat disampaikan antara lain:     <br /><strong>Persyaratan Jaringan      <br /></strong>a. Persyaratan fisik JARLOKAT untuk G.Lite adalah menggunakan 1 (satu)     <br />pair kabel tembaga.     <br />b. Tidak direkomendasikan pemasangan loading coil sebagai penguat     <br />sinyal.     <br />c. Tidak direkomendasikan sistem jaringan bridge tap.     <br />12.2. Persyaratan Parameter Elektris Kabel untuk Sistem G.Lite     <br />a. Kontinuitas     <br />b. Tahanan isolasi (Rab, Rat, Rbt) : ≥ 10 MΩ pada tegangan ≤ 90 Vdc     <br />c. Resistance unbalance/difference : ≤ 4% (antara urat a dan b)     <br />d. Longitudinal balance : ≥ 50 dB     <br />e. Redaman kabel : ≤ 60 dB (pada frekuensi 300 kHz)     <br />f. Tahanan loop : ≤ 1181 Ω     <br />g. S/N : ≥ 30 dB     <br />h. Impedansi : 60 &#8211; 160 Ω.     <br /><strong>Persyaratan Konfigurasi Sistem</strong>     <br />a. G.Lite dapat menyalurkan POTS dan data digital secara bersamaan tanpa saling mengganggu satu dengan lainnya.     <br />b. Sistem POTS masih dapat berjalan walaupun sistem G.Lite mengalami gangguan (tidak sinkron atau mati).     <br />c. Sistem POTS tidak perlu memakai POTS splitter atau micro filter pada modem COT (DSLAM) maupun modem pelanggan (ROT). G.Lite disebut juga spliterless ADSL atau ADSL tanpa splitter.     <br />d. Konfigurasi perangkat dapat stand alone (back-to-back) maupun DSLAM.     <br />e. Antarmuka DSLAM ke jaringan data dapat berupa Ethernet 10/100 Base-T, STM-1 ATM, nxE1 IMA, E3 ATM UNI 3.1 sebesar 34 Mbps.     <br />f. Antar muka stand alone : Ethernet 10 Base-T.     <br />g. Jenis line coding : DMT     <br />h. Rate adaptive.     <br />i. Kecepatan downstream mulai dari 64 kbps sampai dengan 1,5 Mbps.</p>
<p align="justify">j. Kecepatan upstream mulai dari 64 kbps sampai dengan 512 kbps.    <br />k. Dapat memberikan nilai BER : ≥ 10-7.     <br />l. Tidak direkomendasikan sistem catu daya remote power (distributed) melalui jaringan kabel untuk perangkat CPE G.Lite.     <br />m. G.Lite dapat difungsikan sebagai perangkat bridge atau router.     <br />n. G.Lite harus mempunyai sistem manajemen sistem minimal melalui console atau craft terminal untuk model stand alone.     <br /><strong>Persyaratan Kondisi Lingkungan      <br /></strong>a. Harus dilengkapi dengan sistem pengaman terhadap tegangan asing dan arus asing.     <br />b. Dapat bekerja normal pada suhu ruang/lingkungan 10° C hingga 50° C dan kelembaban 20 % hingga 95 %.</p>
<p align="justify"><strong>Bersambung ke Versi 02……</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mandorkawat2009.wordpress.com/2090/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mandorkawat2009.wordpress.com/2090/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mandorkawat2009.wordpress.com/2090/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mandorkawat2009.wordpress.com/2090/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mandorkawat2009.wordpress.com/2090/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mandorkawat2009.wordpress.com/2090/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mandorkawat2009.wordpress.com/2090/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mandorkawat2009.wordpress.com/2090/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mandorkawat2009.wordpress.com/2090/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mandorkawat2009.wordpress.com/2090/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mandorkawat2009.wordpress.com/2090/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mandorkawat2009.wordpress.com/2090/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mandorkawat2009.wordpress.com/2090/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mandorkawat2009.wordpress.com/2090/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mandorkawat2009.wordpress.com&amp;blog=9512685&amp;post=2090&amp;subd=mandorkawat2009&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mandorkawat2009.wordpress.com/2009/10/19/standardisasi-parameter-berbagai-layanan-telekomunikasi-broadband-access-yang-menggunakan-kabel-tembaga-dan-fiber-optic-versi-01/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/145a38480cc13d96372b24cb080c89b6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mandorkawat2009</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image_thumb464.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image_thumb465.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image_thumb466.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image_thumb467.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image_thumb468.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image_thumb469.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image_thumb470.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image_thumb471.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image_thumb472.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image_thumb473.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Standardisasi Parameter Berbagai Layanan Telekomunikasi Broadband Access yang Menggunakan Kabel Tembaga dan Fiber Optic (Versi 02)</title>
		<link>http://mandorkawat2009.wordpress.com/2009/10/19/standardisasi-parameter-berbagai-layanan-telekomunikasi-broadband-access-yang-menggunakan-kabel-tembaga-dan-fiber-optic-versi-02/</link>
		<comments>http://mandorkawat2009.wordpress.com/2009/10/19/standardisasi-parameter-berbagai-layanan-telekomunikasi-broadband-access-yang-menggunakan-kabel-tembaga-dan-fiber-optic-versi-02/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 11:19:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mandorkawat2009</dc:creator>
				<category><![CDATA[Telekomunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Standardisasi Parameter Berbagai Layanan Telekomunikasi Broadband Access]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mandorkawat2009.wordpress.com/2009/10/19/standardisasi-parameter-berbagai-layanan-telekomunikasi-broadband-access-yang-menggunakan-kabel-tembaga-dan-fiber-optic-versi-02/</guid>
		<description><![CDATA[Standar Sistem SDSL Definisi Sistem SDSL SDSL adalah teknologi pada jaringan lokal akses tembaga yang digunakan untuk mentransmisikan data secara digital dengan mode simetris sampai dengan 2 Mbit/s atau mentransmisikan data digital dengan kecepatan dengan menggunakan 1 atau 2 pair kabel ke saluran pelanggan. SDSL merupakan perangkat aktif yang terdiri atas perangkat LTU yang ditempatkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mandorkawat2009.wordpress.com&amp;blog=9512685&amp;post=2069&amp;subd=mandorkawat2009&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Standar Sistem SDSL</h2>
<p><strong>Definisi Sistem SDSL</strong></p>
<ul>
<li>
<div align="justify">SDSL adalah teknologi pada jaringan lokal akses tembaga yang digunakan untuk mentransmisikan data secara digital dengan mode simetris sampai dengan 2 Mbit/s atau mentransmisikan data digital dengan kecepatan dengan menggunakan 1 atau 2 pair kabel ke saluran pelanggan.</div>
</li>
<li>
<div align="justify">SDSL merupakan perangkat aktif yang terdiri atas perangkat LTU yang ditempatkan di sisi Central Office dan perangkat NTU yang ditempatkan di sisi pelanggan.</div>
</li>
<li>
<div align="justify">Jaringan lokal akses tembaga (JARLOKAT) didefinisikan sebagai jaringan kabel tembaga yang menghubungkan sentral telepon atau pusat layanan dengan terminal pelanggan. Konfigurasi infrastruktur JARLOKAT TELKOM dimulai dari jaringan kabel primer, sekunder, saluran penanggal dan instalasi kabel dalam rumah/gedung.</div>
</li>
</ul>
<p align="justify"><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image464.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="487" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image_thumb460.png?w=509&#038;h=487" width="509" border="0" /></a> </p>
<p align="justify"><strong>Gambaran Sistem</strong>     <br />a. Secara fisik perangkat SDSL dapat berupa model stand alone atau model rak. Pada model stand alone, masing-masing perangkat LTU berdiri sendiri, Bentuk fisik untuk NTU ada juga yang berupa card seperti PCI card untuk komputer langsung. Sedang pada model rak perangkat LTU berupa beberapa card atau module dalam suatu rak tertentu. Jenis yang akan dipasang disesuaikan dengan kebutuhan sambungan layanan.     <br />b. JARLOKAT yang digunakan untuk SDSL adalah jaringan kabel telepon yang telah ada dengan persyaratan fisik dan elektrik yang ditetapkan.     <br />c. Persyaratan fisik JARLOKAT untuk SDSL adalah:     <br />• Satu sistem SDSL (mulai dari LTU sampai NTU) memakai satu pair kabel tembaga.     <br />• Memasang suatu perangkat aktif, seperti pengganda saluran, penguat sinyal di antara perangkat LTU dan NTU tergantung kegunaannya dilapangan.</p>
<p align="justify">Tidak direkomendasikan penggunaan loading coil dan sistem saluran bridge tap.    <br />• Disarankan untuk menggunakan diameter kabel tembaga yang homogen dengan diameter &gt; 0.6 mm.</p>
<h2>Layanan</h2>
<p align="justify">Sistem SDSL dapat memberikan layanan-layanan data seperti :     <br />a. Teleponi melalui data digital     <br />b. Internet kecepatan 10 Mbps.     <br />c. Internet kecepatan 100 Mbps (Fast Internet).     <br />d. Audio-conference, video-conference.     <br />e. Multimedia interaktif (Video on Demand, Music on Demand, Karaoke on Demand).     <br />f. Tele-education, tele-shopping, tele-medical.     <br />g. Remote LAN access.     <br />13.3. Persyaratan Teknis     <br />13.3.1. Konfigurasi Jaringan     <br />Adapun konfigurasi jaringan menggunakan modem SDSL digambarkan sebagai berikut:</p>
<p align="justify"><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image465.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="335" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image_thumb461.png?w=512&#038;h=335" width="512" border="0" /></a> </p>
<p align="justify">Konfigurasi stand alone atau back to back mempunyai hubungan pointto- point dan konfigurasi sistem rack mempunyai hubungan point-tomultipoint.    <br />b. LTU adalah unit transmisi SDSL yang diletakkan pada sisi sentral.     <br />c. NTU adalah unit transmisi SDSL yang diletakkan pada pelanggan.     <br />d. Media fisik jaringan berupa kabel tembaga (twisted pair atau multipair).</p>
<h2>Persyaratan Parameter Elektris Kabel untuk Sistem SDSL</h2>
<p>a. Kontinuitas     <br />b. Tahanan isolasi (Rab, Rat, Rbt) : ≥ 10 MΩ pada tegangan ≤ 90 Vdc     <br />c. Resistance unbalance/difference : ≤ 4% (antara urat a dan b)     <br />d. Longitudinal balance : ≥ 50 dB     <br />e. Redaman kabel untuk SDSL 2 Mbps : ≤ 22 dB (pada frekuensi 150 kHz)     <br />f. Tahanan loop : ≤ 560 Ω     <br />g. S/N : ≥ 23,1 dB     <br />h. Impedansi : 80 &#8211; 170 Ω     <br />13.7. Persyaratan Kondisi Lingkungan     <br />a. Harus dilengkapi dengan sistem pengaman terhadap tegangan asing dan arus asing.     <br />b. Dapat bekerja normal pada suhu ruang/lingkungan 10° C hingga 50° C dan kelembaban 20 % hingga 95 %.</p>
<h2>Setting Modem xDSL (COT, ROT, dan DSLAM)</h2>
<p align="justify"><strong>Setting secara Umum      <br /></strong>Inisialisasi perangkat bertujuan sebagai prosedur operasi menghidupkan dan mematikan sistem/perangkat. Peralatan yang dibutuhkan adalah buku/CD manual, sesuai dengan produk dari masing-masing vendor.     <br /><strong>Langkah umum:</strong>     <br />a. Periksa dan baca petunjuk buku manual.     <br />b. Menghubungkan perangkat dengan sistem catuan daya. Perhatikan jenis catu daya yang dibutuhkan (AC/DC) dan besarnya tegangan catuan.     <br />c. Menghidupkan perangkat:     <br />• Sistem dihidupkan; pada posisi &#8216;on’.     <br />• Mengamati inisialisasi awal proses (booting dan self test).     <br />d. Log in user. Umumnya dibutuhkan password untuk dapat mengakses menu yang disediakan dalam rangka pengoperasian perangkat.     <br />e. Mematikan perangkat. Sesuai dengan prosedur mematikan perangkat yang spesifik. Tidak diperkenankan mematikan perangkat pada saat sedang berjalan suatu proses seperti inisialisasi, booting, atau proses saving. Untuk keamanan perangkat, hubungan ke catu daya sebaiknya diputuskan atau dilepas.     <br />f. Pada jenis perangkat tertentu terdapat fasilitas reset, untuk menghapus data yang tersimpan ataupun memutuskan suatu proses yang mengalami error.</p>
<p align="justify">Prosedur menghidupkan dan mematikan suatu perangkat pada umumnya sama, akan tetapi demi keamanan perangkat dan operator, sangat dianjurkan    <br />untuk memeriksa buku manual terlebih dulu.</p>
<p align="justify"><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image466.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="444" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image_thumb462.png?w=506&#038;h=444" width="506" border="0" /></a> </p>
<h2>Dasar Pengoperasian DSLAM</h2>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image467.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="260" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image_thumb463.png?w=496&#038;h=260" width="496" border="0" /></a> </p>
<p align="justify">Semua setting akan melalui NMS atau console (jika tidak ada NMS):    <br />a. Koneksi ke vertikal MDF dari DSLAM (koneksi fisik kabel).     <br />b. NMS berbasis GUI (Grafical User Interface).     <br />c. Penamaan DSLAM.     <br />d. Penempatan slot/card module masing-masing xDSL, POTS splitter, console, <strong>catu daya.</strong>     <br />e. Setting IP address modem COT, ROT, terminal pelanggan.     <br />f. Setting hubungan COT dengan ROT (bridge/routing, PVC/VCI/VPI, QoS).     <br />g. Setting kec.akses (downstream &amp; upstream).     <br />h. Setting parameter xDSL biasanya dibuat dalam suatu profile. Modelnya tergantung produk vendor. Contoh :     <br />i. Profile1. downstream, 512, interleaved     <br />j. Profile 2. upstream, 64, fast Setting crossconnect antar DSLAM Hal yang perlu diperhatikan pada saat setting xDSL model DSLAM:     <br />a. Setting parameter xDSL DSLAM menggunakan NMS produk yang bersangkutan.     <br />b. Modem pelanggan perlu diberi nama untuk memudahkan identifikasi setiap modem.     <br />Hal yang perlu diperhatikan pada inisialisasi perangkat model DSLAM:     <br />a. Karena pada umumnya catu daya DSLAM menggunakan catuan –48 Vdc, perlu diperhatikan kestabilan tegangan dari perangkat rectifier dan batas toleransi catu daya perangkat DSLAM.     <br />b. Pada saat menghidupkan perangkat DSLAM, biasanya terdapat beberapa langkah proses inisialisasi komponen DSLAM dan card module secara otomatis sebelum DSLAM dalam kondisi siap dioperasikan.</p>
<h2>Aspek Security Pada Jaringan xDSL</h2>
<p align="justify">DSL Forum sebagai organisasi dunia yang menangani xDSL merekomendasikan penggunaan PPP over ATM sebagai protokol yang cukup aman dalam sistem transport jaringan xDSL. Protokol ini memanfaatkan kelebihan teknologi ATM yang membagi saluran-saluran pengguna dalam bentuk pipa-pipa virtual yang dikenal dengan virtual path dan virtual channel. Logika pembentukan pipa vitual tersebut dapat dilihat dari struktur frame data ATM yang dikenal dengan cell . Ukuran cell ATM konstan sebesar 53 byte yang    <br />terdiri dari 48 byte payload atau informasi yang dibawa dan 5 byte “header”. Pada “header” terdapat informasi virtual channel dan virtual path yang bersifat unik. Masing-masing pipa virtual terisolasi dan tidak bisa “menginduksi” antara satu dengan yang lain. Dengan demikian maka di sisi jaringan akses xDSL akan aman dari kemungkinan penyusupan. Selain menawarkan mekanisme koneksi yang terjamin (connection oriented), ATM mempunyai security yang baik namun ada harga yang mesti dibayarkan utuk kelebihan tsb. PPP over ATM telah digunakan oleh banyak penyedia jaringan xDSL untuk menghubungkan terminal pelanggan hingga ke Service Selection Gateway (SSG) atau Broadband RAS yaitu perangkat yang menghubungkan antara jaringan xDSL dengan router gateway di ISP dengan menggunakan teknik tunneling. Broadband RAS memungkinkan suatu pelanggan memilih ISP nya sendiri karena Broadband RAS mengakomodasi koneksi multiple service provider.</p>
<h2>Keamanan Jaringan Data</h2>
<p align="justify">Ada beberapa bentuk ke-usil-an pengguna yang terjadi saat ini misalnya :     <br />1. Carder atau pembobol kartu kredit pada situs-situs E-commerce.     <br />2. Pembobolan password baik pada situs maupun sistem on-line lainnya.     <br />3. Pencurian informasi penting dari server suatu perusahaan.     <br />4. Membuat data corrupt atau merusak data yang tersimpan dalam suatu server sehingga tidak dapat diakses.     <br />5. Melumpuhkan aplikasi dalam suatu server sehingga aplikasi tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya.     <br />Beberapa contoh di atas merupakan ke-usil-an yang cukup serius bila dibandingkan bentuk-bentuk yang lain yang terkesan “guyonan” seperti merubah isi/informasi yang ada pada situs seperti yang terjadi pada situs KPUbaru-baru ini, mengirim ribuan e-mail dengan isi yang sama, dll. Ke-usil-an tersebut berawal dari pemanfaatan networking (baca: public networking) dimana pengguna terhubung antara satu dengan yang lain termasuk dengan sumber layanan / server. Tidak mungkin pengguna stand alone bisa mengganggu pengguna stand alone yang lain karena mereka tidak saling berhubungan. Networking memberikan berbagai keuntungan seperti pemanfaatan suatu perangkat secara bersama, namun juga menyisakan kelemahan seperti yang diuraikan di atas. Untuk menutupi kelemahan tersebut diperlukan solusi sistem keamanan yang dapat memaksimalkan keuntungan dari penggunaan sistem jaringan komputer seperti :     <br /><strong>1. Autentikasi user</strong>     <br />Merupakan cara untuk membedakan antara pengguna dan penyusup. Media yang digunakan id     <br />card, biometric, password , dll.     <br /><strong>2. Access control</strong>     <br />Mengatur kemampuan akses pengguna dalam suatu jaringan, komputer, server atau aplikasi. Sistem access control pada jaringan data umumnya menggunakan firewall dan domain controller yang secara tersentralisir dapat memberikan ijin atau melarang pengguna untuk melakukan akses ke jaringan .     <br /><strong>3. Enkripsi</strong>     <br />Enkripsi menjamin data yang dikirim tidak bisa dibaca oleh user lain selama kode enkripsinya tidak terpecahkan. Tingkat perlindungan dengan menggunakan enkripsi tergantung dari tingkat kerumitan algoritma enkripsi.     <br /><strong>4. Manajemen security</strong>     <br />Pengelolaan sistem keamanan juga harus menyentuh pada fisik perangkat , penempatan perangkat, prosedur penggunaan, dll.     <br />Dalam suatu jaringan yang relatif besar mungkin menerapkan beberapa atau keseluruhan elemen tersebut.     <br />Strategi implementasi yang paling baik ditentukan oleh pertimbangan seberapa besar resiko yang akan ditanggung, dan seberapa besar biaya yang harus dikeluarkan.</p>
<p>Bersambung ke Versi 03……….</p>
<p>Sumber : Knowledge TELKOM 2007</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mandorkawat2009.wordpress.com/2069/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mandorkawat2009.wordpress.com/2069/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mandorkawat2009.wordpress.com/2069/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mandorkawat2009.wordpress.com/2069/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mandorkawat2009.wordpress.com/2069/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mandorkawat2009.wordpress.com/2069/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mandorkawat2009.wordpress.com/2069/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mandorkawat2009.wordpress.com/2069/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mandorkawat2009.wordpress.com/2069/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mandorkawat2009.wordpress.com/2069/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mandorkawat2009.wordpress.com/2069/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mandorkawat2009.wordpress.com/2069/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mandorkawat2009.wordpress.com/2069/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mandorkawat2009.wordpress.com/2069/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mandorkawat2009.wordpress.com&amp;blog=9512685&amp;post=2069&amp;subd=mandorkawat2009&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mandorkawat2009.wordpress.com/2009/10/19/standardisasi-parameter-berbagai-layanan-telekomunikasi-broadband-access-yang-menggunakan-kabel-tembaga-dan-fiber-optic-versi-02/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/145a38480cc13d96372b24cb080c89b6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mandorkawat2009</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image_thumb460.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image_thumb461.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image_thumb462.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image_thumb463.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Parameter Elektris dan Performansi System Telekomunikasi</title>
		<link>http://mandorkawat2009.wordpress.com/2009/10/19/parameter-elektris-dan-performansi-system-telekomunikasi/</link>
		<comments>http://mandorkawat2009.wordpress.com/2009/10/19/parameter-elektris-dan-performansi-system-telekomunikasi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 11:16:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mandorkawat2009</dc:creator>
				<category><![CDATA[Telekomunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Parameter Elektris dan Performansi System Telekomunikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mandorkawat2009.wordpress.com/2009/10/19/parameter-elektris-dan-performansi-system-telekomunikasi/</guid>
		<description><![CDATA[Daya, Penguatan dan Redaman &#160; Bandwidth “lebar dari spectrum frekuensi yang dipergunkan oleh suatu sinyal” Noise “sinyal-sinyal yang tidak diinginkan yang selalu ada dalam suatu sistem transmisi” Signal to Noise Ratio (SNR) “perbandingan antara daya sinyal yang diinginkan terhadap daya noise yang diterima pada suatu titik pengukuran” Interferensi “sinyal pengganggu yang tidak diiginkan dimana frekuensinya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mandorkawat2009.wordpress.com&amp;blog=9512685&amp;post=2060&amp;subd=mandorkawat2009&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Daya, Penguatan dan Redaman</h2>
<p>&#160;</p>
<ul>
<li>
<div><strong>Bandwidth          <br /></strong>“lebar dari spectrum frekuensi yang dipergunkan oleh suatu sinyal”         <br /><strong>Noise</strong>         <br />“sinyal-sinyal yang tidak diinginkan yang selalu ada dalam suatu sistem transmisi”</div>
</li>
<li>
<div><strong>Signal to Noise Ratio (SNR)          <br /></strong>“perbandingan antara daya sinyal yang diinginkan terhadap daya noise yang diterima pada suatu titik         <br />pengukuran”</div>
</li>
<li>
<div><strong>Interferensi</strong>         <br />“sinyal pengganggu yang tidak diiginkan dimana frekuensinya berdekatan atau sama dengan sinyal yang diinginkan serta berdaya besar “</div>
</li>
<li>
<div><strong>Kecepatan Bit (Bit Rate)          <br /></strong>“ukuran kecepatan pengiriman (transmisi) bit-bit sinyal dalam komunikasi digital dalam waktu 1 detik, dimana satuannya bit per detik”</div>
</li>
<li>
<div><strong>Bit Error Rate</strong>         <br />“laju kesalahan bit yang terjadi dalam sistem transmisi digital”</div>
</li>
<li>
<div><strong>Jitter/Pergeseran Bit</strong>         <br />“bergesernya letak atau posisi pulsa dari posisi seharusnya, sehingga menyebabkan kesalahan persepsi pada penerimaan”</div>
</li>
</ul>
<p align="justify">&#160;</p>
<h2>Decibel (dB)</h2>
<p>&#160;</p>
<ul>
<li>
<div align="justify">Definisi        <br />“Merupakan besaran yang menyatakan perbandingan (rasio) atau merupakan unit relatif”.</div>
</li>
</ul>
<p align="justify"><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image459.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="262" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image_thumb455.png?w=510&#038;h=262" width="510" border="0" /></a> </p>
<h2>Bentuk lain</h2>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image460.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="309" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image_thumb456.png?w=515&#038;h=309" width="515" border="0" /></a> </p>
<ul>
<li>
<div align="justify"><strong>SIGNAL TO NOISE RATIO (S/N)</strong>         <br />“Perbandingan antara level power sinyal informasi dengan level power noise yang diterima,&#160; biasanya dilakukan pada sistem komunikasi analog di bagian penerima.”</div>
</li>
<li>
<div align="justify"><strong>CARRIER TO NOISE RATIO (C/N)</strong>         <br />“Perbandingan antara level power sinyal pemodulasi dengan sinyal noise yang diterima pada perangkat penerimaan, biasanya dilakukan pada tingkat IF (Intermediate Frequency) sebelum sinyal masuk ke demodulator untuk menunjukkan kualitas sinyal pemodulasi yang sampai pada penerima ”</div>
</li>
<li>
<div align="justify"><strong>BIT ERROR RATE (BER)          <br /></strong>Perbandingan antara jumlah bit yang diterima salah dengan jumlah total bit yang diterim, hanya pada sistem komunikasi digital dan diukur pada level baseband.”</div>
</li>
<li>
<div align="justify"><strong>FRAME ERROR RATE (FER)          <br /></strong>“Perbandingan antara jumlah frame yang diterima salah dengan jumlah total frame yang diterima, dimana frame merupakan pengelompokan bit-bit dan biasanya ditambahkan header tertentu”</div>
</li>
<li>
<div align="justify"><strong>MEAN OPINION SCORE (MOS)</strong>         <br />Pengukuran yang dilakukan berdasarkan hasil pendapat sejumlah volunteer terhadap suatu kualitas informasi”.</div>
</li>
</ul>
<h2>Konsep Link Budget</h2>
<p> 
<p align="justify">“Link Budget adalah estimasi anggaran daya yang perlu diperhitungkan untuk memastikan bahwa level penerimaan lebih besar atau sama dengan level daya threshold.” “Level daya threshold adalah level daya minimum yang dieperlukan oleh sistem penerima agar dapat bekerja dengan baik sesuai dengan kualitas yang dipersyaratkan”.</p>
<p align="justify"><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image461.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="262" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image_thumb457.png?w=512&#038;h=262" width="512" border="0" /></a> </p>
<h2>Perhitungan&#160; Link&#160; Budget</h2>
<p> 
</p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image462.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="299" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image_thumb458.png?w=510&#038;h=299" width="510" border="0" /></a> </p>
<p><strong>FADING MARGIN &amp; RELIABILITY</strong></p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image463.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="307" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image_thumb459.png?w=530&#038;h=307" width="530" border="0" /></a> </p>
<h2>Perbaikan Performansi</h2>
<p><strong>PADA PENGIRIM</strong></p>
<ul>
<li>Memperbesar daya pancar , High Gain Amplifier (Biasanya memiliki batasan tertentu) </li>
<li>Meninggikan antena </li>
<li>Memperbesar gain antena </li>
<li>Mengurangi loss kabel </li>
</ul>
<p><strong>PADA PENERIMA</strong></p>
<p> <strong></strong>
<ul>
<li>Memperbesar gain antena penerima </li>
<li>Memperbaiki penerimaan dengan teknik diversitas, tinggi antena </li>
<li>Mengurangi loss kabel </li>
<li>Mengurangi tingkat noise : Low Noise Amplifier &amp; Filter , serta mengurangi tingkat Noise Figure. </li>
</ul>
<p>Bersambung……..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mandorkawat2009.wordpress.com/2060/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mandorkawat2009.wordpress.com/2060/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mandorkawat2009.wordpress.com/2060/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mandorkawat2009.wordpress.com/2060/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mandorkawat2009.wordpress.com/2060/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mandorkawat2009.wordpress.com/2060/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mandorkawat2009.wordpress.com/2060/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mandorkawat2009.wordpress.com/2060/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mandorkawat2009.wordpress.com/2060/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mandorkawat2009.wordpress.com/2060/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mandorkawat2009.wordpress.com/2060/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mandorkawat2009.wordpress.com/2060/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mandorkawat2009.wordpress.com/2060/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mandorkawat2009.wordpress.com/2060/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mandorkawat2009.wordpress.com&amp;blog=9512685&amp;post=2060&amp;subd=mandorkawat2009&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mandorkawat2009.wordpress.com/2009/10/19/parameter-elektris-dan-performansi-system-telekomunikasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/145a38480cc13d96372b24cb080c89b6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mandorkawat2009</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image_thumb455.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image_thumb456.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image_thumb457.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image_thumb458.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image_thumb459.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Standardisasi Frequensi Radio Telekomunikasi</title>
		<link>http://mandorkawat2009.wordpress.com/2009/10/19/standardisasi-frequensi-radio-telekomunikasi/</link>
		<comments>http://mandorkawat2009.wordpress.com/2009/10/19/standardisasi-frequensi-radio-telekomunikasi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 11:07:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mandorkawat2009</dc:creator>
				<category><![CDATA[Telekomunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Standardisasi Frequensi Radio Telekomunikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mandorkawat2009.wordpress.com/2009/10/19/standardisasi-frequensi-radio-telekomunikasi/</guid>
		<description><![CDATA[Spektrum Frequensi Alokasi ETSI FREQUENSI Schematic Karakteristik Propogasi Radio Telekomunikasi Fading &#160; “Fading merupakan gejala yang dirasakan oleh penerima akibat adanya fluktuasi level daya sinyal yang diterima oleh receiver” Multipath Fading Definisi “Fading yang terjadi karena terdapat objek antara pengirim dan penerima sehingga gelombang yang sampai ke penerima berasal dari beberapa lintasan (multipath) dan fluktuasi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mandorkawat2009.wordpress.com&amp;blog=9512685&amp;post=2048&amp;subd=mandorkawat2009&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Spektrum Frequensi</strong><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image452.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="429" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image_thumb448.png?w=504&#038;h=429" width="504" border="0" /></a> </p>
<p><strong>Alokasi ETSI FREQUENSI</strong><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image453.png"><strong><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="324" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image_thumb449.png?w=503&#038;h=324" width="503" border="0" /></strong></a><strong> </strong></p>
<p><strong>Schematic Karakteristik Propogasi Radio Telekomunikasi</strong></p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image454.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="286" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image_thumb450.png?w=511&#038;h=286" width="511" border="0" /></a> </p>
</p>
<h2>Fading</h2>
<p>&#160;</p>
<p><strong>“Fading</strong> merupakan gejala yang dirasakan oleh penerima akibat adanya fluktuasi level     <br />daya sinyal yang diterima oleh receiver”</p>
<p><strong>Multipath Fading      <br /></strong>Definisi     <br />“Fading yang terjadi karena terdapat objek antara pengirim dan penerima sehingga     <br />gelombang yang sampai ke penerima berasal dari beberapa lintasan (multipath) dan     <br />fluktuasi sinyal yang terjadi bersifat cepat (fast fading)”     <br />Analisis     <br />• Rician, jika sinyal yang dominan adalah sinyal yang bersifat Line Of Sight (direct path).     <br />• Rayleigh, jika sinyal yang dominan adalah sinyal yang bersifat tidak langsung (indirect     <br />path).</p>
<p><strong>Shadowing      <br /></strong>Definisi     <br />“Fading yang terjadi karena adanya efek terhalangnya sinyal sampai ke penerima     <br />akibat oleh gedung bertingkat, tembok, dll dan fluktuasi sinyal yang terjadi     <br />bersifat lambat (slow fading)”     <br />Analisis     <br /># menggunakan distribusi log normal     <br />FADING</p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image455.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="380" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image_thumb451.png?w=501&#038;h=380" width="501" border="0" /></a> </p>
<p>&#160;<a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image456.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="275" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image_thumb452.png?w=484&#038;h=275" width="484" border="0" /></a></p>
<p><strong>Model OKUMURA HATTA</strong></p>
<p><a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image457.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="373" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image_thumb453.png?w=502&#038;h=373" width="502" border="0" /></a> </p>
<p><strong>MODEL COST 231/WALFISCH-IKEGAMI</strong></p>
<p>&#160;<a href="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image458.png"><img title="image" style="display:inline;border-width:0;" height="307" alt="image" src="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image_thumb454.png?w=514&#038;h=307" width="514" border="0" /></a></p>
</p>
<p>Bersambung ke level berikutnya</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mandorkawat2009.wordpress.com/2048/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mandorkawat2009.wordpress.com/2048/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mandorkawat2009.wordpress.com/2048/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mandorkawat2009.wordpress.com/2048/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mandorkawat2009.wordpress.com/2048/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mandorkawat2009.wordpress.com/2048/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mandorkawat2009.wordpress.com/2048/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mandorkawat2009.wordpress.com/2048/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mandorkawat2009.wordpress.com/2048/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mandorkawat2009.wordpress.com/2048/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mandorkawat2009.wordpress.com/2048/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mandorkawat2009.wordpress.com/2048/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mandorkawat2009.wordpress.com/2048/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mandorkawat2009.wordpress.com/2048/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mandorkawat2009.wordpress.com&amp;blog=9512685&amp;post=2048&amp;subd=mandorkawat2009&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mandorkawat2009.wordpress.com/2009/10/19/standardisasi-frequensi-radio-telekomunikasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/145a38480cc13d96372b24cb080c89b6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mandorkawat2009</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image_thumb448.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image_thumb449.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image_thumb450.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image_thumb451.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image_thumb452.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image_thumb453.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image_thumb454.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
